Bhagawad Gita 3

No comment 258 views

Bhagawad Gita 3

berikut ini dialog yang dibahas dalam Bhagawad Gita Bab 3;

Arjuna berkata;

oh krishna jika pandanganmu kebijaksanaan lebih baik dari tindakan, mengapa melibatkan saya tindakan yang mengerikan itu oh krishna? karena perkataan yang keliahatan ambigu membingungkan persepsiku, katakan dengan tegas satu hal itu yang mana saya bisa mendapatkan yang terbaik.

Sri Krishna berkata:

oh Arjunaku dikatakan tadi di dunia ini terdapat dua jenis praktik, jalan kecerdasan untuk para filusuf dan jalan tindakan untuk para praktisi. Bukan dengan tidak melakukan tindakan seseorang dapat mencapai kebebasan dari reaksi tindakan, tidak juga hanya dengan melepaskan ikatan akan mencapai kesuksesan. Tidak ada seorang-pun yang dapat tetap selamanya tanpa melakukan tindakan bahkan untuk sesaat, oleh karena semua tercipta untuk bertindak tanpa kontrol berdasarkan kualitas sifat material kelahirannya. Dia yang mengendalikan aktifitas panca indra dengan duduk merenungkan kenikmatan, pikiran obyek indera dia menipu dirinya sendiri disebut sebagai orang munafik. Tetapi wahai arjuna dia yang mengontrol panca indra dimulai dari pikirannya, bertindak tanpa melibatkan panca indera dialah yang lebih utama.

Kerjakan tugas yang sudah ditetapkan untukmu karena tentunya lebih baik berbuat daripada tanpa tindakan, dan bahkan perawatan tubuhmu tidak mungkin tanpa melakukan tindakan. Selain tindakan dengan tujuan yadnya dunia ini dibelenggu oleh hukum perbuatan, wahai Arjuna lakukan dengan benar tindakan dengan tujuan itu tanpa keterikatan (tendensi). Dahulu kala Sang Penguasa Makhluk menciptakan manusia bersama dengan yadnya dan berkata, dengan ini menambah kemakmuranmu dan biarkan yadnyamu ini menjadi sapi perahanmu (obyek pemberi yang diinginkan). Pujalah para dewa dengan ini maka para dewata itu akan memberkahi dirimu, timbal-balik saling menghormati akan mencapai kemakmuran tertinggi. Setelah persembahan yadnya para dewa tentu menganugrahkan kepadamu kenikmatan yang diinginkan. Dia yang menikmati sesuatu tanpa mempersembahkan kepada mereka sesungguhnya dialah pencuri. Orang bijak mengkonsumsi sisa yadnya dibebaskan dari semua dosa, tapi dia yang menyiapkan makanan untuk kepentingan sendiri mereka orang berdosa yang menikmati dosanya. Mahkluk hidup dapat hidup karena makanan, benih makanan dihasilkan oleh hujan. Hujan muncul karena pelaksanaan yadnya dan yadnya lahir dari tindakan. Ketahuilah bahwa tindakan asal muasalnya dari Brahman, dari brahman yang abadilah itu dimanifestasikan, oleh karena itu Brahman meliputi segalanya selamanya didalam yadnya.

Dia yang tidak bergerak mengikuti siklus hidup demikian itu, hidup penuh dengan dosa karena hanya memanjakan diri dalam kesenangan perasaan oh arjuna dia hidup sia-sia. Tapi dia yang hanya bersukacita dalam sang diri (ātma-ratiḥ) juga sebagai manusia yang tetap puas dengan sang diri (ātma-tṛptaḥ) dan hanya berpuas diri dalam sang diri (ātmani) baginya tidak ada kewajiban. Baginya tidak pernah ada tujuan dalam melaksanakan kewajiban, tidak ada kekawatiran saat tanpa bertindak di dunia ini, apalagi untuknya tidak untuk bergantung pada semua makhluk untuk tujuan apa pun. Karena itu laksanakanlah selalu pekerjaan wajib dengan tanpa keterikatan, tentunya dengan melakukan tindakan tanpa ikatan membawa seseorang kepada yang tertinggi.

Dengan melakukan tugas tentu saja kesempurnaan dapat dicapai oleh Janaka dan yang lainnya, pengemban kesejahteraan dunia juga hanya mempertimbangkan tindakannya, patut juga bagimu. Apa pun yang dilakukan oleh seorang pemimpin, yang itu dan itu saja tentunya diikuti oleh pengikutnya, standar manapun yang dia lakukan, dunia mengikuti langkah-langkah itu. Arjuna, tidak ada tugas dan kewajiban bagiku, apapun itu di tiga dunia, tidak ada yang diinginkan dan yang diperoleh, namun tetap terlibat dalam tindakan. Tentunya jika Aku tidak pernah terlibat dalam bertindak dengan teliti, wahai arjuna, orang-orang akan mengikuti segala hal jalanku. Dunia ini akan hancur jika Aku tidak melakukan tindakan, dan akan menjadi pencipta warga masyarakat yang memusnahkan semua penduduk. Oh Arjuna, seperti orang bodoh yang bertindak dengan keterikatan pada perbuatannya demikian harusnya orang terpelajar berbuat tanpa kemelekatan, dengan keinginan untuk mempertahankan tatanan dunia. Tidak menyebabkan kebingungan persepsi dari orang bodoh dalam melakukan tindakan dharma, Orang terpelajar membuat mereka melakukan semua tindakan tercerahkan untuk dilaksanakan dengan baik.

