Bhagawad Gita Bab 10

No comment 872 views

Bhagawad Gita Bab 10

Bhagawad Gita Bab 10

Krisna Berkata:

“Wahai Arjuna, dengarkanlah sabda mulia ini sekali lagi, yang Ku-sampaikan karena kasih-Ku padamu, dan demi kebaikanmu sendiri.”

“Tiada dewa, malaikat, dan seorang resi pun mengetahui kesejatian wujud-Ku (tentang hakikat penjelmaan-Ku dalam wujud manusia); karena Akulah Sumber segala apa yang mereka miliki (segala pengetahuan dan kebijakan mereka).”

“Di antara kerumunan manusia, Ia yang memahami hakikat-Ku sebagai Hyang Tak Terlahirkan, Tak Berawal, dan Penguasa Tunggal Alam Semesta – adalah seseorang yang telah melampaui kebingungannya (yang tercipta oleh dualitas), sehingga ia pun terbebaskan dari segala dosa-kekhilafan.”

“Buddhi, Inteligensia atau akal-sehat untuk memilah; pengetahuan, pemahaman yang jernih dan tak berkabut; ketabahan atau kesabaran, kebenaran, pengendalian diri; dan, ketenangan yang tercipta oleh keseimbangan diri dalam segala keadaan seperti suka-duka, memiliki dan tidak memiliki atau ada dan tidak adanya sesuatu, mencekam atau sebaliknya;

“Tidak menyakiti atau sifat tanpa kekerasan, kesetaraan, kepuasan, kepelepasan atau kerelaan untuk berkorban, kedermawanan, ketenaran dan juga kecemaran – segala sifat dan keadaan yang beda dan saling bertentangan – berasal dari-Ku semua.”

“Ketujuh Resi Agung; empat (Maharesi) sebelumnya; dan, empat belas Manu atau Leluhur Umat Manusia, semuanya lahir atas kehendak-Ku – dari merekalah umat manusia berkembang, beranak-cucu di bumi ini.”

“Ia yang memahami hakikat Kemuliaan Ilahi, dan juga kekuasaan-Ku yang melampaui segala kekuatan alam, senantiasa berada dalam kesadaran Yoga; sungguh tak ada lagi keraguan dalam hal ini.”

“Akulah Sumber segala penciptaan; segala sesuatu di dunia ini bergerak dan terjadi karena-Ku. Dengan mengetahui hal ini, seorang bijak penuh devosi senantiasa menyembah-Ku dengan segenap kesadarannya.”

“Demikian dengan segenap gugusan pikiran serta perasaan mereka terpusatkan pada-Ku, para pa-nembah yang telah berserah diri, senantiasa mengenang-Ku, berbincang tentang ‘Aku’; saling mencerahkan, senantiasa puas diri, dan selalu bahagia dalam kesadaran-Ku.”

“Senantiasa manunggal dengan-Ku lewat meditasi dan memuja-Ku dengan penuh kasih, mereka memperoleh Pengertian Sejati dari-Ku, yang kemudian mengantar mereka pada-Ku.”

Untuk memberkahi mereka, ‘Aku’ yang bersemayam di dalam sanubari mereka, melenyapkan gelap-ketidaktahuan dengan menyalakan Pelita Pengetahuan Sejati.

Arjuna berkata:

Engkaulah Kebenaran Tunggal, Tujuan Akhir, dan Hyang Maha Menyucikan; Engkaulah Sang Puruṣa Ilahi – Jiwa Agung – Kekal, Abadi, Tak Terlahirkan dan Meliputi segalanya. Demikian pula menurut para resi mulia seperti Nārada; para bijak seperti Asita, Devala, dan Vyāsa yang agung. Pun demikian yang Kau katakan sendiri.

Wahai Kṛṣṇa, kupercayai semua yang telah Kau utarakan. Tiada dewa atau malaikat berkesadaran rohani, maupun dānavā atau makhluk-makhluk rendahan berkesadaran materiil yang memahami rahasia perwujudan-Mu. Wahai Hyang Maha Mengadakan segala sesuatu, Penguasa semua makhluk, Sang Dewa Agung di atas semua dewa, Penguasa Alam Semesta, wahai Puruṣottama (Kṛṣṇa, Manusia Utama), Jiwa Agung – sungguh Engkau sendiri yang tahu tentang hakikat diri-Mu. Sebab itu, hanya Engkau sendirilah yang dapat menjelaskan tentang kemahamuliaan-Mu yang meliputi alam semesta. Wahai Kṛṣṇa, dengan cara apakah mesti kurenungkan Kemuliaan-Mu setiap saat dan secara terus menerus? Wahai Begawan, pada aspek atau wujud manakah mesti kupusatkan kesadaranku dan bermeditasi?

Wahai Kṛṣṇa, jelaskanlah pula sekali lagi tentang kekuatan dan kemuliaan Yoga; sungguh tak bosan-bosannya kudengarkan wejangan-Mu yang mengandung Kebenaran Abadi, Amṛta, dan bagaikan hujan berkah.

Śrī Bhagavān bersabda:

“Wahai Arjuna, sekarang biarlah Kujelaskan tentang hakikat dan kemuliaan serta kekuasaan-Ku yang utama saja, karena sesungguhnya kemuliaan dan kekuasaan-Ku tak terbatas.”

“Wahai Arjuna, Akulah Jiwa Agung Semesta yang berada dalam diri setiap makhluk. Sebab itu, Akulah Awal, Tengah, dan juga Akhir semua makhluk.”

“Di antara para putera Aditi, Akulah Viṣṇu – Sang Pemelihara Agung; Matahari di antara benda-benda terang di angkasa; Aku pula Marīci, kemuliaan para Marut, Empat Puluh Sembilan jenis Angin yang bertiup; dan Akulah bulan di antara bintang-bintang.”

