Bhagawad Gita 15

No comment 105 views

Bhagawad Gita 15

Bab ini membahas pengertian purusa sebagai asal dari semua ciptaan. Purusattama atau purusa utama adalah purusa yang Maha Tinggi, yaitu hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa dan hakikat Aku yang transendental. Ia adalah Brahman. Bahasan ini menggambarkan hakikat hubungan antar Sang Pencipta dengan segala ciptaannya. Krsna mengibaratkannya sebagai pohon asvattha atau ficus religiose (semacam pohon beringin).

Kalau pohon itu berakar, berbatang, berdaun, dan lain-lainnya, maka akarnya (asalnya) adalah purusa itu sebagai kejadian lainnya adalah batang, dahan, dan daun-daunnya. Akan tetapi, diajarkan pula bahwa Tuhan ada di atas dan karena itu pohon asvattha dikatakan akarnya ada di atas yang kemudian batangnya yang berjuruai ke bawah dengan sifat-sifatnya adalah semua ciptaannya. Purusottama adalah adhyatman, yaitu atman yang menghidupi makhluk ciptaan bertebaran ke bawah.

Bhagawad Gita 15

Bhagawad Gita 15.1

श्रीभगवानुवाच
ऊर्ध्वमूलमधःशाखमश्वत्थं प्राहुरव्ययम् ।
छन्दांसि यस्य पर्णानि यस्तं वेद स वेदवित् ॥१५- १॥

Bhagawad Gita 15.1

śrī bhagavān uvāca
ūrdhvamūlam adhaḥśākham aśvatthaṁ prāhur avyayam
chandāṁsi yasya parṇāni yas taṁ veda sa vedavit

BG 15.1

Krishna berkata (śrībhagavān uvāca):

mereka mengatakan (prahur) bahwa pohon Beringin (asvattham) yang kekal (avyayam) dengan akar di atas (urdhva-mūlam) dan cabang di bawahnya (adhah-sakham),
yangmana (yasya) daunnya (parnani) adalah mantra - syair Veda (chandamsi) dia yang (yaḥ saḥ) mengetahui (veda) hal itu (tam) adalah yang memahami Veda (vedavit).


Bhagawad Gita 15.2

अधश्चोर्ध्वं प्रसृतास्तस्य शाखा गुणप्रवृद्धा विषयप्रवालाः ।
अधश्च मूलान्यनुसंततानि कर्मानुबन्धीनि मनुष्यलोके ॥१५- २॥

adhaś cordhvaṁ prasṛtāstasya śākhā guṇapravṛddhā viṣayapravālāḥ
adhaś ca mūlāny anusaṁtatāni karmānubandhīni manuṣyaloke 15.2

adhaḥ—ke bawah; ca—dan; ūrdhvam—ke atas; prasṛtāḥ—diperluas; tasya—miliknya; śākhāḥ—cabang-cabang; guṇa—oleh sifat-sifat alam material; pravṛddhaḥ—dikembangkan; viṣaya—obyek-obyek indera; pravālāḥ—ranting-ranting; adhaḥ—ke bawah; ca—dan; mūlāni—akar; anusantatāni—diulurkan; karma—kepada pekerjaan; anubandhīni—diikat; manuṣya-loke—di dunia masyarakat manusia.

Cabang-cabang pohon tersebut menjulur ke bawah dan ke atas, dipelihara oleh tiga sifat alam material. Ranting-ranting adalah obyek-obyek indera. Pohon tersebut juga mempunyai akar yang turun kebawah, dan akar-akar tersebut terikat pada perbuatan masyarakat manusia yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala.

Cabang-cabangnya menjulur ke bawah dan di atas dipelihara oleh Gunas dengan objek-objek indra sebagai pucuk;
dan akarnya meluas hingga ke dunia manusia yang terikat pada karma.

author