Bhagawad Gita Bab 11

No comment 255 views

Bhagawad Gita Bab 11

Bhagawad Gita Bab 11

Arjuna berkata:

Berkat wejangan-Mu yang penuh kasih tentang rahasia hakikat Jiwa yang telah Kau sampaikan padaku, sirnalah sudah segala keraguanku. Telah kudengarkan secara rinci dari-Mu, wahai Kṛṣṇa, ikhwal ciptaan, evolusi, dan peleburan makhluk-makhluk seantero alam; pun tentang kemuliaan-Mu.

Wahai Parameśvara (Kṛṣṇa Hyang Maha Mulia), Engkau memang persis seperti apa yang Kau jelaskan tentang diri-Mu. Namun, kiranya, jika memungkinkan, aku dapat melihat, menyaksikan wujud Ilahi-Mu, wahai Kṛṣṇa. Kṛṣṇa, jika Engkau pikir, aku dapat menyaksikan (wujud Hakiki-Mu yang mulia), wahai Yogeśvara (Kṛṣṇa, Penguasa Yoga), sudilah kiranya Engkau memperlihatkan wujud-Mu Hyang Tak Pernah Punah itu.

Śrī Bhagavān bersabda:

Arjuna, lihatlah wujud-Ku yang terdiri dari beratus-ratus, beribu-ribu wujud – beraneka ragam warna dan bentuk. Arjuna, lihatlah di dalam diri-Ku, Keduabelas Āditya, para dewa di bawah pimpinan Varuṇa, Penguasa Laut; Sebelas Rudra yang bertugas untuk memusnahkan kejahatan; Delapan Vasu di bawah pimpinan Indra, Penguasa Langit; Kembaran Aśvinī-Kumāra, mereka yang menguasai ilmu pengetahuan; Empat puluh Sembilan Marut, variasi-variasi elemen angin; dan banyak lagi wujud-wujud lain yang belum pernah kau saksikan sebelumnya.

“Lihatlah di dalam diri-Ku ini, wahai Arjuna; seantero alam yang terdiri dari makhluk-makhluk yang bergerak, maupun wujud-wujud kehidupan yang tidak-bergerak. Sungguh kau dapat melihat apa saja yang kau inginkan.”

“Namun, kau tidak bisa melihat semuanya itu dengan sepasang mata yang kau miliki. Maka, Kubekali engkau dengan mata Ilahi, supaya kau dapat melihat kemuliaan Yoga-Ku.”

Sañjaya mengatakan:

Baginda Prabu, setelah bersabda demikian, Kṛṣṇa, Hyang juga adalah Hari (Perampas Segala Ilusi); menunjukkan wujud Ilahi-Nya kepada Arjuna. Arjuna melihat Wujud Ilahi dengan mata dan mulut yang tak terhitung jumlahnya; lengkap dengan berbagai macam senjata dan perhiasan Ilahi. Sesuatu yang ajaib, menakjubkan; namun sungguh indah.”

“Bunga-bunga seantero alam adalah kalung-kalung yang dipakai-Nya; alam semesta adalah pakaian-Nya; wewangian surgawi wangi-Nya. Kilauan-Nya sungguh menakjubkan, wajah-Nya ada di mana-mana.”

“Jika seribu matahari terbit secara bersamaan di langit, maka cahaya mereka pun tak sebanding dengan kilauan mulia Wujud Ilahi Sang Jiwa Agung.”

“Arjuna melihat alam semesta dengan segala keberagamannya di dalam wujud Sang Hyang Tunggal nan Agung.”

“Kemudian, Arjuna dalam keadaan penuh takjub dan bulu-romanya berdiri, menundukkan kepala dengan penuh hormat dan kekaguman, sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada berkata demikian:”

Arjuna berbicara:

Prabu, kulihat dalam diri-Mu para dewata dan sekian banyak makhluk-makhluk lainnya. Brahmā, Sang Pencipta di atas tahta-teratainya, para Resi dan Ular-Ular Surgawi. Wahai Viśveśvara (Kṛṣṇa, Penguasa Alam Semesta), wahai Viśvarūpa (Kṛṣṇa, Wujud Alam Semesta), aku melihat-Mu dalam wujud tanpa batas, dengan tangan, perut, mulut, mata, dan wajah yang tak terhitung jumlahnya, serta tersebar di seluruh penjuru. Aku tak melihat awal, tengah, maupun akhir dari wujud-Mu yang meliputi seantero alam.”

“Kulihat kilauan mahkota, gada, dan cakra di tangan-Mu menyebar ke seluruh penjuru alam. Sungguh sulit menatap cahaya kegemerlapan-Mu yang melebihi bara api dan cahaya matahari.”

“Engkaulah Kebenaran Hyang Tak Termusnahkan dan Patut Diketahui; Engkaulah Penopang Tunggal Alam Semesta; dan, Pelindung Dharma, Kebajikan Abadi; kumelihat-Mu sebagai Sang Puruṣa, Hyang Kekal Abadi dan Tertinggi.”

“Kumelihat-Mu tanpa awal, tengah, dan akhir; sakti-Mu tak terbatas; jumlah tangan-Mu tak terhitung; kulihat matahari dan bulan sebagai kedua mata-Mu; mulut-Mu mengeluarkan api yang membara, dan membakar alam semesta dengan nyalanya.”

“Ruang antara langit – surga – dan bumi terpenuhi oleh-Mu; pun demikian dengan seluruh penjuru; wahai Mahātmā (Kṛṣṇa berjiwa Agung nan Mulia), melihat wujud-Mu yang dahsyat dan menakjubkan – ketiga alam merasa ngeri, tercekam ketakutan.”

“Para Dewa, Malaikat dari segala penjuru berkumpul di sini; semuanya memuja dan memuji-Mu dengan penuh khidmat; demikian pula dengan para Maha Resi dan Siddha, mereka yang telah mencapai kesempurnaan diri, memuja-Mu dan berdoa agar damailah semesta.”

“Para Dewa seperti Rudra, Āditya, Vasu, Sādhyā, Viśvadeva, kembaran Aśvini; Marut; Ūṣmapa atau roh-roh para leluhur; pun para penghuni alam surga dan alam-alam lain seperti Gandharva, Yakṣa, Asura, dan Siddha – semuanya menatap-Mu dengan penuh takjub!”

“Melihat Wujud-Mu dengan sekian banyak mulut, mata, lengan, paha, kaki, perut, dan gigi taring, seantero alam gemetar ketakutan. Demikian pula diriku.”

“Melihat wujud-Mu yang menyentuh langit; berkilau dan memancarkan berbagai warna yang menyala; dengan mulut-Mu terbuka lebar, mata-Mu membara; hatiku berdebar, wahai Viṣṇu (Kṛṣṇa, Hyang Maha Memelihara). Terasa diriku tidak berdaya, dan tiada pula ketenangan.”

“Menyaksikan mulut-Mu yang bertaring, berkilau dan menyala, mengeluarkan api yang dapat membakar habis alam semesta, aku, seperti kehilangan arah sudah. Tiada lagi rasa tenang di dalam diriku. Wahai Deveśa (Kṛṣṇa, Penguasa para Dewa); wahai Jagan-Nivāsa (Kṛṣṇa, Penopang Alam Semesta), kasihanilah kami (makhluk-makhluk seantero alam)!”

“(Kulihat) putra Dhṛtarāṣṭra, para Kaurava bersama raja-raja lain (di pihak mereka); Bhīṣma, Droṇa, dan Karṇa – putra sais; pun demikian para kesatria agung dari pihak kita; semuanya dengan cepat memasuki mulut-mulut-Mu yang bertaring dan sungguh mengerikan; beberapa di antara mereka tersangkut di sela-sela gigi-Mu, kepala mereka hancur karena benturan.”

“Sebagaimana sungai-sungai yang kebanjiran melaju cepat menuju laut; pun demikian para kesatria unggul di antara manusia-manusia sedunia, seolah berlomba untuk memasuki mulut-Mu yang menyala mengeluarkan api.”

“Sebagaimana laron terburu-buru memasuki nyala api untuk menemukan ajalnya; pun demikian seantero dunia dengan seluruh isinya sedang memasuki mulut-Mu dengan cepat, untuk berhancur-lebur tanpa bekas.”

“Wahai Viṣṇu, dengan mulut-Mu menyala dan terbuka lebar, Kau melahap seantero alam dari segala penjuru. Api-Mu yang membara membakar segalanya.”

“Katakanlah, siapakah Engkau sebenarnya, dalam wujud-Mu Hyang Maha Mengerikan ini? Wahai Devavara (Kṛṣṇa, Hyang Maha Agung di antara para dewata), aku bersujud pada-Mu, berkahi diriku dengan welas-asih-Mu. Wahai Hyang Maha Tunggal, aku ingin memahami-Mu dan memahami pula maksud-Mu.”

Śrī Bhagavān bersabda:

Akulah Sang Kāla, Waktu Hyang Berkuasa, Pemusnah Alam Semesta. Saat ini Aku berkehendak untuk memusnahkan mereka semua. Sekalipun tanpa bantuanmu, Arjuna, para kesatria di kubu lawan pasti binasa. Sebab itu, bangkitlah dan raihlah kemuliaan, kemenangan! Setelah menaklukkan para musuh (dharma), nikmatilah kekuasaan, kerajaan untuk menyejahterakan (rakyat). Bunuhlah Droṇa, Bhīṣma, Jayadratha, Karṇa, dan para kesatria lainnya, yang sesungguhnya telah binasa semuanya oleh-Ku. Jangan takut! Berperanglah, lawanlah mereka, kau pasti berhasil menaklukkan lawan-lawanmu semua.