“Di antara Veda, sumber pengetahuan sejati, Akulah Sāmaveda; di antara para Dewa, Akulah Indra, Sang Pengendali indra; di antara indra-indra persepsi, Akulah Gugusan Pikiran serta Perasaan, Mind; Aku pula Kesadaran makhluk-makhluk hidup seantero alam.”

“Di antara sebelas Rudra, mereka yang memusnahkan untuk menjaga keseimbangan alam, Akulah Śaṅkara atau Śiva; di antara para Yakṣa dan Raksasa, penguasa alam tengah dan alam dunia yang bersifat materialis, Akulah Vitteśa atau Kubera. Di antara delapan elemen penyuci, Vasu, Akulah Api; dan, di antara Gunung-gunung, Akulah Meru.”

“Wahai Arjuna, di antara para Pandita atau Ilmuwan, ketahuilah Aku sebagai Bṛhaspati yang Agung; Di antara para Ahli Strategi Perang, Akulah Skanda – Panglima para Dewa; dan di antara Hamparan Air, Akulah Samudera.”

“Di antara para Maharesi, Akulah Bhṛgu; di antara aksara-aksara suci, Akulah Oṁ yang Maha Suci; di antara yagya, yajña, atau upacara persembahan pada Hyang Ilahi, Akulah Japa, pengulangan asma-Nya yang mulia (zikir, atau chanting); dan, di antara yang kukuh dan tak tergoyahkan, Akulah Himālaya.”

“Di antara pohon, Akulah Pohon Legendaris Aśvattha (sejenis peepal atau beringin); di antara para Resi di alam Surga, Akulah Nārada; di antara para Gandharva, penyanyi dan penghibur di alam Surga, Aku adalah Citraratha; dan di antara para siddha, petapa yang telah mencapai tujuan tapa, Akulah Kapila, Sang Muni – Pemikir, berhati tenang.”

“Di antara kuda-kuda legendaris, Akulah Kuda Surgawi Uccaiḥśrava, bersuara keras, yang lahir dari amṛta atau keabadian; di antara gajah, Akulah Airāvata, wahana Indra, Sang Penguasa Surga dan Pengendali indra; dan di antara manusia, Akulah Raja (yang bijak).”

“Di antara senjata, Akulah Vajra; di antara sapi, Akulah Kāmadhenu, yang berlimpah dan dapat memenuhi segala keinginan; Akulah Kāma atau nafsu birahi demi keberlangsungan kehidupan; dan di antara ular, Akulah ular Vāsuki atau Besuki.”

“Di antara naga, Akulah Ananta, yang Tak Berakhir; di antara makhluk-makhluk dalam air, Akulah Varuṇa; di antara roh leluhur, Akulah Aryamā – yang paling mulia; dan di antara penguasa, Akulah Yama – Dewa Maut.”

“Di antara daitya, dānava, atau raksasa, Akulah Prahlāda, panembah yang teguh dalam keyakinannya; di antara segala perhitungan, Akulah Sang Kāla, waktu; di antara hewan, Akulah Raja Rimba atau Singa; dan, di antara burung, Akulah Burung Garuda”

“Di antara yang Menyucikan, Akulah Angin; di antara para kesatria bersenjata, Akulah Śrī Rāma, Pembela Kebajikan. Di antara ikan, Akulah Ikan Hiu; dan, di antara sungai, Akulah Jāhnavī Gaṅgā, Pemberi Kehidupan.”

“Arjuna, Akulah Awal, Tengah, dan Akhir seluruh penciptaan. Di antara pengetahuan, Akulah Pengetahuan Sejati tentang Jiwa – Pengetahuan Spiritual; dan, di antara perdebatan, Akulah reasoning – akal sehat.”

“Di antara aksara, Akulah Aksara Pertama A; dalam tata bahasa (grammar), Akulah Kata Majemuk Setara (Copulative Compound); Akulah Sang Kāla yang Kekal, Abadi; Akulah Penopang Semesta, Wajah-Ku berada di mana-mana.”

“Akulah Maut yang memisahkan semua, Aku pula Asal-Usul – Awal-Mula bagi kelahiran baru. Di antara para Perempuan atau Sifat-sifat Keperempuanan/Feminin, para Dewi, Akulah Kīrti, Śrī, Vāk, Smṛti, Medhā, Dhṛti dan Kṣamā – Kemuliaan, Kesejahteraan, Kemampuan berbicara dengan baik, Daya Ingat, Kebijaksanaan, Keteguhan, dan Ketabahan atau Pemaafan.”

“Di antara lagu-lagu pujian yang berasal dari śruti atau wahyu, Akulah Bṛhatsāma; di antara mantra, himne Veda, Akulah Gāyatrī, Hyang Membebaskan; Di antara bulan, Akulah bulan Mārgaśīrṣaḥ (Bulan kelima dalam penanggalan Hindia kuno); dan, di antara musim, Akulah Musim Semi.”

“Di antara permainan berlandaskan tipu muslihat, Akulah Perjudian; Aku pula kemuliaan mereka yang mulia; kejayaan mereka yang jaya; keteguhan mereka yang berusaha dengan teguh; dan kebaikan mereka yang baik.”

“Di antara keturunan Vṛṣṇi, Akulah Vāsudeva (Kṛṣṇa, Putra Vasudeva, Pemelihara Bumi); Arjuna di antara Putra Pāṇḍu; Vyāsa di antara para muni atau petapa, dan Uśanā atau Śukrācārya di antara para penyair bijak.”

