Bhagawad Gita 2

No comment 104 views

Bhagawad Gita 2

Sanjaya berkata:

demikian kepadanya/arjuna yang diliputi rasa sedih dengan mata penuh berlinang air mata, Krishna (Madhusūdanaḥ) mengatakan kata-kata ini kepada yang bersedih.

Krishna berkata:

darimana semua pikiran kotor ini datang kepadamu pada masa kritis saat ini, ini bukanlah kebiasaan bangsa arya yang tidak menghasilkan kebahagiaan/surga tapi penyebab penghinaan wahai arjuna. oh arjuna (pārtha) jangan menyerah pada kelemahan itu semua ini tidak pantas bagimu, buanglah kelemahan hati yang remeh itu dan bangkitlah wahai arjuna (param-tapa).

Arjuna berkata:

wahai Krishna (Madhusūdana) bagaimana bisa saya dapat menyerang Bhisma juga Drona, membalas serangan anak panah mereka yang patut dihormati oh krishna (ari-sūdana). Lebih baik tidak membunuh para Guru yang berjiwa mulia itu walau menikmati hidup dengan mengemis di dunia ini, daripada pemenuhan keinginan dan kekayaan di dunia ini tetapi dengan membunuh guru, itu pasti menikmati kesenangan duniawi yang ternoda darah.

Kita ini juga tidak tahu yang mana bagi kita yang lebih baik, apakah kita menaklukkan mereka atau jika mereka menaklukkan kita, pasti setelah membunuh mereka yang berada didepan memihak putra Dḥṛtarāṣṭra, kita tak akan berhasrat untuk hidup.

Keberadaanku yang dikepung oleh kecemasan akibat kasih sayang dalam melaksanakan tugas yang membingungkan hati, saya mohon kepadamu, hal terbaik apa yang mungkin dilakukan, beritahu itu padaku muridmu dengan tegas, instruksikan aku, aku pasrah kepadamu. Memang tidak dapat menemukan cara menghilangkan kesedihanku itu yang mengeringkan akal sehatku, walaupun memperoleh kemakmuran tiadatara dibumi juga kekuasaan atas kerajaan surgawi.

Sanjaya berkata:

Arjuna (guḍākeśaḥ) berkata seperti itu kepada krishna (hṛṣīkeśam), oh Dhrtarastra (parantapah), kemudian kepada krishna mengatakan “aku tak akan bertempur” lalu menjadi terdiam. kepadanya Krishna (Hṛṣīkeśaḥ) berbicara sambil memberikan senyuman kecil seperti itu wahai Dhrtarastra (Bhārata), ditengah-tengah antara kedua pasukan kepada yang bersedih [arjuna] mengatakan hal ini:

Krishna berkata:

Engkau mengucapkan kata-kata bijak dan bersedih pada hal-hal yang tidak patut disesalkan, Orang bijak tidak akan meratapi yang hidup juga yang mati.

Tidak pernah ada disana kapanpun ketika AKU tidak ada, tidak juga kamu, tidak semua para penguasa ini, kita semua tidak ada yang pasti akan kehidupan juga tidak setelah kematian.

Seperti halnya dia [Sang Diri - Atma] didalam tubuh ini melalui masa kecil remaja dan usia tua, demikian pula halnya saat pindah mengambil tubuh lain Orang bijak pada kasus itu tidak dibingung oleh hal ini.

Kontak indera dengan obyek indera oh arjuna (kaunteya), hanya merangsang rasa dingin, panas, kesenangan, kesedihan, semuanya datang pergi tidak kekal, bertahanlah wahai Arjuna (bhārata).

sebenarnya kepada seseorang yang tidak terganggu dengan semua ini wahai Arjuna (puruṣa-ṛṣabha),
seimbang saat sedih dan senang, sabar, maka dia memenuhi syarat pembebasan.

dari yang tak nyata tidak menimbulkan keberadaan, yang tanpa keberadaan tanpa wujud adalah sesuatu yang nyata/kekal, tapi kesimpulan dari keduanya itu kebenaran mengenai hal ini telah diamati oleh pemerhati tattwa (kebenaran).

namun ketahuilah itu dia yang meliputi semua ini (semesta) tidak dapat dimusnahkan,tidak ada apapun yang dapat menyebabkan kehancuran bagi yang abadi ini.

semua badan yang rentan terhadap kehancuran ini dikatakan milik dia (sang diri)  yang abadi,
tak dapat dihancurkan tak dapat dijelaskan karenanya pertempurlah wahai Arjuna (Bhārata).

dia yang menganggap ini sebagai pembunuh dan dia yang berpikir ini sebagai korban yang terbunuh, mereka keduanya tidak memiliki pengetahuan tentang sang Diri ini tidak membunuh tidak terbunuh.

tidak kapanpun ini (sang diri) muncul atau mati, atau tak pernah ada keberadaannya, atau yang tidak berakhir, ini (sang diri) tak lahir, kekal, selalu ada, tertua, tidak terbunuh, ketika badannya dihancurkan.

dia yang mengetahui ini (sang diri) tak dapat dihancurkan, abadi, tanpa kelahiran, tak berubah, siapa dia itu orang yang membunuh, dengan cara apa atau siapa penyebab pembunuhan itu wahai Arjuna (pārtha)

seperti halnya seseorang membuang pakian yang usang dan memakai pakian baru yang lainnya, dengan cara yang sama dia (sang diri) meninggalkan badan yang tak bermanfaat kemudian mengambil lainnya yang baru.

senjata tidak menghancurkan ini (sang diri), api tidak membakar ini (sang diri), air tidak membasahi ini (sang diri), angin juga tidak mengeringkannya.

dia (sang diri) tak dapat dipotong, tak dapat dibakar, dia (sang diri) tak dapat dibasahi, pastinya tak dapat dikeringkan juga, kekal, ada dimana-mana tak berubah, tidak dapat digerakkan, dia (sang diri) selalu sama selamanya.

dikatakan bahwa ini (sang diri) tak dapat dilihat, ini (sang diri) tak terpikirkan, tak dapat diubah, oleh karena itu mengetahui ini (sang diri) seperti ini tak pantas menyesali hal ini.

andai kata berpikir bahwa ini (sang diri) selalu lahir atau mati secara konstan, bahkan pada saat itu engkau tak patut menyesalinya wahai Arjuna (mahā-bāho).

kenyataannya setiap yang lahir pasti akan mati dan kelahiran setelah kematian adalah kepastiannya,
karenanya terkait hal ini yang tak dapat dihindari anda tak patut menyesalinya.

wahai Arjuna (Bhārata) semua yang diciptakan tak berwujud sebelum kelahiran terwujud dalam kehidupan, tak terwujud setelah kematian memang seperti itu adanya mengapa menyesalinya?

seseorang merasakan ini (sang diri) sebagai keajaiban dan demikian pula orang lain membicarakannya itu menakjubkan,
lainnya juga mendengarkan tentang ini (sang diri) sebagai sesuatu yang luar biasa dan beberapa orang setelah mendengarnya tentang ini (sang diri) tidak akan pernah memahaminya.

wahai arjuna (Bhārata) dia [sang diri] pemilik badan yang ada di setiap mahkluk abadi selamanya, karenanya kamu tak pantas berduka untuk mahkluk apapun.


Bhagawad Gita 2 - Sankhya Yoga

Mahabharata

Bhagawad Gita 2.1

तं तथा कृपयाविष्टमश्रुपूर्णाकुलेक्षणम् ।
विषीदन्तमिदं वाक्यमुवाच मधुसूदनः ॥२- १॥

taḿ tathā kṛpayāviṣṭam aśru-pūrṇākulekṣaṇam
viṣīdantamidaḿ vākyam uvācamadhusūdanaḥ

demikian (tathā) kepadanya/arjuna (tam) yang diliputi rasa sedih (kṛpayā āviṣṭam) dengan mata (ikṣaṇam) penuh berlinang air mata (aśru-pūrṇa-ākula),
Krishna (Madhusūdanaḥ) mengatakan (uvāca) kata-kata (vākyam) ini (idam) kepada yang bersedih (viṣīdantam)

Bhagawad Gita 2.2

श्रीभगवानुवाच
कुतस्त्वा कश्मलमिदं विषमे समुपस्थितम् ।
अनार्यजुष्टमस्वर्ग्यमकीर्तिकरमर्जुन ॥२- २॥

śrī-bhagavān uvāca
kutas tvā kaśmalam idaḿ viṣame samupasthitam
anārya-juṣṭam asvargyam akīrti-karam Arjuna

sri krishna berkata (Śrī-bhagavān uvāca)
darimana (kutaḥ) semua pikiran kotor ini (kaśmalam idam) datang (samupasthitam) kepadamu (tvā) pada masa kritis saat ini (viṣame),
ini bukanlah kebiasaan bangsa arya (anārya juṣṭam) yang tidak menghasilkan kebahagiaan/surga (asvargyam) tapi penyebab (karam) penghinaan (akīrti) wahai arjuna.