Sañjaya mengatakan:

Mendengar Kṛṣṇa bersabda demikian, Arjuna menundukkan kepala, menangkupkan kedua tangannya di depan dada, dengan penuh rasa takut, cemas, dan suara gemetar, ia mengatakan:

Arjuna berkata:

Wahai Kṛṣṇa, tepat sudah bila semesta memuja-Mu, memuji-Mu dengan hati penuh kasih, dan mengagungkan kemuliaan-Mu; sementara itu, mereka yang bersifat raksasa; para pendusta dan pelaku kejahatan; berlari ke segala penjuru karena ketakutan. Dan, para Siddha, yang telah mencapai kesempurnaan diri, bersujud pada-Mu. Wahai Kṛṣṇa, mengapa pula mereka tak akan bersujud pada-Mu, karena sesungguhnya Engkau adalah Hyang Menyebabkan Brahmā, Sang Pencipta – dapat mencipta; wahai Hyang Tertinggi dari yang paling tinggi; Wahai Deveśa (Kṛṣṇa, Penguasa Para Dewa), Jagan-Nivāsa (Kṛṣṇa, Penopang Alam Semesta), Engkaulah Kebenaran Sejati; Keberadaan, Ketiadaan, dan Engkau pula Hyang melampaui keduanya. Sungguh, Engkaulah Brahman (Jiwa Agung) Hyang Tak Terpunahkan, Kekal Abadi!”

“Engkaulah Puruṣa, Sang Pribadi Agung, Gugusan Jiwa Hyang Ada sejak Awal Mula; Tumpuan Tunggal Alam Semesta; Engkaulah Hyang Maha Tahu dan Patut Diketahui; Tujuan, Tempat, Keadaan Tertinggi, Engkau Meliputi alam semesta, wahai Hyang Tunggal, kendati Berwujud banyak tak-terhitung.”

“Engkaulah Vāyu, Angin; Yama, Maut; Agni, Api, Energi; Varuṇa, Air; dan Penguasa Bulan (dan bintang-bintang lainnya); Engkaulah Prajāpati Hyang Berkuasa, Pengurus semua makhluk; bahkan Sang Leluhur Agung Pencipta dan Pemelihara Prajāpati; segala hormat, sembah sujud dan puja-puji bagi-Mu. Terimalah sembah sujudku beribu-ribu kali.”

“Wahai Hyang Maha Perkasa, Maha Sakti, sembah sujudku di hadapan-Mu, di belakang-Mu, dan dari setiap arah. Engkau meliputi segala-gala, sebab itu, segala-galanya adalah Engkau.”

“Selama ini, dalam kecerobohanku, kupanggil diri-Mu, ‘Hei Kṛṣṇa, Hei Yādava (Kṛṣṇa, keturunan Yadu), Hei kawan,’ sungguh karena tidak sadar akan keagungan-Mu. Pun karena kedekatanku yang membuatku alpa (dan tidak mampu merasakan kemuliaan-Mu).”

“Atas segala perbuatanku yang tidak sopan; saat bersenda gurau; saat jalan bersama; duduk, makan, bahkan berebahan bersama; baik ketika kita berdua saja, maupun bersama yang lain; kuhaturkan permintaan beribu-ribu maaf pada-Mu, wahai Kṛṣṇa.”

“Engkaulah Ayah dan Guru Agung Penunjuk Arah bagi makhluk-makhluk seantero alam, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Wahai Hyang Tak-Tertandingi Kekuasaan-Nya, tak ada yang dapat menandingi kekuasaan-Mu di tiga alam. Kemudian, bagaimana pula ada yang dapat melebihi-Mu?”

“Sebab itu, dengan bersujud pada-Mu sekali lagi, wahai Deva (Kṛṣṇa, Maha Mulia), kumohon maaf pada-Mu (atas segala kecerobohanku selama ini). Maafkanlah aku sebagaimana seorang ayah memaafkan anaknya; seorang sahabat memaafkan sahabatnya; dan kekasih memaafkan yang dikasihinya.”

“Melihat wujud-Mu Hyang Maha Menakjubkan, aku bahagia. Namun, pikiranku kacau dan ketakutan juga. Mohon kiranya Gusti berkenan menunjukkan wujud sebagai Viṣṇu, Sang Pemelihara. Wahai Deveśa (Kṛṣṇa, Penguasa Para Dewa), Jagan-Nivāsa (Kṛṣṇa, Penopang Alam Semesta), anugerahilah daku dengan penglihatan itu.”

“Wahai Wujud Semesta berlengan ribuan, aku ingin melihat-Mu kembali dalam wujud-Mu (sebagai Viṣṇu Hyang Maha Memelihara) berlengan empat, bermahkota dengan gada dan cakra di tangan-Mu.”

Śrī Bhagavān berkata:

Arjuna, karena kasih-Ku padamu, dan dengan Kekuatan Yoga atau Kemanunggalan-Ku, telah Kutunjukkan pada-Mu wujud Semesta, Hyang Termulia, Terutama, dan Tertinggi. Sungguh sebelum engkau, tak seorang pun yang pernah melihat wujud ini. Pendalaman kitab-kitab suci (Veda); ritus-ritus keagamaan; amal-saleh atau dana-punia; pun tapa-brata, tiada satu pun di antaranya, yang dapat memperlihatkan wujud ini. (Sekali lagi,) Arjuna, kecuali dirimu, tak seorang pun yang pernah melihat wujud ini. Menyaksikan wujud-Ku yang menyeramkan ini, janganlah engkau takut dan terganggu (gelisah, bingung); dengan pikiran yang tenang dan tanpa rasa takut, sekarang lihatlah kembali wujud-Ku yang sebelumnya.

Sañjaya menjelaskan:

“Setelah bersabda demikian, Kṛṣṇa kembali pada wujud-Nya yang semula. Demikian, Sang Mahātmā, Jiwa Mulia, menghibur Arjuna yang sedang ketakutan, dengan wujud-Nya yang menawan.”

Arjuna berkata:

“Setelah melihat lagi wujud-Mu sebagai manusia, wahai Kṛṣṇa, sekarang aku tenang seperti sediakala.”

Śrī Bhagavān bersabda :

“Sungguh sulit melihat wujud-Ku yang telah kau lihat. Para dewa atau malaikat pun senantiasa berharap untuk melihatnya.”

“Dengan mempelajari kitab-kitab suci, Veda; bertapa; beramal-saleh atau berdana-punia; pun dengan beryajña atau menghaturkan persembahan dengan berbagai cara, tak seorang pun dapat melihat wujud-Ku sebagaimana kau telah melihat-Nya.”

“Hanyalah dengan panembahan, bhakti yang tak tergoyahkan, seseorang dapat menyaksikan hakikat diri-Ku, bahkan manunggal dengan-Ku, wahai Arjuna.”

“Arjuna, ia yang melaksanakan tugasnya sebagai persembahan pada-Ku – demi Aku; berlindung pada-Ku; berbhakti pada-Ku; tiada memiliki keterikatan; dan bebas dari permusuhan serta kebencian terhadap sesama makhluk, niscayalah mencapai-Ku.”

Bhagawad Gita Bab 11

Bhagawad Gita 11.1

Arjuna uvāca
mad-anugrahāya paramaḿ guhyam adhyātma-saḿjñitam
yat tvayoktaḿ vacas tena moho 'yaḿ vigato mama

Bhagawad Gita 11.1

Arjunaḥ uvāca—Arjuna berkata; mat-anugrahāya—hanya untuk memberi berkat kepada hamba; paramam—paling utama; guhyam—hal yang rahasia; adhyātma—rohani; saḿjñitam—dalam hal; yat—apa; tvayā—oleh Anda; uktam—dikatakan; vacaḥ—sabda; tena—oleh itu; mohaḥ—khayalan; ayam—ini; vigataḥ—dihilangkan; mama—milik hamba.

Arjuna berkata:
Dengan mendengar wejangan tentang mata pelajaran yang paling rahasia ini yang sudah Anda berikan kepada hamba atas kemurahan hati Anda, khayalan hamba sekarang sudah dihilangkan.

Bhagawad Gita 11.2

bhavāpyayāu hi bhūtānāḿ śrutau vistaraśo mayā
tvattaḥ kamala-patrākṣa māhātmyam api cāvyayām

Bhagawad Gita 11.2

bhava—munculnya; apyayāu—menghilangnya; hi—pasti; bhūtānām—semua makhluk hidup; śrutau—sudah mendengar; vistaraśaḥ—secara terperinci; mayā—olehku; tvattaḥ—dari Anda; kamala-patra-akṣa—o Krishna yang memiliki mata bagaikan bunga padma; māhātmyam—kebesaran; api—juga; ca—dan; avyayām—tidak dapat dibinasakan.

O Krishna yang mempunyai mata seperti bunga padma, hamba sudah mendengar dari Anda secara terperinci tentang muncul dan menghilangnya setiap makhluk hidup dan hamba sudah menginsafi kebesaran Anda yang tidak pernah dibinasakan.

11.3

evam etad yathāttha tvām

ātmānaḿ parameśvara

draṣṭum icchāmi te rūpam

aiśvaraḿ puruṣottama

evam—demikian; etat—ini; yathā—menurut kedudukannya yang sebenarnya; āttha—sudah bersabda; tvām—Anda; ātmanām—Anda sendiri; parama -īśvara—o Tuhan Yang Maha Esa; draṣṭum—melihat icchāmi—hamba ingin; te—milik Anda; rūpam—bentuk; aiśvaram—rohani; puruṣa-uttama—o Kepribadian yang paling baik.