Semua jenis kegiatan dilakukan oleh sifat alamiahnya, sang diri (ātmā) yang diperdaya oleh egoisme berpikir demikian, Akulah pelakunya. oh Arjuna, tetapi yang memahami kebenaran keragaman sifat material dari tindakan, memahami bahwa sifat material bergerak diantara obyek material dengan demikian tidak menjadi terikat. Orang-orang yang dibingungkan oleh sifat material menjadi terikat dalam kegiatan material, Orang bijak tidak mengganggu orang yang lamban kurang pengetahuan itu. Mendesikasikan semua tindakan untukku dengan memusatkan pikiranmu pada sang diri (adhyātma), menjadi bebas dari keinginan bebas dari ego tanpa dendam bertempurlah. Manusia itu yang selalu mematuhi ajaranku ini, dengan keyakinan mendalam tanpa mencela itu juga dibebaskan dari ikatan karma. Tetapi mereka yang iri tidak mengikuti ajaranku ini, semua pengetahuan menipunya ketahuilah mereka dihancurkan oleh ketidaksadaran   

Manakala orang bijaksana berbuat sesuai sifat alamiah-Nya, semua makhluk mengikuti sifat alamiahNya, apa yang dapat dicapai dari pengekangan? Kemelekatan dan keengganan (pengekangan) tersembunyi dalam hal objek-objek dari indra, tentu saja tidak boleh terjebak keduanya itu musuh miliknya. Menjalankan kewajiban sendiri dengan kekurangan lebih baik daripada menjalankan kewajiban orang lain dengan baik, Lebih baik mati dalam pemenuhan kewajiban sendiri karena kewajiban orang lain itu berbahaya.

Arjuna berkata:

lalu oleh apa seseorang terdorong untuk melakukan dosa ini? bahkan dengan keengganan seolah-olah didorong oleh kekuatan wahai Krishna

Krishna berkata:

keinginan ini muncul dari sifat nafsu material, ini yang menjadi kemarahan, melahap semua dan yang paling berdosa ketahuilah ini musuh terbesar di dunia. Seperti asap menyelimuti bara api juga cermin berdebu sama seperti bayi yang ditutupi oleh kandungan deikian pula ini ditutupi dengan itu. kebijaksanaan ditutupi oleh ini musuh abadi orang bijak, dalam bentuk keinginan yang tak pernah puas dan membakar bagaikan kobaran api, oh Arjuna. indera, pikiran, kecerdasan, dikatakan tempat dari itu, olehnya mengaburkan dia yang diwujudkan [sang diri] dengan menutupi pengetahuan oleh semua ini.


Bhagawad Gita III Karma Yoga

Bhagawad Gita 3.1

अर्जुन उवाच
ज्यायसी चेत्कर्मणस्ते मता बुद्धिर्जनार्दन ।
तत्किं कर्मणि घोरे मां नियोजयसि केशव ॥३- १॥

Bhagawad Gita 3.1

Arjuna uvāca
jyāyasī cet karmaṇas te matā buddhir janārdana
tat kiḿ karmaṇi ghore māḿ niyojayasi keśava

Arjuna berkata;
oh krishna (janārdana) jika (cet) pandanganmu (te matā) kebijaksanaan [kecerdasan] (buddhiḥ) lebih baik (jyāyasī) dari tindakan (karmaṇaḥ),
mengapa (kim) melibatkan saya (mām niyojayasi) tindakan (karmaṇi) yang mengerikan (ghore) itu (tat) oh krishna (keśava)

Bhagawad Gita 3.2

व्यामिश्रेणेव वाक्येन बुद्धिं मोहयसीव मे ।
तदेकं वद निश्चित्य येन श्रेयोऽहमाप्नुयाम् ॥३- २॥

Bhagawad Gita 3.2

vyāmiśreṇeva vākyena buddhiḿ mohayasīva me
tad ekaḿ vada niścitya yena śreyo 'ham āpnuyām

karena (ivā) perkataan (vākyena) yang keliahatan ambigu (vyāmiśreṇa ivā) membingungkan (mohayasi) persepsiku (buddhim me),
katakan (vada) dengan tegas (niścitya) satu (ekam) hal itu (tat) yang mana (yena) saya (aham) bisa mendapatkan (āpnuyām) yang terbaik (śreyaḥ),

Bhagawad Gita 3.3

श्रीभगवानुवाच 
लोकेऽस्मिन्द्विविधा निष्ठा पुरा प्रोक्ता मयानघ ।
ज्ञानयोगेन सांख्यानां कर्मयोगेन योगिनाम् ॥३- ३॥

Bhagawad Gita 3.3

śrī-bhagavān uvāca
loke 'smin dvi-vidhā niṣṭhā purā proktā mayānagha
jñāna-yogena sāńkhyānāḿ karma-yogena yoginām

Sri Krishna berkata:
oh Arjunaku (mayā anagha) dikatakan (proktā) tadi (purā) di dunia ini (loke asmin) terdapat dua jenis (dvi-vidhā) praktik [keyakinan] (niṣṭhā),
jalan kecerdasan (jñāna-yogena) untuk para filusuf (sāńkhyānām) dan jalan tindakan (karma-yogena) untuk para praktisi (yoginām).

Bhagawad Gita 3.4

न कर्मणामनारम्भान्नैष्कर्म्यं पुरुषोऽश्नुते ।
न च संन्यसनादेव सिद्धिं समधिगच्छति ॥३- ४॥

Bhagawad Gita 3.4

na karmaṇām anārambhān naiṣkarmyaḿ puruṣo 'śnute
na ca sannyāsanād eva siddhiḿ samadhigacchati

bukan (na) dengan tidak melakukan [menghindari] (anārambhāt) tindakan [pekerjaan] (karmaṇām) seseorang (puruṣaḥ) dapat [mencapai] (aśnute) kebebasan dari reaksi tindakan (naiṣkarmyam),
tidak (na) juga (ca) hanya dengan (evā) melepaskan ikatan (sannyāsanāt) akan mencapai (samadhigacchati) kesuksesan [kesempurnaan] (siddhim)