Bhagawad Gita 2.3

क्लैब्यं मा स्म गमः पार्थ नैतत्त्वय्युपपद्यते ।
क्षुद्रं हृदयदौर्बल्यं त्यक्त्वोत्तिष्ठ परन्तप ॥२- ३॥

klaibyaḿ mā sma gamaḥ pārtha naitat tvayyupapadyate
kṣudraḿ hṛdaya-daurbalyaḿ tyaktvottiṣṭha parantapa

oh arjuna (pārtha) jangan menyerah (mā sma gamaḥ) pada kelemahan itu (klaibyam) semua ini (etat) tidak (na) pantas (upadyate) bagimu (tvayi),
buanglah (tyaktvā) kelemahan hati (hṛdaya daurbalyam) yang remeh itu (kṣudram) dan bangkitlah (uttiṣṭha) wahai arjuna (param-tapa).

Bhagawad Gita 2.4

अर्जुन उवाच
कथं भीष्ममहं संख्ये द्रोणं च मधुसूदन ।
इषुभिः प्रति योत्स्यामि पूजार्हावरिसूदन ॥२- ४॥

Arjuna uvāca
kathaḿ bhīṣmam ahaḿ sańkhye droṇaḿ ca madhusūdana
iṣubhiḥ pratiyotsyāmi pūjārhāvari-sūdana

Arjuna berkata;
wahai Krishna (Madhusūdana) bagaimana bisa (katham) saya (aham) dapat menyerang (sańkhye) Bhisma (Bhīṣmām) juga (ca) Drona (droṇam),
membalas serangan (pratiyotsyāmi) anak panah (iṣubhiḥ) mereka yang patut dihormati (pūjā-arhau) oh krishna (ari-sūdana).

Bhagawad Gita 2.5

गुरूनहत्वा हि महानुभावान् श्रेयो भोक्तुं भैक्ष्यमपीह लोके ।
हत्वार्थकामांस्तु गुरूनिहैव भुञ्जीय भोगान् रुधिरप्रदिग्धान् ॥२- ५॥

gurūn ahatvā hi mahānubhāvān śreyo bhoktuḿ bhaikṣyam apīha loke
hatvārtha-kāmāḿs tu gurūn ihaiva bhuñjīya bhogān rudhira-pradigdhān

lebih baik (śreyaḥ) tidak membunuh (ahatvā) para Guru (gurūn) yang berjiwa mulia itu (mahā-anubhāvān) walau (api) menikmati hidup (bhoktum) dengan mengemis (bhaikṣyam) di dunia ini (iha loke),
daripada pemenuhan keinginan dan kekayaan (artha-kāman) di dunia ini (iha) tetapi (tu) dengan membunuh (hatvā) guru (gurūn), itu pasti (evā) menikmati (bhuñjīya) kesenangan duniawi (bhogān) yang ternoda (pradigdhān) darah (rudhira).

Bhagawad Gita 2.6

न चैतद्विद्मः कतरन्नो गरीयो यद्वा जयेम यदि वा नो जयेयुः ।
यानेव हत्वा न जिजीविषाम- स्तेऽवस्थिताः प्रमुखे धार्तराष्ट्राः ॥२- ६॥

na ca itad vidmaḥ kataran no garīyo yad vā jayema yadi vā no jayeyuḥ
yān eva hatvā na jijīviṣāmas te 'vasthitāḥ pramukhe dhārtarāṣṭrāḥ

Kita (naḥ) ini (etat) juga (ca) tidak (na) tahu (vidmaḥ) yang mana (katarat) bagi kita (naḥ) yang lebih baik (garīyaḥ), apakah (yatvā) kita menaklukkan mereka (jayema) atau jika (yādi vā) mereka menaklukkan kita (jayeyuḥ),
pasti (evā) setelah membunuh (hatvā) mereka (te) yang berada (avasthitāḥ) didepan (pramukhe) memihak putra Dḥṛtarāṣṭra (dhārtarāṣṭrāḥ), kita (yān) tak akan (na) berhasrat untuk hidup (jijīviṣāmaḥ).

Bhagawad Gita 2.7

कार्पण्यदोषोपहतस्वभावः पृच्छामि त्वां धर्मसम्मूढचेताः ।
यच्छ्रेयः स्यान्निश्चितं ब्रूहि तन्मे शिष्यस्तेऽहं शाधि मां त्वां प्रपन्नम् ॥२- ७॥

kārpaṇya-doṣopahata-svabhāvaḥ pṛcchāmi tvāḿ dharma-sammūḍha-cetāḥ
yac chreyaḥ syān niścitaḿ brūhi tan me śiṣyaste 'haḿ śādhi māḿ tvāḿ prapannam

Keberadaanku (sva-bhāvaḥ) yang dikepung (upahata) oleh kecemasan akibat kasih sayang (kārpaṇya-doṣa) dalam melaksanakan tugas (dharma) yang membingungkan hati (sammūḍha-cetāḥ), saya mohon (pṛcchāmi) kepadamu (tvām),
Hal terbaik apa (yat śreyaḥ) yang mungkin dilakukan (syāt), beritahu (brūhi)  itu padaku (tat me) muridmu (śiṣyaḥ te) dengan tegas (niścitam), instruksikan aku (śādhi mām), ku (aham) pasrah kepadamu (tvām prapannam).

Bhagawad Gita 2.8

न हि प्रपश्यामि ममापनुद्याद् यच्छोकमुच्छोषणमिन्द्रियाणाम् ।
अवाप्य भूमावसपत्नमृद्धं राज्यं सुराणामपि चाधिपत्यम् ॥२- ८॥

na hi prapaśyāmi mamā panudyād yac chokam ucchoṣaṇam indriyāṇām
avāpya bhūmāv asapatnam ṛddhaḿ rājyaḿ surāṇām api cā dhipatyam

memang (hi) tidak dapat menemukan (na prapaśyāmi) cara menghilangkan (apanudyāt) kesedihan (śokam) ku (mama) itu (yat) yang mengeringkan (ucchoṣaṇam) akal sehatku (indriyāṇām),
Walaupun (api) memperoleh (avāpya) kemakmuran (ṛddham) tiadatara (asapatnam) dibumi (bhūmau) juga (ca) kekuasaan (ādhipatyam) atas kerajaan surgawi (rājyam surāṇām).

Bhagawad Gita 2.9

सञ्जय उवाच
एवमुक्त्वा हृषीकेशं गुडाकेशः परन्तप ।
न योत्स्य इति गोविन्दमुक्त्वा तूष्णीं बभूव ह ॥२- ९॥

sañjaya uvāca
evam uktvā hṛṣīkeśaḿ guḍākeśaḥ parantapaḥ
na yotsya iti govindam uktvā tūṣṇīḿ babhūva ha

Sañjaya berkata:
Arjuna (guḍākeśaḥ) berkata (uktvā) seperti itu (evam) kepada krishna (hṛṣīkeśam), oh Dhrtarastra (parantapah),
kemudian (iti) kepada krishna (govindam) mengatakan (uktvā) “aku tak akan bertempur (na yotsye)” lalu (ha)  menjadi terdiam (tūṣṇīm babhūva).

Bhagawad Gita 2.10

तमुवाच हृषीकेशः प्रहसन्निव भारत ।
सेनयोरुभयोर्मध्ये विषीदन्तमिदं वचः ॥२- १०॥

tam uvāca hṛṣīkeśaḥ prāhasann iva bhārata
senayor ubhayor madhye viṣīdantam idaḿ vacaḥ

kepadanya (tam) Krishna (Hṛṣīkeśaḥ) berbicara (uvāca) sambil memberikan senyuman kecil (prāhasan)  seperti itu (ivā) wahai Dhrtarastra (Bhārata),
Ditengah-tengah (madhye) antara kedua (ubhayoḥ) pasukan (senayoh)  kepada yang bersedih [arjuna] (viṣīdantam) mengatakan (vacaḥ) hal ini (idam):

Bhagawad Gita 2.11

श्रीभगवानुवाच
अशोच्यानन्वशोचस्त्वं प्रज्ञावादांश्च भाषसे ।
गतासूनगतासूंश्च नानुशोचन्ति पण्डिताः ॥२- ११॥

śrī-bhagavān uvāca
aśocyān anvaśocas tvaḿ prajñā-vādāḿś ca bhāṣase
gatāsūn agatāsūḿś ca nā nuśocanti paṇḍitāḥ

Krishna berkata:
Engkau (tvām) mengucapkan (bhāṣase) kata-kata bijak (prajñā-vādān) dan (ca) bersedih (anvaśocaḥ) pada hal-hal yang tidak patut disesalkan (aśocyān),
Orang bijak (paṇḍitāḥ) tidak akan (na) meratapi (anuśocanti) yang hidup (agata asūn) juga (ca) yang mati (gata asūn).