O Kepribadian yang paling mulia, bentuk yang paling utama, walaupun hamba melihat Anda berdiri di sini di hadapan hamba dalam kedudukan Anda yang sejati, sesuai dengan uraian Anda tentang Diri Anda, hamba ingin melihat bagaimana Anda masuk dalam manifestasi alam semesta ini. Hamba ingin melihat bentuk Anda tersebut.



11.4

manyase yadi tac chakyaḿ

mayā draṣṭum iti prabho

yogeśvara tato me tvaḿ

darśayātmānam avyayām

manyase—Anda berpikir; yādi—kalau; tat—itu; śakyam—sanggup; mayā—oleh hamba; draṣṭum—untuk dilihat; iti—demikian; prabho—o Tuhan Yang Maha Esa; yoga-īśvara—o Penguasa segala kekuatan batin; tataḥ—maka; me—kepada hamba; tvām—Anda; darśaya—sudilah kiranya memperlihatkan; ātmanām—Diri Anda; avyayām—kekal.

Terjemahan

Kalau Anda berpikir hamba sanggup memandang bentuk semesta Anda, sudilah kiranya Anda memperlihatkan bentuk semesta Diri Anda yang tidak terhingga itu kepada hamba, O Tuhan yang hamba muliakan, Penguasa segala kekuatan batin.



11.5

śrī-bhagavān uvāca

paśya me pārtha rūpāṇi

śataśo 'tha sahasraśaḥ

nānā-vidhāni divyāni

nānā-varṇākṛtīni ca

śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; paśya—lihatlah; me—milik-Ku; pārtha—wahai putera Pṛthā; rūpāṇi—bentuk-bentuk; śataśaḥ—beratus-ratus; atha—juga; sahasrasaḥ—beribu-ribu; nānā-vidhāni—berbagai; divyāni—rohani, mengenai Tuhan; nānā—beraneka; varṇa—warna; ākṛtīni—bentuk-bentuk; ca—juga.

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Wahai Arjuna yang baik hati, wahai putera Pṛthā, sekarang lihatlah kehebatan-Ku, beratus-ratus ribu jenis bentuk rohani yang berwarna-warni.

11.6

paśyādityān vasūn rudrān

aśvinau marutas tathā

bahūny adṛṣṭa-pūrvāṇi

paśyāścaryāṇi bhārata

paśya—lihatlah; ādityān—dua belas putera Aditi; vasūn—delapan Vasu; rudrān—sebelas bentuk Rudra; aśvinau—dua Aśvinīs; mārutaḥ—empat puluh sembilan Marut (dewa-dewa angin); tathā—juga; bahūni—banyak; adṛṣṭa—itu yang belum engkau lihat; pūrvāṇi—sebelumnya; paśya—lihatlah; āścaryāṇi—semua keajaiban; bhārata—wahai yang paling baik di antara para Bhārata.

Wahai yang paling baik di antara para Bhārata, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Āditya, Vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya.

11.7

ihaika-sthaḿ jagat kṛtsnaḿ

paśyādya sa-carācaram

mama dehe guḍākeśa

yac cānyad draṣṭum icchasi

iha—dalam ini; eka-stham—di satu tempat; jagat—alam semesta; kṛtsnam—sepenuhnya; paśya—lihatlah; adya—segera; sa—dengan; cara—yang bergerak; acaram—dan tidak bergerak; mama—milik-Ku; dehe—dalam badan ini; guḍākeśa—wahai Arjuna; yat—itu yang; ca—juga; anyat—lain; draṣṭum—melihat; icchasi—engkau ingin.

Wahai Arjuna apapun yang ingin engkau lihat, lihatlah dengan segera dalam badan-Ku ini! Bentuk semesta ini dapat memperlihatkan kepadamu apapun yang engkau ingin lihat sekarang dan apapun yang engkau ingin lihat pada masa yang akan datang. Segala sesuatu baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak—berada di sini secara lengkap, di satu tempat.

11.8

na tu māḿ śakyase draṣṭum

anenaiva sva-cakṣuṣā

divyaḿ dadāmi te cakṣuḥ

paśya me yogam aiśvaram

na—tidak pernah; tu—tetapi; mām—Aku; śakyase—sanggup; draṣṭum—melihat; anena—dengan ini; evā—pasti; sva-cakṣuṣā—dengan matamu sendiri; divyam—rohani; dadāmi—Aku memberikan; te—kepadamu; cakṣuḥ—mata; paśya—lihatlah; me—milik-Ku; yogam aiśvaram—kekuatan batin yang tidak dapat dipahami.

Tetapi engkau tidak dapat melihat-Ku dengan mata yang engkau miliki sekarang. Karena itu, Aku memberikan mata rohani kepadamu. Lihatlah kehebatan batin-Ku!

11.9

sañjaya uvāca

evam uktvā tato rājan

mahā-yogeśvaro hariḥ

darśayām āsa pārthāya

paramaḿ rūpam aiśvaram

sañjayaḥ uvāca—Sañjaya berkata; evam—demikian; uktvā—bersabda; tataḥ—sesudah itu; rājan—wahai Paduka Raja; mahā-yoga-īśvaraḥ—ahli kebatinan yang paling perkasa; hariḥ—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna; darśayām āsa—memperlihatkan; pārthāya—kepada Arjuna; paramam—mengenai Tuhan; rupam aiśvaram—bentuk semesta.

Sañjaya berkata: Wahai Paduka Raja, sesudah bersabda demikian, Tuhan Yang Mahakuasa, Penguasa segala kekuatan batin, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, memperlihatkan bentuk semesta-Nya kepada Arjuna.
 Tidak ada penjelasan



11.10-11

aneka-vaktra-nayanam

anekādbhuta-darśanam

aneka-divyābharaṇaḿ

divyānekodyatāyudham

divya-mālyāmbara-dharaḿ

divya-gandhānulepanam

sarvāścarya-mayā ḿ devam

anantaḿ viśvato-mukham

aneka—berbagai; vaktra—mulut-mulut; nayanam—mata; aneka—berbagai; adbhuta—ajaib; darśanam—wahyu-wahyu; aneka—berbagai; divya—rohani, mengenai Tuhan; ābharaṇam—perhiasan; divya—rohani, mengenai Tuhan; aneka—berbagai; udyata—diangkat; āyudham—senjata-senjata; divya—rohani, mengenai Tuhan; mālya—banyak kalung rangkaian bunga; ambara—pakaian; dharam—memakai; divya—rohani, mengenai Tuhan; gandha—wewangian; anulepanam—diolesi dengan; sarva—semua; āścarya-mayām—ajaib; devam—cemerlang; anantam—tidak terbatas; viśvataḥ-mukham—berada di mana-mana.

Dalam bentuk semesta itu, Arjuna melihat mulut-mulut yang tidak terhingga, mata yang tidak terhingga, dan wahyu-wahyu ajaib yang tidak terhingga. Bentuk tersebut dihiasi dengan banyak perhiasan rohani dan membawa banyak senjata rohani yang diangkat. Beliau memakai kalung rangkaian bunga dan perhiasan rohani, dan banyak jenis minyak wangi rohani dioleskan pada seluruh badan-Nya. Semuanya ajaib, bercahaya, tidak terbatas dan tersebar ke mana-mana.

11.12

divi sūrya-sahasrasya

bhaved yugapad utthitā

yadi bhāḥ sadṛśī sā syād

bhāsas tasya mahātmanaḥ

divi—di angkasa; sūrya—matahari-matahari; sahasrasya—dari beribu-ribu; bhavet—ada; yugapat—pada waktu yang sama; utthitā—berada; yādi—kalau; bhāḥ—cahaya; sadṛśī—seperti itu; sa—itu; syāt—mungkin menjadi; bhāsaḥ—cahaya; tasya—milik Beliau; mahā-ātmānaḥ—Tuhan Yang Maha agung.

Kalau beratus-ratus ribu matahari terbit di langit pada waktu yang sama, mungkin cahayanya menyerupai cahaya dari Kepribadian Yang Paling Utama dalam bentuk semesta itu.

11.13

tatraika-sthaḿ jagat kṛtsnaḿ

pravibhaktam anekadhā

apaśyad deva-devasya

śarīre pāṇḍavas tadā

tatra—di sana; eka-stham—di satu tempat; jagat—alam semesta; kṛtsnam—lengkap; pravibhaktam—dibagi; anekadhā—ke dalam banyak; apaśyat—dapat melihat; deva-devaśya—dari Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; śarīre—dalam bentuk semesta; PāṇḍavāḥArjuna; tadā—pada waktu itu.

Pada waktu itu, dalam bentuk semesta Tuhan, Arjuna dapat melihat perwujudan-perwujudan alam semesta yang tidak terhingga terletak di satu tempat walaupun dibagi menjadi beribu-ribu.

11.14

tataḥ sa vismayāviṣṭo

hṛṣṭa-romā dhanañjayaḥ

praṇamya śirasā devaḿ

kṛtāñjalir abhāṣata

tataḥ—sesudah itu; saḥ—dia; vismayā-āviṣṭaḥ—tergugah rasa kagum; hṛṣṭa-romā—bulu roma tegak berdiri karena kebahagiaan rohaninya yang tinggi; dhanañjayah—Arjuna; praṇamya—bersujud; śirasā—kepala; devam—kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; kṛta-añjaliḥ—dengan mencakupkan tangan; abhāṣata—mulai bicara.

