Bali Menolak Hare Krishna?

No comment 2091 views

Bali Menolak Hare Krishna?

Hare Krishna kenapa harus diTOLAK.?

berikut ini adalah beberapa alasan kenapa aliran Hare Krisnha (HK) TIDAK cocok dikembangkan di BALI.

Hare Krishna BUKAN HINDU

Pendiri HK yaitu Prabhupada sudah jelas menyebut bahwa HK bukan bagian dari SANATANA DHARMA. Gama Bali adalah salah satu bentuk dari Sanatana Dharma yang berbasis Veda tetapi tidak kehilangan identias Nusantara.

Hare Krishna Anti pemujaan leluhur

Aliran HK dengan sangat jelas menentang PEMUJAAN leluhur, dengan dalih bahwa jika memuja leluhur maka jiwanya hanya akan sampai pada alam leluhur. Bagi Gama Bali pemujaan leluhur adalah hal penting, karena bukan hanya tentang penghormatan, tetapi PITRA PUJA merupakan bagian yadnya yang sama pentingnya dengan DEWA YADNYA.

Hare Krishna VEGETARIAN FANATIK

Sangat menentang penggunaan daging baik dalam bentuk persembahan ataupun konsumsi. GAMA BALI justru mengutamakan penggunaan MAMSA (daging) baik untuk BANTEN ataupun konsumsi. Ini akan sangat bertentangan dengan konsep upakara yadnya yang selalu menyertai daging.

Hare Krishna itu HOMOGEN

Hare Krishna sangat tidak mendukung kreatifitas seni dan budaya yang bersifat dinamis berkembang. SUNDARAM( keindahan) adalah salah satu wujud penerapan ajaran Sanatana Dharma. Aliran ini terlihat begitu ketat akan atribut ekslusif tanpa mau menerima muatan lokal.⛔

Hare Krishna pengusung INDIA SENTRIS

Karena awalnya berkembang dari India, maka segala tradisi india, cara berpakaian, atribut alat musik, mantra yang digunakan menduplikat penuh tradisi India. Sedangkan gama Bali bagian dari Sanatana Dharma (Hindu) tetapi tetap memberikan ruang untuk eksistensi lokal jenius peribumi. Sangat mendukung nilai adat budaya tradisi lokal.

Hare Krishna TIDAK SEJALAN DENGAN SIWASIDHANTA

Hare Krisna hanya meyakini Sri Krisnha sebagai sosok dewa tertinggi, dewa dewa lain ada pada tingkat bawah. Pada konsep Siwa Sidhanta tidak ada dewa tertinggi, kesmua dewa adalah satu kesatuan, EKA twa Aneka twa swalaksana Bhatara. Sesungguhnya yang satu ada banyak dan kesemuanya adalah manifestasi tuhan. Inilah pondasi teologi Gama Bali yaitu berbasis SIWA TATTWA, siwa Sidhanta, Siwa budha Tantra yana.

Kesimpulannya, Bali Menolak Hare Krishna. [oleh IB Bhaskara]

author