BG 3.8

No comment 89 views
BG 3.8,5 / 5 ( 1votes )

BG 3.8

Nilai penting Yadnya (pengorbanan)

Sri Krishna berkata:

kerjakanlah tugas yang sudah ditetapkan untukmu karena tentunya lebih baik berbuat daripada tanpa tindakan, dan bahkan perawatan tubuhmu tidak mungkin dilaksanakan tanpa melakukan tindakan. Selain tindakan dengan tujuan yadnya, alam ini dibelenggu oleh hukum perbuatan. wahai Kaunteya lakukan dengan benar tindakan dengan tujuan yadnya itu tanpa tendensi kepentingan pribadi.

Dahulu kala Sang Penguasa Makhluk menciptakan manusia bersama dengan yadnya dan berkata: dengan yadnya ini menambah kemakmuranmu dan biarkan yadnya ini menjadi sapi perahanmu. Memuaskan para dewa dengan yadnya ini maka para dewata itu akan memberkahi dirimu, timbal-balik saling menyenangi antara satu dan lainnya akan mencapai kemakmuran tertinggi. Setelah persembahan yadnya para dewa tentu menganugrahkan kepadamu kenikmatan yang diinginkan, seseorang yang menikmati sesuatu dari mereka tanpa mempersembahkan kepada mereka sang pemberi sesungguhnya dialah pencuri. Orang bijak mengkonsumsi sisa yadnya dibebaskan dari semua dosa. Tetapi dia yang menyiapkan makanan untuk kepentingan sendiri mereka orang berdosa yang menikmati dosanya.

Mahkluk hidup dapat hidup karena makanan, benih makanan dihasilkan oleh hujan, hujan muncul karena pelaksanaan yadnya, dan yadnya lahir dari tindakan. Ketahuilah bahwa tindakan asal muasalnya dari Brahman, dari Brahman yang abadilah itu dimanifestasikan, oleh karena itu Brahman meliputi segalanya selamanya didalam yadnya. Dia yang tidak bergerak mengikuti siklus hidup demikian itu, hidup penuh dengan dosa karena hanya memanjakan diri dalam kesenangan perasaan. oh Pārtha dia hidup sia-sia.

Bhagawad Gita 3.8-16
Bhagawad Gita 3

BG 3.8

नियतं कुरु कर्म त्वं कर्म ज्यायो ह्यकर्मणः ।
शरीरयात्रापि च ते न प्रसिद्ध्येदकर्मणः ॥३- ८॥
niyataḿ kuru karma tvaḿ karma jyāyo hyakarmaṇaḥ |
śarīra-yātrāpi ca te na prasiddhyed akarmaṇaḥ || 3.8

Bhagawad Gita 3.8

Arti Bhagawad Gita 3.8

niyatam—ditetapkan; kuru—kerjakan, lakukanlah; karma—tugas kewajiban, pekerjaan, bertindak, berbuat; tvām—engkau, untukmu; jyāyaḥ—lebih baik; hi—pastinya, tentunya; akarmaṇaḥ—tidak bekerja, tanpa tindakan; śarīra—jasmani, tubuh, badan; yātrā—pemeliharaan, perawatan; api—walaupun, bahkan; ca—dan; te—milikmu; na—tidak; prasiddhyet—dilaksanakan.

kerjakanlah tugas yang sudah ditetapkan untukmu karena tentunya lebih baik berbuat daripada tanpa tindakan, dan bahkan perawatan tubuhmu tidak mungkin dilaksanakan tanpa melakukan tindakan.