Kemudian Arjuna kebingungan dan kagum, dan bulu romanya tegak berdiri. Arjuna menundukkan kepalanya untuk bersujud, lalu mencakupkan tangannya dan mulai berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

11.15

Arjuna uvāca

paśyāmi devāḿs tava deva dehe

sarvāḿs tathā bhūta-viśeṣa-sańghān

brahmāṇam īśaḿ kamalāsana-stham

ṛṣīḿś ca sarvān uragāḿś ca divyān

Arjunaḥ uvāca—Arjuna berkata; paśyāmi—hamba melihat; devān—semua dewa; tavā—milik Anda; deva—o Tuhan; dehe—dalam badan; sarvān—semua; tathā—juga; bhūta—para makhluk hidup; viśeṣa-sańghān—dikumpulkan secara khusus; brahmaṇām—Dewa Brahma; īśam—Dewa Siva; kamala-āsana-stham—duduk di atas bunga padma; ṛṣīn—resi-resi yang mulia; ca—juga; sarvān—semua; uragān—naga-naga; ca—juga; divyān—rohani.

Arjuna berkata: Sri Krishna yang hamba muliakan, di dalam badan Anda hamba melihat semua dewa dan berbagai jenis makhluk hidup yang lain. Hamba melihat Brahma duduk di atas bunga padma, bersama Dewa siva, semua resi dan naga-naga rohani.

11.16

aneka-bāhūdara-vaktra-netraḿ

paśyāmi tvāḿ sarvato 'nanta-rūpam

nāntaḿ na madhyaḿ na punas tavādiḿ

paśyāmi viśveśvara viśva-rūpa

aneka—banyak; bāhu—lenganlengan; udara—perut-perut; vaktra—mulut-mulut; netram—mata; paśyāmi—hamba melihat; tvām—Anda; sarvataḥ—di segala sisi; anantarūpam—bentuk yang tidak terhingga; na antam—tidak ada habisnya; na madhyam—tidak ada pertengahannya; na punaḥ—tidak lagi; tavā—milik Anda; ādim—permulaan; paśyāmi—hamba melihat; viśva-īśvara—o Penguasa alam semesta; viśva-rūpa—dalam bentuk alam semesta.

Terjemahan

O Penguasa alam semesta, o bentuk semesta, di dalam badan Anda hamba melihat banyak lengan, perut, mulut dan mata, tersebar kemana-mana, tanpa batas. Hamba tidak dapat melihat akhir, pertengahan maupun awal di dalam Diri Anda.




11.17

kirīṭinaḿ gadinaḿ cakriṇaḿ ca

tejo-rāśiḿ sarvato dīptimantam

paśyāmi tvāḿ durnirīkṣyaḿ samantād

dīptānalārka-dyutim aprameyam

kirīṭinam—dengan mahkota-mahkota; gadinam—dengan gada-gada; cakriṇam—dengan cakracakra; ca—dan; dyutimatejaḥ-rāśim—sinar; sarvataḥ—di segala sisi; dīpti-mantam—menyala; paśyāmi—hamba melihat; tvām—Anda; durnirīkṣyam—sulit dilihat; samantāt—di mana-mana; dīpta-anala—api yang menyala; arka—dari matahari; dyutim—sinar matahari; aprameyam—tidak dapat diukur.

Bentuk Anda sulit dilihat karena cahaya-Nya yang menyilaukan, tersebar ke segala sisi, seperti api yang menyala atau cahaya matahari yang tidak dapat diukur. Namun hamba melihat bentuk ini yang bernyala di mana-mana dihiasi dengan berbagai jenis mahkota, gada, dan cakra.




11.18

tvām akṣaraḿ paramaḿ veditavyaḿ

tvām asya viśvasya paraḿ nidhānam

tvām avyayāḥ śāśvata-dharma-goptā

sanātanas tvaḿ puruṣo mato me

tvām—Anda; akṣaram—yang tidak pernah gagal; paramam—paling utama; veditavyam—harus dimengerti; tvām—Anda; asya—dari ini; viśvasya—alam semesta; param—paling utama; nidhanam—dasar; tvām—Anda; avyayāḥ—tidak dapat dimusnahkan; śāśvata-dharma-goptā—Pemelihara dharma yang kekal; sanātanāḥ—kekal; tvām—Anda; puruṣaḥ—Kepribadian Yang Paling Utama; mataḥ me—inilah pendapat hamba.

Anda adalah tujuan pertama yang paling utama. Andalah sandaran utama seluruh jagat ini. Anda tidak dapat dimusnahkan, dan Andalah Yang Paling Tua. Andalah Pemelihara dharma Yang kekal, Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Inilah pendapat hamba.




11.19

anādi-madhyāntam ananta-vīryam

ananta-bāhuḿ śaśi-sūrya-netram

paśyāmi tvāḿ dīpta-hutāśa-vaktraḿ

sva-tejasā viśvam idaḿ tapantam

anādi—tidak berawal; madhya—pertengahan; antam—atau akhir; ananta—tidak terbatas; vīryam—kebesaran; ananta—tidak terbatas; bāhum—lengan-lengan; śaśī—bulan; sūrya—dan matahari; netram—mata; paśyāmi—hamba melihat; tvām—Anda; dīpta—bernyala; hutāśa-vaktram—api keluar dari mulut Anda; sva-tejasā—oleh cahaya Anda; viśvam—alam semesta; idam—ini; tapantam—memanaskan.

Anda tidak berawal, tidak ada masa pertengahan bagi Anda dan Anda tidak berakhir. Kebesaran Anda tidak terhingga. Jumlah lengan Anda tidak terbilang. Matahari dan bulan adalah mata Anda. Hamba melihat Anda dengan api yang bernyala keluar dari mulut Anda, Anda sedang membakar seluruh jagat ini dengan cahaya pribadi Anda.



11.20

dyāv ā-pṛthivyor idam antaraḿ hi

vyāptaḿ tvayaikena diśaś ca sarvāḥ

dṛṣṭvādbhutaḿ rūpam ugraḿ tavedaḿ

loka-trayaḿ pravyathitaḿ mahātman

dyau—dari antariksa; ā-pṛthivyoḥ—sampai bumi; idam—ini; antaram—antara; hi—pasti; vyaptam—berada di mana-mana; tvayā—oleh Anda; ekena—sendiri; diśaḥ—arah-arah; ca—dan; sarvaḥ—semua; dṛṣṭvā—dengan melihat; adbhutam—ajaib; rūpam—bentuk; ugram—mengerikan; tava—milik Anda; idam—ini; loka—susunan planet-planet; trayam—tiga; pravyathitam—digoyahkan; mahā-ātman—o Yang Mulia.

Walaupun Anda adalah satu, Anda berada di mana-mana di seluruh angkasa, planet-planet dan antariksa antar planet-planet. O Kepribadian Yang Mulia dengan melihat bentuk yang mengagumkan dan mengerikan ini, semua susunan planet goyah.

11.21

amī hi tvāḿ sura-sańghā viśanti

kecid bhītāḥ prāñjalayo gṛṇanti

svastīty uktvā maharṣi-siddha-sańghāḥ

stuvanti tvāḿ stutibhiḥ puṣkalābhiḥ

amī—semua itu; hi—pasti; tvām—Anda; sura-sańghāḥ—kelompok-kelompok dewa; viśanti—masuk; kecit—beberapa diantaranya; bhītāḥ—karena rasa takut; prāñjalayaḥ—dengan mencakupkan tangan; gṛṇanti—mempersembahkan doa-doa pujian; svasti—segala kedamaian; iti—demikian; uktvā—berkata; mahā-ṛṣi—para resi-resi yang mulia;siddha-sańghāḥ—makhluk-makhluk yang sempurna; stuvanti—menyanyi doa-doa pujian; tvām—kepada Anda; stutibhiḥ—dengan doa-doa pujian; puṣkalābhiḥ—mantera-mantera Veda.

Semua kelompok dewa menyerahkan diri di hadapan Anda dan masuk ke dalam diri Anda. Beberapa di antaranya sangat ketakutan dan mereka mempersembahkan doa pujian sambil mencakupkan tangannya. Banyak resi yang mulia dan makhluk-makhluk yang sempurna yang sedang berseru, Semoga ada segala kedamaian!" sedang berdoa kepada Anda dengan menyanyikan mantra-mantra Veda.

11.22

rudrādityā vasavo ye ca sādhyā

viśve 'śvinau marutaś coṣmapāś ca

gandharva-yakṣāsura-siddha-sańghā

vīkṣante tvāḿ vismitāś caiva sarve

rudra—perwujudan-perwujudan Dewa Siva; ādityāḥ—para Āditya; vāsavaḥ—para Vasu; ye—semua itu; ca—dan; sādhyāḥ—para Sadhya; viśve—para Viśvedeva; aśvinau—kedua Aśvinī-kumāra; mārutaḥ—para Marut; ca—dan; uṣma-pāḥ—para leluhur; ca—dan; gandharva—para Gandharva; yakṣa—para Yaksa; asura—para asura dan tujuan-tujuan yang jahat; siddha—dan dewa-dewa yang sempurna; sańghāḥ—sidang-sidang; vīkṣante—sedang menatap; tvām—Anda; vismitāḥ—dengan rasa kagum; ca—juga; evā—pasti; sarve—semua.