Bhagawad Gita 3.5

न हि कश्चित्क्षणमपि जातु तिष्ठत्यकर्मकृत् ।
कार्यते ह्यवशः कर्म सर्वः प्रकृतिजैर्गुणैः ॥३- ५॥

Bhagawad Gita 3.5

na hi kaścit kṣaṇam api jātu tiṣṭhaty akarma-kṛt
kāryate hy avaśaḥ karma sarvaḥ prakṛti-jair guṇaiḥ

tidak ada (na hi) seorang-pun (kaścit) yang dapat tetap (tiṣṭhati) selamanya (jātu) tanpa melakukan tindakan (akarma-kṛt) bahkan (api) untuk sesaat (kṣaṇam),
oleh karena (hi) semua (sarvaḥ) tercipta [dipaksa] (kāryate) untuk bertindak (karma) tanpa kontrol (avāsaḥ) berdasarkan kualitas (guṇaiḥ) sifat material kelahirannya (prakṛti-jaiḥ)

Bhagawad Gita 3.6

कर्मेन्द्रियाणि संयम्य य आस्ते मनसा स्मरन् ।
इन्द्रियार्थान्विमूढात्मा मिथ्याचारः स उच्यते ॥३- ६॥

Bhagawad Gita 3.6

karmendriyāṇi saḿyamya ya āste manasā smaran
indriyārthān vimūḍhātmā mithyācāraḥ sa ucyate

dia (yah) yang mengendalikan (saḿyamya) aktifitas panca indra (karma-indriyāṇi) dengan duduk (aste) merenungkan (smaran) [kenikmatan] pikiran (manasā),
obyek inderanya (indriya-arthān) dia (saḥ) menipu dirinya sendiri (vimūḍha ātmā) disebut sebagai (ucyate) orang munafik (mithyā-ācāraḥ).

Bhagawad Gita 3.7

यस्त्विन्द्रियाणि मनसा नियम्यारभतेऽर्जुन ।
कर्मेन्द्रियैः कर्मयोगमसक्तः स विशिष्यते ॥३- ७॥

Bhagawad Gita 3.7

yas tv indriyāṇi manasā niyamyārabhate 'rjuna
karmendriyaiḥ karma-yogam asaktaḥ sa viśiṣyate

tetapi (tu) wahai arjuna (Arjuna) dia (yaḥ) yang mengontrol (niyamya) panca indra (indriyāṇi) dimulai (ārabhate) dari pikirannya (manasā),
bertindak (karma-yogam) tanpa melibatkan panca indera [mementingkan diri] (karma-indriyaiḥ asaktaḥ) dialah yang lebih utama (saḥ viśiṣyate)

Bhagawad Gita 3.8

नियतं कुरु कर्म त्वं कर्म ज्यायो ह्यकर्मणः ।
शरीरयात्रापि च ते न प्रसिद्ध्येदकर्मणः ॥३- ८॥

Bhagawad Gita 3.8

niyataḿ kuru karma tvaḿ karma jyāyo hyakarmaṇaḥ
śarīra-yātrāpi ca te na prasiddhyed akarmaṇaḥ

kerjakan (kuru) tugas (karma) yang sudah ditetapkan (niyatam) untukmu (tvām) karena tentunya (hi) lebih baik berbuat [bertindak] (karma jyāyaḥ) daripada tanpa tindakan (akarmaṇaḥ),
dan bahkan (ca api) perawatan (yātrā) tubuhmu (śarīra te) tidak mungkin (na prasiddhyet) tanpa melakukan tindakan (akarmaṇaḥ)

Bhagawad Gita 3.9

यज्ञार्थात्कर्मणोऽन्यत्र लोकोऽयं कर्मबन्धनः ।
तदर्थं कर्म कौन्तेय मुक्तसङ्गः समाचर ॥३- ९॥

Bhagawad Gita 3.9

yajñārthāt karmaṇo 'nyatra loko 'yaḿ karma-bandhanaḥ
tad-arthaḿ karma kaunteya mukta-sańgaḥ samācara

selain (anyatra) tindakan (karmaṇaḥ) dengan tujuan yadnya (yajña-arthāt) dunia (lokaḥ) ini (ayam) dibelenggu oleh hukum perbuatan [kerja] (karma-bandhanaḥ),
wahai Arjuna () lakukan dengan benar (samācara) tindakan (karma) dengan tujuan (artham) yadnya [itu] (tat) tanpa keterikatan [tendensi kepentingan pribadi] (mukta-sańgaḥ).

Bhagawad Gita 3.10

सहयज्ञाः प्रजाः सृष्ट्वा पुरोवाच प्रजापतिः ।
अनेन प्रसविष्यध्वमेष वोऽस्त्विष्टकामधुक् ॥३- १०॥

Bhagawad Gita 3.10

saha-yajñāḥ prajāḥ sṛṣṭvā purovāca prajāpatiḥ
anena prasaviṣyadhvam eṣavo 'stv iṣṭa-kāmadhuk

dahulu kala (purā) Sang Penguasa Makhluk (prajā-patiḥ) menciptakan (sṛṣṭvā) manusia (prajāḥ) bersama dengan yadnya (saha yajñaḥ) dan berkata (uvāca),
dengan [yadnya] ini (anena) menambah kemakmuranmu (prasaviṣyadhvam)  dan biarkan yadnyamu ini (eṣaḥ vaḥ astu) menjadi sapi perahanmu [obyek pemberi yang diinginkan] (iṣṭa kāma-dhuk).

Bhagawad Gita 3.11

देवान्भावयतानेन ते देवा भावयन्तु वः ।
परस्परं भावयन्तः श्रेयः परमवाप्स्यथ ॥३- ११॥

Bhagawad Gita 3.11

devān bhāvayatānena te devā bhāvayantu vaḥ
parasparaḿ bhāvayantaḥ śreyaḥ param avāpsyātha

pujalah [memuaskan] (bhāvayatā) para dewa (devān) dengan [yadnya] ini (anena) maka para dewata itu (te devāḥ) akan memberkahi [dipuaskan] (bhāvayantu) dirimu (vaḥ),
timbal-balik [kerja sama] (parasparam) saling menghormati (bhāvayantaḥ) akan mencapai (avāpsyātha) kemakmuran (śreyaḥ) tertinggi (param).

