Bali Become Hare Boll

No comment 938 views

Bali Become Hare Boll

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Kepala Jaksa Agung nomor 107 Tahun 1984 tentang larangan ajaran Hare Krisna (Keputusan Jaksa Agung RI No. Kep.107/JA/5/1984 tentang larangan peredaran barang‐barang cetakan yang memuat ajaran kepercayaan Hare Krsna di Indonesia). Hare Krishna (HK) tiarap mungkin mereka diam sejenak sambil atur strategi matang dan lihai. Ternyata benar Hare Krishna berubah menjadi Masyarakat Internasional Kesadaran Kresna - International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) lalu bergerak sangat rapi, sistematis, terukur, dan nyata.

Hasilnya mereka mampu memporak porandakan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang memang sudah ada perpecahan di dalam. Keberhasilannya ini membuat mereka diakui oleh PHDI dan tentu para petingginya sebagian telah terpapar Hare Krisna dan Sampradaya India. Mereka bagaikan silet merobek tanpa rasa sakit sedikitpun lalu menggeliat kemana mana. Beberapa pejabat, DPR, MPR, DPD sudah masuk perangkapnya. Lalu, terdengar terakhir Dirjen Bimas Hindu juga disinyalir terpapar Hare Krishna.

Pintu telah terbuka di lembaga pendidikan mereka masuk kedalam lingkaran akademisi beberapa dari guru hingga dosen terpapar. Mulailah merayap pengaruhnya ke SD, SMP, SMA dan Universitas. Semakin hari pengaruhnya semakin tajam setajam silet. Sebagian generasi dari anak-anak dan anak muda millenia telah mulai dikuasai. Gerakannya semakin terang terangan dan masiv. Mereka mulai membangun ashram di setiap kabupaten dan bila perlu di setiap wewidangan Desa Adat. Targetnya menguasai Desa Adat tapi Desa Adat terlalu kokoh untuk ditembus.

Kemudian, mereka kembali fokus pada anak muda Bali dan menggoreng serenyah dan segurih mungkin. Harapannya adalah ketika sudah banyak dikuasai dan bertambah pengikutnya maka setelah menjadi dewasa tentu Mudah mereka akan menggantikan para pimpinan Desa Adat. Ketika Desa Adat dikuasai maka mereka akan menari-nari dan bernyanyi-nyanyi menikmati tanah Bali.

Sayangnya, gara-gara Arya Weda Karna (AWK) keceplosan pidato mengatakan "…umat Hindu Bali yg belum vegetarian adalah umat belum sadar..". Mulailah umat Hindu Bali terbuka matanya lalu bangun satu persatu melawan gerakan Hare Krisna. Sampai akhirnya umat Hindu Bali metangi semakin banyak dan menyerang balik secara masiv. Mereka kewalahan lagi lagi melakukan proganda hari ini ngaku perkumpulan penyembah Krisna besok ngaku perkumpulan spiritual. Hari ini ngaku bukan Hindu besok mengaku bagian dari Hindu. Hari ini mengaku sesuai Weda besok mengatakan umat Hindu lahir dari dahan Weda yang kering. PHDI, AWK dan ISCKON sekarang kelimpungan maju kena mundur kena. Segala strateginya selalu tercium gelagatnya untuk mencari selamat dan simpati rakyat Bali.

Semua ini terjadi mungkin juga karena Betara Lelangit dan Sesuhunan di Bali sudah gerah dengan taktik lihainya. Lalu, membangunkan para damuh dan rerencangan-Nya di seluruh tanah Bali untuk menelanjangi habis mereka.

Sekarang hanya menunggu waktu saja segala soroh, pungkusan, wangsa jumlahnya ribuan akan bergerak. Bicara soroh, pungkusan dan wangsa artinya bicara umat Hindu Bali. Sebab soroh, pungkusan dan wangsa adalah orang orang Bali asli dimana dalam darahnya mengalir kandungan "Darah Babi".

Umat Hindu Bali siap menyelamatkan, menjaga dan melestarikan tradisi Bali, adat Bali, budaya Bali dan Gama Bali. Taksu Bali akan bersinar kembali dan ini untuk ke sekian kalinya ada usaha usaha licik. Dilakukan oleh pihak diluar keyakinan Hindu Bali, ingin menggantinya dengan keyakinan berbeda dari Hindu Bali tapi selalu GAGAL!!!

Kalo kita lengah sedikit saja maka tidak ada lagi pujian "Welcome to Bali the last Paradise Island" tidak ada lagi sanjungan "Welcome to the thousand temple of Bali Island". Maka akan ada ucapan "Welcome to Khrisna Hare Boll Island" [oleh Agus Yudiawan]

author