“Akulah kekuasaan prerogatif, atau kewenangan para penguasa; Akulah Nīti atau strategi kemenangan mereka yang keluar sebagai pemenang; bagi segala sesuatu yang mesti dirahasiakan, Akulah Bisu Seribu Bahasa; dan, Aku pula Kebijakan para bijak.”

“Arjuna, Akulah Benih Kehidupan. Sesungguhnya tiada satu pun wujud keberadaan, baik yang bergerak, maupun yang tidak bergerak, yang dapat eksis tanpa-Ku.”

“Arjuna, manifestasi atau perwujudan keilahian-Ku, kemuliaan-Ku sungguh Tak-Terbatas. Apa yang Kuuraikan hanyalah sebagian kecil saja.”

“Di mana pun kau melihat kemuliaan, kilauan, dan keagungan atau kesaktian, ketahuilah bahwa semuanya itu hanyalah merupakan bagian kecil dari kemuliaan-Ku.”

“Tapi, apa yang akan kau peroleh dari penguraian panjang lebar (tentang kemulian-Ku), Arjuna? Cukupkah kiranya (untuk kau ketahui) bahwa alam semesta ini Ku-topang dengan sebagian kecil dari kekuatan-Ku.”

Bhagawad Gita Bab 10

Bhagawad Gita 10.1

10.2

न मे विदुः सुरगणाः प्रभवं न महर्षयः ।

अहमादिर्हि देवानां महर्षीणां च सर्वशः ॥१०- २॥

na me viduḥ sura-gaṇāḥ prabhavaḿ na maharṣayaḥ

aham ādir hi devānāḿ maharṣīṇāḿ ca sarvaśaḥ

tidak ada (na) para dewa (sura-gaṇāḥ) tidak ada (na) maharsi (mahā-ṛṣayaḥ) yang mengetahui [mengenal] (viduḥ) keagungan [asal] (prabhavam) ku (me),

dalam segala hal (sarvāsaḥ) Aku (aham) memang (hi) sumber [asal] (ādiḥ) para dewata (devānām) dan (ca) maharsi hebat (mahā-ṛṣīṇām)

10.3

यो मामजमनादिं च वेत्ति लोकमहेश्वरम् ।

असंमूढः स मर्त्येषु सर्वपापैः प्रमुच्यते ॥१०- ३॥

yo mām ajam anādiḿ ca vetti loka-maheśvaram

asammūḍhaḥ sa martyeṣu sarva-pāpaiḥ pramucyate

barang siapa (yaḥ) mengenal (vetti) aku (mām) sebagai yang tidak dilahirkan (ajam) tidak awal mula (anādim) dan (ca) sebagai Tuhan Pengendali [penguasa] (mahā-īśvaram) alam semesta (loka),

dia (saḥ) diantara mahkluk yang tak abadi [yang mengalami kematian] (martyeṣu) yang tidak terbingungkan [tanpa keraguan] (asammūḍhaḥ) dibebaskan [diselamatkan] (pramucyate) dari segala dosa (sarva-pāpaiḥ).

10.4

बुद्धिर्ज्ञानमसंमोहः क्षमा सत्यं दमः शमः ।

सुखं दुःखं भवोऽभावो भयं चाभयमेव च ॥१०- ४॥

buddhir jñānam asammohaḥ kṣamā satyaḿ damaḥ śamaḥ

sukhaḿ duḥkhaḿ bhavo 'bhāvo bhayaḿ cābhayam eva ca

budi pekerti (buddhiḥ) pengetahuan (jñānam) bebas dari keraguan (asammohaḥ) pengampunan (kṣamā) kejujuran (satyam) pengendalian diri [ketenangan] (damaḥ) pengendalian pikiran [ketenangan batin] (samaḥ),

kebahagiaan (sukham) kesedihan (duḥkham) kelahiran (bhāvaḥ) juga (ca) kematian (abhāvaḥ) ketakutan (bhayam) dan juga (evā ca) keberanian (abhayam).

10.5

अहिंसा समता तुष्टिस्तपो दानं यशोऽयशः ।

भवन्ति भावा भूतानां मत्त एव पृथग्विधाः ॥१०- ५॥

ahiḿsā samatā tuṣṭis tapo dānaḿ yaśo 'yaśaḥ

bhavānti bhāvā bhūtānāḿ matta eva pṛthag-vidhāḥ

tanpa kekerasan (ahiḿsā) keseimbangan jiwa (samatā) kepuasan (tuṣṭiḥ) penghematan [laku tapa] (tapaḥ) amal [kedermawanan] (dānam) kemasyuran (yaśaḥ) pencemaran [penghinaan] (ayaśaḥ),

berbagai keadaan (pṛthak-vidhāḥ) kodrat [kualitas] (bhāvaḥ) dari makhluk hidup (bhūtānām) yang datang [terjadi] (bhavānti) pastinya [sendiri] (evā) dari-Ku (mattaḥ).

10.6

महर्षयः सप्त पूर्वे चत्वारो मनवस्तथा ।

मद्भावा मानसा जाता येषां लोक इमाः प्रजाः ॥१०- ६॥

maharṣayaḥ sapta pūrve catvāro manavas tathā

mad-bhāvā mānasā jātā yeṣāḿ loka imāḥ prajāḥ

tujuh (sapta) maharsi (mahā-ṛṣayaḥ) sebelumnya [dahulu kala] (pūrve) demikian pula (tathā) empat (catvāraḥ) para manu (mānavāḥ),

lahir dari-Ku (mat-bhāvaḥ) dari pikiran-Ku (mānasaḥ) dari mereka (yeṣām) semua ini (imāḥ) makhluk (prajāḥ) di dunia (loke) dilahirkan (jātāḥ).

