Balian Sonteng

No comment 324 views

Balian Sonteng

Pasepan BaliSeperti yang telah dijelaskan dalam Artikel: "Tradisi Nyonteng di Bali" dan "Sesontengan, Puja dan Mantra", arti Sonteng atau sesontengan lebih merujuk pada bahasa komunikasi yang dominan digunakan dalam keseharian.

Sedangkan, yang dimaksud dengan Balian adalah Setiap Orang Bali yang mampu menjalankan ajaran dan tata-titi atau parikrama jagat Bali dengan benar. Hal ini merujuk dari akar kata Balian, yang berasal dari kata "Bali + an", merujuk pada orang bali dan ajaran yang diwarisi oleh leluhur orang bali. Dengan demikian kata Balian lebih mengarah ke makna BALI itu sendiri, dimana kita kembali menyadari, memahami, dan meyakini tatanan dan budaya Bali dengan benar sesuai dengan sastranya atau tattwanya. Di Bali ada yang boleh ada juga yang tidak boleh, ada di sana ada di sini, dan seterusnya. Dengan demikian kita akan memahami etikanya (sesana) sehingga bisa menjalankan/melaksanakan kegiatan (upacara) dengan benar. Bali sudah memiliki tatanan, misalnya dalam wilayah parahyangan (panca yadnya,dll), palemahan (asta bumi, kawasan suci, dll) dan pawongan (asta kosala kosali, leluhur, kawitan, usadha, wariga dll) dan sebagainya.

Dalam pandangan umum masyarakat, Balian identik dengan Usadha sehingga dikenal sebagai "Dokter Tradisional di Bali" yakni orang yang menguasai metode pengobatan Medis dan Non-Medis (Sekala-Niskala). Hal itulah yang menyebabkan adanya anggapan bahwa Balian itu harus sakti, minimal mengetahui "Ilmu Leak" ataupun ilmu Tenaga Dalam Spiritual lainnya. Namun, saat frase kata Balian Sonteng, profesi tersebut menjadi lebih logis dan lebih mengandalkan rasa bhakti dibandingkan ungkapan balian saja. Itu disebabkan oleh kata sonteng, yang tidak merujuk pada kelimuan sepiritual, melainkan hanya bahasa komunikasi.

Jadi Balian Sonteng tersebut tidak sakti, melainkan balian yang mengandalkan permohonan kepada pujaanNya (Hyang Kamulan/Tuhan) dengan berlandaskan cinta (bhakti) dan kejujuran.. Dengan demikian, untuk "menjadi Balian sonteng tidaklah perlu sakti" namun tidak ada salahnya bila seorang Balian Sonteng juga mendalami "USADHA, ilmu pengobatan Ayurweda" dan sangat disarankan seorang Balian Sonteng untuk melakukan Pawintenan (ekajati) sebelum melaksanakan tugasnya yang berkaitan dengan ritual keagamaan. Saat seorang Balian Sonteng lebih banyak melakukan kegiatan dibidang ritual keagamaan, maka profesi Balian ini sering juga disebut sebagai "Mangku Sonteng".

istilah Sesontengan sudah tidak asing lagi di telinga orang bali, karena sejak dahulu kala, pengucapan doa sesalu menggunakan aji sesontengan. seperti halnya pada saat hari tumpek uduh, setiap tumbuhan yang diharapkan memberi bermanfaat disonteng, agar segera berbunga ataupun berbuah guna menyambut rerahinan, khususnya galungan dan kuningan. Selain tumpek uduh, saat otonan, seorang ibu akan memanjatkan doa "natab" banten otonan untuk anaknya dengan aji sesontengan dan masih banyak ritual adat bali yang menggunakan mantra sesontengan. Namun kebanyakan hanya dilakukan sekadar sebagai gerak/laku, seolah-olah hanya merupakan kebiasaan tanpa esensi, dan terancam punah padahal hikmah/khasiat dari sesontengan sangatlah luarbiasa, dan dapat dibuktikan dengan kasat mata.

Khususnya Balian Sonteng, hal yang wajib diketahui adalah metode sesontengan yang benar serta adanya pelinggih pokok dirumahnya, yang merupakan pujaan dari ritual sesontengan ini, yaitu adanya pelinggih "Sanggah Kemulan". Balian Sonteng yang tidak memiliki Sanggah Kemulan, akan berdampak pada kurang optimalnya daya guna (taksu) dari sesontengannya.

Demikianlah sekilas tentang Balian Sonteng, semoga bermanfaat.

author