Penjelasannya:

"Kamu berduka tentang masalah yang tak seorang pun harus bersedih hati. Selain itu, Anda memberikan "kuliah ilmiah" seolah-olah Anda sangat terpelajar dan ilmiah. Seorang cendekiawan sejati tidak berduka tentang masa lalu maupun masa depan ”.
Ini statemen utama yang diucapkan oleh Krishna ke Arjuna di Bhagawad Gita.
Sri Krishna bermaksud mengatakan kepada Arjuna bahwa: seorang cendekiawan sejati tidak peduli tentang masa lalu dan juga masa depan. Artinya, konsentrasinya harus pada pekerjaan sekarang saja. Konsentrasi tidak harus merenung di masa lalu atau memikirkan masa depan, tetapi harus benar-benar dikhususkan dan terlibat dalam pekerjaan atau tugas saat ini saja.
Itu berarti, jangan khawatir di masa lalu, jangan khawatir tentang hasil di masa depan, tetapi lakukan yang terbaik pada pekerjaan saat ini dan lakukan tugas Anda dengan tulus dan tekun untuk mencapai kesuksesan, tetapi ambil hasilnya (sukses atau gagal) dengan tenang . Atau dengan kata lain, Krishna mendesak Arjuna untuk berperang dengan berkata: jika Arjuna memenangkan perang, dia akan memerintah kerajaan. Jika dia kalah perang (terbunuh dalam perang), dia akan mencapai surga prajurit. Dalam kedua kasus itu, Arjuna tidak boleh berhenti melakukan tugasnya berperang dengan para Korawa.
Mengapa Krishna menganjurkan perang melawan kaurawa? karena Arjuna adalah seorang Ksatria sejak lahir. Tugasnya sebagai seorang Ksatria adalah untuk memerangi perang yang didorong oleh para kurawa. Ini adalah pesan yang sebenarnya dalam seluruh karma yoga Bhagawad Gita - bahwa seseorang harus melakukan tugasnya, tidak menghiraukan hasilnya. Anda seharusnya tidak lari dari tugas Anda.

Bhagawad Gita 2.12

न त्वेवाहं जातु नासं न त्वं नेमे जनाधिपाः ।
न चैव न भविष्यामः सर्वे वयमतः परम् ॥२- १२॥

na tv evāhaḿ jātu nāsaḿ na tvaḿ neme janādhipāḥ
na caiva na bhaviṣyāmaḥ sarve vayam ataḥ param

Tidak pernah ada disana (na tu evā) kapanpun (jātu) ketika AKU (aham) tidak ada (na asam), tidak juga kamu (na tvām), tidak semua para penguasa ini (na ime jana-adhipāḥ),
kita semua (sarve vayam) tidak ada yang pasti (na evā) akan kehidupan (bhaviṣyāmaḥ) juga (ca) tidak (na) setelah kematian (ataḥ param).

Bhagawad Gita 2.13

देहिनोऽस्मिन्यथा देहे कौमारं यौवनं जरा ।
तथा देहान्तरप्राप्तिर्धीरस्तत्र न मुह्यति ॥२- १३॥

dehino 'smin yathā dehe kaumāraḿ yauvanaḿ jarā
tathā dehāntara-prāptir dhīras tatra na muhyati

Seperti halnya (yathā) dia [Sang Diri - Atma] (dehinaḥ) didalam tubuh (dehe) ini (asmin) melalui masa kecil (kaumāram) remaja (yauvanam) dan usia tua (jarā),
demikian pula halnya (tathā) saat pindah mengambil tubuh lain (deha antara prāptiḥ) Orang bijak (dhīraḥ) pada kasus itu (tatra) tidak (na) dibingung oleh hal ini (muhyāti).

Bhagawad Gita 2.14

मात्रास्पर्शास्तु कौन्तेय शीतोष्णसुखदुःखदाः ।
आगमापायिनोऽनित्यास्तांस्तितिक्षस्व भारत ॥२- १४॥

mātrā-sparśās tu kaunteya śītoṣṇa-sukha-duḥkha-dāḥ
āgamāpāyino 'nityās tāḿs titikṣasva bhārata

kontak indera dengan obyek indera (mātrā-sparśāḥ) oh arjuna (kaunteya), hanya (tu) merangsang rasa dingin, panas, kesenangan, kesedihan (Śīta uṣṇa sukha duḥkhadāḥ),
semuanya (tān) datang (āgama) pergi (apāyinaḥ) tidak kekal (anityāḥ), bertahanlah (titikṣasva) wahai Arjuna (bhārata).

penjelasannya:

Ini adalah salah satu slokas dari Bhagawad Gita yang memberi tahu Anda bahwa tidak ada yang permanen di dunia ini. Musim dingin dan musim panas bersifat sementara. Demikian pula, rasa sakit dan kesenangan adalah tidak kekal (anityāḥ). Mereka akan datang (āgama) dan pergi (anityāḥ). Masa-masa sulit akan datang dan pergi. Belajarlah untuk menoleransi mereka tanpa terpengaruh oleh mereka. Tidak ada yang permanen di dunia ini. Satu-satunya hal yang terus berubah adalah perubahan. Jadi, jangan khawatir!

Bhagawad Gita 2.15

यं हि न व्यथयन्त्येते पुरुषं पुरुषर्षभ ।
समदुःखसुखं धीरं सोऽमृतत्वाय कल्पते ॥२- १५॥

yaḿ hi na vyathayanty ete puruṣaḿ puruṣarṣabha
sama-duḥkha-sukhaḿ dhīraḿ so 'mṛtatvāya kalpate

sebenarnya (hi) kepada (yam) seseorang (puruṣam) yang tidak terganggu (na vyathayānti) dengan semua ini (ete) wahai Arjuna (puruṣa-ṛṣabha),
seimbang saat sedih dan senang (sama duḥkha sukham) sabar (dhīram), maka dia (saḥ) memenuhi syarat (kalpate) pembebasan (amṛtatvāya)

Bhagawad Gita 2.16

नासतो विद्यते भावो नाभावो विद्यते सतः ।
उभयोरपि दृष्टोऽन्तस्त्वनयोस्तत्त्वदर्शिभिः ॥२- १६॥

nāsato vidyāte bhāvo nābhāvo vidyāte sataḥ
ubhayor api dṛṣṭo 'ntas tv anayos tattva-darśibhiḥ

dari yang tak nyata (asataḥ) tidak menimbulkan (na vidyāte) keberadaan [mahluk] (bhāvaḥ) yang tanpa keberadaan (na vidyāte) tanpa wujud (abhāvaḥ) adalah sesuatu yang nyata/kekal [sang diri] (sataḥ),
tapi (tu) kesimpulan (antaḥ) dari keduanya itu (ubhayoḥ) kebenaran (api) mengenai hal ini (anayoḥ) telah diamati (dṛṣṭaḥ) oleh pemerhati tattwa [kebenaran] (tattva darśibhiḥ)

Bhagawad Gita 2.17

अविनाशि तु तद्विद्धि येन सर्वमिदं ततम् ।
विनाशमव्ययस्यास्य न कश्चित्कर्तुमर्हति ॥२- १७॥

avināśi tu tad viddhi yena sarvam idaḿ tatam
vināśam avyayāsyāsya na kaścit kartum arhati

namun (tu) ketahuilah (viddhi) itu (tat) dia (yena) yang meliputi [meresapi] (tatam) semua ini [semesta] (sarvam idam) tidak dapat dimusnahkan (avināśi),
tidak ada [apapun] (na kaścit) yang dapat menyebabkan (arhati kartum) kehancuran (vināśam) bagi yang abadi (avyayāsya) ini (asya)

Bhagawad Gita 2.18

अन्तवन्त इमे देहा नित्यस्योक्ताः शरीरिणः ।
अनाशिनोऽप्रमेयस्य तस्माद्युध्यस्व भारत ॥२- १८॥

antavanta ime dehā nityasyoktāḥ śarīriṇaḥ
anāśino 'prameyasya tasmād yudhyasva bhārata

semua badan (ime dehāḥ) yang rentan terhadap kehancuran ini (anta-vantaḥ) dikatakan (uktaḥ) milik dia [sang diri] (śarīriṇaḥ) yang abadi (nityasya),
tak dapat dihancurkan (anāśinaḥ) tak dapat dijelaskan (aprameyasya) karenanya (tasmāt) pertempurlah (yudhyasva) wahai Arjuna (Bhārata)

Bhagawad Gita 2.19

य एनं वेत्ति हन्तारं यश्चैनं मन्यते हतम् ।
उभौ तौ न विजानीतो नायं हन्ति न हन्यते ॥२- १९॥

ya enaḿ vetti hantāraḿ yaś cainaḿ manyate hatam
ubhau tau na vijānīto nāyaḿ hanti na hanyate

dia yang menganggap ini (yaḥ vetti enam) sebagai pembunuh (hantāram) dan (ca) dia yang berpikir ini (yaḥ manyate enam) sebagai korban yang terbunuh (hatam),
mereka keduanya (ubhau tau) tidak memiliki pengetahuan [tentang sang Diri] (na vijānītaḥ) ini [sang diri] (ayam) tidak membunuh (na hanti) tidak terbunuh (na hanyate).

