Bhagawad Gita IX.26

No comment 14009 views

Bhagawad Gita IX.26

पत्रं पुष्पं फलं तोयं यो मे भक्त्या प्रयच्छति ।

तदहं भक्त्युपहृतमश्नामि प्रयतात्मनः ॥

patraṃ puṣpaṃ phalaṃ toyaṃ yo me bhaktyā prayacchati,

tadahaṃ bhaktyupahṛtamaśnāmi prayatātmanaḥ.

BG 9.26

He who offers to Me with devotion a leaf, a flower, a fruit, a cup of water, that offering of love from the striving soul, is acceptable to Me (Aurobindo, 1995:153).

Bhagavadgita 9.26 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Syapa pwang wwang pranamya bhakti sasaji patra puspa phala, way tarimangku pada lawan punya bhaktining suddha jnyana.

 

Bhagavadgita IX.26 dalam bahasa Bali

Sapa sira ugi ida dane ngumbah bhakti saha bebanten don, bunga, buah, toya, tampin beli pateh ring aturan bhaktin sang mapakayun suci (Menaka, 1990:182).

Arti Sloka Bhagavad Gita 9.26

Siapapun yang sujud mempersembahkan daun, bunga, buah, atau air sepenuh bhakti kepada-KU, persembahan cinta, persembahan dari hati yang suci murni itu akan AKU terima (Radhakrishnan, 1971:248).

Arti Sloka BG IX.26 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • patram, artinya: daun;
  • puspam, artinya: bunga;
  • phalam, artinya: buah;
  • toyam, artinya: air;
  • yah, artinya: siapa pun;
  • me, artinya: kepada-Ku;
  • bhaktya, artinya: dengan bhakti;
  • prayacchati, artinya: mempersembahkan;
  • tat, artinya: itu;
  • aham, artinya: Aku;
  • bhakti-upahrtam, artinya: dipersembahkan dalam bhakti;
  • asnami, artinya: menerima;
  • prayata-atmanah, artinya: dari orang yang kesadarannya murni.

 

Penjelasan Bhagawad Gita 9.26

Sloka ini adalah salah satu sloka yang amat penting untuk dipelajari dan dihayati oleh orang yang beragama Hindu.

Di sini diperlihatkan betapa besarnya Jiwa Yang Maha Esa yang tak pernah menuntut apapun juga dari kita semua untuk apa saja yang telah diberikannya kepada kita semua. Bagi-Nya yang penting dari kita hanyalah dedikasi, iman dan kasih untukNya, dan semua itu dapat disimbolkan dalam bentuk-bentuk sederhana saja seperti daun, bunga dan lain sebagainya. Ia tidak menuntut harta-benda atau yang mewah-mewah dan yang bukan-bukan.

Hanya yang kecil-kecil saja yang diingatkanNya kepada kita. Maka seyogyanyalah berbakti kepadaNya dengan yang sederhana dan kecil saja seperti memperhatikan fakir-miskin dan mereka yang kesusahan di sekitar kita dengan dana yang berupa apa saja dalam bentuk yang sederhana saja kalau tidak bisa yang bentuknya malahan menyusahkan.

Dengan sedikit perhatian terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan, maka setiap saat kita sudah berbakti untukNya tanpa pamrih. Nyalakan sebuah lilin kecil setiap hari dalam dirimu atau dengan kata lain jadikanlah anda sebuah batu-bata kecil untuk membangun kuilNya yang suci, atau berikanlah segenggam beras kepada sesama makhluk setiap harinya; semua pengorbanan-pengorbanan kecil demi Yang Maha Kuasa ini akan meniti kita ke pemasrahan total dan pembersihan atau pemurnian hati kita suatu waktu, dan jatuhlah kemudian berkah dan karunia Sang Maha Pengasih, Sang Maha Penyayang atas diri kita yang 'bodoh' dan 'gelap' ini, dan teranglah tujuan kita ke arahNya.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.
silahkan simak artikel yang terkat dengan ulasan Bhagavad Gita 9.26:
author