Bhagawad Gita 3.12

इष्टान्भोगान्हि वो देवा दास्यन्ते यज्ञभाविताः ।
तैर्दत्तानप्रदायैभ्यो यो भुङ्क्ते स्तेन एव सः ॥३- १२॥

Bhagawad Gita 3.12

iṣṭān bhogān hi vo devā dāsyante yajña-bhāvitāḥ
tair dattān apradāyaibhyo yo bhuńkte stena eva saḥ

setelah persembahan yadnya (yajña-bhāvitāḥ) para dewa (devāḥ) tentu (hi) menganugrahkan (dāsyante) kepadamu (vaḥ) kenikmatan (bhogān) yang diinginkan (iṣṭān),
seseorang (yaḥ) yang menikmati (bhuńkte) sesuatu [dari para dewa/leluhur mereka] (taiḥ dattān) tanpa mempersembahkan (apradāya) kepada mereka [sang pemberi yaitu dewa/leluhur] (ebhyaḥ) sesungguhnya (evā) dialah (saḥ) pencuri (stenaḥ).

Bhagawad Gita 3.13

यज्ञशिष्टाशिनः सन्तो मुच्यन्ते सर्वकिल्बिषैः ।
भुञ्जते ते त्वघं पापा ये पचन्त्यात्मकारणात् ॥३- १३॥

Bhagawad Gita 3.13

yajña-śiṣṭāśinaḥ santo mucyante sarva-kilbiṣaiḥ
bhuñjate te tv aghaḿ pāpā ye pacanty ātma-kāraṇāt

orang bijak (santaḥ) mengkonsumsi (aśinaḥ) sisa yadnya (yajña-śiṣṭa) dibebaskan (mucyante) dari semua dosa (sarva kilbiṣaiḥ),
tapi (tu) dia (ye) yang menyiapkan makanan (pacanti) untuk kepentingan sendiri (ātma-kāraṇāt) mereka (te) orang berdosa (pāpaḥ) yang menikmati (bhuñjate) dosanya (agham).

Bhagawad Gita 3.14

अन्नाद्भवन्ति भूतानि पर्जन्यादन्नसम्भवः ।
यज्ञाद्भवति पर्जन्यो यज्ञः कर्मसमुद्भवः ॥३- १४॥

Bhagawad Gita 3.14

annād bhavānti bhūtāni parjanyād anna-sambhavaḥ
yajñā dbhavati parjanyo yajñaḥ karma-samudbhavaḥ

mahkluk hidup (bhūtāni) dapat hidup (bhavānti) karena makanan (annāt), benih makanan (anna) dihasilkan (sambhavaḥ) oleh hujan (parjanyāt),
hujan (parjanyaḥ) muncul [datang] (bhavati) karena pelaksanaan yadnya (yajñāt) dan yadnya (yajñaḥ) lahir [muncul] (samudbhavaḥ) dari tindakan (karma).

Bhagawad Gita 3.15

कर्म ब्रह्मोद्भवं विद्धि ब्रह्माक्षरसमुद्भवम् ।
तस्मात्सर्वगतं ब्रह्म नित्यं यज्ञे प्रतिष्ठितम् ॥३- १५॥

Bhagawad Gita 3.15

karma brahmodbhavaḿ viddhi brahmākṣara-samudbhavam
tasmāt sarva-gataḿ brahma nityaḿ yajñe pratiṣṭhitam

ketahuilah (viddhi) bahwa tindakan (karma) asal muasalnya (udbhāvam) dari Brahman (brahma), dari brahman [pengetahuan veda] (brahma) yang abadilah (akṣara) itu dimanifestasikan (samudbhāvam),
oleh karena itu (tasmāt) Brahman (brahma) meliputi segalanya (sarva-gatam) selamanya (nityam) didalam yadnya (yajñe pratiṣṭhitam).

Bhagawad Gita 3.16

एवं प्रवर्तितं चक्रं नानुवर्तयतीह यः ।
अघायुरिन्द्रियारामो मोघं पार्थ स जीवति ॥३- १६॥

Bhagawad Gita 3.16

evaḿ pravartitaḿ cakraḿ nānuvartayatīha yaḥ
aghāyur indriyārāmo moghaḿ pārtha sa jīvati

Dia (yaḥ) yang tidak (na) bergerak (pravartitam) mengikuti (anuvartayāti) siklus (cakram) hidup (iha) demikian itu (evam),
hidup penuh dengan dosa (agha-āyuḥ) karena hanya memanjakan diri dalam kesenangan perasaan [kesenangan indera] (indriya-ārāmaḥ) oh arjuna (pārtha) dia hidup (saḥ jīvati) sia-sia (mogham).

Bhagawad Gita 3.17

यस्त्वात्मरतिरेव स्यादात्मतृप्तश्च मानवः ।
आत्मन्येव च सन्तुष्टस्तस्य कार्यं न विद्यते ॥३- १७॥

Bhagawad Gita 3.17

yas tv ātma-ratir eva syād ātma-tṛptaś ca mānavaḥ
ātmany eva ca santuṣṭas tasya kāryaḿ na vidyāte

tapi (tu) dia (yaḥ) yang hanya (evā) bersukacita dalam sang diri (ātma-ratiḥ) juga (ca) sebagai manusia (mānavaḥ) yang tetap (syāt) puas dengan sang diri (ātma-tṛptaḥ),
dan hanya (evā ca) berpuas diri [bahagia] (santuṣṭaḥ) dalam sang diri (ātmani) baginya (tasya) tidak ada (na vidyāte) kewajiban (kāryam).