BG 3.9

यज्ञार्थात्कर्मणोऽन्यत्र लोकोऽयं कर्मबन्धनः ।
तदर्थं कर्म कौन्तेय मुक्तसङ्गः समाचर ॥३- ९॥
yajñārthāt karmaṇo 'nyatra loko 'yaḿ karma-bandhanaḥ |
tad-arthaḿ karma kaunteya mukta-sańgaḥ samācara || 3.9

Bhagawad Gita 3.9

Arti Bhagawad Gita 3.9

yajña—pengorbanan; arthāt—tujuan; karmaṇaḥ—tindakan; anyatra—selain itu, dengan car yang lain, di lain tempat, di lain waktu, di lain kesempatan, sebaliknya; lokaḥ—alam, semesta, dunia; ayam—ini; karma—kegiatan, pekerjaan; bandhanaḥ—ikatan; tat—itu (yadnya); artham—tujuan, demi; kaunteya—wahai Arjuna; mukta—dibebaskan, dibiarkan bebas, terlempar, menghilang, melepaskan; sańgaḥ—hubungan, ikatan, perkumpulan, bergabung; samācara—lakukan dengan benar, lakukanlah secara sempurna; yajña-arthāt—tujuan dari pengorbanan suci (yadnya); karma-bandhanaḥ—dibelenggu oleh hukum perbuatan, belenggu hukum kerja; mukta-sańgaḥ—pembebasan dari hubungan, tanpa keterikantan, tanpa tendensi kepentingan;

selain tindakan dengan tujuan yadnya, alam ini dibelenggu oleh hukum perbuatan. wahai Kaunteya lakukan dengan benar tindakan dengan tujuan yadnya itu tanpa tendensi kepentingan pribadi.


BG 3.10

सहयज्ञाः प्रजाः सृष्ट्वा पुरोवाच प्रजापतिः ।
अनेन प्रसविष्यध्वमेष वोऽस्त्विष्टकामधुक् ॥३- १०॥
saha-yajñāḥ prajāḥ sṛṣṭvā purovāca prajāpatiḥ |
anena prasaviṣyadhvam eṣavo 'stv iṣṭa-kāmadhuk || 3.10

Bhagawad Gita 3.10

Arti Bhagawad Gita 3.10

saha— beserta, bersama, menemani; yajñaḥ—korban suci, pengorbanan; prajāḥ—generasi, manusia; sṛṣṭvā—menciptakan; purā—pada jaman dahulu kala; uvāca—bersabda, berkata; prajā-patiḥ—sang Penguasa Makhluk; anena—oleh ini, dengan ini (yadnya); prasaviṣyadhvam—menjadi semakin makmur; eṣaḥ— ini; vaḥ—milikmu; astu—agar ada; iṣṭa—segala benda yang diinginkan; kāma-dhuk—sapi perahan, obyek pemberi yang diinginkan, menganugerahkan.

dahulu kala Sang Penguasa Makhluk menciptakan manusia bersama dengan yadnya dan berkata: dengan yadnya ini menambah kemakmuranmu dan biarkan yadnya ini menjadi sapi perahanmu.


BG 3.11

देवान्भावयतानेन ते देवा भावयन्तु वः ।
परस्परं भावयन्तः श्रेयः परमवाप्स्यथ ॥३- ११॥
devān bhāvayatānena te devā bhāvayantu vaḥ |
parasparaḿ bhāvayantaḥ śreyaḥ param avāpsyātha || 3.11

Bhagawad Gita 3.11

Arti Bhagawad Gita 3.11

devān—para dewa; bhāvayatā—pujalah, sesudah dipuaskan, merasa senang; anena—dengan ini (yadnya); te—mereka itu; devāḥ—para dewata; bhāvayantu—menyenangkan, memberkahi, dipuaskan; vaḥ—engkau; parasparam—satu sama lain, mutualisme, timbal balik, kerjasama; bhāvayantaḥ—saling menyenangkan, saling menghormati; śreyaḥ—berkah, keberuntungan, kemakmuran, kesuksesan; param—paling utama, yang tertinggi; avāpsyātha—akan mencapai.

Memuaskan para dewa dengan yadnya ini maka para dewata itu akan memberkahi dirimu, timbal-balik saling menyenangi antara satu dan lainnya akan mencapai kemakmuran tertinggi.


