BG 2.39

No comment 40 views
BG 2.39,5 / 5 ( 1votes )

BG 2.39

Dasar memahami Karma Yoga

Krishna berkata:

Semua pengetahuan telah diungkapkan kepadamu ini tentang analitis logisnya tapi kemudian dengarkan juga ini tentang karma yoga, kebijaksanaan yang mana akan melengkapi agar terbebas dari ikatan tindakanmu oh Pārtha.

Dijalan ini tak akan ada usaha yang sia-sia, tidak memunculkan efek negatif, walaupun sedikit menjalankan usaha, usaha itu dapat menyelamatkan dari bahaya besar. Pengetahuan dalam jalan karma yoga ini hanya satu yaitu fokus wahai Kuru-nandana, pikiran yang tidak fokus memang memiliki banyak perspektif dan tak ada habis-habisnya. Orang bodoh akan mengucapkan semua kata-kata berbunga ini, terpikat dengan sloka veda, dan akan menyatakan tidak ada yang lain selain itu wahai Pārtha.

Keinginan memuaskan indera hanya akan mencapai surga yang berdampak pada kelahiran kembali sebagai akibat dari tindakan, sedangkan berbagai ritual weda agar mencapai kesejahtraan dan kemakmuran. Keterikatan pada kenikmatan duniawi dan kemewahan itulah yang membingungkan akal sehat, dengan tetap fokus dan mengendalikan pikiran hal itu tak akan pernah terjadi.

wahai arjuna pokok bahasan susastra Veda menyangkut tiga kualitas kenikmatan jadi lampauilah tiga kualitas tersebut, bebas dari dualism, selalu dalam keadaan Sattwa, tanpa memperhatikan keuntungan dan keamanan serta menjadi Diri sendiri. Seperti halnya tujuan kubangan air dan danau dengan air berlimpah, seperti itu juga kesemua susatra Veda bagi brahmana yang memahami ajaran.

Bhagawad Gita 2.39-46
Bhagawad Gita II

2.39

एषा तेऽभिहिता सांख्ये बुद्धिर्योगे त्विमां शृणु ।
बुद्ध्या युक्तो यया पार्थ कर्मबन्धं प्रहास्यसि ॥२- ३९॥
eṣā te 'bhihitā sāńkhye buddhir yoge tv imāḿ śṛṇu |
buddhyā yukto yayā pārtha karma-bandhaḿ prahāsyasi || 2.39

Bhagawad Gita 2.39

Arti Bhagawad Gita 2.39

eṣā—semua ini; te—kepada engkau; abhihitā—diuraikan, telah diungkapkan; sańkhye—dengan mempelajari secara analisis logis; buddhiḥ—kecerdasan; yoge—tentang karmayoga; tu—tetapi; imām—ini; śṛṇu—dengarlah; buddhya—dengan kecerdasan, kebijaksanaan; yuktaḥ—digabungkan, melengkapi, penyatuan; yayā—oleh itu, yang mana; pārtha—wahai Arjuna; karma—tindakan; bandham—ikatan; prahāsyasi—terbebas, terhapus. karma-bandham—ikatan akibat reaksi dari tindakan.

semua pengetahuan telah diungkapkan kepadamu ini tentang analitis logisnya tapi kemudian dengarkan juga ini tentang karma yoga, kebijaksanaan yang mana akan melengkapi agar terbebas dari ikatan tindakanmu oh Pārtha.

2.40

नेहाभिक्रमनाशोऽस्ति प्रत्यवायो न विद्यते ।
स्वल्पमप्यस्य धर्मस्य त्रायते महतो भयात् ॥२- ४०॥
nehābhikrama-nāśo 'sti pratyavāyo na vidyāte |
sv-alpam apy asya dharmasya trāyate mahato bhayāt || 2.40

Bhagawad Gita 2.40

Arti Bhagawad Gita 2.40

na—tidak; iha—dalam jalan [yoga] ini; abhikrama—dalam berusaha; nāśaḥ—kerugian; asti—ada; pratyavāyaḥ—pengurangan, merugikan, berefek buruk; vidyāte—ada, memunculkan; su-alpam—sedikit; api—walaupun; asya—dari ini; dharmasya—pencaharian; trāyate—membebaskan, menyelamatkan; mahatāḥ—dari yang besar sekali; bhayāt—bahaya. na asti—tak akan ada; abhikrama nāśaḥ—usaha sia-sia; na vidyāte—tidak memunculkan; su-alpam api—walaupun sedikit; mahatāḥ bhayāt—bahaya besar.

di jalan ini tak akan ada usaha yang sia-sia, tidak memunculkan efek negatif, walaupun sedikit menjalankan usaha, usaha itu dapat menyelamatkan dari bahaya besar.

