Babad Dewata

No comment 69 views

Babad Dewata

menurut Tutur Bhuwana Mahbah, yang mahapencipta yang ada sejak awal adalah Guru Widhi Tunggal yang kemudian disebut sebagai Sang Hyang Sunya karena heningnya, sehingga sering juga dipuja sebagai Sang Hyang Sunya Hening Jati Widhi. Beliaulah Tuhan semua yang ada, Dewa dari para Dewata, tidak pria juga tidak wanita, sarinya hakekat.

Lewat yoga-Nya, terciptalah Sang Hyang Mareka Jati atau Guru Tunggal, atau Sang Hyang Guru Reka. Sang Hyang Guru Reka beryoga, terciptalah Sang Hyang Tunggal atau Sang Hyang Siwa Reka.

Sang Hyang Siwa Reka beryoga, mucullah Sang Hyang Parama Wisesa. Sang Hyang Parama Wisesa beryoga, terciptalah Sang Hyang Taya. Sang Hyang Taya beryoga, terciptalah Sang Hyang Sadasiwa dan Sang Hyang Paramasiwa.

Sang Hyang Siwa Reka beryoga kembali, mucullah Nawasanga yakni Sang Hyang Iswara, Sang Hyang Brahma dan Sang Hyang Mretyu Kunda. Sang Hyang Mretyu Kunda beryoga, lahirlah Bhagawan Wrehaspati. Bhagawan Wrehaspati beryoga, lahirlah Sang Hyang Wisnu. Sang Hyang Wisnu beryoga, melahirkan Bhagawan Kasyapa. Bhagawan Kasyapa beryoga, melahirkan Sang Hyang Budha Kecapi.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Pangeran Siddhi. Pangeran Siddhi beryoga, lahirlah Sang Hyang Pretiwi.

Sang Hyang Śunya kembali beryoga, lahirlah Sang Hyang Jati Sari. Sang Hyang Jati Sari beryoga, lahirlah Sang Hyang Akasa.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Sang Hyang Wijanjana. Sang Hyang Wijanjana beryoga, lahirlah langit.

Sang Hyang Śunya kembali beryoga, lahirlah Sang Hyang Siwa Sandhya dan Sang Hyang Surya.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Karin. Bhagawan Karina beryoga, lahirlah Sang Hyang Wulan.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Šiwa Prapta. Bhagawan Siwa Prapta beryoga, lahirlah Sang Hyang Lintang.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Puro Sandhi. Bhagawan Puro Sandhi beryoga,terciptalah api berkobar-kobar.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Siwamrētha. Bhagawan Siwamrětha beryoga, keluarlah air.

Sang Hyang Sunya kombali beryoga, lahirlah Pangeran Dewi Krěsna. Pangeran Dewi Kresna beryoga, keluarlah ether, sinar dan angin.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Šiwa Krěsna dan Sang Hyang Sagara.

Sanghyang Šiwa Reka beryoga, lahirlah tanah (bumi) sebagai dasar ruang.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Badawang Nala sebagai dasar bumi dan Sang Hyang Antabhoga juga sebagai dasar bumi.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, lahirlah Sang Hyang Bapa Babu. Bapa bernama I Srah, berdiam di samping lubang langit bagian tengah, Babu bernama I Tanjěk berdíam disamping lubang langit dibagian kiri. Dan I Kirih Pugeh memegang matahari. I Pita Tukup Jiwa memegang bulan.

Sang Hyang Guru Reka beryoga, lahirlah semua ini, antara lain: para bidadara dan bidadari; para komara-komari, para deta-deti dan Panca Rsi : Rsi Korsika, Rsi Garga, Rsi Metri, Rsi Kurusya dan Rsi Pretanjala.

Sang Hyang Siwa Reka kembali beryoga, lahirlah Bhagawan Wiswakarma.

Sang Hyang Sunya kembali beryoga, maka terciptalah laki, perempuan, dan banci. Ialah yang menjadi Guru dari mantaya, mantiga dan maharya.
Ang adalah bintang, matahari dan bulan. Ung adalah api, air dan angin. Mang adalah penyebab adanya siang malam dan bumi.

Sang Hyang Siwa Reka kembali beryoga, maka lahirlah Aksara, yaitu : aksara modre, aksara swalalita, aksara wreastra, Ardha candra, angka pati, pamada, carik dan surang.

Sang Hyang Siwa Reka kembali beryoga, maka lahirlah segala isi bumi dan isi Tribhuwana : angkasa, ruang dan bumi. Maka lahir pula Guru Tiga : Parama Wiśesa, Bapa dan Babu. Yang melahirkan dirimu sendiri.

author