Bhagawad Gita XI.15

No comment 1231 views

Bhagawad Gita XI.15

arjuna uvaca:

pasyami devams tava deva dehe

sarvams tatha bhuta-visesa-sanghan

brahmanam Isam kamalasana-stham

rsims ca sarvan uragams ca divyan

(Bhagawad Gita 11.15)

Arti Bhawadgita 11.15 dalam bahasa Kawi

Sang Parthan pacabdha:

Ri rupa rahadyan sanghulun, dhu bhatara, sanghulun tumon watek dewa lawan sarwa bhuta waneh, sanghyang brahma lungguh ring padmasana, hiniring para resi mwang naga diwya.

Arti Bhawadgita 11.15 dalam bahasa Bali

Sang Arjuna mahatur:

sajeroning warnin cokor iratu, inggih ratu bhatara, tityang ngantenang watek dewa sareng sekancan mahuripe liyanan, ida sanghyang brahma malinggih ring padma sana, kairing antuk watek resi miwah naga suci.

Padmasana = Kamalasana = Singasana (palinggihan) marupa tunjung

Arti Bhagavadgita 11.15

Berkatalah Arjuna:
Ya! Kulihat sekarang bagaimana semua ini terselimut olehMu! Para dewa terdapat di dalam ragaMu yang agung, oh Tuhan! Sang Brahma bersemayam di singgasana-teratai, dan semua resi, ular-ular dan kekuatan suci!

Kosakata Bhagavad gita XI.15

  • arjuna uvaca : Arjuna berkata;
  • pasyami : hamba melihat;
  • devams : semua dewa;
  • tava : milik Anda;
  • deva : Tuhan;
  • dehe : dalam badan;
  • sarvams : semua;
  • tatha : juga;
  • bhuta : para makhluk hidup;
  • visesa-sanghan : dikumpulkan secara khusus;
  • brahmanam : Dewa Brahma;
  • isam : penguasa;
  • kamala-asana-stham :duduk di atas bunga padma;
  • rsims : resi-resi yang mulia;
  • ca : juga;
  • sarvan : semua;
  • uragan : naga-naga;
  • divyan : rohani.

Arjuna yang takjub dan ketakutan ini mulai menyenandungkan puja-puji kepada Yang Maha Esa dalam bentuk puisi atau syair. Arjuna melihat segala sesuatu di alam semesta. Ia melihat dan menerangkan semua pandangan di hadapannya. Dalam raga Sang Kreshna ia melihat semua bentuk-bentuk dewa-dewi suci dan seluruh alam-kosmos. Terlihat oleh Arjuna, Sang Brahma - ciptaan pertama di alam semesta, yang bersemayam di singgasana teratai (dianggap bunga suci oleh umat Hindu) yang berasal dari pusar Sang Vishnu, juga terlihat olehnya ular-ular suci, orang-orang yang bijaksana dan suci yang ditemuinya di dunia serta naga rohani yang menjadi tahta Garbhodakakasayi Visnu di bagian bawah alam semesta.

Tempat tidur ini yang berupa naga disebut Vasuki. Ada naga-naga lain yang juga bernama Vasuki. Arjuna dapat melihat dari Garbhodakakasayi Visnu sampai bagian tertinggi di alam semesta di planet yang berbentuk bunga padma. Planet itu adalah tempat tinggal Brahma, makhluk hidup pertama di alam semesta. Itu berarti bahwa dari awal sampai akhir, segala sesuatu dapat dilihat oleh Arjuna, yang sedang duduk di satu tempat di atas kereta. Ini hanya dimungkinkan atas karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Arjuna sendiri mencoba menguraikan pada yang telah disaksikannya selama visi Brahman menyatakan diri-Nya dihadapannya, adalah tidak mudah bagi arjuna dengan kata-kata manusia yang tak terbatas jumlahnya, dengan pikiran-pikirannya yang tidak sempurna untuk melukiskan segala sesuatunya tentang pengelaman spiritual ini.

Naga dalam hubungan ini dibartakan sebagai jangka waktu yang tidak terbatas, atau kelanggengan. Oleh karena itu naga dianggap suci dan ada didunia lain, dikayangan

Di dalam terjemahan Sankaracharya di atas kata “Isam” adalah Penguasa(The Lord), karena di ikuti kata depan Brahma. Brahma is Isam.

"Arjuna said, ‘I see all the gods, O God, in Your body, and host of all grades of beings; Brahma, the Lord(Isam) seated on lotus, and all the Rishis and the celestial serpents”.

Apakah sekaliber Sankaracharya yang konon sebagai Pioneer Penyebar Veda di seluruh tanah India salah menterjemahkan? Sebelum menjawab hal tersebut mestinya melihat konteks RUNUT di dalam Kitab Mahabarata. Kreshna berbicara tentang Shiva.

Dalam Kitab mahabarata MBH 13:146:1-4 Kreshna mengatakan kepada Yudistira

"ekākṣaṃ tryambakaṃ caiva viśvarūpaṃ śivaṃ tathā |"

"as one-eyed, and three-eyed, viśvarūpaṃ (of universal form), and Siva or highly auspicious".

Dan kembali Kreshna menegaskan di dalam Sloka selanjutnya MBH 13:146:6-14 mengatakan

"sthāvaraṃ jaṅgamaṃ caiva bahurūpas tataḥ smṛtaḥ |

dhūmraṃ rūpaṃ ca yat tasya dhūrjaṭīty ata ucyate |

viśve devāś ca yat tasmin viśvarūpas tataḥ smṛtaḥ |"

"For this he is called Vahurupa (of multiform aspect). The deities called Viswedevas reside in his body. He is, for this, called Viswarupa (of universal form)".

Sedikit Crosscheck Shastra: Yajurveda 4:5:9 menyatakan,

“devana hridayebhyo namah”,

yang artinya,“Sujud kepada Shiva yg berdiam di hati para dewa-dewa”

Kemudian Yang terpenting adalah Kreshna membabarkan Bhagavad Gita karena melakukan Tapa Yoganya kepada Shiva sehingga Ajaran Bhagawad Gita dapat dibabarkan. Mahabaratanya, Sloka 14:16:12 (Aswamedha Parva)

silahkan simak artikel yang terkat dengan ulasan Bhagavad Gita 11.15:
author