2.41

व्यवसायात्मिका बुद्धिरेकेह कुरुनन्दन ।
बहुशाखा ह्यनन्ताश्च बुद्धयोऽव्यवसायिनाम् ॥२- ४१॥
vyavasāyātmikā buddhir ekeha kuru-nandana |
bahu-śākhā hy anantāś ca buddhayo 'vyavasāyinām || 2.41

Bhagawad Gita 2.41

Arti Bhagawad Gita 2.41

vyavasāya—memutuskan, bertekad bulat, resolusi; ātmikā—berdasarkan, ;  buddhiḥ—pengetahuan, kecerdasan; ekā—hanya satu; iha—di jalan ini; kuru-nandana—wahai Arjuna, putera kesayangan para Kuru; bahu-śākhāḥ—mempunyai banyak persepsi, bercabang; hi—memang pasti; anantāḥ—tidak terhingga, tak ada habis-habisnya; ca—dan, juga; buddhayaḥ—kecerdasan, pikiran; avyavasāyinām—tidak focus, goyah, lalai, tidak tegas. vyavasāya-ātmikā—berdasarkan ketabahan hati, focus, teguh pendirian;

pengetahuan dalam jalan karma yoga ini hanya satu yaitu fokus wahai Kuru-nandana, pikiran yang tidak fokus memang memiliki banyak perspektif dan tak ada habis-habisnya.

2.42

यामिमां पुष्पितां वाचं प्रवदन्त्यविपश्चितः ।
वेदवादरताः पार्थ नान्यदस्तीति वादिनः ॥२- ४२॥
yām imāḿ puṣpitāḿ vācaḿ pravādān ty avipaścitaḥ |
veda-vāda-ratāḥ pārtha nānyad astīti vādinaḥ || 2.43

Bhagawad Gita 2.43

Arti Bhagawad Gita 2.42

yām imām—semua ini; puṣpitām—seperti bunga; vācam—kata-kata; pravādānti—berkata, mengucapkan; avipaścitaḥ—orang yang kekurangan pengetahuan, orang bodoh dalam artian memiliki pemahaman yang terbatas; veda-vāda-ratāḥ—orang yang dianggap pengikut dari Veda, terpikat dengan sloka Veda; pārtha—wahai Arjuna; na—tidak pernah; anyat—sesuatu yang lain; asti—ada; iti—demikian; vādinaḥ—para pendukung, mendukung, orang menyatakan dukungan; yām imām puṣpitām vācam—semua kata-kata berbunga ini; na anyat asti—tidak ada yang lain; na anyat asti iti—tidak ada yang lain selain sloka veda itu saja, hanya berteori sloka saja tanpa tindakan;

orang bodoh akan mengucapkan semua kata-kata berbunga ini, terpikat dengan sloka veda akan menyatakan tidak ada yang lain selain itu wahai Pārtha.

2.43

कामात्मानः स्वर्गपरा जन्मकर्मफलप्रदाम् ।
क्रियाविशेषबहुलां भोगैश्वर्यगतिं प्रति ॥२- ४३॥
kāmātmānaḥ svarga-parā janma-karma-phala-pradām |
kriyā-viśeṣa-bahulāḿ bhogaiśvarya-gatiḿ prati
|| 2.43

Bhagawad Gita 2.43

Arti Bhagawad Gita 2.43

kāma—keinginan; ātmānaḥ—dirimu sendiri, sesuatu belenggu Sang Atma berupa indera dan pikiran; svarga—surga; parāḥ—lebih tinggi; janma—kelahiran; karma—tindakan; phala—hasil, dampak; pradām—mengakibatkan, memberikan, berdampak; kriyā—kegiatan, aktivitas spiritual; viśeṣa—tertentu, spesifik, detail dan mengkhusus, semua detail; bahulām—berbagai; bhoga—kenikmatan, kesejahteraan; aiśvaryā—kekayaan, kemakmuran; gatim—kemajuan; prati—menuju; kāma-ātmānaḥ—keinginan memuaskan indera; svarga-parāḥ—mencapai surga; janma-karma-phala-pradām—yang berdampak pada kelahiran kembali sebagai akibat dari tindakan; kriyā-viśeṣa—ritual khusus; kriyā-viśeṣa bahulām—berbagai ritual veda; gatim prati—agar mencapai;

keinginan memuaskan indera hanya akan mencapai surga yang berdampak pada kelahiran kembali sebagai akibat dari tindakan, sedangkan berbagai ritual weda agar mencapai kesejahtraan dan kemakmuran.