10.7

एतां विभूतिं योगं च मम यो वेत्ति तत्त्वतः ।

सोऽविकम्पेन योगेन युज्यते नात्र संशयः ॥१०- ७॥

etāḿ vibhūtiḿ yogaḿ ca mama yo vetti tattvataḥ

so 'vikalpena yogena yujyate nātra saḿśayaḥ

siapapun (yaḥ) yang mengetahui (vetti) kebenaran (tattvataḥ) kemuliaan [manifestasi] (vibhūtim) dan (ca) kekuatan yoga [ilahi] (yogam) ku (mama) ini (etām),

dia (saḥ) akan bersatu [denganKU] (yujyate) dengan keteguhan [tidak goyah] (avikalpena) dalam yoga (yogena) hal ini (atra) tidak perlu diragukan lagi (na saḿśayaḥ).

10.8

अहं सर्वस्य प्रभवो मत्तः सर्वं प्रवर्तते ।

इति मत्वा भजन्ते मां बुधा भावसमन्विताः ॥१०- ८॥

ahaḿ sarvasya prabhavo mattaḥ sarvaḿ prāvartate

iti matvā bhajante māḿ budhā bhāva-samanvitāḥ

Aku (aham) asal-usul (prabhāvaḥ) dari semuanya (sarvasya) dari-Ku (mattaḥ) semuanya (sarvam) dihasilkan [tercipta] (prāvartate),

dengan demikian (iti) setelah mengetahuinya (matvā) orang bijak (budhāḥ) menyembah [ibadah] (bhajante) pada-Ku (mām) dengan penuh keyakinan (bhāva-samanvitāḥ).

10.9

मच्चित्ता मद्गतप्राणा बोधयन्तः परस्परम् ।

कथयन्तश्च मां नित्यं तुष्यन्ति च रमन्ति च ॥१०- ९॥

mac-cittā mad-gata-prāṇā bodhayantaḥ parasparam

kathayantaś ca māḿ nityaḿ tuṣyanti ca ramanti ca

dengan pikiran fokus kepada-Ku (mat-cittaḥ) mempersembahkan hidupnya kepada-Ku (mat-gata-prāṇāḥ) salaing mencerahkan (bodhayantaḥ) satu sama lainnya (parasparam),

dan (ca) selalu (nityam) membicarakan (kathayantaḥ) juga (ca) puas (tusyānti) dan (ca) bahagia (ramanti) dengan-Ku (mām).

10.10

तेषां सततयुक्तानां भजतां प्रीतिपूर्वकम् ।

ददामि बुद्धियोगं तं येन मामुपयान्ति ते ॥१०- १०॥

teṣāḿ satata-yuktānāḿ bhajatāḿ prīti-pūrvakam

dadāmi buddhi-yogaḿ taḿ yenamāmupayāntite

kepada mereka (teṣām) yang setia [tekun] (satata-yuktānām) memuja (bhajatām) dengan cinta suci (prīti-pūrvakam),

ku anugrahi (dadāmi) pemahaman ilahi (buddhiyogam) dimana (yena) dengan itu (tam) mereka (te) datang (upayānti) kepada-Ku (mām).

10.11

तेषामेवानुकम्पार्थमहमज्ञानजं तमः ।

नाशयाम्यात्मभावस्थो ज्ञानदीपेन भास्वता ॥१०- ११॥

teṣām evānukampārtham aham ajñāna-jaḿ tamaḥ

nāśayāmy ātma-bhāva-stho jñāna-dīpena bhāsvatā

hanya (evā) karena kasih sayang (anukampā-artham) aku (aham) kepadanya (teṣām) kegelapan (tamaḥ) yang lahir dari ketidaktahuan (ajñāna-jam),

yang tinggal (sthaḥ) didalam dirinya [hati mereka] (ātma-bhāva) dihancurkan (nāśayāmi) dengan cahaya (bhāsvatā) lampu (dīpena) pengetahuan [kebijaksanaan] (jñāna)

10.12

अर्जुन उवाच 

परं ब्रह्म परं धाम पवित्रं परमं भवान् ।

पुरुषं शाश्वतं दिव्यमादिदेवमजं विभुम् ॥१०- १२॥

Arjuna uvāca

paraḿ brahma paraḿ dhāma pavitraḿ paramaḿ bhavān

puruṣaḿ śāśvataḿ divyam ādi-devam ajaḿ vibhum

Arjuna berkata:

engkaulah (bhavān) kebenaran paling agung (param brahma) tempat tertinggi (param dhāma) pemurnian (pavitram) paling utama (paramam),

pribadi ilahi (puruṣam divyam) yang abadi (śāśvatam) Dewa Utama (ādi-devam) yang tak dilahirkan (ajam) meresapi segalanya (vibhum).

10.13

आहुस्त्वामृषयः सर्वे देवर्षिर्नारदस्तथा ।

असितो देवलो व्यासः स्वयं चैव ब्रवीषि मे ॥१०- १३॥

āhus tvām ṛṣayaḥ sarve devarṣir nāradas tathā

asito devalo vyāsaḥ svayaḿ caiva bravīṣi me

semua (sarve) maharsi (ṛṣayaḥ) menyatakan (āhuḥ) tentang-Mu (tvām) Dewarsi (deva-ṛṣiḥ) Narada (nāradaḥ) juga (tathā),

Asita (asitaḥ) Dewala (devalaḥ) Byasa (vyāsaḥ) dan (ca) bahkan (evā) secara pribadi (svayam) [anda] menjelaskan (bravīṣī) padaku (me).