Segala manifestasi dari Dewa siva, para Āditya, para Vasu, para Sadhya, para Visvedeva, dua Asvi, para Marut, para leluhur, para Gandharva, para Yaksa, para Asura dan dewa-dewa yang sempurna memandang Anda dengan rasa kagum.


11.23

rūpaḿ mahat te bahu-vaktra-netraḿ

mahā-bāho bahu-bāhūru-pādam

bahūdaraḿ bahu-daḿṣṭrā-karālaḿ

dṛṣṭvā lokāḥ pravyathitās tathāham

rūpam—bentuk; mahat—mulia sekali; te—milik Anda; bahu—banyak; vaktra—muka-muka; netram—dan mata; mahā-bāho—o Kepribadian yang berlengan perkasa; bahu—banyak; bāhu—lengan-lengan; ūru—paha; padam—dan kaki; bahu-udaram—banyak perut; bahu-daḿṣṭrā—banyak gigi; karālam—mengerikan; dṛṣṭvā—melihat; lokaḥ—semua planet; pravyathitāḥ—digoyahkan; tathā—seperti itu juga; aham—hamba.

O Kepribadian yang berlengan perkasa, semua planet dengan dewa-dewanya goyah ketika melihat bentuk Anda yang maha agung, dengan banyak muka, mata, lengan, paha, kaki, dan perutnya, dan banyak gigi Anda yang mengerikan; karena itu, mereka goyah, dan hamba juga goyah.

11.24

nabhaḥ-spṛśaḿ dīptam aneka-varṇaḿ

vyāttānānāḿ dīpta-viśāla-netram

dṛṣṭvā hi tvāḿ pravyathitāntar-ātmā

dhṛtiḿ na vindāmi śamaḿ ca viṣṇo

nabhaḥ-spṛśam—menyentuh langit; dīptam—bernyala; aneka—banyak; varṇam—warna; vyātta—terbuka; ānānām—mulut-mulut; dīpta—menyala; viśāla—mulia sekali; netram—mata; dṛṣṭvā—melihat; hi—pasti; tvām—Anda; pravyathita—goyah; antaḥ—di dalam; ātmā—roh; dhṛtim—sikap mantap; na—tidak; vindāmi—hamba mempunyai; samām—ketenangan pikiran; ca—juga; viṣṇo—o Sri  Visnu.

O Visnu yang berada di mana-mana, ketika hamba melihat Anda dengan berbagai warna Anda yang bercahaya dan menyentuh langit, mulut-mulut Anda yang terbuka lebar dan mata Anda yang besar dan menyala, pikiran hamba goyah karena rasa takut. Hamba tidak dapat memelihara sikap mantap maupun keseimbangan pikiran lagi.



11.25

daḿṣṭrā-karālāni ca te mukhāni

dṛṣṭvaiva kālānala-sannibhāni

diśo na jāne na labhe ca śarma

prasīda deveśa jagan-nivāsa

daḿṣṭrā—gigi; karālāni—mengerikan; ca—juga; te—milik Anda; mukhāni—wajah-wajah; dṛṣṭvā—dengan melihat; evā—demikian; kāla-anala—api kematian; sannibhāni—seolah-olah; diśaḥ—arah-arah; na—tidak; jāne—hamba mengetahui; na—tidak; labhe—hamba memperoleh; ca—dan; śarma—karunia; prasīda—berpuas hati; deva-īśa—o Penguasa semua dewa; jagat-nivāsa—o Pelindung dunia-dunia.

O Penguasa para dewa, Pelindung dunia-dunia, mohon memberi karunia kepada hamba. Hamba tidak dapat memelihara keseimbangan ketika melihat Anda seperti ini dengan wajah-wajah Anda yang menyala seperti maut dan gigi yang mengerikan. Di segala arah hamba kebingungan.




11.26-27

amī ca tvāḿ Dhṛtarāṣṭrasya putrāḥ

sarve sahaivāvani-pāla-sańghaiḥ

bhīṣmo droṇaḥ sūta-putras tathāsau

sahāsmadīyair api yodha-mukhyaiḥ

vaktrāṇi te tvaramāṇā viśanti

daḿṣṭrā-karālāni bhayānakāni

kecid vilagnā daśanāntareṣu

sandṛśyante cūrṇitair uttamāńgaiḥ

amī—yang ini; ca—juga; tvām—Anda; dhṛtarāṣṭrasya—milik Dhṛtarāṣṭra; putrāḥ—para putera; sarve—semua; saha—dengan; evā—memang; avani-pāla—para raja  kesatria; sańghaiḥ—kelompok-kelompok; bhīṣmaḥ—Bhīṣmadeva; dronaḥ—Dronacarya; sūta-putraḥKarṇa; tathā—juga; asau—itu; saha—dengan; asmadīyaiḥ—milik kita; api—juga; yodha-mukhyaiḥ—pemimpin-pemimpin para kesatria; vaktrāṇi—mulut-mulut; te—milik Anda; tvaramāṇāḥ—lari; viśanti—masuk; daḿṣṭrā—gigi; karālāni—mengerikan; bhayānakāni—sangat menakutkan; kecit—beberapa diantaranya; vilagnāḥ—menjadi terikat; daśana-antareṣu—antara gigi; sandṛśyante—dilihat; cūrṇitaiḥ—dengan yang dihancurkan; uttama-ańgaiḥ—kepala-kepala.

Semua putera Dhṛtarāṣṭra, bersama raja-raja yang bersekutu dengan mereka, Bhīṣma, Drona, Karṇa dan—semua pemimpin kesatria di pihak kita—lari masuk ke dalam mulut-mulut Anda yang mengerikan. Hamba melihat beberapa di antaranya tersangkut dengan kepala-kepalanya hancur di antara gigi-gigi Anda.

11.28

yathā nadīnāḿ bahavo 'mbu-vegāḥ

samudram evābhimukhā dravanti

tathā tavāmī nara-loka-vīrā

viśanti vaktrāṇy abhivijvalanti

yathā—bagaikan; nadīnām—dari sungai-sungai; bahavah—banyak; ambu-vegāḥ—ombak-ombak dalam air; samudram—lautan; evā—pasti; abhimukhāḥ—menuju; dravanti—meluncur; tathā—seperti itu pula; tavā—milik Anda; amī—semua ini; nara-loka-vīrāḥ—raja-raja masyarakat manusia; viśanti—masuk; vaktrāṇi—mulut-mulut; abhivijvalanti—dan menyala.

Bagaikan ombak-ombak banyak sungai mengalir ke dalam lautan, seperti itu pula semua kesatria yang hebat ini menyala dan masuk ke dalam mulut-mulut Anda.
Tidak ada penjelasan.



11.29

yathā pradīptaḿ jvalanaḿ patańgā

viśanti nāśāya samṛddha-vegāḥ

tathāiva nāśāya viśanti lokās

tavāpi vaktrāṇi samṛddha-vegāḥ

yathā—bagaikan; pradīptam—menyala; jvalanam—api; patańgāḥ—kupu-kupu; viśanti—masuk; nāśāya—untuk dihancurkan; samṛddha—dengan penuh; vegāḥ—kecepatan; tathā evā—seperti itu pula; nāśāya—untuk dihancurkan; viśanti—masuk; lokaḥ—semua orang; tavā—milik Anda; api—juga; vaktrāṇi—mulut-mulut; samṛddhavegāḥ—dengan kecepatan penuh.

Hamba melihat semua orang lari dengan kecepatan penuh ke dalam mulut-mulut Anda, bagaikan kupukupu yang terbang menuju kehancuran di dalam api yang menyala.
Tidak ada penjelasan.



11.30

lelihyase grasamānaḥ samantāl

lokān samagrān vādān air jvaladbhiḥ

tejobhir āpūrya jagat samagraḿ

bhāsas tavogrāḥ pratapanti viṣṇo

lelihyase—Anda menjilat; grasamānaḥ—menelan; samantāt—segala arah; lokān—orang; samagrān—semua; vādān aiḥ—oleh mulut-mulut; jvaladbhiḥ—yang mengeluarkan banyak api; tejobhiḥ—oleh cahaya; apurya—menutupi; jagat—alam semesta; samagram—semua; bhāsaḥ—sinar-sinar; tava—milik Anda; ugrāḥ—mengerikan; pratapanti—menganguskan; viṣṇo—o Tuhan Yang Maha Esa yang berada di mana-mana.

O Visnu, hamba melihat Anda menelan semua orang dari segala sisi dengan mulut-mulut Anda yang mengeluarkan banyak api. Anda menutupi seluruh alam semesta dengan cahaya Anda, Anda terwujud dengan sinar-sinar yang mengerikan dan menganguskan.
Tidak ada penjelasan.



11.31

ākhyāhi me ko bhavān ugra-rūpo

namo 'stu te deva-vara prasīda

vijñātum icchāmi bhavāntam ādyaḿ

na hi prajānāmi tava pravṛttim

ākhyāhi—mohon menjelaskan; me—kepada hamba; kaḥ—siapa; bhavān—Anda; ugra-rūpaḥ—bentuk yang ganas; namaḥ astu—sembah sujud; te—kepada Anda; deva-vara—o Kepribadian yang mulia di kalangan para dewa; prasīda—memberi karunia; vijñātum—mengenal; icchāmi—hamba ingin; bhavāntam—Anda; ādyam—yang asli; na—tidak; hi—pasti; prajānāmi—hamba mengetahui; tavā—milik Anda; pravṛttim—maksud.

