Bhagawad Gita VI.1

No comment 73 views

Bhagawad Gita VI.1

श्रीभगवानुवाच:

अनाश्रितः कर्मफलं कार्यं कर्म करोति यः ।

स संन्यासी च योगी च न निरग्निर्न चाक्रियः ॥

śrībhagavānuvāca:

anāśritaḥ karmaphalaṃ kāryaṃ karma karoti yaḥ,

sa saṃnyāsī ca yogī ca na niragnirna cākriyaḥ.

BG 6.1

The Blessed Lord said: Whoever does the work to be done without resort to its fruits, he is the Sannyasin and the Yogin, not the man who lights not the sacrificial fire and does not the works (Aurobindo, 1995:101)

 

Bhagavadgita 6.1 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

 

Bhagavadgita VI.1 dalam bahasa Bali

 

 

Arti Sloka Bhagavad Gita 6.1

Sri Bhagavan berkata:

Ia yang melakukan apa yang mesti dilakukan tanpa pamrih adalah seorang Sanyasin (Samyasi), seorang yogi, bukan dia yang tidak menyalakan api kurban dan tidak melakukan ritual upacara persembahan (Radhakrishnan, 1971:187).

 

Arti Sloka BG VI.1 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • sri-bhagavan, artinya: Sri krisna
  • uvaca, artinya: berkata
  • anasritaḥ, artinya: tanpa berlindung
  • karma-phalaṃ, artinya: terhadap hasil pekerjaan/perbuatan
  • karyaṃ, artinya: wajib
  • karma, artinya: pekerjaan, perbuatan
  • karoti, artinya: melaksanakan
  • yaḥ, artinya: orang yang
  • sa (sah), artinya: dia
  • saṃnyasī, artinya: pada tingkat/tahapan hidup meninggalkan hal-hal duniawi
  • ca, artinya: juga
  • yogi, artinya: ahli kebatinan
  • na, artinya: tidak, tidak juga
  • nir (nih), artinya: tanpa
  • agnir, artinya: api (pemujaan)
  • akriya, artinya: tanpa kewajiban

Penjelasan Bhagawad Gita 6.1

Sri krisna menekankan bahwa samyasa tidak berkaitan dengan kerja fisik, melainkan pada sikap batin. Menjadi sanyasin, tidaklah perlu meninggalkan HOMA (api kurban) dan api persembahan lainnya. Api diperlukan pada waktu ritual pemujaan, sebagai alat yang menghubungkan antara pemuja dengan Tuhannya (Brahman) [Reg Weda I.1.1]. Dalam kiasannya, Api digunakan sebagai alat untuk menerangi jiwa agar mampu mengerahui Brahman. Banyak orang menafsirkan bahwa menjadi Sanyasin (yang telah membebaskan diri dari kerja) tidak perlu lagi melakukan ritual "api" pemujaan dan tidak lagi melakukan persembahyangan. Meninggalkan ritual tanpa semangat samyasa sungguh merupakan sia-sia belaka. Jadi, walaupun sebagai Sanyasin, tidaklah boleh meninggalkan api pemujaan dan rutial-rutual persembahyangan.

 

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 6:

author