10.14

सर्वमेतदृतं मन्ये यन्मां वदसि केशव ।

न हि ते भगवन्व्यक्तिं विदुर्देवा न दानवाः ॥१०- १४॥

sarvam etad ṛtaḿ manye yan māḿ vadasi keśava

na hi tebhagavan vyaktiḿ vidur devā na dānavāḥ

oh krishna (keśava) saya pikir [anggap] (manye) semua (sarvam) yang (yat) anda sampaikan (vadasi) ini (etat) kepadaku (mām) adalah kebenaran (ṛtam)

memang (hi) tidak ada (na) dewa (devāḥ) tidak juga (na) setan (dānavāḥ) yang mengetahui (viduḥ) manifestasi (vyaktim) mu (te) oh krishna (bhagavan).

10.15

स्वयमेवात्मनात्मानं वेत्थ त्वं पुरुषोत्तम ।

भूतभावन भूतेश देवदेव जगत्पते ॥१०- १५॥

svayam evātmanātmānaḿ vettha tvaḿ puruṣottama

bhūta-bhāvana bhūteśa deva-deva jagat-pate

tentunya (evā) anda (tvām) sendiri (svayam) yang mengenal (vettha) diri anda (ātmanām) sendiri (ātmanā) wahai Manusia Utama [krishna] (puruṣa-uttama),

pencipta semua makhluk (bhuta-bhāvanā) Tuhan patra makhluk (bhūta-īśa) dewa dari para dewa (deva-deva) penguasa alam semesta (jagat-pate).

10.16

वक्तुमर्हस्यशेषेण दिव्या ह्यात्मविभूतयः ।

याभिर्विभूतिभिर्लोकानिमांस्त्वं व्याप्य तिष्ठसि ॥१०- १६॥

vaktum arhasy aśeṣeṇa divyā hy ātma-vibhūtayaḥ

yābhir vibhūtibhir lokān imāḿs tvaḿ vyāpya tiṣṭhasi

ceritakan [gambarkan] (vaktum) dengan baik [seharusnya] (arhasi) detail [terperinci] (aśeṣeṇa) tentunya (hi) manifestasi (vibhūtayaḥ) sang Diri (ātmā)yang ilahi itu (divyāḥ),

yang mana (yābhiḥ) manifestasi (vibhūtibhiḥ) anda (tvām) yang meresapi [meliputi] (vyāpya) dan tinggal (tiṣṭhasi) di dunia (lokān) ini (imān).

10.17

कथं विद्यामहं योगिंस्त्वां सदा परिचिन्तयन् ।

केषु केषु च भावेषु चिन्त्योऽसि भगवन्मया ॥१०- १७॥

kathaḿ vidyām ahaḿ yogiḿs tvāḿ sadā paricintayan

keṣu keṣu ca bhāveṣu cintyo 'si bhagavan mayā

bagaimana (katham) aku (aham) mengetahui (vidyām) anda (tvām) oh Mahayogi [krishna] (yogin) apakah dengan selalu (sadā) memikirkanmu [meditasi] (paricintayan)?

dan (ca) olehku (mayā) harus diingat (cintyaḥ asi) dalam itu (keṣu) bentuk apa (keṣu) aspek apa (bhāveṣu) oh bhagawan [krishna] (bhagavan).

10.18

विस्तरेणात्मनो योगं विभूतिं च जनार्दन ।

भूयः कथय तृप्तिर्हि शृण्वतो नास्ति मेऽमृतम् ॥१०- १८॥

vistareṇātmano yogaḿ vibhūtiḿ ca janārdana

bhūyaḥ kathaya tṛptir hi śṛṇvato nāsti me 'mṛtam

rinci [detailkan] (vistareṇa) manifestasi (vibhūtim) dan (ca) kekuatan yoga (yogam) Sang Diri-mu (ātmanāḥ) oh krishna (jana-ardana),

tentu (hi) beritahukan (kathaya) lebih lanjut (bhūyaḥ) tiada (na asti) kepuasan (tṛptiḥ) ku (me) mendengar  (śṛṇvataḥ) yang bagaikan madu itu (amṛtam)

10.19

श्रीभगवानुवाच

हन्त ते कथयिष्यामि दिव्या ह्यात्मविभूतयः ।

प्राधान्यतः कुरुश्रेष्ठ नास्त्यन्तो विस्तरस्य मे ॥१०- १९॥

śrī-bhagavān uvāca

hanta tekathayiṣyāmi divyāhyātma-vibhūtayaḥ

prādhānyataḥ kuru-śreṣṭha nāstyantovistarasya me

Krishna berkata:

ya (hanta) tentu (hi) ku jelaskan (kathayiṣyāmi) kepadamu (te) manifestasi (vibhūtayaḥ) rohani (divyāḥ) sang Diri-ku (ātma),

hanya yang paling penting saja (prādhānyataḥ) oh Arjuna (kuru-śreṣṭha) tiada (na asti) batas [akhir] (antaḥ) betangan [rincian] (vistarasya) ku (me)

10.20

अहमात्मा गुडाकेश सर्वभूताशयस्थितः ।

अहमादिश्च मध्यं च भूतानामन्त एव च ॥१०- २०॥

aham ātmā guḍākeśa sarva-bhūtāśaya-sthitaḥ

aham ādiś ca madhyaḿ ca bhūtānām anta eva ca

wahai Arjuna (guḍākeśa) Akulah (aham) sang Diri (ātmā) yang bersemayam dalam hati (āśaya-sthitaḥ) semua makhluk (sarva-bhūta)

dan (ca) Akulah (aham) awal (ādiḥ) juga (ca) tengah (madhyam) dan pastinya (evā ca) akhir (antaḥ) dari semua makhluk (bhūtānām)

10.21

आदित्यानामहं विष्णुर्ज्योतिषां रविरंशुमान् ।

मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥१०- २१॥

ādityānām ahaḿ viṣṇur jyotiṣāḿ ravir aḿśumān

marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaḿ śaśī

diantara para Aditya (ādityānām) akulah (aham) wisnu (viṣṇuḥ) diantara sumber cahaya (jyotiṣām) adalah matahari (raviḥ) yang bersinar (aḿśu-mān),

diantara angin (marutām) diriku (asmi) marici (marīciḥ) diantara bintang (nakṣatrāṇām) akulah (aham) bulan (śaśī).

