Bhagawad Gita IX.25

No comment 2499 views

Bhagawad Gita IX.25

यान्ति देवव्रता देवान्पितृन्यान्ति पितृव्रताः ।

भूतानि यान्ति भूतेज्या यान्ति मद्याजिनोऽपि माम् ॥

yānti devavratā devānpitṛnyānti pitṛvratāḥ,

bhūtāni yānti bhūtejyā yānti madyājino’pi mām.

BG 9.25

They who worship the gods go to the gods, to the (divinised) Ancestors go the Ancestor-worshippers, to elemental spirits go those who sacrifice to elemental spirits; but My worshippers come to Me (Aurobindo, 1995:52).

Bhagavadgita 9.25 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Sangksepanika ling mami, ikang amuja dewata, mulih mareng dewata, mulih mareng pitra tikang amuja ring pitra, mulih ring bhuta loka sang amuja ring Bhuta, kunang ikang amuje ryaku teke ryaku niyatanika.

 

Bhagavadgita IX.25 dalam bahasa Bali

Cutetipun rawos beline, punika sang ngastawa dewa, mantuk punika ring dewata, mantuk ngungsi ka pitra loka punika sang ngastawa ring pitra, mantuk kabhutaloka sang ngastawa ring bhuta, nanging punika sang ngastawa ring beli  rawuh ring beli kasinahannya punika (Menaka, 1990:181).

Arti Sloka Bhagavad Gita 9.25

Para pemuja dewa akan pergi kepada para dewa, para pemuja leluhur akan menghadap leluhur, para pemuja roh alam akan bertemu dengan roh alam, tapi mereka yang memuja-KU akan datang kepada-KU (Radhakrishnan, 1971:248).

Arti Sloka BG IX.25 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • yanti, Artinya: pergi;
  • deva vrata, Artinya: penyembah dewa;
  • devan, Artinya: kepada para dewa;
  • pitrn, Artinya: kepada para leluhur;
  • pitr vratah, Artinya: para penyembah leluhur;
  • bhutani, Artinya: kepada para hantu dan roh-roh halus (gaib);
  • bhutejya, Artinya: para penyembah roh-roh halus dan hantu-hantu (gaib);
  • mad, Artinya: milik-Ku;
  • yajino, Artinya: para penyembah;
  • pi, Artinya: tetapi;
  • mam, Artinya: kepada-Ku.

 

Penjelasan Bhagawad Gita 9.25

Dijelaskan dan ditegaskan sekali lagi oleh Sang Kreshna secara bebas dan amat demokratis tujuan pemujaan para pemuja yang bebas memuja. Silahkan dengan demikian menentukan pilihan, karena Yang Maha Esa sudah jelas sabda-sabdaNya.

Kalau seseorang ingin pergi ke bulan, matahari, atau planet lain, ia dapat mencapai tujuan yang diinginkan dengan mengikuti prinsip-prinsip Veda tertentu yang dianjurkan untuk mencapai tujuan tertentu itu. Dalam sloka ini dijelaskan oleh Krisna bahwasanya ada tiga macam kekeliruan yang umumnya dilakuakn oleh seorang yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang Brahman (ini adalah karakteristik diseluruh dunia), yaitu

  1. pemujaan terhadap dewa-dewa saja,
  2. pemujaan terhadap leluhur (nenek-moyang) yang telah meninggal dunia saja,
  3. tiga pemujaan kepada jiwa atau roh suci ataupun sesuatu yang ada dalam alam ini saja.

Memang sebenarnya ketiga pemujaan tersebut diatas tidaklah salah, sebab setiap pemujaan (apapun bentuk dan tujuannya) akan mendatangkan pahala. Pemujaan berkualitas rendah akan menghantarkan pahala kualitas rendah pula. disamping itu, pemujaan berkualitas tinggi akan menghantarkan kita pada kualitas yang tinggi. Semua pemujaan yang sungguh-sungguh merupakan upaya mencari Tuhan (Brahman), karena semua ini adalah Brahman, semua ini adalah Purusa.

Namun, ada kelompok-kelompok yang berupaya mempropaganda, dengan mengatakan pemujaan ini salah dan itu yang benar, dipandang keliru sebab tidak mencapai tujuannya yang sesungguhnya dan yang tertinggi. Dengan perkataan lain, pemujaan yang terbatas (kepada dewa-dewa atau leluhur dan sesuatu gaib saja) menghasilkan anugerah terbatas pula. Mereka belum paham bahwa semua adalah wujud dari Tuhan. Karenanya, Krisna memberikan kalimat sederhana sebagai nasehat kepada kita semua: Pujalah Brahman!

Aplikasinya, Umat Gamabali melaksanakan sloka ini dengan jalan kramaning sembah, sembah pertama kepada tuhan, setelah itu kepada dewata dan leluhur ataupun yang gaib lainnya.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.
silahkan simak artikel yang terkat dengan ulasan Bhagavad Gita 9.25:
author