Agni Dewa Api

No comment 2266 views

Bhatara Agni, sang Dewa Api

Bhatara Agni adalah perwujudan Tuhan sebagai Dewa Api (Fire God).

Dalam Rig Weda, Dewa Agni adalah salah satu dari tiga dewa utama (three supreme deities) yakni Agni, Vayu dan Surya. Ketiga dewa ini penguasa atas tanah (earth), udara (air) dan angkasa (sky).

Dalam Rig Weda terdapat 200 mantra yang ditujukan pada Dewa Agni. Ini menunjukkan pentingnya peran Dewa Agni dalam kehidupan. Ia adalah api dari matahari, api dari semua sinar, api pada cahaya hati semua manusia.

Sebagai personofikasi api suci ilahi, Dewa Agni adalah mulut dari para dewa, penerang semua kegelapantermasuk kegelapan hati dan pikiran manusia, penghubung antara dunia jasmani (dunia materi, alam fana, bumi) dan dunia rohani (alam rohani, alam baka, swargaloka), pengangkut semua persembahan kepada Tuhan.

Dalam pustaka-pustaka suci, Dewa Agni digambarkan memiliki dua muka; satu berguna, dan satu lagi merusak, memiliki enam mata, tiga kaki, tujuh lengan, tiga sampai tujuh lidah, dan rambutnya berdiri tegak laksana nyala api. beliau, berambut nyala api, berjenggot perang, berdagu tajam,, bergigi emas, dan kepalanya selalu bersinar.
Di dalam Reg Weda Dewa Agni kadang-kadang disebut sebagai Rudra. Kehadiran Dewa Agni dilibatkan dalam banyak upacara, khususnya Agnihotra atau Homa Yadnya.

Pemujaan terhadap Dewa Agni banyak dijumpai pada kitab Weda terutama Reg Weda, dimana penampilannya banyak dihubungkan dengan upacara api (Homa).

Sebutan beliau : disebut Putra Dewa Dyanus (Dewa Langit dan bumi), Dewa Agni keturunan air, namanya sering dihubungkan dengan dewa Indra,

dalam Canakya Nitisastra disebutkan bahwa Dewa Api adalah Hyang Guru, guru dari semua warna.

Sloka Canakya Nitisastra ini merupakan sebuah pedoman bagaimana etika berguru, ajaran bhakti, sehingga terjadi sebuah tatanan kehidupan yang harmonis, etika sosial dengan saling menghargai satu sama yang lain dan oleh Catur Warna bukan justru dijadikan sebagai stratifikasi sosial untuk mempertahankan status Co. Tetapi intisari pesan dari Sloka ini adalah ada pada baris pertama dan terakhir bahwa sesungguhnya semua harus berguru kepada Agni (Tuhan) dan semua harus berguru kepada Tamu. Kata Tamu ini adalah spirit yang ada diluar diri manusia, siapa spirit itu ? yaitu seluruh sekalian alam (Tuhan).

dalam kitab Samaweda, dewa Agni disebutkan sebagai satu-satunya Raja Adiraja penguasa alam,

Dalam Reg Weda juga disebutkan bahwa Dewa Agni adalah Dewa sumber pengetahuan, sehingga Dewa Agni sering dipuja saat belajar.

demikian sekilas tentang Bhatara Agni sang Dewa Api.

author