Bhagawad Gita VIII.3

No comment 178 views

Bhagawad Gita VIII.3

श्रीभगवानुवाच:

अक्षरं ब्रह्म परमं स्वभावोऽध्यात्ममुच्यते ।

भूतभावोद्भवकरो विसर्गः कर्मसंज्ञितः ॥

śrībhagavānuvāca:

akṣaraṃ brahma paramaṃ svabhāvo’dhyātmamucyate,

bhūtabhāvodbhavakaro visargaḥ karmasaṃjñitaḥ.

BG 8.3

The Blessed Lord said: The Akshara is the supreme Brahman; swabhava is called adhyatma; Karma is the name given to the creative movement, visarga, which brings into existence all beings and their subjective and objective states (Aurobindo, 1995:133).

Bhagavadgita 8.3 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Sri kesaca prasabdha:

Sanghyang Brahma ngaranira, sira langgeng ndatan owah, sira paraottama, wastu swabhawanira mangaran adhyatma, karma ngaranya, karananing sarwa bhawa-ngdadi karma wineh swadaya manrsti (Menaka, 1990:157).

Bhagavadgita VIII.3 dalam bahasa Bali

Sri Kersna mawacana:

Sanghyang Brahma kasinahannya Ida, Ida sane manggeh tan wenten obah, Ida Maha Agung, parupayan swalaksanan Ida mawasta Adhyatma. Karma punika kasinahannya, sane ngawinang isarwa mahurip manumadi, karma punika kaicen kakuatang ngadakang.

Arti Sloka Bhagavad Gita 8.3

Sang Bhagawan yang mulia berkata:

Brahman (atau yang absolut) adalah zat yang tak termusnahkan, Yang Maha Tinggi (lebih mulia dari apapun), Inti sari alam yang disebut Diri. Karma adalah nama yang diberikan pada daya kreatif yang membawa mahkluk hidup pada kehidupannya (Rhadakrishnan, 1971:227).

Arti Sloka BG VIII.3 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • śrībhagavān, artinya: sri krisna
  • uvāca, artinya: berkata
  • akṣaraṃ, artinya: Tidak dapat dimusnahkan, yang kekal, abadi.
  • brahma, artinya: Brahman (Tuhan).
  • paramaṃ, artinya: Rohani yang melampaui hal-hal duniawi;
  • svabhāvo (svabhāvah), artinya: sifat kekal, Brahman yang berwujud dalam rupa jiwa
  • Adhyātma (m), artinya: Sang Diri, Penguasa tubuh, Sang Penikmat.
  • ucyate, artinya: disebut.
  • bhūta-bhāva-udbhava-karo, artinya: menghasilkan badan-badan jasmani para mahkluk hidup.
  • visargaḥ, artinya: ciptaan
  • karma, artinya: kegiatan yang dimaksud untuk membuahkan hasil atau pahala.
  • saṃjñitaḥ, artinya: disebut.

Penjelasan Bhagawad Gita 8.3

BRAHMAN merupakan eksistensi mandiri Abadi (Aksaram) yang menopang semua yang hidup, bergerak dan yang menyadarkan diri padaNYA. Wujud dari eksistensi Brahman ini (Swabhawa) disebut dengan Adhyatma yang merupakan "roh" yang bersemayam dalam diri manusia dan alam. Dapat juga dikatakan adhyatma itu berarti svabháva, jalan spiritual dan hukum menjadi jiwa dalam Alam tertinggi.

KARMA adalah istilah yang disematkan pada daya kreatif (visarga) yang menyebabkan adanya bentuk-bentuk kehidupan. Karma ini merupakan keseluruhan evolusi kosmik. Brahman (yang ilahi) menyelenggarakan proses kosmik itu, sehingga tidak ada alasan bagi setiap jiwa untuk tidak ikut ambil bagian dari proses tersebut. Yang Abadi mengatasi dualitas (rwabhineda) subyek dan obyek. Subyek abadi (adhyatma) dan yang menghadapi obyek abadi, yang bersifat tidak abadi (prakrti) wadah dari senua bentuk. Sementara itu karma adalah prinsip geraknya, yang menciptakan (visarga) semua efek-efeknya. Semua itu sama sekali tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan manifestasi (swabhawa) dari Brahman seperti yang tertuang dalam Mundakya Upanisad  disebutkan "Sarvam hy etad brahma [Mundakya Up.2] - Semua ini adalah Brahman".

Pernyataan tentang Brahman ini juga tertuang di sloka berikutnya: "Esa sarvesvara esa sarvajna, eso'ntaryam esa yonih sarvasya prabhavapyayau hi bhutanam [Mundakya Up.6] - Ini adalah penguasa segalanya, yang mengetahui segalanya, pengendali batin sumber dari segalanya, dari padanya semua hal berasal dan padaNYA mereka akhirnya melarutkan dirinya" - yang dimaknai bahwa Brahman (yang Absolut) tidak bisa digambarkan, tidak bisa diwadahkan dalam kategori apapun, penguasa semuanya dan juga merupakan jiwa yang bersemayam dalam diri semua ciptaanNYA.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 8:

author