Dina Penyajan Galungan

No comment 369 views

Dina Penyajan Galungan

setelah Dina Panyekeban, besoknya yaitu Soma (Senin) Pon Dungulan, umat menyiapkan sarana upakara berupa jajan sehingga disebut dengan panyajaan. dalam lontar sundarigama disebutkan bahwa:

"Soma Pon Dunggulan, pangestu wayaning hamong yoga samadhi, maka pitukunia, sadgana lawan Bhatara, yata ngaran panyajan turaning loka"

Oleh Umat Bali dimasa lampau, saat dina Penyajan Galungan ini, krama bali mulai membuat jajan banten, baik membuat jaje uli, gina, dadalan yang hari itu langsung di potong-potong kemudia dijemur, setelah kering barulah digoreng. Berbagai jajan lainnya yang diperlukan dalam upakara disiapkan seperti sirat, kaliadrem, dan sebagainya yang menjadi bagian dari simbol Hindu dengan makna tertentu. Jajan tersebut kemudian disimpan agar tidak layu hingga siap di-tanding (dirangkai) bersama sarana upakara lainnya.

Artikel yang terkait dengan Dina Penyajan Galungan:

author