Bhagawad Gita 2.20

न जायते म्रियते वा कदाचि- न्नायं भूत्वा भविता वा न भूयः ।
अजो नित्यः शाश्वतोऽयं पुराणो न हन्यते हन्यमाने शरीरे ॥२- २०॥

na jāyate mriyate vā kadācin nāyaḿ bhūtvā bhavitā vā na bhūyaḥ
ajo nityaḥ śāśvato 'yaḿ purāṇo nahanyatehanyamāneśarīre

tidak (na) kapanpun (kadācit) ini [sang diri] (ayam) muncul (jāyate) atau () mati (mriyate) atau tak pernah ada (na bhūtvā) keberadaannya (bhavitā) atau yang tidak berakhir (vā na bhūyaḥ),
ini [sang diri] (ayam) tak lahir (ajaḥ) kekal (nityaḥ) selalu ada (śāśvatāḥ) paling tua [kuno] (purāṇaḥ) tidak terbunuh (na hanyate) ketika badannya (śarīre) dihancurkan [dibunuh] (hanyamāne)

Bhagawad Gita 2.21

वेदाविनाशिनं नित्यं य एनमजमव्ययम् ।
कथं स पुरुषः पार्थ कं घातयति हन्ति कम् ॥२- २१॥

vedā vināśinaḿ nityaḿ ya enam ajam avyayām
kathaḿ sa puruṣaḥ pārtha kaḿ ghātayati hanti kam

dia (yaḥ) yang mengetahui (veda) ini [sang diri] (enam) tak dapat dihancurkan avināśinam () abadi (nityam) tanpa kelahiran (ajam) tak berubah (avyayām),
siapa (kam) dia itu (saḥ) orang (puruṣaḥ) yang membunuh (hanti), dengan cara apa (katham) atau siapa (kam) penyebab pembunuhan itu (ghātayāti) wahai Arjuna (pārtha)

Penjelasannya:

Jangan takut pada teman saya. Ketakutan terbesar dalam hidup kita adalah "Takut akan Kematian". Kita semua tahu bahwa suatu hari kita akan mati. Tapi jangan khawatir. Jiwa itu mulia, tak kenal takut, bebas dari usia tua dan abadi. Kematian semata-mata adalah penghancuran tubuh. Jiwa tidak dilahirkan juga tidak pernah mati. Itu telah ada selamanya dan akan terus ada. Hilangkan ketakutan akan kematian dari pikiran Anda karena itu menciptakan pencegahan terhadap apa pun yang Anda inginkan dalam hidup.

Bhagawad Gita 2.22

वासांसि जीर्णानि यथा विहाय नवानि गृह्णाति नरोऽपराणि ।
तथा शरीराणि विहाय जीर्णा न्यन्यानि संयाति नवानि देही ॥२- २२॥

vāsāḿsi jīrṇāni yathā vihāya navāni gṛhṇāti naro 'parāṇi
tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇāny anyāni saḿyāti navāni dehī

seperti halnya (yathā) seseorang (naraḥ) membuang (vihāya) pakian (vāsāḿsi) yang usang (jīrṇāni) dan memakai (gṛhṇāti)  pakian baru (navāni) yang lainnya (aparāṇi),
dengan cara yang sama (tathā) dia [sang diri] (dehī) meninggalkan (vihāya) badan (śarīrāṇi) yang tak bermanfaat [rusak] (jīrṇāni) kemudian mengambil (saḿyāti) lainnya (anyāni) yang baru (navāni).

Bhagawad Gita 2.23

नैनं छिन्दन्ति शस्त्राणि नैनं दहति पावकः ।
न चैनं क्लेदयन्त्यापो न शोषयति मारुतः ॥२- २३॥

nainaḿ chindanti śastrāṇi nainaḿ dahati pāvakaḥ
na cainaḿ kledayantyāpo na śoṣayati mārutaḥ

senjata (śastrani) tidak (na) menghancurkan (chindanti) ini [sang diri] (enam) api (pavakaḥ) tidak membakar (na dahati) ini [sang diri] (enam),
air (āpaḥ) tidak membasahi (na kledayānti) ini [sang diri] (enam) juga (ca) angin (mārutaḥ) tidak mengeringkannya (na śoṣayāti).

Bhagawad Gita 2.24

अच्छेद्योऽयमदाह्योऽयमक्लेद्योऽशोष्य एव च ।
नित्यः सर्वगतः स्थाणुरचलोऽयं सनातनः ॥२- २४॥

acchedyo 'yam adāhyo 'yam akledyo 'śoṣya eva ca
nityaḥ sarva-gataḥ sthāṇur acalo 'yaḿ sanātanaḥ

dia [sang diri] (ayam) tak dapat dipotong (acchedyaḥ) tak dapat dibakar (adāhyaḥ) dia [sang diri] (ayam) tak dapat dibasahi (akledyaḥ) pastinya (evā) tak dapat dikeringkan (aśoṣyaḥ) juga (ca),
kekal (nityaḥ) ada dimana-mana (sarva-gataḥ) tak berubah (sthāṇuḥ) tidak dapat digerakkan (acalaḥ) dia [sang diri] (ayam) selalu sama selamanya (sanātanāḥ).

Bhagawad Gita 2.25

अव्यक्तोऽयमचिन्त्योऽयमविकार्योऽयमुच्यते ।
तस्मादेवं विदित्वैनं नानुशोचितुमर्हसि ॥२- २५॥

avyakto 'yam acintyo 'yam avikāryo 'yam ucyate
tasmād evaḿ viditvāinaḿ nā nuśocitum arhasi

dikatakan bahwa (ucyate) ini [sang diri] (ayam) tak dapat dilihat (avyaktaḥ) ini [sang diri] (ayam) tak terpikirkan (acintyaḥ) tak dapat diubah (avikāryaḥ),
oleh karena itu (tasmāt) mengetahui (viditvā) ini [sang diri] (enam) seperti ini (evam) tak pantas (na arhasi) menyesali (anuśocitum) hal ini (ayam).

Bhagawad Gita 2.26

अथ चैनं नित्यजातं नित्यं वा मन्यसे मृतम् ।
तथापि त्वं महाबाहो नैवं शोचितुमर्हसि ॥२- २६॥

atha cainaḿ nitya-jātaḿ nityaḿ vā manyase mṛtam
tathāpi tvaḿ mahābāho naivaḿ śocitum arhasi

andai kata (atha ca) berpikir (manyase) bahwa ini [sang diri] (enam) selalu lahir (nitya-jātam) atau () mati (mṛtam) secara konstan (nityam),
bahkan (evam) pada saat itu (tathā api) engkau (tvām) tak patut (na arhasi) menyesalinya (śocitum) wahai Arjuna (mahā-bāho).

Bhagawad Gita 2.27

जातस्य हि ध्रुवो मृत्युर्ध्रुवं जन्म मृतस्य च ।
तस्मादपरिहार्येऽर्थे न त्वं शोचितुमर्हसि ॥२- २७॥

jātasya hi dhruvo mṛtyur dhruvaḿ janma mṛtasya ca
tasmād aparihārye 'rthe na tvaḿ śocitum arhasi

kenyataannya (dhruvaḥ) setiap yang lahir (jātasyā) pasti (hi) akan mati (mṛtyuḥ) dan (ca) kelahiran (janma) setelah kematian (mṛtasya) adalah kepastiannya (dhruvam),
karenanya (tasmāt) terkait hal ini (arthe) yang tak dapat dihindari (aparihārye) anda (tvām) tak patut (na arhasi) menyesalinya (śocitum).

Bhagawad Gita 2.28

अव्यक्तादीनि भूतानि व्यक्तमध्यानि भारत ।
अव्यक्तनिधनान्येव तत्र का परिदेवना ॥२- २८॥

avyaktādīni bhūtāni vyakta-madhyāni bhārata
avyakta-nidhanāny eva tatra kā paridevanā

wahai Arjuna (Bhārata) semua yang diciptakan (bhūtāni) tak berwujud sebelum kelahiran [awalnya] (avyakta-ādīni) terwujud dalam kehidupan [ditengah-tengah] (vyakta madhyāni),
tak terwujud setelah kematian [akhirnya] (avyakta nidhanāni) memang (evā) seperti itu adanya (tatra) mengapa () menyesalinya [bersedih hati] (paridevanā)?

Bhagawad Gita 2.29

आश्चर्यवत्पश्यति कश्चिदेन- माश्चर्यवद्वदति तथैव चान्यः ।
आश्चर्यवच्चैनमन्यः शृणोति श्रुत्वाप्येनं वेद न चैव कश्चित् ॥२- २९॥

āścarya-vat paśyati kaścid enam āścarya-vad vadati tathāiva cānyaḥ
āścarya-vac cainam anyaḥ śṛṇoti śrutvāpy enaḿ veda na caiva kaścit

seseorang (kaścit) merasakan (paśyāti) ini [sang diri] (enam) sebagai keajaiban (āścarya-vat) dan (ca) demikian pula (tathā evā) orang lain (anyaḥ) membicarakannya(vadati) itu menakjubkan (āścarya-vat),
lainnya (anyaḥ) juga (ca) mendengarkan (śṛṇoti) tentang ini [sang diri] (enam) sebagai sesuatu yang luar biasa (āścarya-vat) dan (ca) beberapa orang (kaścit) setelah mendengarnya (śrutvā api) tentang ini [sang diri] (enam) tidak akan pernah memahaminya (na evā veda)

Bhagawad Gita 2.30

देही नित्यमवध्योऽयं देहे सर्वस्य भारत ।
तस्मात्सर्वाणि भूतानि न त्वं शोचितुमर्हसि ॥२- ३०॥

dehī nityam avadhyo 'yaḿ dehe sarvasya bhārata
tasmāt sarvāṇi bhūtāni na tvaḿ śocitum arhasi

wahai arjuna (Bhārata) dia [sang diri] (ayam) pemilik badan (dehī) yang ada di setiap mahkluk (sarvasya dehe) abadi (avadhyaḥ) selamanya (nityam),
karenanya (tasmāt) kamu (tvām) tak pantas (na arhasi) berduka (śocitum) untuk mahkluk apapun (sarvāni bhūtāni).

