Bumbu Khas Bali

No comment 2273 views

Bumbu Khas Bali

Pulau Bali memiliki Kuliner yang cukup menarik untuk dicicipi oleh para penggemar kuliner Indonesia, Daerah Bali yang merupakan daerah tujuan wisata dunia selain memiliki keindahan alam, keramah tamahan penduduk, dan tentunya juga didukung oleh adanya beragam kuliner khas Bali. terdapat berbagae macam kuliner khas bali seperti : Beragam jenis lawar, jukut ares, jukut srombotan, be guling, betutu ayam dan bebek, dan masih banyak yang lainnya yang memiliki ciri dan citarasa tersendiri.

Dalam pusaka kuliner Bali, ada tiga jenis bumbu khas yakni basa (‘a’ di akhir dibaca dengan ‘e’ seperti pada ‘fase’), sambel, dan jejaton.

Basa

biasanya terdiri dari bahan-bahan berupa bumbu pokok dan bumbu pelengkap.

Bumbu pokok terdiri dari:

  • bawang (bawang merah)
  • kesuna (bawang putih),
  • isen (lengkuas),
  • kunyit (kunir),
  • jahe,
  • cekuh (kencur)
  • tabia (cabe)

Sedangkan bumbu pelengkap adalah

  • Sera (terasi),
  • gamongan,
  • bangle,
  • janggar ulam (daun salam),
  • jebugarum (pala raja),
  • kemiri,
  • gula.

Sambel (sambal)

terdiri dari sambal pokok dan sambal pelengkap. Sambal pokok terdiri dari bawang merah dan putih, lada. Sedangkan sambal pelengkap adalah terasi, garam, kencur, dan (terkadang) gula.

Jejaton (bumbu)

jejaton biasanya digunakan untuk memperkuat rasa agar lebih gurih. Bahan-bahan yang digunakan adalah asem, air limau (kadang daun limau yang dirajang), jangu, tabia bun (cabai rambat), sari sampar watu, sintok, maswi, batang cengkeh, dan beberapa jenis rempah lain.

Beberapa bumbu berikut adalah yang jenis-jenis yang kerap di temukan di masyarakat:

  1. Basa Gede (bumbu lengkap) : lengkuas, jahe, kencur, kunir, bawang merah dan putih, lombok, kemiri, kelapa yang dagingnya dipanggang, merica, ketumbar, garam, jangu, pangi (keluek), terasi, sereh, (kadang juga) gula. Biasanya untuk bumbu sate;
  2. Basa Kela: Sama seperti Basa Gede yang dimasukkan ke dalam santan kane yang direbus. Gunanya untuk bumbu serapah dan urab, ditambah sedikit bawang merah, jahe, dan terasi;
  3. Basa Wangen: babakan (kulit pohon) kelor, maswi, jebugarum, batang cengkeh, lenga, jeruk purut, menyan, kemiri, merica, ketumbar, bawang putih, bawang merah, dan terasi. Gunanya untuk memberi rasa gurih;
  4. Basa Enteban: kemiri, kencur, bawang putih, dan daging kelapa yang telah dipanggang. Bahan-bahan ini dirajang, diisi minyak kelapa, lalu dibungkus dengan daun pisang dan di-tambus (dimasukkan ke dalam abu panas). Gunanya untuk bumbu anyang dan kekomoh.
  5. Basa Rajang: sama dengan Basa Gede, namun cara membuatnya berbeda. Bahan-bahan basa rajang dibuat dengan cara merajangnya. Gunanya untuk bumbu ares dan babi guling dengan ditambah secangkir arak bagi yang suka.

secara garis besar bumbu bali di bedakan menjadi tiga yaitu :

  1. Kebase Nista, yang terdir dari : Cabe, Garam, dan Terasi Udang.
  2. Kebase Gede, yang terdiri dari : Base nista, Kunyit, Lengkuas, Bangle, Kencur, jahe, bawang putih, bawang merah, merica, Jebug Arum, Mesui, sere, Daun Salam, Asam Jawa.
  3. Kebasa Pelalah, yang terdiri dari : Basa Nista, kunyit, lengkuas, bangle, Bawang Putih, Bawang Merah, Kencur, Kacang Tanah Goreng, Kemiri Goreng, Kelapa sisir Goreng, Daun Temulun, dan sedikit lebih banyak cabe rawitnya sehingga memiliki rasa pedas yang dominan.

 

Sumber:
- I Made Suandra, Dharma Caruban (Tuntunan Ngebat), Kayu Mas, 1988
- I Wayan Kardji, Makanan Khas Bali dalam Konteks Pesta Adat, Kiwa Tengen Dalam Budaya Bali halaman 124-160, Kayumas, 1992
- berbagai sumber lainnya

author