O Penguasa semua dewa, yang mempunyai bentuk yang begitu ganas, mohon beritahukan kepada hamba siapa Anda. Hamba bersujud kepada Anda; mohon memberi karunia kepada hamba. Anda adalah Tuhan Yang Maha Esa yang asli. Hamba ingin mengetahui tentang Anda, sebab hamba tidak mengetahui apa maksud Anda.
Tidak ada penjelasan.



11.32

śrī-bhagavān uvāca

kālo 'smi loka-kṣaya-kṛt pravṛddho

lokān samāhartum iha pravṛttaḥ

ṛte 'pi tvāḿ na bhaviṣyanti sarve

ye 'vasthitāḥ pratyanīkeṣu yodhāḥ

Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; kālaḥ—waktu; asmi—Aku adalah; loka—terhadap dunia-dunia; kṣaya-kṛt—yang membinasakan; pravṛddhaḥ—mulia; lokān—semua orang; samāhartum—dalam menghancurkan; iha—di dunia ini; pravṛddhaḥ—sibuk; ṛte—tanpa kecuali; api—pun; tvām—engkau; na—tidak pernah; bhaviṣyanti—akan menjadi; sarve—semua; ye—yang; avasthitāḥ—berada; prati-anīkeṣu—di pihak-pihak yang saling melawan; yodhāḥ—tentara.

Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Aku adalah waktu, Penghancur besar dunia-dunia, dan Aku datang ke sini untuk menghancurkan semua orang. Kecuali kalian [para Pandava], semua kesatria di sini dari kedua belah pihak akan terbunuh.

11.33

tasmāt tvām uttiṣṭha yaśo labhasva

jitvā śatrūn bhuńkṣva rājyaḿ samṛddham

mayā ivaite nihatāḥ pūrvam eva

nimitta-mātraḿ bhava savya-sācin

tasmāt—karena itu; tvām—engkau; uttiṣṭha—bangun; yaśaḥ—kemasyhuran; labhasva—keuntungan; jitvā—menaklukkan; śatrūn—musuh; bhuńkṣva—menikmati; rājyam—kerajaan; samṛddham—makmur; mayā—oleh-Ku; eva—pasti; ete—semua ini; nihatāḥ—dibunuh; pūrvam eva—oleh sesuatu yang sudah diatur sebelumnya; nimitta-mātram—hanya menyebabkan; bhava—menjadi; savya-sācin—wahai Savyasaci.

Karena itu, bangunlah. Siap-siap untuk bertempur dan merebut kemashyuran. Kalahkanlah musuhmu dan menikmati kerajaan yang makmur. Mereka sudah dibunuh oleh apa yang telah Kuatur, dan engkau hanya dapat menjadi alat dalam pertempuran, wahai Savyasaci.

11.34

droṇaḿ ca bhīṣmaḿ ca jayadrathaḿ ca

karṇaḿ tathānyān api yodha-vīrān

mayā hatāḿs tvaḿ jahi mā vyathiṣṭhā

yudhyasva jetāsi raṇe sapatnān

droṇam ca—juga Drona; Bhīṣmam ca—juga Bhīṣma; jayadrathamca—juga Jayadratha; karṇamKarṇa; tathā—juga; anyān—lain-lain; api—pasti; yodha-vīrān—kesatria-kesatria yang berwibawa; mayā—oleh-Ku; hatān—sudah dibunuh; tvām—engkau; jahi—membinasakan; mā—jangan; vyathiṣṭhāḥ—merasa goyah; yudhyasva—hanya bertempur; jetā asi—engkau akan menang; raṇe—dalam pertempuran; sapatnān—musuh.

Drona, Bhīṣma, Jayadratha, Karṇa dan kesatria-kesatria besar lainnya sudah Kuhancurkan. Karena itu, bunuhlah mereka dan jangan merasa goyah. Bertempur saja, dan engkau akan memusnahkan musuh-musuhmu dalam pertempuran.

11.35

sañjaya uvāca

etac chrutvā vacanaḿ keśavasya

kṛtāñjalir vepamānaḥ kirītī

namaskṛtvā bhūya evāha kṛṣṇaḿ

sa-gadgadaḿ bhīta-bhītaḥ praṇamya

sañjayaḥ uvāca—Sañjaya berkata; etat—demikian; śrutvā—mendengar; vacanam—sabda; keśavasya—dari Krishna; kṛta-añjaliḥ—dengan mencakupkan tangan; vepamānaḥ—gemetar; kirītīArjuna; namaskṛtvā—bersujud; bhūyaḥ—lagi; evā—juga; āha—berkata; kṛṣṇam—kepada Krishna; sa-gadgadam—dengan suara yang tersendat-sendat; bhīta-bhītaḥ—penuh rasa takut; praṇamya—bersujud.

Sañjaya berkata kepada Dhṛtarāṣṭra : Wahai Baginda Raja , sesudah mendengar kata-kata ini dari Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Arjuna yang sedang gemetar menghaturkan sembah sujud berulangkali dengan mencakupkan tangannya. Hati Arjuna penuh rasa takut dan dia berkata kepada Sri Krishna dengan suara yang tersendat-sendat, sebagai berikut.

11.36

Arjuna uvāca

sthāne hṛṣīkeśa tava prakīrtyā

jagat prahṛṣyaty anurajyate ca

rakṣāḿsi bhītāni diśo dravanti

sarve namasyanti ca siddha-sańghāḥ

Arjunaḥ uvāca—Arjuna berkata; sthāne—patut; hṛṣīka-īśa—Penguasa semua indera; tavā—milik Anda; prakīrtyā—oleh kebesaran; jagat—seluruh dunia; prahṛṣyati—merasa riang; anurajyate—menjadi terikat; ca—dan; rakṣāḿsi—raksasa-raksasa; bhītāni—karena takut; diśaḥ—ke segala penjuru; dravanti—lari; sarve—semua; namasyanti—bersujud; ca—juga; siddha sańghāḥ—manusia yang sempurna.

Arjuna berkata: O Penguasa indera-indera, dunia menjadi riang dengan mendengar nama Anda, dan dengan demikian semua orang menjadi terikat kepada Anda. Kendatipun makhluk-makhluk sempurna bersujud kepada Anda dengan hormat, para raksasa ketakutan sehingga mereka lari ke sana ke mari. Segala hal ini memang patut terjadi.

11.37

kasmāc ca te na nameran mahātman

garīyase brahmaṇo 'py ādi-kartre

ananta deveśa jagan-nivāsa

tvām akṣaraḿ sad-asat tat paraḿ yat

kasmāt—mengapa; ca—juga; te—kepada Anda; na—tidak; nameran—seyogyanya mereka bersujud secara layak; mahā-ātman—o Kepribadian yang mulia; garīyase—yang lebih baik; brahmaṇaḥ—daripada Brahma; api—walaupun; ādi-kartre—kepada Pencipta yang paling utama; ananta—o Yang tidak terhingga; deva-īśa—o Tuhan yang disembah oleh semua dewa; jagat-nivāsa—o Pelindung alam semesta; tvām—Anda adalah; akṣaram—tidak dapat dimusnahkan; sat-asat—menyebabkan dan melaksanakan; tat param—melampaui; yat—karena.

O Yang Mahabesar, lebih tinggi daripada Brahma, Anda adalah Pencipta yang asli. Karena itu, bukankah seyogyanya mereka bersujud dengan hormat kepada Anda? O Kepribadian yang tidak terhingga, Tuhan yang disembah oleh semua dewa, Pelindung alam semesta! Anda adalah sumber yang tidak dapat dikalahkan, sebab segala sebab, Yang melampaui manifestasi alam material ini.




11.38

tvām ādi-devaḥ puruṣaḥ purāṇas

tvām asya viśvasya paraḿ nidhānam

vettāsi vedyaḿ ca paraḿ ca dhāma

tvayā tataḿ viśvam ananta-rūpa

tvām—Anda; ādi-devaḥ—Tuhan Yang Maha Esa yang asli; puruṣaḥ—Kepribadian; purāṇaḥ—tua; tvām—Anda; asya—dari ini; viśvasya—alam semesta; param—rohani dan melampaui hal-hal duniawi; nidhanam—Pelindung; vettā—Yang mengetahui; asi—Anda adalah; vedyam—yang dapat diketahui; ca—dan; param—melampaui; ca—dan; dhāma—Pelindung; tvayā—oleh Anda; tatam—berada di mana-mana; viśvam—alam semesta; ananta-rūpa—o bentuk yang tidak terhingga.

Anda adalah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Yang paling tua, Pelindung utama alam semesta yang terwujud. Andalah Yang Mahatahu, dan Andalah segala sesuatu yang dapat diketahui. Andalah Pelindung Tertinggi, Anda berada di atas sifat-sifat material. O bentuk yang tidak terhingga! Anda berada di mana-mana di seluruh manifestasi alam semesta ini!

11.39

vāyur yamo 'gnir varuṇaḥ śaśāńkaḥ

prajāpatis tvaḿ prapitāmahaś ca

namo namas te 'stu sahasra-kṛtvaḥ

punaś ca bhūyo 'pi namo namas te

vāyuḥ—udara; yamaḥ—yang mengendalikan; agniḥ—api; varuṇaḥ—air; śaśa-ańkaḥ—bulan; prajā-patiḥ—Brahma; tvām—Anda; prapitāmahaḥ—kakek moyang; ca—juga; namaḥ—hamba bersujud; namaḥ—sekali lagi hamba bersujud; te—kepada Anda; astu—semoga ada; sahasrakṛtvāh—seribu kali; punah ca—dan sekali lagi; bhūyaḥ—lagi; api—juga; namaḥ—hamba bersujud; namaḥ te—hamba bersujud kepada Anda.