Bhagawad Gita 2.31

स्वधर्ममपि चावेक्ष्य न विकम्पितुमर्हसि ।
धर्म्याद्धि युद्धाच्छ्रेयोऽन्यत्क्षत्रियस्य न विद्यते ॥२- ३१॥

sva-dharmam api cāvekṣya na vikampitum arhasi
dharmyād hi yuddhācchreyo 'nyat kṣatriyasya na vidyāte

bahkan (api) mengingat (avekṣyā) tugasmu (sva-dharmam) juga (ca) sepatutnya (arhasi) tidak (na) goyah [ragu] (vikampitum),
memang (hi) tidak ada (na vidyāte) sesuatu yang lain (anyat) yang lebih baik (śreyaḥ) bagi seorang prajurit (kṣatriyasya) untuk bertempur (yuddhāt) sesuai tugasnya [prinsip dharma] (dharmyāt).

Bhagawad Gita 2.32

यदृच्छया चोपपन्नं स्वर्गद्वारमपावृतम् ।
सुखिनः क्षत्रियाः पार्थ लभन्ते युद्धमीदृशम् ॥२- ३२॥

yadṛcchayā copapannaḿ svarga-dvāramapāvṛtam
sukhīnaḥ kṣatriyāḥ pārtha labhanteyuddhamīdṛśam

dan (ca) pintu surga (svarga dvāram) terbuka lebar (apāvṛtam) dicapai (upapannam) dengan mudah sendirinya (yadṛcchayā),
berbahagialah (sukhīnaḥ) para ksatrya (kṣatriyāḥ) menghadapi [mencapai] (labhante) pertempuran (yuddham) semacam ini (īdṛśam) wahai arjuna (pārtha).

Bhagawad Gita 2.33

अथ चेत्त्वमिमं धर्म्यं संग्रामं न करिष्यसि ।
ततः स्वधर्मं कीर्तिं च हित्वा पापमवाप्स्यसि ॥२- ३३॥

athacettvām imaḿ dharmyaḿ sańgrāmaḿ nakariṣyasi
tataḥ sva-dharmaḿ kīrtiḿ ca hitvāpāpamavāpsyasi

tetapi (atha) jika (cet) kamu (tvām) tidak (na) melaksanakan (kariṣyasi) kewajiban (dharmyam) pertempuran (sańgrāmām) ini (imām),
kemudian (tataḥ) akan berakibat mendatangkan (avāpsyasi) dosa (pāpam) juga (ca) reputasi [kemasyuran] (kīrtim) atas tugas dan kewajibanmu (sva-dharmam) akan hancur [hilang] (hitvā)

Bhagawad Gita 2.34

अकीर्तिं चापि भूतानि कथयिष्यन्ति तेऽव्ययाम् ।
सम्भावितस्य चाकीर्तिर्मरणादतिरिच्यते ॥२- ३४॥

akīrtiḿ cāpi bhūtāni kathayiṣyanti te 'vyayām
sambhāvitasya cākīrtir maraṇād atiricyate

orang-orang (bhūtāni) akan membicarakanmu (kathayiṣyānti te) dan juga (ca api) aib [keburukan]mu saja (akīrtim) selamanya (avyayām),
dan (ca) bagi orang yang terhormat (sambhāvitasya) aib (akīrtiḥ) itu lebih buruk (atiricyate) dari kematian (maraṇāt).

Bhagawad Gita 2.35

भयाद्रणादुपरतं मंस्यन्ते त्वां महारथाः ।
येषां च त्वं बहुमतो भूत्वा यास्यसि लाघवम् ॥२- ३५॥

bhayād raṇād uparataḿ maḿsyante tvāḿ mahārathāḥ
yeṣāḿ ca tvaḿ bahumato bhūtvā yāsyasi lāghavam

para jendral pasukan (mahā-rathaḥ—) akan berpikir [mengangap] (maḿsyante) anda (tvām) mundur (uparatam) dari pertempuran (raṇāt) karena takut [pengecut] (bhayāt),
dan (ca) dimata mereka (yeṣām) yang kamu (tvām) hormati (bahu-mataḥ) akan menjadikan derajatmu lebih rendah (bhūtvā yāsyasi lāghavam).

Bhagawad Gita 2.36

अवाच्यवादांश्च बहून्वदिष्यन्ति तवाहिताः ।
निन्दन्तस्तव सामर्थ्यं ततो दुःखतरं नु किम् ॥२- ३६॥

avācya-vādāḿś ca bahūn vadiṣyanti tavāhitāḥ
nindantas tava sāmarthyaḿ tato duḥkhataraḿ nu kim

juga (ca) para musuhmu (tavā ahitāḥ) akan mengucapkan (vadiṣyanti) banyak (bahūn) kata-kata (vādān) tidak benar [fitnah] (avācyā),
sambil mengejek (nindantaḥ) kemampuanmu (tavā sāmarthyam) lalu apa (nu kim) yang lebih menyakitkan (duḥkha-taram) daripada itu (tataḥ)?

Bhagawad Gita 2.37

हतो वा प्राप्स्यसि स्वर्गं जित्वा वा भोक्ष्यसे महीम् ।
तस्मादुत्तिष्ठ कौन्तेय युद्धाय कृतनिश्चयः ॥२- ३७॥

hato vā prāpsyasi svargaḿ jitvā vā bhokṣyase mahīm
tasmād uttiṣṭha kaunteya yuddhāya kṛta-niścayaḥ

salah satu () terbunuh (hataḥ) engkau mencapai (prāpsyasi) surga (svargam) atau () meraih kemenangan (jitvā) engkau menikmati (bhokṣyase) dunia ini (mahīm),
karena itu (tasmāt) bangkitlah (uttiṣṭha) hai arjuna (kaunteyā) bertempurlah (yuddhāya) dengan ketabahan hati (kṛta niścayaḥ).

Bhagawad Gita 2.38

सुखदुःखे समे कृत्वा लाभालाभौ जयाजयौ ।
ततो युद्धाय युज्यस्व नैवं पापमवाप्स्यसि ॥२- ३८॥

sukha-duḥkhe same kṛtvā lābhālābhau jayājayau
tato yuddhāya yujyasva naivaḿ pāpamavāpsyasi

bertindaklah (kṛtvā) dengan sikap yang sama [tenang/percaya diri] (same) dalam kebahagiaan ataupun kesedihan (sukha-duḥkhe) baik untung maupun rugi (lābha-alābhau) baik dalam kemenangan maupun kekalahan (jaya-ajayau),
lalu (tataḥ) bersiap-siaplah (yujyasva) berperang (yuddhāya) dengan demikian (evam) terhindar (na avāpsyasi) dari reaksi dosa (pāpam).

Bhagawad Gita 2.39

एषा तेऽभिहिता सांख्ये बुद्धिर्योगे त्विमां शृणु ।
बुद्ध्या युक्तो यया पार्थ कर्मबन्धं प्रहास्यसि ॥२- ३९॥

eṣā te 'bhihitā sāńkhye buddhir yoge tv imāḿ śṛṇu
buddhyā yukto yayā pārtha karma-bandhaḿ prahāsyasi

semua ini (eṣā) pengetahuan (buddhiḥ) telah diungkapkan (abhihitā) kepadamu (te) tentang jnana yoga [analitis logis] (sańkhye) tapi kemudian (tu) dengarkan (śṛṇu) juga ini (imām) tentang karma yoga (yoge),
kebijaksanaan (buddhya) yang mana (yayā) akan melengkapi [digabungkan] (yuktaḥ) agar terbebas [menghapus] (prahāsyasi) ikatan tindakanmu (karma-bandham) oh Arjuna (pārtha).

Bhagawad Gita 2.40

नेहाभिक्रमनाशोऽस्ति प्रत्यवायो न विद्यते ।
स्वल्पमप्यस्य धर्मस्य त्रायते महतो भयात् ॥२- ४०॥

nehābhikrama-nāśo 'sti pratyavāyo na vidyāte
sv-alpam apy asya dharmasya trāyate mahato bhayāt

di jalan ini (iha) tak akan ada (na asti) usaha sia-sia (abhikrama nāśaḥ) tidak ada (na vidyāte) yang merugikan [efek buruk] (pratyavāyaḥ),
walaupun sedikit (su-alpam api) menjalankan usaha (dharmasya) ini (asya) dapat menyelamatkan trāyate () dari bahaya besar (mahatāḥ bhayāt)

Bhagawad Gita 2.41

व्यवसायात्मिका बुद्धिरेकेह कुरुनन्दन ।
बहुशाखा ह्यनन्ताश्च बुद्धयोऽव्यवसायिनाम् ॥२- ४१॥

vyavasāyātmikā buddhir ekeha kuru-nandana
bahu-śākhā hy anantāś ca buddhayo 'vyavasāyinām

pengetahuan [kecerdasan] (buddhiḥ) dalam jalan [karma yoga] ini (iha) hanya satu (ekā) yaitu fokus [teguh] (vyavasāya-ātmikā) wahai arjuna (kuru-nandana),
pikiran (buddhayaḥ) yang tidak fokus (avyavasāyinām) memang [pasti]  (hi) memiliki banyak perspektif [bercabang] (bahu-śākhāḥ)  dan (ca) tak ada habisnya (anantāḥ).