BG 3.12

इष्टान्भोगान्हि वो देवा दास्यन्ते यज्ञभाविताः ।
तैर्दत्तानप्रदायैभ्यो यो भुङ्क्ते स्तेन एव सः ॥३- १२॥
iṣṭān bhogān hi vo devā dāsyante yajña-bhāvitāḥ |
tair dattān apradāyaibhyo yo bhuńkte stena eva saḥ || 3.12

Bhagawad Gita 3.12

Arti Bhagawad Gita 3.12

iṣṭān—diinginkan; bhogān—kebutuhan hidup, kenikmatan; hi—pasti, tentu; vaḥ—kepadamu, kepada seseorang; devāḥ—para dewa; dāsyante—menganugerahkan; yajña—korban suci; bhāvitāḥ—setelah, dimurnikan, berubah menjadi, mendalami, mendapatkan, melanjutkan; taiḥ—oleh mereka, dengan aktifitas/bentuk tersebut; dattān—donasi, hadiah, pemberian, anugrah; apradāya—tanpa menyajikan, tanpa mempersentasikan, tanpa memberikan, tanpa mempersembahkan; ebhyaḥ—kepada dewa-dewa tersebut, yang diatas ini; yaḥ—orang, dia; bhuńkte—menikmati, makan dan minum, memanfaatkan, mengkonsumsi, mengekploitasi; stenaḥ—pencuri, perampok, penjahat; evā—sesungguhnya; saḥ— dia; taiḥ dattān—sesuatu dari para dewa ata leluhur mereka, anugrah dari mereka;

setelah persembahan yadnya para dewa tentu menganugrahkan kepadamu kenikmatan yang diinginkan, seseorang yang menikmati sesuatu dari mereka tanpa mempersembahkan kepada mereka sang pemberi sesungguhnya dialah pencuri.


BG 3.13

यज्ञशिष्टाशिनः सन्तो मुच्यन्ते सर्वकिल्बिषैः ।
भुञ्जते ते त्वघं पापा ये पचन्त्यात्मकारणात् ॥३- १३॥
yajña-śiṣṭāśinaḥ santo mucyante sarva-kilbiṣaiḥ |
bhuñjate te tv aghaḿ pāpā ye pacanty ātma-kāraṇāt || 3.13

Bhagawad Gita 3.13

Arti Bhagawad Gita 3.13

yajña—korban suci; śiṣṭa—sisa; aśinaḥ—makan, pemakan, duduk, mengkonsumsi; santaḥ—damai, lembut, tenang, sunyi, para penyembah, bebas dari gangguan materi, orang bijak, orang suci; mucyante—kehilangan, dibebaskan, dilepaskan, mendapat kelegaan; sarva—segala jenis; kilbiṣaiḥ—ketidakadilan, cedera, penyakit, kesalahan, dosa; bhuñjate—menikmati, makan dan minum, menjalani, melewati, memenuhi, menggunakan; te—mereka; tu—tetapi; agham—dosa-dosa yang berat, penderitaan, bencana, kesulitan, kesalahan, hukuman; pāpaḥ—orang berbuat dosa; ye—siapa, dia; pacanti—menyiapkan makanan; ātma—sang Diri, Atma; kāraṇāt—demi, perantara, keadaan yang akan menjadi intrumen, penyebab, hubungan sebab akibat; yajña śiṣṭa—sisa yadnya, mengenai makanan yang di terima setelah pelaksanaan yadnya, hasil persembahan yadnya; sarva kilbiṣaiḥ—dari semua dosa; ātma-kāraṇāt—oleh perantara dari Atma, kepentingan sendiri, demi kenikmatan indera-indera;

orang bijak mengkonsumsi sisa yadnya dibebaskan dari semua dosa. Tetapi dia yang menyiapkan makanan untuk kepentingan sendiri mereka orang berdosa yang menikmati dosanya.


BG 3.14

अन्नाद्भवन्ति भूतानि पर्जन्यादन्नसम्भवः ।
यज्ञाद्भवति पर्जन्यो यज्ञः कर्मसमुद्भवः ॥३- १४॥
annād bhavānti bhūtāni parjanyād anna-sambhavaḥ |
yajñā dbhavati parjanyo yajñaḥ karma-samudbhavaḥ || 3.14

