Bhagawad Gita X.20

No comment 223 views

Bhagawad Gita X.20

अहमात्मा गुडाकेश सर्वभूताशयस्थितः ।

अहमादिश्च मध्यं च भूतानामन्त एव च ॥

ahamātmā guḍākeśa sarvabhūtāśayasthitaḥ,

ahamādiśca madhyaṃ ca bhūtānāmanta eva ca.

BG 10.20

I, O Gudakesha, am the Self, which abides within all beings. I am the beginning and middle and end of all beings (Aurobindo, 1995:166).

Bhagavadgita 10.20 dalam Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Aku jiwa tikang hana ri dalem cittaning sarwa bhawa, dhu Gudakesa, aku mekadi madhya mwang antaning sarwa buta.

Teges Bhagavadgita X.20 mebahasa Bali

Beli meraga jiwa sane malingga ring tengah idep sarwa maurip punika, beli maka pengawit, patengahan miwah pamuput sarwa maurip punika (Menaka, 1990:195).

Arti Sloka Bhagavad Gita 10.20

Aku, Oh Gudakesa (arjuna), adalah DIA yang bertahta dihati semua makhluk hidup. Aku adalah Awal, pertengahan dan akhir semua makhluk hidup (Radhakrishnan, 1971:263).

Arti Sloka BG X.20 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

Prabupadha (2007:527) sebagian besar dijadikan rujukan dalam mengambil Arti Sansekerta per kata dalam Sloka ini,

  • aham, artinya: Aku
  • ātmā, artinya: Jiwa
  • guḍākeśa, artinya: Penakluk rasa kantuk, sebutan untuk arjuna.
  • sarva-bhūta, artinya: semua makhluk hidup
  • aśaya-sthitaḥ, artinya: bersemayam didalam hati
  • ādiś, artinya: asal mula
  • ca, artinya: juga
  • madhyaṃ, artinya: pertengahan
  • bhūtānām, artinya: semua makhluk hidup
  • antah, artinya: akhir
  • eva, artinya:  pasti

Penjelasan Bhagawad Gita 10.20

Dunia adalah satu keutuhan yang hidup, saling berhubungan yang sangat luas, harmoni kosmik yang dijiwai dan ditopang satu Roh Ilahi.

Dalam menguraikan segala sesuatunya tentang Brahman dan manifestasinya, Bhagawad Gita memperlakukan kosmology dan prikology sama dan berbarengan, tidak secara terpisah-pisah.  Hal ini dapat dilihat  dalam sloka BG 10.20 diatas dan sloka BG 10.21 berikutnya (perhatikan juga Bhagawad Gita VII.4). Tetapi untuk menyatakan Manifestasi-Nya atau wujud Brahman yang penting-penting saja, utamanya sekali adalah ATMAN (jiwa), sebab seluruh gerakan dan hidup dalam keseluruhan alam-semesta ini dimulai dan dibuat harmonis oleh Atman ini (Pendit, 1967:234). Sloka ini merupakan penjelasan lebih rinci dari Bhagawad Gita II.16, Bhagawad Gita 2.17 dan Bhagawad Gita 2.18.

Di sini, karena jiwa dipuji dengan atribut yang sangat baik dalam ayat ini, pembicara mengidentifikasi dirinya dengan Atman itu. Jadi, disini kesempatan untuk fokus pada aspek menemukan siapa itu Atman (Jiwa)!

Dalam konteks ini mari kita lihat apa yang dibicarakan Shruti. Veda memberitakan bahwa Brahman (juga disebut Purusha) adalah Atman (Diri atau jiwa) dari semua dan jika kita menganalisis Veda dengan hati-hati, kita akan memahami bahwa Dewa Siwa adalah Brahman dari Veda. Dan dia adalah Atman (Diri) dari semua.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Pendit, Nyoman,S. 1967. Bhagavadgita. Jakarta: Lembaga Penyelenggara Penerjemah dan Penerbit Kitab Suci Weda dan Dhammapada Departemen Agama Republik Indonesia.
  • Prabhupada, Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta Swami. 2007. Bhagavad Gita Menurut Aslinya. Jakarta: Hanoman Sakti.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 10:

author