Bhagawad Gita 3.18

नैव तस्य कृतेनार्थो नाकृतेनेह कश्चन ।
न चास्य सर्वभूतेषु कश्चिदर्थव्यपाश्रयः ॥३- १८॥

Bhagawad Gita 3.18

naiva tasya kṛtenārtho nākṛteneha kaścana
na cāsya sarva-bhūteṣu kaścid artha-vyapāśrayaḥ

baginya (tasya) tidak pernah (na) ada [punya] (evā) tujuan [keinginan] (arthaḥ) dalam melaksanakan kewajiban [bertindak] (kṛtena) tidak ada (na) kekawatiran [apapun] (kaścana) saat tanpa bertindak [melepaskan tugas] (akṛtena) di dunia ini (iha),
apalagi untuknya (ca asya) tidak (na) untuk bergantung [berlindung] (vyapāśrayaḥ) pada semua makhluk (sarva-bhūteṣu) untuk tujuan (artha) apa pun (kaścit)

Bhagawad Gita 3.19

तस्मादसक्तः सततं कार्यं कर्म समाचर ।
असक्तो ह्याचरन्कर्म परमाप्नोति पूरुषः ॥३- १९॥

Bhagawad Gita 3.19

tasmād asaktaḥ satataḿ kāryaḿ karma samācara
asakto hy ācaran karma param āpnoti pūruṣaḥ

karena itu (tasmāt) laksanakanlah (samācara) selalu [terus menerus] (satatam) pekerjaan [tugas] wajib (kāryam karma) dengan tanpa keterikatan [berharap keuntungan] (asaktaḥ),
tentunya (hi) dengan melakukan (ācaran) tugas [tindakan] (karma) tanpa ikatan (asaktaḥ) membawa [mencapai] (āpnoti) seseorang (puruṣaḥ) kepada yang tertinggi [kebahagiaan] (param)

Bhagawad Gita 3.20

कर्मणैव हि संसिद्धिमास्थिता जनकादयः ।
लोकसंग्रहमेवापि संपश्यन्कर्तुमर्हसि ॥३- २०॥

Bhagawad Gita 3.20

karmaṇaiva hi saḿsiddhim āsthitā janakādayaḥ
loka-sańgraham evāpi sampaśyan kartum arhasi

dengan melakukan tugas [tindakan] (karmaṇā evā) tentu saja (hi) kesempurnaan (saḿsiddhim) dapat dicapai (āsthitāḥ) oleh Janaka dan yang lainnya (janaka-ādayaḥ),
pengemban kesejahteraan dunia (loka-sańgraham) juga hanya (evāapi) mempertimbangkan (sampaśyan) tindakannya (kartum) patut juga bagimu (arhasi)

Bhagawad Gita 3.21

यद्यदाचरति श्रेष्ठस्तत्तदेवेतरो जनः ।
स यत्प्रमाणं कुरुते लोकस्तदनुवर्तते ॥३- २१॥

Bhagawad Gita 3.21

yad yad ācarati śreṣṭhas tat tad evetaro janaḥ
sa yat pramāṇaḿ kurute lokas tad anuvartate

apa pun (yat yat) yang dilakukan (ācarati) orang hebat [seorang pemimpin] (śreṣṭhaḥ) yang itu dan itu saja (tat tad) tentunya (evā) diikuti (itaraḥ) oleh pengikutnya [orang-orang] (janaḥ),
standar [aturan/teladan] (pramāṇam) manapun (yat) yang dia (saḥ) lakukan [usung tinggi] (kurute) dunia [warga] (lokaḥ) mengikuti langkah-langkah (anuvartate) itu (tat).

Bhagawad Gita 3.22

न मे पार्थास्ति कर्तव्यं त्रिषु लोकेषु किंचन ।
नानवाप्तमवाप्तव्यं वर्त एव च कर्मणि ॥३- २२॥

Bhagawad Gita 3.22

na me pārthāsti kartavyaḿ triṣu lokeṣu kiñcana
nānavāptam avāptavyaḿ varta eva ca karmaṇi

Arjuna (pārtha) tidak (na) ada (asti) tugas dan kewajiban (kartavyam) bagiku (me) apapun itu (kiñcana) di tiga dunia (triṣu lokeṣu),
tidak ada (na) yang diinginkan (anavāptam) dan (ca) yang  diperoleh (avāptavyam) namun tetap [hanya] (evā) terlibat (varte) dalam tindakan (karmaṇi)

Bhagawad Gita 3.23

यदि ह्यहं न वर्तेयं जातु कर्मण्यतन्द्रितः ।
मम वर्त्मानुवर्तन्ते मनुष्याः पार्थ सर्वशः ॥३- २३॥

Bhagawad Gita 3.23

yadi hy ahaḿ na varteyaḿ jātu karmaṇy atandritaḥ
mama vartmānuvartante manuṣyāḥ pārtha sarvaśaḥ

tentunya (hi) jika (yādi) Aku (aham) tidak (na) pernah [kapan saja] (jātu) terlibat (varteyam) dalam bertindak [menjalankan kewajiban] (karmaṇi) dengan teliti [penuh perhatian] (atandritaḥ),
wahai arjuna (pārtha) orang-orang (manuṣyāḥ) akan mengikuti (anuvartante) segala hal (sarvāsaḥ) jalanku (mama vartma)

Bhagawad Gita 3.24

उत्सीदेयुरिमे लोका न कुर्यां कर्म चेदहम् ।
संकरस्य च कर्ता स्यामुपहन्यामिमाः प्रजाः ॥३- २४॥

Bhagawad Gita 3.24

utsīdeyur ime lokā na kuryāḿ karma ced aham
sańkarasya ca kartā syām upahanyām imāḥ prajāḥ

dunia (lokaḥ) ini (ime) akan hancur (utsīdeyuḥ) jika (cet) Aku (aham) tidak [berhenti] (na) melakukan (kuryām) kegiatan/tindakan (karma),
dan (ca) akan menjadi (syām) pencipta (kartā) warga masyarakat (sańkarasya) yang memusnahkan (upahanyām) semua (imāḥ) orang-orang (prajāḥ).