Bhagawad Gita 3.14

Arti Bhagawad Gita 3.14

annāt—dari biji-bijian, makanan; bhavānti—waktunya entitas mahkluk, tumbuh, hidup, berkembang, dihasilkan; bhūtāni—entitas hidup, mahkluk hidup, yang tercipta; parjanyāt—hujan, awan hujan; anna—dari biji-bijian, benih makanan; sambhavaḥ—penampilan, kelahiran, penciptaan, produksi, dihasilkan; yajñāt—dari pelaksanaan yajñā; bhavati—dimungkinkan, menjadi, ada, terwujud, berlangsung, muncul, ; parjanyaḥ—hujan; yajñaḥ—pelaksanaan yajñā; karma—tugas kewajiban yang sudah ditetapkan; samudbhavaḥ—dilahirkan, hidup kembali, sumber, kebangkitan.

mahkluk hidup dapat hidup karena makanan, benih makanan dihasilkan oleh hujan, hujan muncul karena pelaksanaan yadnya, dan yadnya lahir dari tindakan.


BG 3.15

कर्म ब्रह्मोद्भवं विद्धि ब्रह्माक्षरसमुद्भवम् ।
तस्मात्सर्वगतं ब्रह्म नित्यं यज्ञे प्रतिष्ठितम् ॥३- १५॥
karma brahmodbhavaḿ viddhi brahmākṣara-samudbhavam |
tasmāt sarva-gataḿ brahma nityaḿ yajñe pratiṣṭhitam || 3.15

Bhagawad Gita 3.15

Arti Bhagawad Gita 3.15

karma—pekerjaan, tindakan; brahma—Brahman; udbhāvam—adanya, kelahirannya, tumbuh, asal muasalnya; viddhi—ketahuilah, melubangi, memahami, mengenali, mengetahui; akṣara—Abadi, langgeng, kekal, suara, huruf, kata; samudbhāvam—diwujudkan secara langsung, manifestasi, kebangkitan, asal muasal, sumber, adanya; tasmāt—karena itu; sarva—kesemuanya; gatam—melampaui, tersebar, menghilang, yang menjadi, mencakup, ; nityam—selamanya; yajñe—korban suci; pratiṣṭhitam—terletak, memperbaiki, berkembang, ditempatkan, berdiri, terkandung; sarva-gatam—meliputi segalanya, berada di mana-mana; yajñe pratiṣṭhitam—didalam yadnya;

ketahuilah bahwa tindakan asal muasalnya dari Brahman, dari Brahman yang abadilah itu dimanifestasikan, oleh karena itu Brahman meliputi segalanya selamanya didalam yadnya.


BG 3.16

एवं प्रवर्तितं चक्रं नानुवर्तयतीह यः ।
अघायुरिन्द्रियारामो मोघं पार्थ स जीवति ॥३- १६॥
evaḿ pravartitaḿ cakraḿ nānuvartayatīha yaḥ |
aghāyur indriyārāmo moghaḿ pārtha sa jīvati || 3.16

Bhagawad Gita 3.16

Arti Bhagawad Gita 3.16

evam—demikian; pravartitam—ditetapkan oleh Veda, terstimulasi, terkait, bergerak, mengatur, ditegakkan, membagikan, maju, dikelola, diijinkan untuk mengambil jalannya; cakram—lingkaran, roda, siklus; na—tidak; anuvartayāti—mengikuti, mengambil, melaksanakan, menyediakan; iha—dalam hidup ini; yaḥ—orang, Dia, seseorang; agha—dosa berat; āyuḥ—kehidupan, rentang hidup, durasi hidup, aktifitas kehidupan; indriya—panca indera; ārāmaḥ—taman, kebun, kenikmatan, tempat peristirahatan, kepuasan, penghentian; mogham—tidak berguna, sia-sia, tidak menguntungkan; pārtha—wahai Arjuna; saḥ— dia; jīvati—hidup, masih hidup, tetap hidup, menyehatkan, menghidupkan kembali; agha-āyuḥ—hidup penuh dengan dosa, kehidupannya penuh dosa; indriya-ārāmaḥ—hanya memanjakan diri dalam kesenangan perasaan atau kesenangan indera, dipuaskan dalam kepuasan indera;

Dia yang tidak bergerak mengikuti siklus hidup demikian itu, hidup penuh dengan dosa karena hanya memanjakan diri dalam kesenangan perasaan. oh Pārtha dia hidup sia-sia.

author