Cara Diagnosa Penyakit Niskala

No comment 832 views

Cara Diagnosa
Penyakit Niskala

Deteksi Gaib, Ronsen Niskala

Bila seseorang sakit, dan mengetahui apakah penyebab niskala atau sekala. Ini merupakan Materi Wajib Bagi Balian/Paranormal di bali. Minimal seorang praktisi dapat disebut sebagai Balian Usada mampu melakukan Diagnosa Penyakit Niskala, Mampu membedakan Sakit yang disebabkan oleh Sekala ataupun Niskala, Ronsen Niskala (Rontgen Gaib), sehingga mampu mendeteksi Sakit Gaib dan mampu mengukur diri, apakah keluhan/sakit pasien dapat ditangani dengan cepat atau butuh waktu terapi atau bahkan tidak mampu diselesaikan, sehingga seorang Balian menolak untuk mengobati dan merekomendasikan ke Balian lainnya.

Praktisi Usada, IB Arnawa mengemukakan bahwa ada sebuah cara simple yang dapat digunakan untuk melakukan deteksi keluhan atau penyakit niskala. Adapun cara mendeteksi Sakit Sekala ataupun Niskala, diantaranya:

  1. Pegang tangannya, atau kakinya, ataupun fotonya (untuk deteksi jarak jauh);.
  2. Mohon kepada bethara kawitan/hyang Guru, lalu kekawitan yang sakit;
  3. Mohon kepada sang numadi dan semeton "Kanda Pat" yang sakit.
  4. Lakukan DOA Sesontengan, permohonan gunakan bahasa ibu, dgn sungguh-sungguh, yakini...
    Misal: "Ong, betara hyang guru, betara kawitan yang selalu melindungi dan menuntun hidup saya, ijinkan saya membantu manusia ini dari sakitnya, dan berikan petunjuk bila si-sakit sakit sekala berikan ciri setelah ini, si-sakit mengaruk hidungnya,dan bila niskala sisakit akan mengaruk dahinya"
  5. Begitupun permohonan kapada kawitannya serta sang numadi dan semeton catur sanak-nya, Lalu lepas tangan yang menyentuh baik ditangan si-sakit atau dimana anda menyentuh.
  6. Tunggu, beberapa saat dan perhatikan si-sakit reaksinya.

Bila kena niskala misal bebai, acep acep, pepasangan, dll maka akan menagis atau berteriak atau melotot atau kesurupan dsb.

Apabila tidak seperti yang diisyaratkan dalam doa itu, maka kemungkinan terkena Niskala lainnya seperti melik,ten mebayuh, karang panas (durmangala), tegak oton salah, dll.

Untuk yang terkena cetik, biasanya ada ciri, misal keni cetik dia akan memegang perut atau mengaruk badannya, kalau kena acep acep biasanya kepalanya dijambak jambak, kalau kena bebai biasanya berteriak, nangis, melotot, kalau kena pepasangan biasanya teriak panas panas.

CATATAN PENTING!

Proses Ilmu Kawisesan ini akan sukses apabila Praktisi sudah mampu Menghidupkan GNI (api) dalam tubuh "tenaga dalam/spiritual". Bila Gni Sakti belum urip, maka potensi gagal menjadi semakin besar.
Banyak cara/metode untuk membangkitkan GNI RAHASYA tersebut, salah satunya dipaparkan secara GRATIS dan tanpa GURU yang tersaji dalam Artikel Gamabali.
Adapun 4 jenjang tahapan yang harus dijalankan, dilatih secara berurutan dan tidak boleh terlewati diantaranya:
1. awal harus memohon Izin dan melatih tehnik awal Belajar Tenaga Dalam Asli Bali
2. setelah itu kenali Konsep Ajaran Kanda pat dan lakukan Ritual ajaran Kanda-Pat
3. kemudian mempelajari Pemabah Meditasi Gni Sakti
4. Tahap Akhir barulah melatih Ngurip Gni Sakti

Lakukan tahap-tahap tersebut dengan displin, maka GNI SAKTI atau yang disebut dengan Gni Rahasyam akan urip (hidup), sehingga segala jenis kawisesan yang dipelajari akan mudah diaplikasikan.

author