Bhagawad Gita IX.26

No comment 4661 views

 Bhagawad Gita IX.26

Patram puspam phalam toyam yo me bhaktya prayacchati,
Tad aham bhaktyaupashitam Asnami prayatatmanah.
(Bhagawad gita IX.26)

Artinya:

Siapa saja yang sujud kepadaku dengan persembahan sehelai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan, seteguk air, aku terima sebagai bhakti persembahan dari orangyang berhati suci

  • patram - daun;
  • puspam - bunga;
  • phalam - buah;
  • toyam - air;
  • yah - siapa pun;
  • me - kepada-Ku;
  • bhaktya - dengan bhakti;
  • prayacchati - mempersembahkan;
  • tat - itu;
  • aham - Aku;
  • bhakti-upahrtam - dipersembahkan dalam bhakti;
  • asnami - menerima;
  • prayata-atmanah - dari orang yang kesadarannya murni.

setangkai daun, sekuntum bunga, sebiji buah-buahan atau segeguk air dalam persembahan yang besifat simbolik. Yang terutama adalah hati suci, pikiran terpusatkan dan jiwa dalam kesimbangan tertuju kepada-Nya. Kerena itu. Bhagavadgita tidak menolak jalan yang ditempuh orang seperti tercantum dalam sloka diatas ini untuk memuja Brahman.

Sloka ini adalah salah satu sloka yang amat penting untuk dipelajari dan dihayati oleh orang yang beragama Hindu.

Di sini diperlihatkan betapa besarnya Jiwa Yang Maha Esa yang tak pernah menuntut apapun juga dari kita semua untuk apa saja yang telah diberikannya kepada kita semua. Bagi-Nya yang penting dari kita hanyalah dedikasi, iman dan kasih untukNya, dan semua itu dapat disimbolkan dalam bentuk-bentuk sederhana saja seperti daun, bunga dan lain sebagainya. Ia tidak menuntut harta-benda atau yang mewah-mewah dan yang bukan-bukan.

Hanya yang kecil-kecil saja yang diingatkanNya kepada kita. Maka seyogyanyalah berbakti kepadaNya dengan yang sederhana dan kecil saja seperti memperhatikan fakir-miskin dan mereka yang kesusahan di sekitar kita dengan dana yang berupa apa saja dalam bentuk yang sederhana saja kalau tidak bisa yang bentuknya malahan menyusahkan.

Dengan sedikit perhatian terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan, maka setiap saat kita sudah berbakti untukNya tanpa pamrih. Nyalakan sebuah lilin kecil setiap hari dalam dirimu atau dengan kata lain jadikanlah anda sebuah batu-bata kecil untuk membangun kuilNya yang suci, atau berikanlah segenggam beras kepada sesama makhluk setiap harinya; semua pengorbanan-pengorbanan kecil demi Yang Maha Kuasa ini akan meniti kita ke pemasrahan total dan pembersihan atau pemurnian hati kita suatu waktu, dan jatuhlah kemudian berkah dan karunia Sang Maha Pengasih, Sang Maha Penyayang atas diri kita yang 'bodoh' dan 'gelap' ini, dan teranglah tujuan kita ke arahNya.

silahkan simak artikel yang terkat dengan ulasan Bhagavad Gita 9.26:
author