Bhagawad Gita VIII.21

No comment 282 views

Bhagawad Gita VIII.21

अव्यक्तोऽक्षर इत्युक्तस्तमाहुः परमां गतिम् ।

यं प्राप्य न निवर्तन्ते तद्धाम परमं मम ॥

avyakto’kṣara ityuktastamāhuḥ paramāṃ gatim,

yaṃ prāpya na nivartante taddhāma paramaṃ mama.

BG 8.21

He is called the unmanifest immutable, him they speak of as the supreme soul and status, and those who attain to him return not; that is my supreme place of being (Aurobindo, 1995:39).

Bhagavadgita 8.21 dalam Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Iking abyakta sinanggah saswata hananya, winuwus maka drbyang parama loka, sangksepanyekang ,akolihe riya, tan punar janma, ika tonggwankun maha parama.

Teges Bhagavadgita VIII.21 mebahasa Bali

Sane niskala puniki kebawos langgeng kawentenannyane, kabawosang madwe genah sane uttama, cutetipun punika sane ngeniyang, tan mawali manumadi, pinika ugi genah beline sane lewihing utama (Menaka, 1990:166).

Arti Sloka Bhagavad Gita 8.21

Yang tak termanifestasikan (tak nyata)  ini disebut sebagai yang abadi. Inilah status tertinggi. Mereka yang mencapaiNYA, tak akan kembali. inilah tempat tinggal-KU yang tinggi (Radhakrishnan, 1971:234).

Arti Sloka BG VIII.21 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • avyakto, artinya: tak berwujud.
  • 'kṣara (aksara), artinya:kekal, abadi, tak pernah gagal.
  • iti, artinya: demikian
  • ukta, artinya: dikatakan
  • tam, artinya: itu
  • ahuḥ, artinya: dikenal
  • paramaṃ, artinya: paling tinggi.
  • gatim, artinya: tujuan.
  • yaṃ, artinya: yang.
  • prāpya, artinya: mencapai.
  • na, artinya: tak pernah.
  • nivartante, artinya: kembali lagi.
  • tad (tat), artinya: itu (brahman)
  • dhama, artinya: tempat tinggal.
  • mama, artinya: milik-KU.

Penjelasan Bhagawad Gita 8.21

Sloka Bagawad Gita 8.21 ini merupakan gambaran tentang MOKSA.

penulis mengharapkan umat dan pembaca mampu melepaskan dirinya dari lingkaran kelahiran dan kematian, atau manifestasi kosmik (prabhava) dan non-manifestasi (pralaya). Untuk mencapai status ke-ABSOLUT-an yang tak terlukiskan ini, kita harus mempasrahkan seluruh pribadi kita pada dia yang Ilahi (Brahman).

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 8:

author