10.22

वेदानां सामवेदोऽस्मि देवानामस्मि वासवः ।

इन्द्रियाणां मनश्चास्मि भूतानामस्मि चेतना ॥१०- २२॥

vedānāḿ sāma-vedo 'smi devānām asmi vāsavaḥ

indriyāṇāḿ manaś cāsmi bhūtānām asmi cetanā

diantara veda (vedānam) akulah (asmi) samaveda (sāma-vedaḥ) dari para dewa (devānām) diriku (asmi) Wasu [raja surgawi] (vāsavaḥ),

diantara semua indera (indriyāṇām) aku (asmi) pikiran (manaḥ) dan (ca) diantara semua makhluk (bhūtānām) akulah (asmi) kesadaran (cetanā).

10.23

रुद्राणां शंकरश्चास्मि वित्तेशो यक्षरक्षसाम् ।

वसूनां पावकश्चास्मि मेरुः शिखरिणामहम् ॥१०- २३॥

rudrāṇāḿ śańkaraśc āsmi vitteśo yakṣa-rakṣasām

vasūnāḿ pāvakaś cāsmi meruḥ śikhariṇām aham

diantara para Rudra (rudrāṇām) akulah (asmi) Sangkara (śańkaraḥ) dan (ca) penguasa kekayaan [kubera] (vitta-īśaḥ) diantara para yaksa dan raksasa (yakṣa-rakṣasām),

dari para wasu (vasūnām) akulah (asmi) api (pavakaḥ) dan (ca) diantara gunung (śikhariṇām) akulah (aham) meru (meruḥ).

10.24

पुरोधसां च मुख्यं मां विद्धि पार्थ बृहस्पतिम् ।

सेनानीनामहं स्कन्दः सरसामस्मि सागरः ॥१०- २४॥

purodhasāḿ ca mukhyaḿ māḿ viddhi pārtha bṛhaspatim

senānīnām ahaḿ skandaḥ sarasām asmi sāgaraḥ

oh Arjuna (pārtha) diantara para pendeta (purodhasām) dan (ca) ketahuilah (viddhi) diriku (mām) pimpinan para pendeta (mukhyam) brhaspati (bṛhaspatim),

akulah (aham) skanda [kartikeya] (skandaḥ) diantara panglima perang [pimpinan prajurit] (senānīnām), aku (asmi) lautan (sāgaraḥ) diantara semua genangan air (sarasām).

10.25

महर्षीणां भृगुरहं गिरामस्म्येकमक्षरम् ।

यज्ञानां जपयज्ञोऽस्मि स्थावराणां हिमालयः ॥१०- २५॥

maharṣīṇāḿ bhṛgur ahaḿ girām asmy ekam akṣaram

yajñānāḿ japa-yajño 'smi sthāvarāṇāḿ himālayaḥ

aku (aham) Bhrigu (bhṛguḥ) diantara para maharsi (mahā-ṛṣīṇām) aku (asmi) pranawa OM (ekamakṣaram) diantara vibrasi suara (girām),

akulah (asmi) pengucapan nama suci (japa-yajñaḥ) diantara korban suci (yajñānām) gunung himalaya (himālayaḥ) diantara benda mati (sthāvarāṇām).

10.26

अश्वत्थः सर्ववृक्षाणां देवर्षीणां च नारदः ।

गन्धर्वाणां चित्ररथः सिद्धानां कपिलो मुनिः ॥१०- २६॥

aśvatthaḥ sarva-vṛkṣāṇāḿ devarṣīṇāḿ ca nāradaḥ

gandharvāṇāḿ citrarathaḥ siddhānāḿ kapilo muniḥ

adalah pohon beringin (aśvatthaḥ) diantara semua pepohonan (sarva-vṛkṣāṇām) dan (ca) Rsi Narada (nāradaḥ) diantara para rsi ilahi (deva-ṛṣīṇām),

adalah citraratha (citrarathaḥ) diantara para gandharwa (gandharvāṇām) maharsi Kapila (kapilah muniḥ) diantara muni-sempurna (siddhānām).

10.27

उच्चैःश्रवसमश्वानां विद्धि माममृतोद्भवम् ।

ऐरावतं गजेन्द्राणां नराणां च नराधिपम् ॥१०- २७॥

uccaiḥśravaśam aśvānāḿ viddhi mām amṛtodbhavam

airāvataḿ gajendrāṇāḿ narāṇāḿ ca narādhipam

ketahuilah (viddhi) diriku (mām) adalah uccaihsrawa (uccaiḥśravaśam) diantara bangsa kuda (aśvānām) yang muncul saat pemutaran gunung mahameru (amṛta-udbhavam),

adalah Airawata (airāvatam) diantara para gajah ilahi (gaja-indrāṇām) dan maharaja (nara-adhipam) diatara manusia biasa (narāṇām).

10.28

आयुधानामहं वज्रं धेनूनामस्मि कामधुक् ।

प्रजनश्चास्मि कन्दर्पः सर्पाणामस्मि वासुकिः ॥१०- २८॥

āyudhānām ahaḿ vajraḿ dhenūnām asmi kāmadhuk

prājanaś cāsmi kandarpaḥ sarpāṇām asmi vāsukiḥ

akulah (aham) petir (vajram) diantara senjata hebat (āyudhānām) aku (asmi) kamadhenu (kāma-dhuk) diantara sapi ilahi (dhenūnām),

aku (asmi) dewa asmara (kandarpaḥ) diatara penyebab makhluk berkembang biak (prājanaḥ) dan (ca) akulah (asmi) Basuki (vāsukiḥ) diantara bangsa ular (sarpāṇām).