Andalah udara, dan Andalah Yang Mahakuasa! Anda adalah api, Anda adalah air, dan Anda adalah bulan! Anda adalah Brahma, makhluk hidup yang pertama, Anda adalah kakek moyang semua makhluk. Karena itu hamba bersujud dengan hormat kepada Anda seribu kali, kemudian berulang kali lagi.

11.40

namaḥ purastād atha pṛṣṭhatas te

namo 'stu te sarvata eva sarva

ananta-vīryāmita-vikramas tvaḿ

sarvaḿ samāpnoṣi tato 'si sarvaḥ

namaḥ—bersujud; purastāt—dari depan; atha—juga; pṛṣṭhataḥ—dari belakang; te—kepada Anda; namaḥ astu—hamba bersujud; te—kepada Anda; sarvataḥ—dari semua sisi; evā—memang; sarva—karena Andalah segala sesuatu; ananta-vīrya—kekuatan yang tidak terhingga; amita-vikramaḥ—dan kekuatan yang tidak terhingga; tvām—Anda; sarvam—segala sesuatu; samāpnoṣi—Anda menutupi; tataḥ—karena itu; asi—Anda adalah; sarvaḥ—segala sesuatu.

Hamba bersujud kepada Anda dari depan, dari belakang dan dari segala sisi! O kekuatan yang tidak terbatas, Anda Penguasa kewibawaan yang tidak terhingga! Anda berada di mana-mana, karena itu Andalah segala sesuatu!




11.41-42

sakheti matvā prasabhaḿ yad uktaḿ

he kṛṣṇa he yādava he sakheti

ajānatā mahīmānaḿ tavedaḿ

mayā pramādāt praṇayena vāpi

yac cāvahāsārtham asat-kṛto 'si

vihāra-śayyāsana-bhojaneṣu

eko 'tha vāpy acyuta tat-samakṣaḿ

tat kṣāmaye tvām aham aprameyam

sakhā—kawan; iti—dengan demikian; matvā—berpikir; prasabham—terlalu berani; yat—apa pun; uktam—dikatakan; he kṛṣṇa—hai Krishna; he yādava—hai Yadava; he sakhe—hai kawanku yang tercinta; iti—seperti itu; ajānatā—tanpa mengetahui; mahīmānam—kebesaran; tavā—milik Anda; idam—ini; mayā—olehku; pramādāt—karena kebodohan; praṇayena—karena cinta kasih; vā api—atau; yat—apa pun; ca—juga; avahāsa-artham—karena bercanda; asat-kṛtaḥ—dihina; asi—Anda sudah; vihāra—pada waktu istirahat; śayyā—pada waktu berbaring; āsana—pada waktu duduk; bhojaneṣu—atau sambil makan bersama-sama; ekaḥ—sendirian; atha vā—atau; api—juga; acyuta—o Kepribadian yang tidak mungkin gagal; tat-samakṣam—bersama rekanrekan; tat—semua itu; kṣāmaye—minta maaf; tvām—dari Anda; aham—hamba; aprameyam—tidak dapat diukur.

Oleh karena hamba menganggap Anda sebagai kawan, hamba terlalu berani dan menyapa kepada Anda hai Krishna," hai Yadava," hai kawanku," tanpa mengetahui kebesaran Anda. Mohon mengampuni apapun yang sudah hamba lakukan karena kebodohan atau karena cinta kasih. Berulang kali hamba kurang hormat kepada Anda, bercanda pada waktu kita sedang istirahat, berbaring di ranjang yang sama, duduk atau makan bersama-sama kadang-kadang sendirian, dan kadang-kadang di depan banyak kawan. O Kepribadian yang tidak pernah gagal, ampunilah segala kesalahan itu yang hamba lakukan.

11.43

pitāsi lokasya carācarasya

tvām asya pūjyaś ca gurur garīyān

na tvat-samo 'sty abhyadhikaḥ kuto 'nyo

loka-traye 'py apratima-prabhāva

pitā—ayah; asi—Anda adalah; lokasya—bagi seluruh dunia; cara—bergerak; acarasya—dan tidak bergerak; tvām—Anda adalah; asya—dari; pūjyaḥ—patut disembah; ca—juga; guruḥ—guru; garīyān—mulia; na—tidak pernah; tvat-samaḥ—sejajar dengan Anda; asti—ada; abhyadhikaḥ—lebih agung; kutaḥ—bagaimana mungkin; anyaḥ—lain; loka-traye—dalam tiga susunan planet; api—juga; apratima-prabhāva—o kekuatan yang tidak dapat diukur.

Anda adalah ayah seluruh manifestasi alam semesta ini, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Anda adalah Pemimpin jagat yang patut disembah, guru kerohanian yang paling utama. Tiada seorangpun yang sejajar dengan Anda, dan tidak mungkin seseorang bersatu dengan Anda. Karena itu, bagaimana mungkin ada seseorang yang lebih agung daripada Anda di dalam seluruh tiga dunia ini, o Penguasa yang memiliki kekuatan yang tidak terhingga.

11.44

tasmāt praṇamya praṇidhāya kāyaḿ

prasādaye tvām aham īśam īḍyam

piteva putrasya sakheva sakhyuḥ

priyaḥ priyāyārhasi deva soḍhum

tasmāt—karena itu; praṇamya—bersujud; praṇidhāya—berbaring; kāyam—badan; prasādaye—mohon karunia; tvām—kepada Anda; aham—hamba; īśam—kepada Tuhan Yang Maha Esa; īḍyam—patut disembah; pitā iva—seperti seorang ayah; putrasya—dengan seorang putera; sakhā iva—seperti seorang kawan; sakhyuḥ—dengan seorang kawan; priyaḥ—seorang kekasih; priyāyāḥ—dengan yang paling tercinta; arhasi—Anda harus; deva—Tuhan; soḍhum
membiarkan.

Anda adalah Tuhan Yang Maha Esa yang patut disembah oleh setiap makhluk hidup. Karena itu, hamba bersujud dengan hormat kepada Anda dan mohon karunia Anda. Seperti halnya seorang ayah membiarkan keberanian puteranya, seorang kawan membiarkan sikap kurang sopan dari kawannya, atau seorang isteri membiarkan sikap akrab suaminya, mohon memaafkan kesalahan yang mungkin hamba lakukan terhadap Anda.




11.45

adṛṣṭa-pūrvaḿ hṛṣito 'smi dṛṣṭvā

bhayena ca pravyathitaḿ mano me

tad eva me darśaya deva rūpaḿ

prasīda deveśa jagan-nivāsa

adṛṣṭa-pūrvam—belum pernah dilihat; hṛṣitaḥ—berbahagia; asmi—hamba menjadi; dṛṣṭvā—melihat; bhayena—karena takut; ca—juga; pravyathitam—goyah; manaḥ—pikiran; me—milik hamba; tat—itu; evā—pasti; me—kepada hamba; darśaya—memperlihatkan; deva—o Tuhan Yang Maha Esa; rūpam—bentuk; prasīda—mohon karunia; deva-īśa—o Tuhan yang disembah oleh segala dewa; jagat-nivāsa—o Pelindung alam semesta.

Sesudah melihat bentuk semesta ini yang belum pernah hamba lihat sebelumnya, hamba berbahagia, tetapi pada waktu yang sama pikiran hamba goyah karena ketakutan. Karena itu, mohon memberi karunia Anda kepada hamba dan sekali lagi memperlihatkan bentuk Anda sebagai Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, o Tuhan yang disembah oleh semua dewa, Pelindung alam semesta.

11.46

kirīṭinaḿ gadinaḿ cakra-hastam

icchāmi tvāḿ draṣṭum ahaḿ tathāiva

tenaiva rūpeṇa catur-bhujena

sahasra-bāho bhava viśva-mūrte

kirīṭinam—dengan mahkota; gadinam—dengan gada; cakra-hastam—cakra di tangan; icchāmi—hamba ingin; tvām—Anda; draṣṭum—melihat; aham—hamba; tathā evā—dalam kedudukan itu; tena evā—dalam itu; rūpeṇa—bentuk; catuḥ-bhujena—berlengan empat; sahasra-bāho—o Kepribadian yang berlengan seribu; bhava—mohon menjadi; viśva-mūrte—o bentuk semesta.

O bentuk semesta, Tuhan Yang Maha Esa yang berlengan seribu, hamba ingin melihat Anda dalam bentuk Anda yang berlengan empat, dengan mahkota pada kepala Anda dan gada, cakra, kerang dan bunga padma pada tangantangan Anda. Hamba ingin melihat Anda dalam bentuk itu.

11.47

śrī-bhagavān uvāca

mayā prasannena tavārjunedaḿ

rūpaḿ paraḿ darśitam ātma-yogāt

tejo-mayā ḿ viśvam anantam ādyaḿ

yan me tvad anyena na dṛṣṭa-pūrvam

Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; mayā—oleh-Ku; prasannena—dengan bahagia; tavā—kepadamu; Arjuna—wahai Arjuna; idam—ini; rūpam—bentuk; param—rohani; darśitam—diperlihatkan; ātma-yogāt—oleh kekuatan dalam dari Diri-Ku; tejaḥ-mayamm—penuh cahaya; viśvam—seluruh alam semesta; anantam—tidak terbatas; ādyam—asli; yat—itu yang; me—milik-Ku; tvat anyena—selain engkau; na dṛṣṭa-pūrvam—belum pernah ada orang yang melihat sebelumnya.

