Dina Panyekeban Galungan

No comment 859 views

Dina Panyekeban Galungan

hari yang jatuh pada dina Redite paing dungulan, merupakan satu rangkaian persiapan diri dalam menyongsong hari raya galungan. dalam lontar sundarigama disebutkan bahwa saat dina panyekeban ini mulai turunnya Sang Tiga wisesa:

"Dunggulan Redite Paing, tumurun Sang Hyang Tiga Wisesa, marupa Kala ngaran Sang Bhuta Galungan, marep anadah hanginum maring madyapada, matangnia Sang Wiku mwang Sang Seyana, den partyaksa jaga, pasekung, kumekes, ikang adnyana nirmala, lamakana tan kasurupan dening Sang Bhuta Galungan, samangkana maka ngaraning panyekeban dening loka"

Dina Panyekeban juga disebut dengan Hari Penapean, karena secara kasat mata pada hari ini, umat di bali sudah memasak bahan membuat tape, yang kemudian disekap (sekeb).

makna membuat tape adalah 'mematangkan' dan 'mendewasakan' diri dalam semangat 'tapa' (tape ) dan 'anyekung jnana' (nyekeb) sebagai pondasi pencapaian spititualitas-keagamaan. Kematangan fisik seseorang kebanyakan tidak dibarengi dengan kematangan mental dan spiritual. “Banyak yang badannya besar tapi ininya tidak matang”. Oleh karena itu, dalam menyambut kemenangan Dharma melawan Adharma, sesungguhnya umat harus mematangkan spiritualnya sehingga bisa bersikap secara arif dan bijaksana dalam menjalani hidup. Oleh karena itu, sesungguhnya panyekeban adalah pengendalian diri secara sungguh-sungguh, karena pada saat ini turun sang Kala tiga.

hal yang biasa dilakukan oleh umat dibali pada hari panyekeban ini, dimana ibu-ibu sudah mulai membeli pisang, kemudian nyekebang. Panyekeban buah adalah proses penyimpanan (nyekeb) buah yang disimpan di dalam kresek atau karung biasanya ditumpuk dengan daun segar. Salah satunya adalah daun pohon gamal. Setelah itu karung atau kresek tersebut diikat rapat agar tidak ada udara yang masuk ataupun keluar. Setelah itu oleh masyarakat desa di Bali di taruh di punapi, yakni sebuah tempat yang disiapkan khusus di atas tungku api guna menyimpan bahan makanan seperti bumbu dan daging agar terhindar dari busuk dan gangguan hewan. Proses nyekeb ini secara normal berlangsung dua hari.

author