Belajar Dasar Kawisesan 1

No comment 63 views

Belajar Dasar Kawisesan 1

Belajar Dasar Kawisesan 1

Setelah menjalankan TAHAP AWAL - Belajar Tenaga Dalam Asli Bali dan latihan rutin tanpa putus selama 15 hari, maka selanjutnya adalah memperdalam materi pernafasan yang ditekankan dalam materi Belajar Dasar Kawisesan 1 ini.

adapun tahapannya sama seperti latihan pernafasan saat Belajar Tenaga Dalam Asli Bali, hanya saja ada mantra yang diucapkan saat menahan nafas.

Awali latihan dengan Sembahyang, dan jangan lupa menghaturkan canang sari dengan sebatang dupa serta sesari sekepeng pis bolong.

Posisi duduk Silasana (bersila), telapak tangan tengadah (menghadap keatas) di atas lutut. Awai dengan melakukan tehnik Nafas Pemanasan. 3x putaran, yang dilanjutkan dengan melakukan Tehnik Nafas 1, 1x putaran.

dilanjutkan dengan tehnik berikut;

  • buka latihan dengan mantra berikut, agar latihan yang dilaksanakan aman dari gangguan mistis.
    Ong Awighnamastu Namo Siddham
    Ong Siddhirastu Tat Astu
    Ong Namo Narayana
    Ong Saraswati Jaya
    Ong Namo Siwaya
    Ong Ang Resighana Byoh Namah
    Ong Hram Hrim Hrim Durga Dewi Ya Namah
    Om Sri Guru Pasupati Ya Namah
    Om Hrong Krong Siwa Astraraja Ya Namah
    Om Hrang-hring Sah Parama Siwa Aditya Ya Namah Swaha
  • Tarik nafas pelan 4-7 hitungan dan salurkan langsung ke arah perut (satu hitungan sama dengan satu detak jantung).
  • Tahan nafas di perut, sebentar.. turunkan nafas anda, agak tekan kebawah perut, rasakan nafas turun ke arah bawah pusar (antara pusar dan kelamin), ucapkan mantra: "Ong Ang Brahma Ngesam ya Namah". tahan selama 3 hitungan.
  • Keluarkan nafas pelan-pelan,4-7 hitungan (harus sama hitungannya dengan saat menarik nafas).

untuk selanjutnya agar mempermudah sebutan, latihan ini disebut dengan Latihan Nafas Tehnik 2. Lakukan tahapan diatas minimal 11x putaran, dan bernafaslah dengan relaks sesantai mungkin.

Lakukan latihan diatas setiap hari selama 15 hari dan bila anda baru memulai (sempat terputus dari latihan Tehnik 1) carilah dina Kajeng Kliwon Enyitan.

author