Bhagawad Gita IV.5

No comment 1092 views

Bhagawad Gita IV.5

श्रीभगवानुवाच:

बहूनि मे व्यतीतानि जन्मानि तव चार्जुन ।

तान्यहं वेद सर्वाणि न त्वं वेत्थ परंतप ॥

śrībhagavānuvāca:

bahūni me vyatītāni janmāni tava cārjuna,

tānyahaṃ veda sarvāṇi na tvaṃ vettha paraṃtapa.

BG 4.5

The Blessed Lord said: Many are my lives that are past, and thine also, O Arjuna; all of them I know, but thou knowest not, O scourge of the foe (Aurobindo, 1995:70).

arti dari Bhagawad Gita 4.5

Sri bhagawan berkata:

banyak kelahiranku dimasa lalu demikian pula kelahiranmu, arjuna. semuanya ini Aku tau tetapi engkau sendiri tidak, parantapa (Pendit, 1967:103)

Disini Krisna menerangkan kepada Arjuna tentang reinkarnasi atau numitis atau penjelmahan kembali. Referensi yang dikemukan oleh Krisna disini hendaknya dihubungkan dengan lahirnya kedunia percikan dari Brahman (atma) dalam wujud Avatara, yang kemudian karena kewibawaannya dikenal sebagai reinkarnasi dari Dewa Wisnu, seperti halnya para raja nusantara yang dianggap titisan wisnu oleh rakyatnya. Kelahiran-Nya dan kelahiran arjuna sendiri sebagai manusia biasa dimasa-masa yang lampau haruslah diartikan bahwasanya Krisna manusia yang tercerahkan. Dia, sang Atma Yang Maha langgeng selalu sadar akan kelahiran ini, sedangkan arjuna dan ataupun setiap manusia yang belum tercerahkan tidak akan mengtahuiNya.

arti dari setiap kata dalam Bhagavad Gita IV.5

  • sri bhagavan, artinya: sebutan kepada sri krisna karena memberikan wejangan pencerahan
  • uvacha, artinya: berkata, bersabda
  • bahni, artinya: banyak;
  • me, artinya: milik-Ku;
  • vyatitani, artinya: sudah melewati;
  • janmani, artinya: kelahiran-kelahiran;
  • tava, artinya: milik engkau;
  • ca, artinya: dan juga;
  • arjuna, artinya: Arjuna;
  • tanyi, artinya: yang itu;
  • aham, artinya: Aku;
  • veda, artinya: mengetahui;
  • sarvani, artinya: semua;
  • na, artinya: tidak;
  • tvam, artinya: engkau;
  • vettha, artinya: mengetahui;
  • parantapa, artinya: wahai penakluk musuh.

penjelasan lebih lanjut tentang Bhagavad Gita 4.5

Kelahiran Sang Kreshna tidak seperti kelahiran manusia biasa, kelahiranNya merupakan kelahiran dari karma yang dominan positif, sehingga kelahiran beliau sebagai manusia yang tercerahkan, yang hadir ke dunia dimaksudkan untuk suatu tujuan yang agung dan suci, yaitu penyelamatan makhluk-makhluk dan dunia ciptaanNya. Sebaliknya jiwa manusia selalu dibatasi oleh hadirnya ketiga guna (sifat prakriti), dan akibatnya tak pernah bisa ingat akan masa atau kehidupannya yang lampau. Dilain sisi, raga kita ini harus menjalani karmanya. bukti sosok krisna adalah sebagai manusia terkonfirmasi pada saat kisah "wafatnya Sri Krisna" (Mosala Parwa), dimana beliau sebagai manusia yang bisa bersedih hati dan meninggal akibat luka yang mendalam.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message. USA: Lotus Light Publications.
  • Pendit, Nyoman S. 1967. Bhagavadgita. Jakarta: Lembaga Penyelenggara Penerjemah dan Penerbit Kitab Weda dan Dharmmapada Departemen Agama RI.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 4:

author