Banten Saiban atau Yadnya Sesa

No comment 4204 views

Banten Saiban atau Yadnya Sesa

Banten SAIBAN
dimana saja kita harusnya #Mesaiban....?
 
itu pertanyaan yang sering kita dengar di pergaulan nyame bali...
untuk menjawabnya sebenarnya sangt mudah...
cukup mebanten dimana ANDA YAKINI...
 
TAPI....
masyarakat pasti akan menolak jawaban seperti itu karena dianggap tidak berdasarkan sastra... alias jawaban ngeles akibat belum tau dasarnya...
 
#Masegeh - #Saiban - #ngejot
merupakan istilah Yadnya Sesa
sajen kecil setiap habis memasak, yang dipersembahkan oleh masyarakat Hindu Bali setiap hari.
 
#dasar_pelaksanaan
Bhagawadgita III. 13, Manawa Dharmasastra III.68 - 70,117 dan Sarasamuscaya 135.
dari sloka2 tersebut, intinya menyebutkan bahwa....
"LAKUKANLAH YADNYA SEBELUM MAKAN"
 
#Makna_filosofis
berkat ida sang hyang widhi dalam wujud panca maha bhuta (api, air, udara, tanah dan akasa), manusia dapat menikmati makanan untuk mampertahankan hidupnya segingga mampu untuk berkarma (dharma).
 
mengapa sudah sewajarnya manusia berterima kasih kepada kelima unsur panca maha bhuta dengan cara mesaiban...?
 
berikut ini uraian sederhananya....
Nasi (pertiwi) masuk ke rongga mulut (akasa) kemudian dikunyah + air ludah (apah), selanjutnya masuk ke alat pencernaan + enzim (agni), hasil pencernaan kemudian diserap dan diedarkan darah ke sel dan kemudian dibantu dengan okisgen (bayu), dari proses tersebut munculah tenaga untuk bergerak.
 
Itulah gambaran sederhana mengapa kita sebagai manusia sudah selayaknya menghaturkan ucapan terima kasih (dalam bentuk yadnya sesa) kepada unsur-unsur panca maha bhuta, karena tanpa unsur-unsur tersebut maka manusia akan mati.
 
Tetandingan Banten Saiban ini meliputi :
- Nasi dengan alas daun pisang/daun pohon lainnya
- Lauknya sesuai dengan apa yang dimasak/yang kita makan.
 
Persembahan tersebut ditujukan kepada sang hyang panca maha bhuta, dengan perincian sebagai berikut :
 
#Pertiwi
yang artinya padat. sering didekatkan artinya dengan tanah shg hasil dari pertiwi adalah beras, shg yang dihaturkan saiban adalah lumbung/tempat beras/nasi
 
#Apah
yang artinya cair, shg dekat artinya dg air. jadi saiban dihaturkan di sumur/tempat air/penyimpanan air
 
#Teja
artinya cahaya/panas/api... dalam rumah normalnya ada dapur, sehingga saibannya di tungku/paon
 
#Bayu
artinya udara, tenaga.... lebih dekat dengan daerah sirkulasi angin, shg saiban dihaturkan di halaman rumah/sanggah, lebuh, pemedal, serta songbah
 
#akasha
artinya ruang... dekat dengan makna bangunan. shg saiban dihaturkan di bangunan yang ada dirumah, baik sanggah maupun bale.
 
jadi...
bila ada yang bertanya... diamana saja kita harus mesaiban...?
semoga lewat catatan kecil ini, semeton bali bisa menjawabnya.

 

author