Bhagawad Gita 2.42

यामिमां पुष्पितां वाचं प्रवदन्त्यविपश्चितः ।
वेदवादरताः पार्थ नान्यदस्तीति वादिनः ॥२- ४२॥

yām imāḿ puṣpitāḿ vācaḿ pravādān ty avipaścitaḥ
veda-vāda-ratāḥ pārtha nānyadastītivādinaḥ

orang bodoh [memiliki pemahaman terbatas] (avipaścitaḥ) akan mengucapkan (pravādānti) semua kata-kata berbunga ini (yām imām puṣpitām vācam),
terpikat dengan sloka veda (veda-vāda-ratāḥ) akan menyatakan [mendukung] (vādinaḥ) tidak ada yang lain (na anyat asti) selain itu [sloka saja tanpa tindakan] (iti) wahai Arjuna (pārtha).

Bhagawad Gita 2.43

कामात्मानः स्वर्गपरा जन्मकर्मफलप्रदाम् ।
क्रियाविशेषबहुलां भोगैश्वर्यगतिं प्रति ॥२- ४३॥

kāmātmānaḥ svarga-parā janma-karma-phala-pradām
kriyā-viśeṣa-bahulāḿ bhogaiśvarya-gatiḿ prati

keinginan memuaskan indera (kāma-ātmānaḥ) hanya akan mencapai surga (svarga-parāḥ) yang mengakibatkan kelahiran kembali sebagai akibat dari tindakan (janma-karma-phala-pradām),
sedangkan berbagai ritual weda (kriyā-viśeṣa bahulām) agar mencapai (gatim prati) kenikmatan [kesejahtraan] (bhoga) dan kemakmuran [kekayaan] (aiśvaryā)

Bhagawad Gita 2.44

भोगैश्वर्यप्रसक्तानां तयापहृतचेतसाम् ।
व्यवसायात्मिका बुद्धिः समाधौ न विधीयते ॥२- ४४॥

bhogaiśvarya-prasaktānāḿ tayā pahṛta-cetasām
vyavasāyātmikā buddhiḥ samādhau na vidhīyate

keterikatan (prasaktānām) pada kenikmatan duniawi (bhoga) dan kemewahan (aiśvarya) itulah (tayā) yang membingungkan akal sehat (apahṛta-cetasām),
dengan tetap fokus [teguh] (vyavasāya-ātmikā) dan mengendalikan (samādhau) pikiran (buddhiḥ) hal itu tak akan pernah terjadi (na vidhīyate).

Bhagawad Gita 2.45

त्रैगुण्यविषया वेदा निस्त्रैगुण्यो भवार्जुन ।
निर्द्वन्द्वो नित्यसत्त्वस्थो निर्योगक्षेम आत्मवान् ॥२- ४५॥

trai-guṇya-viṣayā vedā nistrai-guṇyo bhavārjuna
nirdvandvo nitya-sattva-stho niryoga-kṣema ātmavān

wahai arjuna pokok bahasan (viṣayāḥ) susastra Veda (vedāḥ) menyangkut tiga kualitas kenikmatan (trai-guṇya) jadi lampauilah [bebaskan diri] (bhava) dari kualitas tersebut (nistrai-guṇyah),
bebas dari dualisme [suka - tak suka] (nirdvandvaḥ) tetapkan selamanya di sattwa [kemurnian] (nitya-sattva-sthaḥ) tanpa memperhatikan keuntungan dan keamanan (niryoga-kṣemaḥ) dantapkan ke dalam [sang diri] (ātma-vān)

Bhagawad Gita 2.46

यावानर्थ उदपाने सर्वतः संप्लुतोदके ।
तावान्सर्वेषु वेदेषु ब्राह्मणस्य विजानतः ॥२- ४६॥

yāvān artha udapāne sarvataḥ samplutodake
tāvān sarveṣu vedeṣu brāhmaṇasya vijānataḥ

seperti halnya (yāvān) tujuan (arthaḥ) kubangan air (uda-pāne) dengan danau dengan air berlimpah (sarvataḥ sampluta-udake),
seperti itu juga (tāvān) kesemua (sarveṣ) susatra Veda (vedeṣu) bagi brahmana (brāhmaṇasya) yang memahami ajaran [bijaksana] (vijānataḥ).

Bhagawad Gita 2.47

कर्मण्येवाधिकारस्ते मा फलेषु कदाचन ।
मा कर्मफलहेतुर्भूर्मा ते सङ्गोऽस्त्वकर्मणि ॥२- ४७॥

karmaṇy evā dhikāras te mā phaleṣu kadācana
mā karma-phala-hetur bhūr mā te sańgo 'stvakarmaṇi

kewajibanmu (adhikāraḥ te) untuk bertindak (karmaṇi evā) tanpa (mā) mengkondisikan hasilnya (phaleṣu kadācana),
jangan pernah (mā) menjadi (bhūḥ) penyebab (hetuḥ) aksi-reaksi (karma-phala) jangan (mā) membiarkan [harus] (astu) dirimu (te) terikat (sańgaḥ) untuk tidak bertindak [tidak melaksankan kewajiban] (akarmaṇi).

penjelasannya:

Sloka ini berarti fokus pada tindakan Anda dan bukan pada produk sampingan. Mana yang lebih penting - Hasil atau Tindakan?

Jelas, tindakan, karena jika Anda menginginkan hasil yang baik, pertama-tama tingkatkan tindakan Anda. Fokus pada yang pasti (tindakan), bukan pada yang tidak pasti (hasil). Karena jika hasilnya tidak sesuai harapan Anda, rasa sakit tidak dapat dihindari.

Krishna juga mengatakan jangan pernah menganggap diri Anda sebagai penyebab hasil karena hasilnya tidak semata-mata tergantung pada upaya Anda. Tergantung pada banyak faktor, misalnya, situasi, orang lain yang terlibat, dll.

Selain itu, jangan lekatkan diri pada kelambanan (निष्क्रियता) karena terkadang ketika pekerjaan itu berat dan memberatkan, kami terpaksa tidak melakukan apa-apa. Jadi jangan pernah kehilangan minat pada apa yang Anda lakukan.

Bhagawad Gita 2.48

योगस्थः कुरु कर्माणि सङ्गं त्यक्त्वा धनंजय ।
सिद्ध्यसिद्ध्योः समो भूत्वा समत्वं योग उच्यते ॥२- ४८॥

yoga-sthaḥ kuru karmaṇi sańgaḿ tyaktvā dhanañjaya
siddhy-asiddhyoḥ samobhūtvā samatvaḿ yoga ucyate

hai arjuna (dhanañjaya) tabah dalam ketenangan batin (yoga-sthaḥ) dengan melakukan (kuru) tindakan [tugas-kewaiban] (karmaṇi) melepaskan (tyaktvā) semua ikatan (sańgam),
menjadikan (bhūtvā) setara (samaḥ) antara kesuksesan dengan kegagalan (siddhi-asiddhyoḥ) sikap seimbang (samatvām) itu yang disebut (ucyate) yoga (yogaḥ)

Bhagawad Gita 2.49

दूरेण ह्यवरं कर्म बुद्धियोगाद्धनंजय ।
बुद्धौ शरणमन्विच्छ कृपणाः फलहेतवः ॥२- ४९॥

dūreṇa hy avaraḿ karma buddhi-yogād dhanañjaya
buddhau śaraṇam anviccha kṛpaṇāḥ phala-hetavaḥ

tindakan (karma) dari jauh (dūreṇa) memang (hi) lebih rendah [terlihat] (avaram) dari yoga kebijaksanaan (buddhi-yogāt) wahai arjuna (dhanañjayā),
mendambakan hasil perbuatan (phala-hetavaḥ) lebih menyedihkan (kṛpaṇāḥ) dari usaha mengambil (anvicchā) perlindungan (śaraṇam) dalam kebijaksanaan (buddhau).

Bhagawad Gita 2.50

बुद्धियुक्तो जहातीह उभे सुकृतदुष्कृते ।
तस्माद्योगाय युज्यस्व योगः कर्मसु कौशलम् ॥२- ५०॥

buddhi-yukto jahātī ha ubhe sukṛta-duṣkṛte
tasmād yogāya yujyasva yogaḥ karmasu kauśalam

orang bijaksana (buddhi-yuktaḥ) dalam hidupnya (iha) mengabaikan (jahāti) kedua (ubhe) reaksi baik ataupun buruknya (sukṛta-duṣkṛte),
karena itu (tasmāt) berjuanglah (yujyasva) untuk yoga [karma yoga] (yogāya) yoga (yogaḥ) yang merupakan ilmu seni dalam bertindak (karmasu kauśalam)

Bhagawad Gita 2.51

कर्मजं बुद्धियुक्ता हि फलं त्यक्त्वा मनीषिणः ।
जन्मबन्धविनिर्मुक्ताः पदं गच्छन्त्यनामयम् ॥२- ५१॥

karma-jaḿ buddhi-yuktā hi phalaḿ tyaktvā manīṣiṇaḥ
janma-bandha-vinirmuktāḥ padaḿ gacchanty anāmayām

orang bijaksana (buddhi-yuktaḥ) yang tercerahkan (manīṣiṇaḥ) pasti (hi) meninggalkan (tyaktvā) kemelakatan [mengabaikan] hasil (phalam) dari kegiatan yang dilakukannya (karma-jam),
sehingga mencapai (gacchanti) keadaan [kedudukan] (padam) bebas ikatan kelahiran [jivamukti] (janma-bandha vinirmuktāḥ) tanpa kesengsaraan (anāmayam).