Bhagawad Gita 3.25

सक्ताः कर्मण्यविद्वांसो यथा कुर्वन्ति भारत ।
कुर्याद्विद्वांस्तथासक्तश्चिकीर्षुर्लोकसंग्रहम् ॥३- २५॥

Bhagawad Gita 3.25

saktāḥ karmaṇy avidvāḿso yathā kurvanti bhārata
kuryād vidvāḿs tathā saktaś cikīrṣur loka-sańgraham

Oh Arjuna (Bhārata) seperti (yathā) orang bodoh (avidvāḿsaḥ) yang bertindak [melakukan] (kurvanti) dengan keterikatan (saktāḥ) pada perbuatannya (karmaṇi),
demikian [harusnya] (tathā) orang terpelajar (vidvān) berbuat [melakukan] (kuryāt) tanpa kemelekatan (asaktaḥ) dengan keinginan (cikirsuh) untuk mempertahankan tatanan dunia [masyarakat umum] (loka-sańgraham)

Bhagawad Gita 3.26

न बुद्धिभेदं जनयेदज्ञानां कर्मसङ्गिनाम् ।
जोषयेत्सर्वकर्माणि विद्वान्युक्तः समाचरन् ॥३- २६॥

Bhagawad Gita 3.26

na buddhi-bhedaḿ janayed ajñānāḿ karma-sańginām
joṣayet sarva-karmaṇi vidvān yuktaḥ samācaran

tidak (na) menyebabkan (janayet) kebingungan persepsi [keyakinan] (buddhi-bhedam) dari orang bebal [bodoh] (ajñānām) dalam melakukan tindakan dharma (karma-sańginām),
orang terpelajar [bijak] (vidvān) membuat mereka melakukan [menjadi contoh] (joṣayet) semua (sarva) tindakan [pekerjaan] (karmaṇi) tercerahkan (yuktaḥ) untuk dilaksanakan dengan baik (samācaran)

Bhagawad Gita 3.27

प्रकृतेः क्रियमाणानि गुणैः कर्माणि सर्वशः ।
अहंकारविमूढात्मा कर्ताहमिति मन्यते ॥३- २७॥

Bhagawad Gita 3.27

prakṛteḥ kriyamāṇāni guṇaiḥ karmaṇi sarvaśaḥ
ahańkāra-vimūḍhātmā kartāham iti manyate

semua jenis [setiap] (sarvāsaḥ) kegiatan (karmaṇi) dilakukan (kriyamāṇāni) oleh sifat (guṇaiḥ) alamiahnya [maya dari purusa] (prakṛteḥ),
sang diri (ātmā) yang diperdaya [dibingungkan] (vimūḍha) oleh egoisme (ahańkāra) berpikir (manyate) demikian [seperti ini] (iti) Akulah (aham) pelakunya (kartā)

Bhagawad Gita 3.28

तत्त्ववित्तु महाबाहो गुणकर्मविभागयोः ।
गुणा गुणेषु वर्तन्त इति मत्वा न सज्जते ॥३- २८॥

Bhagawad Gita 3.28

tattva-vit tu mahā-bāho guṇa-karma-vibhāgayoḥ
guṇā guṇeṣu vartanta iti matvā na sajjate

oh Arjuna (mahā-bāho) tetapi (tu) yang memahami kebenaran (tattva-vit) keragaman (vibhāgayoḥ) sifat material (guṇa) dari tindakan (karma),
memahami (matvā) bahwa sifat material (guṇāḥ) bergerak [bertindak] (vartante) diantara obyek material (guṇeṣu) dengan demikian (iti) [dia] tidak (na) menjadi terikat (sajjate).

Bhagawad Gita 3.29

प्रकृतेर्गुणसंमूढाः सज्जन्ते गुणकर्मसु ।
तानकृत्स्नविदो मन्दान्कृत्स्नविन्न विचालयेत् ॥३- २९॥

Bhagawad Gita 3.29

prakṛter guṇa-sammūḍhāḥ sajjante guṇa-karmasu
tān akṛtsna-vido mandān kṛtsna-vin na vicālayet

orang-orang yang dibingungkan (sammūḍhāḥ) oleh sifat (guṇa) material (prakṛteḥ) menjadi terikat (sajjante) dalam kegiatan material [hasil tindakan] (guṇa-karmasu),
Orang bijak [berpengetahuan] (kṛtsna-vit) tidak (na) mengganggu [menyesatkan] (vicālayet) orang yang lamban [bodoh] (mandān) kurang pengetahuan (akṛtsna-vidaḥ) itu (tān).

Bhagawad Gita 3.30

मयि सर्वाणि कर्माणि संन्यस्याध्यात्मचेतसा ।
निराशीर्निर्ममो भूत्वा युध्यस्व विगतज्वरः ॥३- ३०॥

Bhagawad Gita 3.30

mayi sarvāṇi karmaṇi sannyasyādhyātma-cetasā
nirāśīr nirmamo bhūtvā yudhyasva vigata-jvaraḥ

mendesikasikan [menanggalkan] (sannyasya) semua (sarvāni) tindakan (karmaṇi) untukku (mayi) dengan memusatkan pikiranmu [kesadaran] (cetasā) pada sang diri (adhyātma),
menjadi (bhūtvā) bebas dari keinginan (nirāśīḥ) bebas dari ego (nirmamaḥ) tanpa dendam (vigata-jvaraḥ) bertempurlah (yudhyasva).