10.29

अनन्तश्चास्मि नागानां वरुणो यादसामहम् ।

पितॄणामर्यमा चास्मि यमः संयमतामहम् ॥१०- २९॥

anantaś cāsmi nāgānāḿ varuṇo yādasām aham

pitṝṇām aryamā cāsmi yamaḥ saḿyamatām aham

Akulah (asmi) Ananta (anantāḥ) diantara bangsa naga (nāgānām) dan (ca) aku (aham) Baruna (varuṇaḥ) diantara penguasa air (yādasām),

aku (asmi) aryama (aryamā) diantara arwah leluhur (pitṝṇām) dan (ca) aku (aham) yama (yamaḥ) diantara penegak hukum [hakim] (saḿyamatam).

10.30

प्रह्लादश्चास्मि दैत्यानां कालः कलयतामहम् ।

मृगाणां च मृगेन्द्रोऽहं वैनतेयश्च पक्षिणाम् ॥१०- ३०॥

prahlādaś cāsmi daityānāḿ kālaḥ kalayatām aham

mṛgāṇāḿ ca mṛgendro 'haḿ vainateyaś ca pakṣiṇām

akulah (asmi) pralada (prahlādaḥ) diantara bangsa rakshasa (daityānām) dan (ca) akulah (aham) waktu (kālaḥ) diantara penakluk (kalayatām),

dan (ca) aku (aham) Singa (mṛga-indraḥ) diantara binatang (mṛgāṇām) juga (ca) garuda (vainateyah) diantara bangsa burung (pakṣiṇām).

10.31

पवनः पवतामस्मि रामः शस्त्रभृतामहम् ।

झषाणां मकरश्चास्मि स्रोतसामस्मि जाह्नवी ॥१०- ३१॥

pavanaḥ pavatām asmi rāmaḥ śastra-bhṛtām aham

jhaṣāṇāḿ makaraś cāsmi srotasām asmi jāhnavī

akulah (asmi) angin (pavanaḥ) diatara pemurnian (pavatām) akulah (aham) sang rama (rāmaḥ) diantara para pejuang (śastra-bhṛtām),

aku (asmi) buaya [hiu] (makaraḥ) diantara penghuni air (jhaṣāṇām) dan (ca) aku (asmi) gangga (jāhnavī) diantara sungai (srotasām).

10.32

सर्गाणामादिरन्तश्च मध्यं चैवाहमर्जुन ।

अध्यात्मविद्या विद्यानां वादः प्रवदतामहम् ॥१०- ३२॥

sargāṇām ādir antaś ca madhyaḿ caivāham Arjuna

adhyātma-vidyā vidyānāḿ vādaḥ pravadatām aham

oh arjuna, memang (evā) akulah (aham) awal (ādiḥ) dan (ca) akhir (antaḥ) juga (ca) pertengahan (madhyam) dari semua ciptaan (sargāṇām),

akulah (aham) pengetahuan tentang sang Diri (adhyātma-vidyā) diantara segala ilmu pengetahuan (vidyānām) kesimpulan (vādaḥ) dari semua argumentasi (pravadatam).

10.33

अक्षराणामकारोऽस्मि द्वन्द्वः सामासिकस्य च ।

अहमेवाक्षयः कालो धाताहं विश्वतोमुखः ॥१०- ३३॥

akṣarāṇām a-kāro 'smi dvandvaḥ sāmāsikasya ca

aham evākṣayaḥ kālo dhātāhaḿ viśvato-mukhaḥ

akulah (asmi) huruf A (a-kāraḥ) diantara abjad (akṣarāṇām) dan (ca) kata majemuk setara (dvandvaḥ) diatara kata majemuk (sāmāsikasya),

tentu (evā) akulah (aham) waktu (kālaḥ) yang kekal (akṣayaḥ) Akulah (aham) brahma [wajah yang serba bisa] (viśvataḥ-mukhaḥ) sang pencipta (dhātā).

10.34

मृत्युः सर्वहरश्चाहमुद्भवश्च भविष्यताम् ।

कीर्तिः श्रीर्वाक्च नारीणां स्मृतिर्मेधा धृतिः क्षमा ॥१०- ३४॥

mṛtyuḥ sarva-haraś cāham udbhavaś ca bhaviṣyatām

kīrtiḥ śrīr vāk ca nārīṇāḿ smṛtir medhā dhṛtiḥ kṣamā

akulah (aham) kematian (mṛtyuḥ) yang menghancurkan semuanya (sarva-haraḥ) dan (ca) asal mula (udbhavaḥ) dari kehidupan yang akan datang (bhaviṣyatām) juga (ca),

kemasyuran (kīrtiḥ) kemakmuran (śrīḥ) ucapan lembut (vāk) ingatan (smṛtiḥ) kecerdasan (medhā)  ketegasan (dhṛtiḥ) dan (ca) kesabaran (kṣamā) diantara sifat feminim (nārīṇām).

10.35

बृहत्साम तथा साम्नां गायत्री छन्दसामहम् ।

मासानां मार्गशीर्षोऽहमृतूनां कुसुमाकरः ॥१०- ३५॥

bṛhat-sāma tathā sāmnāḿ gāyatrī chandasām aham

māsānāḿ mārga-śīrṣo 'ham ṛtūnāḿ kusumākaraḥ

Akulah (aham) Brhatsama (bṛhat-sāma) diantara nyanyian pujaan dalam samaveda (sāmnām) juga (tathā) gayatri (gāyatrī) dalam mantra suci rigveda (chandasām),

akulah (aham) sasih kalima (mārga-śīrṣaḥ) diantara bulan kalender (māsānām) musim semi [musim bunga] (kusuma-ākaraḥ) diantara semua musim (ṛtūnām).