Bhagawad Gita 2.52

यदा ते मोहकलिलं बुद्धिर्व्यतितरिष्यति ।
तदा गन्तासि निर्वेदं श्रोतव्यस्य श्रुतस्य च ॥२- ५२॥

yadā te moha-kalilaḿ buddhir vyatitariṣyati
tadā gantāsi nirvedaḿ śrotavyasya śrutasya ca

ketika (yadā) pikiran (buddhiḥ) mu (te) melampaui [melewati] (vyatitariṣyāti) kekeruhan khayalan (moha-kalilam),
pada waktu itu (tadā) akan merasakan [mendapatkan] (gantāasi) kebosanan [sikap acuh] (nirvedam) terhadap segala yang telah didengar (śrotavyasya) dan (ca) belum didengar [berkenaan dengan sloka suci] (śrutasya)

Bhagawad Gita 2.53

श्रुतिविप्रतिपन्ना ते यदा स्थास्यति निश्चला ।
समाधावचला बुद्धिस्तदा योगमवाप्स्यसि ॥२- ५३॥

śruti-vipratipannāte yadā sthāsyāti niścalā
samādhāv acalā buddhis tadā  yogam avāpsyasi

tetap (sthāsyāti) teguh (niścalā) ketika (yadā) pernyataan [sloka] Veda membingungkan (śruti-vipratipannā) mu (te),
pikiran (buddhiḥ) stabil [tidak goyah] (acalā) dalam kesadaran ilahi [samadi] (samādhau) pada saat itu (tadā) engkau mencapai (avāpsyasi) yoga [karma yoga] (yogam).

Bhagawad Gita 2.54

अर्जुन उवाच
स्थितप्रज्ञस्य का भाषा समाधिस्थस्य केशव ।
स्थितधीः किं प्रभाषेत किमासीत व्रजेत किम् ॥२- ५४॥

Arjuna uvāca
sthita-prajñasya kā bhāṣā samādhi-sthasya keśava
sthita-dhīḥ kiḿ prabhāṣeta kim āsītavrajeta kim

Arjuna berkat:
wahai krisna (keśava) bagaimana anda menggambarkan [membahasakan] (kā bhāṣā) orang yang memiliki kebijaksanaan teguh ini [karma yoga] (samādhi-sthasya) yang keberadaannya teguh dalam sang diri (sthita-prajñasya)?
bagaimana (kim) orang tercerahkan itu (sthita-dhīḥ) berbicara (prabhāṣeta)? bagaiman dia duduk (kim āsīta)? berjalannya [berpindah] bagaimana (vrajeta kim)?

Bhagawad Gita 2.55

श्रीभगवानुवाच
प्रजहाति यदा कामान्सर्वान्पार्थ मनोगतान् ।
आत्मन्येवात्मना तुष्टः स्थितप्रज्ञस्तदोच्यते ॥२- ५५॥

śrī-bhagavān uvāca
prajāḥāti yadā kāmān sarvān pārtha mano-gatān
ātmany evātmanā tuṣṭaḥ sthita-prajñas tadocyate

Sri krisna berkata:
wahai arjuna (pārtha) ketika (yadā) seseorang menyingkirkan [meninggalkan] (prajāḥāti) seluruh keinginan (kāmān sarvān) dari pikiran (manaḥ-gatān),
hanya (evā) menjadi diri sendiri [tunduk pada sang diri] (ātmani) puas (tuṣṭaḥ) dalam realisasi diri (ātmanā) pada saat itu (tadā) dikatakan (ucyate) orang yang teguh dalam kebijaksanaan (sthita-prajñaḥ).

Bhagawad Gita 2.56

दुःखेष्वनुद्विग्नमनाः सुखेषु विगतस्पृहः ।
वीतरागभयक्रोधः स्थितधीर्मुनिरुच्यते ॥२- ५६॥

duḥkheṣv anudvigna-manāḥ sukheṣu vigata-spṛhaḥ
vīta-rāga-bhaya-krodhaḥ sthita-dhīr munir ucyate

bebas dari kesedihan (duḥkheṣu) pikirannya tidak gelisah [tidak terganggu] (anudvigna-manāḥ) dalam kebahagiaan (sukheṣu) dan bebas dari ketamakan [tanpa ketertarikan] (vigata-spṛhaḥ),
bebas (vīta) dari keinginan ketakutan dan kemarahan (rāga bhaya krodhaḥ) teguh dalam pikiran (sthita-dhīḥ) disebut (ucyate) orang bijak [brahmana] (muniḥ)

Bhagawad Gita 2.57

यः सर्वत्रानभिस्नेहस्तत्तत्प्राप्य शुभाशुभम् ।
नाभिनन्दति न द्वेष्टि तस्य प्रज्ञा प्रतिष्ठिता ॥२- ५७॥

yaḥ sarvatrā nabhisnehas tat tatprāpya śubhāśubham
nā bhinandati na dveṣṭi tasya prajñā pratiṣṭhitā

dia (yaḥ) yang tanpa ikatan [rasa kasih sayang] (anabhisnehaḥ) apapun (sarvatra) ini itu [masing-masing, secara terpisah dan terpisah] (tat tat) saat mendapatkan (prāpya) hal yang baik atupun buruk (śubha-aśubham),
tanpa kesenangan (na abhinandati) tanpa kebencian (na dveṣṭi) dialah (tasya) orang bijak dengan pengetahuan yang sempurna (prajñā pratiṣṭhitā).

Bhagawad Gita 2.58

यदा संहरते चायं कूर्मोऽङ्गानीव सर्वशः ।
इन्द्रियाणीन्द्रियार्थेभ्यस्तस्य प्रज्ञा प्रतिष्ठिता ॥२- ५८॥

yadā saḿharate cāyaḿ kūrmo 'ńgānīva sarvaśaḥ
indriyāṇīndriyārthebhyas tasya prajñā pratiṣṭhitā

kapan (yadā) dia [ini] (ayam) juga (ca) ibarat (iva) kura-kura (kūrmaḥ) yang menarik (saḿharate) anggota badannya (ańgāni) semua [secara bersama-sama sepenuhnya] (sarvāsaḥ),
organ-organ inderanya (indriyāṇi) dari kontak dengan obyek indera (indriya-arthebhyaḥ) dialah (tasya) yang memiliki kesadaran transenden [keseimbanan jiwa] (prajñā pratiṣṭhitā).

Bhagawad Gita 2.59

विषया विनिवर्तन्ते निराहारस्य देहिनः ।
रसवर्जं रसोऽप्यस्य परं दृष्ट्वा निवर्तते ॥२- ५९॥

viṣayā vinivartante nirāhārasya dehinaḥ
rasa-varjaḿ raso 'pyasya paraḿ dṛṣṭvā nivartate

obyek kenikmatan indera (viṣayāḥ) mundur [ditahan] (vinivartante) mengendalikannya (nirāhārasya) untuk tunduk pada sang diri (dehinaḥ),
meninggalkan rasa (rasa-varjam) walaupun (api) kenikmatan [rasa] (rasaḥ) itu akan hilang [berhenti] (nivartate) dengan mengalami [menyadari] (dṛṣṭvā) yang lebih tinggi [kesadaran] (param) miliknya [sang diri] (asya).

Bhagawad Gita 2.60

यततो ह्यपि कौन्तेय पुरुषस्य विपश्चितः ।
इन्द्रियाणि प्रमाथीनि हरन्ति प्रसभं मनः ॥२- ६०॥

yatato hy api kaunteya puruṣasya vipaścitaḥ
indriyāṇi pramāthīni haranti prasabhaḿ manaḥ

bahkan (api) orang (puruṣasya) bijak [yang paham perbedaan baik dan buruk] (vipaścitaḥ) sambil berusaha melaksanakan pengendalian diri (yatataḥ) tetap saja (hi) hai Arjuna (kaunteya),
kegelisahan [goyah] (pramāthīni) inderanya (indriyāṇi) akan membawa (haranti) pikirannya (manaḥ) dengan paksa (prasabham)

Bhagawad Gita 2.61

तानि सर्वाणि संयम्य युक्त आसीत मत्परः ।
वशे हि यस्येन्द्रियाणि तस्य प्रज्ञा प्रतिष्ठिता ॥२- ६१॥

tāni sarvāṇi saḿyamya yukta āsīta mat-paraḥ
vaśe hi yasyendriyāṇi tasya prajñā pratiṣṭhitā

mendudukan (āsīta) semua (sarvāni) itu [indera] (tāni) dengan mengendalikannya (saḿyamya) fokus [bersatu] (yuktaḥ) pada sang diri sebagai penguasa tertinggi (mat-paraḥ),
dia yang  (yasya) mengendalikan sepenuhnya (vaśe) organ indera (indriyāṇi) miliknya (tasya) tentusaja (hi) memiliki keseimbangan jiwa [kebijaksanaan] (prajñā pratiṣṭhitā).

