Bhagawad Gita IX.12

No comment 91 views

Bhagawad Gita IX.12

मोघाशा मोघकर्माणो मोघज्ञाना विचेतसः ।

राक्षसीमासुरीं चैव प्रकृतिं मोहिनीं श्रिताः ॥

moghāśā moghakarmāṇo moghajñānā vicetasaḥ,

rākṣasīmāsurīṃ caiva prakṛtiṃ mohinīṃ śritāḥ.

BG 9.12

All their hope, action, knowledge are vain things (when judged by the Divine and eternal standard); they dwell in the Rakshasic and Asuric nature which deludes the will and the intelligence (Aurobindo, 1995:147).

Bhagavadgita 9.12 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Bhagavadgita IX.12 dalam bahasa Bali

Arti Sloka Bhagavad Gita 9.12

Karena terbujuk rayu sifat jahat, raksasa dan setan, mereka tersesat dalam keinginan yang sia-sia, tindakan dan pengetahuan mereka akan sia-sia, dan kehilangan pertimbangan yang benar (Radhakrishnan, 1971:243).

 

Arti Sloka BG IX.12 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

Arti perkata diambil dari Bhagavad Gita Menurut Aslinya (Prabhupada, 2007):

  • mogha-aśā, artinya:dibingungkan oleh harapannya;
  • mogha-karmāṇo, artinya:dibingungkan dalam kegiatan yang dimaksududkan untuk membuahkan hasil;
  • mogha-jñānā, artinya: dibingungkan dalam pengetahuan;
  • vicetasaḥ, artinya: dibingungkan;
  • rākṣasīm, artinya: jahat;
  • āsurīṃ, artinya: tidak percaya pada Tuhan;
  • ca, artinya: dan;
  • iva, artinya: pasti;
  • prakṛtiṃ, artinya: alam;
  • mohinīṃ, artinya: membingungkan;
  • śritāḥ, artinya: berlindung kepada;

Penjelasan Bhagawad Gita 9.12

"Raksasim" itu lebih cenderung disematkan kepada mereka yang dikuasai oleh sifat TAMAS dan yang membiarkan diri hanyut dalam tindakan-tindakan yang kejam, sedangkan "Asurim" cederung yang bersifat seperti setan, mereka yang dikuasai sifat RAJAS, nafsu ambisi, keserakahan dan semacamnya.

Sifat-sifat jahat dan buruk yang ada dalam diri manusia dilukiskan sebagai SETAN dan RAKSASA, yang sesungguhnya berarti bahwa orang-orang demikian mempunyai pandangan rendah dan nilai hina, justru karena mengejar hawa nafsu dan keinginan pribadi sepuas-puasnya (lihat sloka Bhagawad Gita VII.15). Mereka lekat pada dunia yang bersifat sementara dan jatuh dalam tipu daya alam yang menipu (mohini prakerti) dan mengabaikan realitas ilahi.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Pendit, Nyoman S. 1967. Bhagavadgita. Jakarta: Lembaga Penyelenggara Penerjemah dan Penerbit Kitab Suci Weda dan Dhammapada Departemen Agama Repulik Indonesia.
  • Prabhupada, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami. 2007. Bhagavad Gita Menurut Aslinya. Jakarta: Hanuman Sakti.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 9:

author