Bhagawad Gita XVIII.61

No comment 194 views

Bhagawad Gita XVIII.61

ईश्वरः सर्वभूतानां हृद्देशेऽर्जुन तिष्ठति ।

भ्रामयन्सर्वभूतानि यन्त्रारूढानि मायया ॥

īśvaraḥ sarvabhūtānāṃ hṛddeśe’rjuna tiṣṭhati,

bhrāmayansarvabhūtāni yantrārūḍhāni māyayā.

BG 18.61

The Lord, O Arjuna, is seated in the heart of all beings turning all beings mounted upon a machine by his Maya (Aurobindo, 1995:284).

Bhagavadgita 18.61 dalam bahasa Jawa Kuno (Bahasa Kawi)

Sanghyang iswara hana ri hatining sarwa bhuta, matangnya kapwa bhramanta tikang sarwa bhuta, molah sangkaring kasubalaning mayanira, kadi lwiring munggu ring yantra rudhani tikang sarwa bhuta.

Bhagavadgita XVIII.61 dalam bahasa Bali

Ida sanghyang maha kawasa wenten ring hidep sarwa mahurip, mawinan ipun sami maileh punika sakancan mahurip punika, mapolah wit saking lewih kakuatan mayan ida punika, sakadi padabdab sang magenah ring jantra kajagran punika sarwa mahurip (menaka, 1990:335).

Arti Sloka Bhagavad Gita 18.61

Tuhan (Isvarah) yang bersemayam di setiap hati mahkluk hidup (sarva-bhutanaṃ), oh arjuna, menyebabkan mereka semua bergerak berkat kuasaNYA (Brahman), seperti keberada diatas sebuah mesin (Radhakrishnan, 1971:374).

 

Arti Sloka BG XVIII.61 per Kata berdasarkan Kamus Sansekerta:

  • Iśvaraḥ, artinya: Tuhan yang maha Esa
  • sarva-bhūtānāṃ, artinya: terhadap semua mahkluk hidup
  • hṛt-deśe, artinya: disekitar jantung
  • ’rjuna, artinya: Arjuna
  • tiṣṭhati, artinya: tinggal di
  • bhrāmayan, artinya: menyebabkan berjalan/bergerak
  • sarva-bhūtāni, artinya: semua mahkluk hidup
  • yantra, artinya: sebuah mesin, simbol gerakan
  • urūḍhāni, artinya: dengan ditempatkan
  • māyayā, artinya:  dibawah pengaruh tenaga material

Penjelasan Bhagawad Gita 18.61

Sloka Bhagavad Gita 18.61 ini merupakan kesimpulan tentang Brahman [Bhagavad Gita 8.3] yang merupakan penegasan keberadaan Iswara [Bhagavad Gita 6.31].

Kaitan antara sifat kita yang belum muncul/lahir dan dorongan kuat yang menyertai diatur oleh Brahman, yang diam dihati kita (isvara) serta membimbing dan merangsang perkembangan kita. DIA (Brahman dalam hal ini isvara) adalah diri yang terdalam dari eksistensi kita. Semua kehidupan merupakan gerak ritme keberadaan-NYA. Setiap tindakan dan kekuatan berasal dari-NYA. Jika ada kelalaian, kita meluputkan kebenaran terdalam ini, kebenaran itu tetap tak akan berubah. Jika kita hidup secara sadar dalam kebenaran-NYA, kita akan pasrahkan semua tindakan kita kepada-NYA, dan kita menghindari diri dari EGO.

Jikapun tidak, kebenaran itu akan tetap terjadi dengan sendirinya. Sementara tidak ada paksaan, cepat atau lambat kita akan tunduk patuh pada rencana-NYA. hal inilah yang disebutkan dalam sloka diatas bahwa kita berada dalam prinsip kekuatan maya-NYA dan kita seolah-olah berada diatas mesin belaka.

Sumber:

  • Aurobindo, Sri. 1995. Bhagavad Gita and Its Message.USA: Lotus Light Publications.
  • Menaka, I Made. 1990. Bhagavadgita. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya.
  • Radhakrishnan, Sarvepalli. 1971. The Bhagavadgita. India: George Allen & Unwin, Private Ldt.

Silahkan simak artikel terkait dengan Bhagavad Gita 18:

author