10.36

द्यूतं छलयतामस्मि तेजस्तेजस्विनामहम् ।

जयोऽस्मि व्यवसायोऽस्मि सत्त्वं सत्त्ववतामहम् ॥१०- ३६॥

dyūtaḿ chalayatām asmi tejas tejasvinām aham

jayo 'smi vyavasāyo 'smi sattvaḿ sattvavatām aham

Akulah (asmi) perjudian (dyūtam) diantara semua tipuan (chalayatām) Akulah (aham) kemuliaan (tejaḥ) diantara keindahan (tejasvinām),

Aku (asmi) adalah kemenangan (jayaḥ) Aku (asmi) adalah tekad [daya upaya] (vyavasāyaḥ) Akulah (aham) kebajikan (sattvām) diantara segala yang baik (sattva-vatām).

10.37

वृष्णीनां वासुदेवोऽस्मि पाण्डवानां धनंजयः ।

मुनीनामप्यहं व्यासः कवीनामुशना कविः ॥१०- ३७॥

vṛṣṇīnāḿ vāsudevo 'smi pāṇḍavānāḿ dhanañjayaḥ

munīnām apy ahaḿ vyāsaḥ kavīnām uśanā kaviḥ

Akulah (asmi) Krishna (vāsudevaḥ) diantara keturunan Wrisni (vṛṣṇīnām) Arjuna (dhanañjayah) diantara pandawa (pāṇḍavānām),

Aku (aham) Wyasa (vyāsaḥ) diantara mahamuni (munīnām) juga (api) Sukracharya (uśanā) diantara para pemikir (kavīnām) penyair (kaviḥ).

10.38

दण्डो दमयतामस्मि नीतिरस्मि जिगीषताम् ।

मौनं चैवास्मि गुह्यानां ज्ञानं ज्ञानवतामहम् ॥१०- ३८॥

daṇḍo damayatām asmi nītir asmi jigīṣatām

maunaḿ caivāsmi guhyānāḿ jñānaḿ jñānavatām aham

Akulah () kekuatan hukum (daṇḍaḥ) dari para penguasa [penegak hukum] (damayatām) Aku (asmi) adalah moralitas (nītiḥ) diantara para pencari kemenangan (jigīṣatām),

dan (ca) tentunya (evā) Aku (asmi) sikap diam (maunam) diantara segala rahasia (guhyānām) Akulah (aham) pengetahuan (jñānam) dari orang bijak (jñāna-vatām).

10.39

यच्चापि सर्वभूतानां बीजं तदहमर्जुन ।

न तदस्ति विना यत्स्यान्मया भूतं चराचरम् ॥१०- ३९॥

yac cāpi sarva-bhūtānāḿ bījaḿ tad aham Arjuna

na tad asti vinā yat syān mayā bhūtaḿ carācaram

dan (ca) juga (api) apapun (yat) benih (bījam) dari segala ciptaan (sarva-bhūtānām) itu (tat) adalah Aku (aham) hai Arjuna,

tidak (na) ada (asti) entitas (tat) ciptaan (bhūtam) bergerak dan tidak bergerak (cara-acaram) yang (yat) bisa ada [hadir] (syāt) tanpa (vinā) diriku (mayā).

10.40

नान्तोऽस्ति मम दिव्यानां विभूतीनां परन्तप ।

एष तूद्देशतः प्रोक्तो विभूतेर्विस्तरो मया ॥१०- ४०॥

nānto 'sti mama divyānāḿ vibhūtīnāḿ parantapa

eṣa tūddeśataḥ prokto vibhūter vistaro mayā

tidak (na) ada (asti) akhir (antah) dari manifestasi (vibhutinam) ilahi (divyanam) ku (mama) hai Arjuna (parantapa),

namun (tu) semuaini (esah) uraian singkat (uddesatah) diungkapkan (proktah) luasnya (vistarah) manifastasi (vibhuteḥ) ku (maya).

10.41

यद्यद्विभूतिमत्सत्त्वं श्रीमदूर्जितमेव वा ।

तत्तदेवावगच्छ त्वं मम तेजोंऽशसंभवम् ॥१०- ४१॥

yad yad vibhūtimatsat tvaḿ śrīmad ūrjitam eva vā

tat tad evāvagaccha tvaḿ mama tejo-'ḿśa-sambhavam

sesungguhnya (eva) apapun (yatyat) yang memiliki (mat) keunggulan (vibhuti) kebajikan (sattvām) keindahan (sri-mat) atau (va) kemuliaan (urjitam),

engkau (tvam) ketahui (avagaccha) semua itu (tat tat) memang (eva) sebagian (amsa) sinar [kemuliaan] (tejaḥ) ciptaan (sambhavam) ku (mama).

10.42

अथवा बहुनैतेन किं ज्ञातेन तवार्जुन ।

विष्टभ्याहमिदं कृत्स्नमेकांशेन स्थितो जगत् ॥१०- ४२॥

athavā bahūnaitena kiḿ jñātena tavārjuna

viṣṭabhyāham idaḿ kṛtsnam ekāḿśena sthito jagat

jika tidak (athava) dengan ini (etena) untuk apa (kim) pengetahuan (jnatena) mu (tavā) yang banyak [terperinci] (bahuna) oh Arjuna?,

dengan satu (eka) bagianku (amsena) ini (idam) aku (aham) berada [dalam situasi] (sthitaḥ) diseluruh (krtsnam) alam semesta (jagat) dan meliputinya (vistabhya).

author