2.44

भोगैश्वर्यप्रसक्तानां तयापहृतचेतसाम् ।
व्यवसायात्मिका बुद्धिः समाधौ न विधीयते ॥२- ४४॥
bhogaiśvarya-prasaktānāḿ tayā pahṛta-cetasām |
vyavasāyātmikā buddhiḥ samādhau na vidhīyate || 2.44

Bhagawad Gita 2.44

Arti Bhagawad Gita 2.44

bhoga—kenikmatan, kesejahteraan; aiśvarya—kekayaan, kemakmuran, kemewahan; prasaktānām—keterikatan; tayā—itulah, oleh itu, dengan itu; apahṛta—diambil, dicuri; cetasām—pikiran, hati, kesadaran; vyavasāya-ātmikā—mantap dalam ketabahan hati; buddhiḥ—kecerdasan, pikiran; samādhau—terkendali, mengendalikan; na—tidak; vidhīyate—memang terjadi, dimaksudkan, diperhitungkan; apahṛta-cetasām—bingung dalam pikiran, membingungkan akal sehat; vyavasāya-ātmikā—mantap dalam ketabahan hati, tetap fokus; na vidhīyate—tidak akan pernah terjadi

keterikatan pada kenikmatan duniawi dan kemewahan itulah yang membingungkan akal sehat, dengan tetap fokus dan mengendalikan pikiran hal itu tak akan pernah terjadi.

2.45

त्रैगुण्यविषया वेदा निस्त्रैगुण्यो भवार्जुन ।
निर्द्वन्द्वो नित्यसत्त्वस्थो निर्योगक्षेम आत्मवान् ॥२- ४५॥
trai-guṇya-viṣayā vedā nistrai-guṇyo bhavārjuna |
nirdvandvo nitya-sattva-stho niryoga-kṣema ātmavān || 2.45

Bhagawad Gita 2.45

Arti Bhagawad Gita 2.45

trai—tiga; guṇya—menyangkut sifat dan kualitas; viṣayāḥ—tentang mata pelajaran, pokok bahasan; vedāḥ—kesusasteraan Veda; nistrai—nista, miskin; guṇyah—tri guna; bhava—menjadi; Arjuna—wahai Arjunanir-dvandvaḥ—tanpa dualisme, tanpa pasangan, tanpa perselisihan; nitya—selamanya, selalu, teratur; sattva—kebaikan; kebijaksanaan; sthaḥ—dalam keadaan, situasi; nir—bebas, tanpa keterikatan; yogakṣemaḥ—perlindungan akan kepemilikan, mata pencaharian, kesejahteraan dan kemakmuran; ātma-vān—mantap dalam sang diri; menyadari Diri sepenuhnya, selalu waspada dengan mengontrol indera, menjadi milik Sang Atma; trai-guṇya—menyangkut tiga kualitas kenikmatan; nistrai-guṇyah—melampaui tri guna, miskin dari tri guna; nitya-sattva-sthaḥ—tetap dan selalu dalam keadaan sattwa; nir-yoga-kṣemaḥ—tanpa memperhatikan keuntungan dan keamanan;

wahai arjuna pokok bahasan susastra Veda menyangkut tiga kualitas kenikmatan jadi lampauilah tiga kualitas tersebut, bebas dari dualism, selalu dalam keadaan Sattwa, tanpa memperhatikan keuntungan dan keamanan serta menjadi Diri sendiri.

2.46

यावानर्थ उदपाने सर्वतः संप्लुतोदके ।
तावान्सर्वेषु वेदेषु ब्राह्मणस्य विजानतः ॥२- ४६॥
yāvān artha udapāne sarvataḥ samplutodake |
tāvān sarveṣu vedeṣu brāhmaṇasya vijānataḥ || 2.46

Bhagawad Gita 2.46

Arti Bhagawad Gita 2.46

yāvān—sampai, sejauh ini, seperti halnya; arthaḥ—dimaksudkan, makna, tujuan; uda-pāne—di dalam kolam air; sarvataḥ—dari semua sisi, ke segala arah, semuanya, segalanya, sepenuhnya; sampluta—meliputi, menutupi, diisi, kebanjiran; udake—air; tāvān—seperti itu; sarveṣu—kesemua; vedeṣu—kesusasteraan Veda; brāhmaṇasya—pendeta, brahmana, orang yang mengenal Brahman; vijānataḥ—orang yang memiliki pengetahuan yang lengkap. sampluta-udake—di dalam kolam air yang besar; sarvataḥ sampluta-udake—danau dengan air berlimpah.

seperti halnya tujuan kubangan air dan danau dengan air berlimpah, seperti itu juga kesemua susatra Veda bagi brahmana yang memahami ajaran.

author