Bhagawad Gita 3.31

ये मे मतमिदं नित्यमनुतिष्ठन्ति मानवाः ।
श्रद्धावन्तोऽनसूयन्तो मुच्यन्ते तेऽपि कर्मभिः ॥३- ३१॥

Bhagawad Gita 3.31

ye me matam idaḿ nityam anutiṣṭhanti mānavāḥ
śraddhāvanto 'nasūyanto mucyante te 'pi karmabhiḥ

manusia (mānavāḥ) itu (ye) yang selalu (nityam) mematuhi [mengikuti) (anutiṣṭhanti) ajaran (matam) ku (me) ini (idam),
dengan keyakinan [iman] mendalam (śraddhā-vantaḥ) tanpa mencela [mengajukan keberatan] (anasūyantaḥ) mereka [itu] (te) juga (api) dibebaskan (mucyante) dari ikatan karma (karmabhiḥ).

Bhagawad Gita 3.32

ये त्वेतदभ्यसूयन्तो नानुतिष्ठन्ति मे मतम् ।
सर्वज्ञानविमूढांस्तान्विद्धि नष्टानचेतसः ॥३- ३२॥

Bhagawad Gita 3.32

ye tv etad abhyasūyanto nānutiṣṭhanti me matam
sarva-jñāna-vimūḍhāḿs tān viddhi naṣṭān acetasāḥ

tetapi (tu) mereka (ye) yang iri [mencela] (abhyasūyantaḥ) tidak (na) mengikuti (anutiṣṭhanti) ajaran (matam) ku (me) ini (etat),
semua pengetahuan (sarvajñāna) menipunya [dibodohi] (vimūḍhān) ketahuilah (viddhi) mereka (tān) dihancurkan (naṣṭān) oleh ketidaksadaran [kebodohan] (acetasāḥ)

Bhagawad Gita 3.33

सदृशं चेष्टते स्वस्याः प्रकृतेर्ज्ञानवानपि ।
प्रकृतिं यान्ति भूतानि निग्रहः किं करिष्यति ॥३- ३३॥

Bhagawad Gita 3.33

sadṛśaḿ ceṣṭate svasyāḥ prakṛter jñānavān api
prakṛtiḿ yānti bhūtāni nigrahaḥ kiḿ kariṣyati

manakala (api) orang bijaksana (jñāna-vān) berbuat [bertindak] (ceṣṭate) sesuai (sadṛśam) sifat alamiah [kodrat] (prakṛteḥ) milikNya [sang diri] (svasyāḥ),
semua makhluk (bhūtāni) mengikuti (yānti) sifat alamiahnya (prakṛtim) apa (kim) yang dapat dicapai (kariṣyāti) dari pengekagan [menahan diri] (nigrahaḥ)?

Bhagawad Gita 3.34

इन्द्रियस्येन्द्रियस्यार्थे रागद्वेषौ व्यवस्थितौ ।
तयोर्न वशमागच्छेत्तौ ह्यस्य परिपन्थिनौ ॥३- ३४॥

Bhagawad Gita 3.34

Indriyasyendriyasyārthe rāga-dveṣau vyavasthitau
tayor na vaśam āgacchet tau hy asya paripanthinau

kemelekatan (rāga) dan penolakan [keengganan] (dveṣau) tetap [tersembunyi] (vyavasthitau) dalam hal objek-objek (indriyasya arthe) dari indra (indriyasya),
tentu saja (hi) tidak boleh (na) terjebak [dibawah kendali] (vaśam āgacchet) keduanya (tayoḥ) itu [mereka adalah] (tau) musuh [penyebab halangan] (paripanthinau) miliknya [kedua] (asya).

Bhagawad Gita 3.35

श्रेयान्स्वधर्मो विगुणः परधर्मात्स्वनुष्ठितात् ।
स्वधर्मे निधनं श्रेयः परधर्मो भयावहः ॥३- ३५॥

Bhagawad Gita 3.35

śreyān sva-dharmo viguṇaḥ para-dharmāt sv-anuṣṭhitāt
sva-dharme nidhanaḿ śreyaḥ para-dharmo bhayāvahaḥ

menjalankan kewajiban sendiri (sva-dharmaḥ) dengan kekurangan [kesalahan] (viguṇaḥ) lebih baik daripada (śreyān) menjalankan kewajiban orang lain (para-dharmāt) dengan baik [sempurna] (su-anuṣṭhitāt),
Lebih baik (śreyaḥ) mati [hancur] (nidhanam) dalam pemenuhan kewajiban sendiri (sva-dharme) karena kewajiban orang lain (para-dharmaḥ) itu berbahaya (bhaya-āvahaḥ).

Bhagawad Gita 3.36

अर्जुन उवाच
अथ केन प्रयुक्तोऽयं पापं चरति पूरुषः ।
अनिच्छन्नपि वार्ष्णेय बलादिव नियोजितः ॥३- ३६॥

Bhagawad Gita 3.36

Arjuna uvāca
atha kena prayukto 'yaḿ pāpaḿ carati pūruṣaḥ
anicchann api vārṣṇeya balād iva niyojitaḥ

Arjuna berkata;
lalu (atha) oleh apa (kena) seseorang (puruṣaḥ) terdorong (prayuktaḥ) untuk melakukan (carati) dosa (pāpam) ini (ayam),
bahkan (api) dengan keengganan [tak rela] (anicchan) seolah-olah (ivā) didorong (niyojitaḥ) oleh kekuatan [paksaan] (balāt) wahai Krishna (vārṣṇeyā)

Bhagawad Gita 3.37

श्रीभगवानुवाच
काम एष क्रोध एष रजोगुणसमुद्भवः ।
महाशनो महापाप्मा विद्ध्येनमिह वैरिणम् ॥३- ३७॥

Bhagawad Gita 3.38

śrī-bhagavān uvāca
kāma eṣa krodha eṣa rajo-guṇa-samudbhavaḥ
mahāśano mahā-pāpmā viddhy enam iha vairiṇam

Krishna berkata:
keinginan (kāmaḥ) ini (eṣaḥ) muncul [lahir] (samudbhavaḥ) dari sifat nafsu material (rājāḥ-guṇa) ini (eṣaḥ) menjadi kemarahan (krodhaḥ),
melahap [menelan] semua (mahā-aśanaḥ) [dan] paling berdosa (mahā-pāpmā) ketahuilah (viddhi) [keinginan] ini (enam) musuh terbesar (vairiṇam) di dunia (iha).