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Arjuna yang baik hati, atas kekuatan dalam dari Diri-Ku, dengan senang hati bentuk semesta yang paling utama di dunia material sudah Kuperlihatkan kepadamu. Sebelum engkau, belum pernah ada orang yang melihat bentuk yang abadi ini, yang tidak terhingga dan penuh cahaya yang menyilaukan.

11.48

na veda-yajñādhyayānair na dānair

na ca kriyābhir na tapobhir ugraiḥ

evaḿ-rūpaḥ śakya ahaḿ nṛ-loke

draṣṭuḿ tvad anyena kuru-pravīra

na—tidak pernah; veda-yajña—oleh korban suci; adhyayānaiḥ—atau mempelajari Veda; na—tidak pernah; dānaiḥ—oleh kedermawanan; na—tidak pernah; ca—juga; kriyābhiḥ—oleh kegiatan saleh; na—tidak pernah; tapobhiḥ—oleh pertapaan yang serius; ugraiḥ—keras; evam-rūpaḥ—dalam bentuk ini; śakyaḥ—dapat; aham—Aku; nṛ-loke—di dunia material ini; draṣṭum—dilihat; tvat—daripada engkau; anyena—oleh yang lain; kuru-pravīra—wahai yang paling baik di antara para kesatria Kuru.

Wahai kesatria Kuru yang paling baik, sebelum engkau, belum pernah ada orang yang melihat bentuk semesta-Ku ini, sebab Aku tidak dapat dilihat dalam bentuk ini di dunia material. Baik melalui cara mempelajari Veda, melakukan korban suci, kedermawanan, kegiatan saleh, maupun pertapaan yang keras.

11.49

mā te vyathā mā ca vimūḍha-bhāvo

dṛṣṭvā rūpaḿ ghoram īdṛń mamedam

vyapeta-bhīḥ prīta-manāḥ punas tvaḿ

tad eva me rūpam idaḿ prapaśya

mā—supaya jangan; te—kepadamu; vyathā—kesulitan; mā—supaya jangan; ca—juga; vimūḍhabhāvaḥ—kebingungan; dṛṣṭvā—dengan melihat; rūpam—bentuk; ghoram—mengerikan; īdṛk—menurut aslinya; mama—milik-Ku; idam—ini; vyapeta-bhīḥ—bebas dari segala rasa takut; prīta-manāḥ—senang dalam pikiran; punaḥ—lagi; tvām—engkau; tat—itu; evā—demikian; me—milik-Ku; rūpam—bentuk; idam—ini; prapaśya—lihatlah.

Engkau sudah menjadi goyah dan bingung dengan melihat ciri-Ku yang mengerikan ini. Sekarang itu semua akan berakhir. Penyembah-Ku, sekarang engkau bebas lagi dari segala gangguan. Dengan pikiran yang tenang, sekarang engkau dapat melihat bentuk yang engkau inginkan.

11.50

sañjaya uvāca

ity Arjunaḿ vāsudevas tathoktvā

svakaḿ rūpaḿ darśayām āsa bhūyaḥ

āśvāsayām āsa ca bhītam enaḿ

bhūtvā punaḥ saumya-vapur mahātmā

sañjayaḥ uvāca—Sañjaya berkata; iti—demikian; Arjunam—kepada Arjuna; vāsudevaḥ—Krishna; tathā—dengan cara seperti itu; uktvā—bersabda; svakam—milik Beliau Sendiri; rūpam—bentuk; darśayām āsa—memperlihatkan; bhūyaḥ—lagi; āśvāsayām āsa—memberi semangat; ca—juga; bhītam—takut; enam—dia; bhūtvā—menjadi; punaḥ—lagi; saumya-vapuḥ—bentuk yang tampan; mahā-ātmā—Kepribadian yang mulia.

Sañjaya berkata kepada Dhṛtarāṣṭra : Setelah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Krishna bersabda seperti itu kepada Arjuna, Beliau memperlihatkan bentuknya yang sejati yang berlengan empat, dan akhirnya memperlihatkan bentuknya yang berlengan dua. Dengan demikian, Beliau memberi semangat kepada Arjuna yang sedang ketakutan.

11.51

Arjuna uvāca

dṛṣṭvedaḿ mānuṣaḿ rūpaḿ

tava saumyaḿ janārdana

idānīm asmi saḿvṛttaḥ

sa-cetāḥ prakṛtiḿ gataḥ

Arjunaḥ uvāca—Arjuna berkata; dṛṣṭvā—melihat; idam—ini; mānuṣam—seperti manusia; rūpam—bentuk; tavā—milik Anda; saumyam—tampan sekali janārdana—o Kepribadian yang menghukum musuh; idānīm—sekarang; asmi—hamba adalah; saḿvṛttaḥ—tenang; sa-cetāḥ—dalam kesadaran hamba; prakṛtim—kepada sifat Anda sendiri; gataḥ—kembali.

Ketika Arjuna melihat Krishna seperti itu dalam bentuk-Nya yang asli, dia berkata: O Janārdana, dengan melihat bentuk ini yang seperti manusia dan sangat tampan, pikiran hamba sudah tenang, dan hamba kembali pada sifat hamba yang asli.

11.52

śrī-bhagavān uvāca

su-durdarśam idaḿ rūpaḿ

dṛṣṭavān asi yan mama

devā apy asya rūpasya

nityaḿ darśana-kāńkṣiṇaḥ

Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; su-durdarśam—sulit sekali dilihat; idam—ini; rūpam—bentuk; d‚stavan asi—sebagaimana engkau sudah melihat; yat—yang mana; mama—milik-Ku; devāḥ—para dewa; api—juga; asya—ini; rūpasya—bentuk; nityam—untuk selamanya; darśana-kāńkṣiṇaḥ—bercita-cita melihat.

Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Arjuna yang baik hati, bentuk-Ku yang sedang engkau lihat sulit sekali dipandang. Para dewa pun senantiasa mencari kesempatan untuk melihat bentuk ini yang sangat tercinta.




11.53

nāhaḿ vedair na tapasā

na dānena na cejyayā

śakya evaḿ-vidho draṣṭuḿ

dṛṣṭavān asi māḿ yathā

na—tidak pernah; aham—Aku; vedaiḥ—dengan cara mempelajari Veda; na—tidak pernah; tapasā—oleh pertapaan yang serius; na—tidak pernah; dānena—oleh kedermawanan; na—tidak pernah; ca—juga; ijyayā—oleh sembahyang; śakyaḥ—dimungkinkan; evam-vidhaḥ—seperti ini; draṣṭum—melihat; dṛṣṭavān—dengan melihat; asi—engkau adalah; mām—Aku; yathā—sebagai.

Bentuk yang sedang engkau lihat dengan mata rohanimu tidak dapat dimengerti hanya dengan mempelajari Veda, melakukan pertapaan yang serius, melalui kedermawanan maupun sembahyang. Bukan dengan cara-cara ini seseorang dapat melihat Aku dalam bentuk-Ku yang sebenarnya.

11.54

bhaktyā tv ananyayā śakya

aham evaḿ-vidho 'rjuna

jñātuḿ draṣṭuḿ ca tattvena

praveṣṭuḿ ca parantapa

bhaktyā—oleh bhakti; tu—tetapi; ananyayā—tanpa dicampur dengan kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pengetahuan berdasarkan angan-angan; śakyaḥ—dimungkinkan; aham—Aku; evam-vidhaḥ—seperti ini; Arjuna—wahai Arjuna; jñātum—mengetahui; draṣṭum—melihat; ca—dan; tattvena—dengan sebenarnya; praveṣṭum—masuk ke dalam; ca—juga; parantapa—wahai yang berlengan perkasa.

Arjuna yang baik hati, hanya melalui bhakti yang murni dan tidak dicampur dengan kegiatan yang lain Aku dapat dimengerti menurut kedudukan-Ku yang sebenarnya, yang sedang berdiri di hadapanmu, dan dengan demikian Aku dapat dilihat secara langsung. Hanya dengan cara inilah engkau dapat masuk ke dalam rahasia pengertian-Ku





11.55

mat-karma-kṛn mat-paramo

mad-bhaktaḥ sańga-varjitaḥ

nirvairaḥ sarva-bhūteṣu

yaḥ sa mām eti pāṇḍava

mat-karma-kṛt—tekun dalam melakukan pekerjaan-Ku; mat-paramaḥ—dengan mengakui Aku sebagai Yang Mahakuasa; mat-bhaktaḥ—tekun dalam bhakti kepada-Ku; sańga-varjitaḥ—bebas dari pengaruh kegiatan untuk membuahkan hasil dan angan-angan; nirvairaḥ—tidak mempunyai musuh; sarva-bhūteṣu—di antara semua makhluk hidup; yaḥ—orang yang; saḥ—dia; mām—kepada-Ku; eti—datang; pāṇḍava—wahai putera Pāṇḍu.

Arjuna yang baik hati, orang yang menekuni bhakti yang murni kepada-Ku, bebas dari pengaruh kegiatan yang dimaksudkan untuk membuahkan hasil atau pahala dan pengaruh angan-angan, yang bekerja demi-Ku, menjadikan Aku sebagai tujuan utama dalam hidupnya, dan ramah terhadap semua makhluk hidup—dia pasti datang kepada-Ku.

author