Bhagawad Gita 2.62

ध्यायतो विषयान्पुंसः सङ्गस्तेषूपजायते ।
सङ्गात्संजायते कामः कामात्क्रोधोऽभिजायते ॥२- ६२॥

dhyāyato viṣayān puḿsaḥ sańgas teṣū pajāyate
sańgāt sañjāyate kāmaḥ kāmāt krodho 'bhijāyate

orang (puḿsaḥ) yang sambil memikirkan [merenungkan] (dhyāyataḥ) obyek indera (viṣayān) akan memunculkan (upajāyate) ikatan (sańgaḥ—) pada obyek indera itu (teṣu),
dari keterikatan itu (sańgāt) memunculkan [datang] (sañjāyate) keinginan [nafsu] (kāmaḥ) dari nafsu (kāmāt) timbul (abhijāyate) kemarahan (krodhaḥ).

Bhagawad Gita 2.63

क्रोधाद्भवति संमोहः संमोहात्स्मृतिविभ्रमः ।
स्मृतिभ्रंशाद्बुद्धिनाशो बुद्धिनाशात्प्रणश्यति ॥२- ६३॥

krodhād bhavati sammohaḥ sammohāt smṛti-vibhramaḥ
smṛti-bhraḿśād buddhi-nāśo buddhi-nāśāt praṇaśyati

dari kemarahan (krodhāt) mendatangkan (bhavati) khayalan (sammohaḥ) pengkaburan hayalan itu (sammohāt) akan membingungkan [kehilangan] ingatan (smṛti-vibhramaḥ),
karena kehilangan ingatan (smṛti-bhraḿśāt) menghancurkan kecerdasan (buddhi-nāśaḥ) hancurnya kecerdasan (buddhi-nāśāt) akan menjatuhkan seseorang (praṇaśyati).

Bhagawad Gita 2.64

रागद्वेषवियुक्तैस्तु विषयानिन्द्रियैश्चरन् ।
आत्मवश्यैर्विधेयात्मा प्रसादमधिगच्छति ॥२- ६४॥

rāga-dveṣa-vimuktais tu viṣayān indriyaiś caran
ātma-vaśyair vidheyātmā prasādam adhigacchati

tapi (tu) dia yang bebas (vimuktaiḥ) dari kemelekatan [ikatan] (rāga) dan keengganan (dveṣa) bergerak diantara (caran) obyek indera (viṣayān) dengan organ indera [seperti mata, lidah dll] (indriyaiḥ),
orang yang dapat mengendalikan pikiran (vidheya-ātmā) dibawah kendalinya [sang diri] (ātma-vaśyaiḥ) akan mencapai (adhigacchati) ketenangan [sang diri] (prasādam).

Bhagawad Gita 2.65

प्रसादे सर्वदुःखानां हानिरस्योपजायते ।
प्रसन्नचेतसो ह्याशु बुद्धिः पर्यवतिष्ठते ॥२- ६५॥

prasāde sarva-duḥkhānāḿ hānir asyopajāyate
prasanna-cetaso hy āśu buddhiḥ paryāvatiṣṭhate

ketika kondiri pikiran tenang (prasāde) semua kesedihannya (sarva duḥkhānām asya) yang muncul (upajāyate) akan hilang [hancur] (hāniḥ),
bahkan (hi) seseorang yang pikirannya tenang (prasanna-cetasāḥ) kecerdasan intuitifnya (buddhiḥ) segera (āśu) menjadi lebih mapan [kokoh] (pari avatiṣṭhate)

Bhagawad Gita 2.66

नास्ति बुद्धिरयुक्तस्य न चायुक्तस्य भावना ।
न चाभावयतः शान्तिरशान्तस्य कुतः सुखम् ॥२- ६६॥

nāsti buddhir ayuktasya na cā yuktasya bhāvanā
na cā bhāvayataḥ śāntir aśāntasya kutaḥ sukham

untuk orang yang tidak stabil (ayuktasya) tidak ada (na asti) kecerdasan (buddhiḥ) dan (ca) tidak (na) dalam meditasi [kontemplasi] (bhāvanā) yang tidak fokus [tak dapat bersatu] (ayuktasya),
dan (ca) bagi yang tidak meditatif [konsentrasi] (abhāvayataḥ) tidak ada (na) kedamaian (śāntiḥ) tanpa kedamaian (aśāntasya) bagaimana mungkin (kutaḥ) ada kebahagiaan (sukham)?

Bhagawad Gita 2.67

इन्द्रियाणां हि चरतां यन्मनोऽनु विधीयते ।
तदस्य हरति प्रज्ञां वायुर्नावमिवाम्भसि ॥२- ६७॥

indriyāṇāḿ hi caratāḿ yan mano 'nuvidhīyate
tad asya harati prajñāḿ vāyur nāvam ivāmbhasi

untuk (hi) pikiran yang (yat manaḥ) terlibat [sibuk] dalam (anuvidhīyate) pencarian obyek indera (indriyāṇām caratām),
ia [pikiran] (tat) akan menghilangkan (harati) kecerdasan (prajñām) miliknya (asya) seperti (ivā) angin kencang (vāyuḥ) dengan kapal (nāvam) diatas air (ambhasi)

Bhagawad Gita 2.68

तस्माद्यस्य महाबाहो निगृहीतानि सर्वशः ।
इन्द्रियाणीन्द्रियार्थेभ्यस्तस्य प्रज्ञा प्रतिष्ठिता ॥२- ६८॥

tasmād yasya mahābāho nigṛhītāni sarvaśaḥ
indriyāṇīndriyārthebhyas tasya prajñā pratiṣṭhitā

karenanya (tasmāt) wahai arjuna (mahā-bāho) dia (yasya) yang menarik [menahan] (nigṛhītāni) kesemuanya (sarvāsaḥ),
panca indera (indriyāṇi) dari obyek indera (indriya-arthebhyaḥ) dia (tasya) memiliki keseimbangan jiwa (prajñā pratiṣṭhitā)

Bhagawad Gita 2.69

या निशा सर्वभूतानां तस्यां जागर्ति संयमी ।
यस्यां जाग्रति भूतानि सा निशा पश्यतो मुनेः ॥२- ६९॥

yā niśā sarva-bhūtānāḿ tasyāḿ jāgarti saḿyamī
yasyāḿ jāgrati bhūtāni sā niśā paśyato muneḥ

mengendalikan diri (saḿyamī) saat malam [gelap] (yā niśā) bagi semua makhluk (sarva bhūtānām) dengan terjaga [sadar] (jāgrati) disaat itu (tasyām),
saat (yasyām) para makhluk (bhūtāni) tetap terjaga (jāgrati) itu (sa) malam (niśā) bagi para pengamat sang diri [brahmana] (paśyataḥ muneḥ).

Bhagawad Gita 2.70

आपूर्यमाणमचलप्रतिष्ठं समुद्रमापः प्रविशन्ति यद्वत् ।
तद्वत्कामा यं प्रविशन्ति सर्वे स शान्तिमाप्नोति न कामकामी ॥२- ७०॥

āpūryamāṇam acala-pratiṣṭhaḿ samudram āpaḥ praviśanti yadvat
tadvat kāmā yaḿ praviśanti sarve sa śāntim āpnoti na kāma-kāmī

seperti (yadvat) air (āpaḥ) mengalir [masuk] (praviśanti) ke lautan (samudram) selalu memenuhi dari semua sisi (āpūryamāṇam) tetap tanpa perubahan (acala-pratiṣṭham),
demikian pula (tadvat) dia (saḥ) mengalir memenuhi (praviśanti) semua (sarve) keinginannya (kāmaḥ yam) mencapai (āpnoti) kedamaian (śāntim) tidak spserti orang yang melepas hawa nafsunya (na kāma-kāmī)

Bhagawad Gita 2.71

विहाय कामान्यः सर्वान् पुमांश्चरति निःस्पृहः ।
निर्ममो निरहंकारः स शान्तिमधिगच्छति ॥२- ७१॥

vihāya kāmān yaḥ sarvān pumāḿś carati niḥspṛhaḥ
nirmamo nirahańkāraḥ sa śāntim adhigacchati

siapa pun (yaḥ pumān) yang melepaskan (vihāya) semua (sarvān) hawa nafsunya (kāmān) melangkah [hidup] (carati) bebas tanpa nafsu (niḥspṛhaḥ),
mencapai kedamaian (adhigacchati śāntim) tanpa rasa memiliki (nirmamaḥ) dia (saḥ) bebas dari ke akuan palsu [ egois] (nirahańkāraḥ).

Bhagawad Gita 2.72

एषा ब्राह्मी स्थितिः पार्थ नैनां प्राप्य विमुह्यति ।
स्थित्वास्यामन्तकालेऽपि ब्रह्मनिर्वाणमृच्छति ॥२- ७२॥

eṣā brahma sthitiḥ pārtha naināḿ prāpya vimuhyati
sthitvāsyām anta-kāle 'pi brahma-nirvāṇam ṛcchati

wahai arjuna (pārtha) inilah (eṣā) keadaan brahman (brahma sthitiḥ) setelah mencapai (prāpya) ini (enam) seseorang tidak lagi bingung [tertipu] (na vimuhyāti),
tetap (sthitvā) dalam kondisi ini (asyām) bahkan (api) saat akhir kehidupan (anta-kāle) dan mencapai (ṛcchati) pembebasan jiwa [noksa] (brahma-nirvāṇam)

author