Brahmana

No comment 3325 views
Brahmana,5 / 5 ( 1votes )

Brahmana

Warna Brahmana

Brahmana berarti Pendeta, merupakan salah satu bagian dari "Catur Warna". Mereka adalah golongan cendekiawan yang menguasai ajaran, pengetahuan, adat, adab hingga keagamaan. Pada zaman dahulu, golongan ini umumnya adalah kaum pendeta, agamawan atau brahmin. Brahmana memiliki akar kata "brh" artinya tumbuh, berkembang. Jika dikaitkan dengan "Brahma Vai Mantrah", maka Brahmana berhubungan dengan Brahman dan Mantra.

Seseorang dikatakan menyandang gelar Brahmana karena keahliannya dalam bidang pengetahuan keagamaan. Jadi, status sebagai Brahmana tidak dapat diperoleh sejak lahir. Status Brahmana diperoleh dengan menekuni ajaran agama dan pengetahuan lainnya sampai seseorang layak dan diakui sebagai rohaniwan ataupun seorang Guru.

Brahmana merupakan profei terpandang, sehingga memiliki tugas penting untuk menjaga kualitas spiritual masyarakat, diantaranya:

  1. Memahami Kitab suci Weda dan menjadi GURU bagi 3 golongan lainnya (Ksatria, Wesya dan Sudra) [Manawa Dharmasastra X.1, dan MDS X.3].
  2. Memahami peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjadi contoh dan mengarahkan yang lain agar tunduk pada aturan tersebut [Manawa Dharmasastra X.2, dan MDS X.70].
  3. Melaksanakan 6 kewajiban pokok brahmana, diantaranya: Belajar Weda, Mengajar, Sembahyang, Muput Yadnya, Mapunia dan Menerima Daksina (punia) [Manawa Dharmasastra X.71, dan MDS X.72].
  4. Tidak boleh menolak untuk mengonsumsi daging setelah ritual yadnya yang di-"puput"-nya, apabila disuguhkan [Manawa Dharmasastra V.35, dan MDS V.42]
  5. Tidak boleh mengkonsi daging sembarangan (Vegetarian) [Manawa Dharmasastra V.48, MDS V.49, MDS V.51, MDS V.52]

Dari sloka diatas dapat disimpulkan bahwa, seorang brahmana harus paham bahwa korban suci dengan menggunakan binatang boleh dilaksanakan, brahmana juga boleh makan daging asalkan telah diperciki air suci atau setelah persembahan yadnya. Brahmana sangat dilarang mengkonsumsi daging yang tidak diupacarai, namun bila brahmana menolak mengkonsumsi daging yang telah diupacarai maka brahmana itu sudah tidak menjalankan swadharmanya, lepas sudah kewajiban dia menjadi brahmana semenjak saat itu.

jyotismatah patho raksa dhiya krtan
Rgweda X.53.6

Artinya:
semoga engkau (guru) melindungi tradisi-tradisi yang mulia yang didirikan oleh para leluhur.

sudra brahmanatameti, brahmaccaiti sudratam,
ksatriyajatamewam tu widyadwaisyattathaiwa ca
Manawa Dharma Sastra X.65

Artinya:
seorang Sudra menjadi Brahmana dan Brahmana menjadi Sudra (Karena sifat dan kewajiban), ketahuilah sama halnya dengan kelahiran Ksatria dan Waisya.

Kesimpulannya:

Kasta Brahmana tidaklah ada, Agama Hindu hanya mengakui Warna Brahmana
Brahmana itu sosok Guru dan Yajamana yang lahir dari sifat-watak, dan pengetahuan yang dimiliki, sejalan dengan Profesi yang dijalankannya.

śreyān sva-dharmo viguṇaḥ para-dharmāt sv-anuṣṭhitāt
sva-dharme nidhanaḿ śreyaḥ para-dharmo bhayāvahaḥ
Bhagavad Gita III.35

Artinya:
Lebih baik melaksanakan kewajiban sendiri walaupun tidak sempurna dari pada kewajiban orang lain walaupun baik cara melaksanakannya, lebih baik mati dalam tugas sendiri dari pada dalam tugas orang lain yang sangat berbahaya.

demikian berat tugas Guru dalam hal ini warna brahmana, sehingga bila ada orang yang mengaku menjadi guru/brahmana tetapi dia tidak melaksanakan ketentuan diatas, maka tingkat pengetahuan serta kredibilitasnya sebagai brahmasa sangat diragukan. berikut ini beberapa artikel pembanding tentang Tugas dan Fungsi Brahmana (Guru/Pendeta).

author