Bhagawad Gita 3.38

धूमेनाव्रियते वह्निर्यथादर्शो मलेन च ।
यथोल्बेनावृतो गर्भस्तथा तेनेदमावृतम् ॥३- ३८॥

Bhagawad Gita 3.38

dhūmenāvriyate vahnir yathādarśo malena ca
yatholbenāvṛto garbhas tathā tenedam āvṛtam

seperti (yathā) asap (dhūmena) menyelimuti (āvriyate) bara api (vahniḥ) juga (ca) cermin (ādarśaḥ) berdebu (malena),
sama seperti (yathā) bayi [embrio] (garbhaḥ) yang ditutupi (āvṛtaḥ) oleh kandungan (ulbena) deikian pula (tathā) ini [kebijaksanaan] (idam) ditutupi (āvṛtam) dengan itu [keinginan] (tena).

Bhagawad Gita 3.39

आवृतं ज्ञानमेतेन ज्ञानिनो नित्यवैरिणा ।
कामरूपेण कौन्तेय दुष्पूरेणानलेन च ॥३- ३९॥

Bhagawad Gita 3.39

āvṛtaḿ jñānam etena jñānino nitya-vairiṇā
kāma-rūpeṇa kaunteya duṣpūreṇānalena ca

kebijaksanaan [pengetahuan] (jñānam) ditutupi (āvṛtam) oleh ini [nafsu] (etena) musuh abadi (nitya-vairiṇā) orang bijak (jñāninaḥ),
dalam bentuk (rūpeṇa) keinginan (kāma) yang tak pernah puas (duṣpūreṇa) dan (ca) membakar bagaikan kobaran api (analena), oh Arjuna (kaunteya)

Bhagawad Gita 3.40

इन्द्रियाणि मनो बुद्धिरस्याधिष्ठानमुच्यते ।
एतैर्विमोहयत्येष ज्ञानमावृत्य देहिनम् ॥३- ४०॥

Bhagawad Gita 3.40

indriyāṇi mano buddhir asyādhiṣṭhānam ucyate
etair vimohayaty eṣa jñānam āvṛtya dehinam

indera (indriyāṇi), pikiran (manaḥ), kecerdasan (buddhiḥ) dikatakan (ucyate) tempat [tinggal] (adhiṣṭhānam) dari itu [keinginan] (asya),
olehnya [keinginan] (eṣaḥ) mengaburkan [membingungkan] (vimohayāti) dia yang diwujudkan [sang diri] (dehinam) dengan menutupi (āvṛtya) pengetahuan (jñānam) oleh semua ini (etaiḥ).

Bhagawad Gita 3.41

तस्मात्त्वमिन्द्रियाण्यादौ नियम्य भरतर्षभ ।
पाप्मानं प्रजहि ह्येनं ज्ञानविज्ञाननाशनम् ॥३- ४१॥

Bhagawad Gita 3.41

tasmāt tvām indriyāṇy ādau niyamya Bhāratarṣabha
pāpmānaḿ prajāḥi hy enaḿ jñāna-vijñāna-nāśanam

karena itu (tasmāt) oh Arjuna (Bhārata-ṛṣabha) kendalikan [kontrol] (niyamya) indera (indriyāṇi) dirimu (tvām) dari [sejak] awal (ādau),
tentu saja (hi) dengan meninggalkan [membatasi] (prajāḥi) [keinginan] ini (enam) yang penuh dosa (pāpmānam) perusak (nāśanam) pengetahuan (jñāna) dan kebijaksanaan (vijñāna).

Bhagawad Gita 3.42

इन्द्रियाणि पराण्याहुरिन्द्रियेभ्यः परं मनः ।
मनसस्तु परा बुद्धिर्यो बुद्धेः परतस्तु सः ॥३- ४२॥

Bhagawad Gita 3.42

indriyāṇi parāṇy āhur indriyebhyaḥ paraḿ manaḥ
manasās tu parā buddhir yo buddheḥ paratas tu saḥ

dikatakan (āhuḥ) organ indera [panca indera] (indriyāṇi) mengungguli (parāṇi), yang lebih tinggi [halus] (param) dari panca indera (indriyebhyaḥ) adalah pikiran (manaḥ),
juga (tu) lebih halus (parā) dari pikiran (mānasaḥ) adalah kecerdasan (buddhiḥ) tetapi (tu) yang (yaḥ) paling halus [tinggi] (paratāḥ) dari kecerdasan (buddheḥ) adalah Dia [sang Diri] (saḥ).

Bhagawad Gita 3.43

एवं बुद्धेः परं बुद्ध्वा संस्तभ्यात्मानमात्मना ।
जहि शत्रुं महाबाहो कामरूपं दुरासदम् ॥३- ४३॥

Bhagawad Gita 3.43

evaḿ buddheḥ paraḿ buddhvā saḿstabhyātmānam ātmanā
jahi śatruḿ mahā-bāho kāma-rūpaḿ durāsadam

dengan demikian (evam) memahami (buddhvā) sang Diri (ātmanām) lebih unggul (param) dari kecerdasan (buddheḥ) dengan kontrol (saḿstabhya) sang Diri (ātmanā),
oh arjuna (mahā-bāho) mengalahkan [membunuh] (jahi) musuh (śatrum) dalam bentuk (rūpam) keinginan (kāma) yang tidak mudah ditundukan (durāsadam),

author