Bhagawad Gita IV.5

No comment 646 views

Bhagawad Gita IV.5

sribhagavan uvacha:
bahuni me vyatitani janmanbi tava cha 'rjuna
tany aham veda sarvani na tvam vettha paramtapa
(BG 4.5)

 

arti dari Bhagawad Gita 4.5

Banyak kelahiran yang telah Kualami dan juga olehmu, oh Arjuna! Aku mengetahui semua itu, tetapi engkau tak pernah tahu akan kelahiran-kelahiran itu.

Disini Krisna menerangkan kepada Arjuna tentang reinkarnasi atau numitis atau penjelmahan kembali. Referensi yang dikemukan oleh Krisna disini hendaknya dihubungkan dengan lahirnya kedunia percikan dari Brahman (atma) dalam wujud Avatara, yang kemudian karena kewibawaannya dikenal sebagai reinkarnasi dari Dewa Wisnu, seperti halnya para raja nusantara yang dianggap titisan wisnu oleh rakyatnya. Kelahiran-Nya dan kelahiran arjuna sendiri sebagai manusia biasa dimasa-masa yang lampau haruslah diartikan bahwasanya Krisna manusia yang tercerahkan. Dia, sang Atma Yang Maha langgeng selalu sadar akan kelahiran ini, sedangkan arjuna dan ataupun setiap manusia yang belum tercerahkan tidak akan mengtahuiNya.

arti dari setiap kata dalam Bhagavad Gita IV.5

  • sri bhagavan, artinya: sebutan kepada sri krisna karena memberikan wejangan pencerahan
  • uvacha, artinya: berkata, bersabda
  • bahni, artinya: banyak;
  • me, artinya: milik-Ku;
  • vyatitani, artinya: sudah melewati;
  • janmani, artinya: kelahiran-kelahiran;
  • tava, artinya: milik engkau;
  • ca, artinya: dan juga;
  • arjuna, artinya: Arjuna;
  • tanyi, artinya: yang itu;
  • aham, artinya: Aku;
  • veda, artinya: mengetahui;
  • sarvani, artinya: semua;
  • na, artinya: tidak;
  • tvam, artinya: engkau;
  • vettha, artinya: mengetahui;
  • parantapa, artinya: wahai penakluk musuh.

penjelasan lebih lanjut tentang Bhagavad Gita 4.5

Kelahiran Sang Kreshna tidak seperti kelahiran manusia biasa, kelahiranNya merupakan kelahiran dari karma yang dominan positif, sehingga kelahiran beliau sebagai manusia yang tercerahkan, yang hadir ke dunia dimaksudkan untuk suatu tujuan yang agung dan suci, yaitu penyelamatan makhluk-makhluk dan dunia ciptaanNya. Sebaliknya jiwa manusia selalu dibatasi oleh hadirnya ketiga guna (sifat prakriti), dan akibatnya tak pernah bisa ingat akan masa atau kehidupannya yang lampau. Dilain sisi, raga kita ini harus menjalani karmanya. bukti sosok krisna adalah sebagai manusia terkonfirmasi pada saat kisah "wafatnya Sri Krisna" (Mosala Parwa), dimana beliau sebagai manusia yang bisa bersedih hati dan meninggal akibat luka yang mendalam.

author