Ida Bang Tulus Dewa

No comment 31 views

Ida Bang Tulus Dewa

Ida Bang Tulus Dewa merupakan trah Ida Tulus Dewa. Berdua beliau itu melanjutkan tugas ayah beliau sebagai Juru Sapuh, mengawasi keasrian serta kesucian sthana Ida Bhatara semua se-wilayah Besakih, terutama di Kahyangan Hyang Naga Basukih serta menjadi prakangge yang menyelesaikan segala upacara di Kahyangan Jagat itu. Di samping itu Ida Bang Tulus Dewa memang benar-benar seorang arsitek agung, beliaulah yang memperbaiki serta menata Pura Besakih pada saat itu, sehingga menjadi asri serta megah nampaknya. Ida Bang Tulus Dewa memiliki 3 putra yakni:

  1. Ida Penataran
  2. Ida Tohjiwa
  3. Ida Singarsa

Beliau sebagai sangat menyayangi putra-putranya, memberikan pelajaran keDharman dan pengetahuan lainnya. diceritakan Ida Bang Tulus Dewa berusia lanjut, serta telah memberikan pelajaran Kadhyatmikan, kecakapan berdasarkan kebijaksanaan kepada putranya, kemudian beliau berpulang ke Sunyamertha menunggal dengan Ida Hyang Parama Kawi. Belakangan beliau disthanakan di Meru Tumpang 7 di Pura Penataran Agung Besakih, karena besar jasa beliau di dunia, seperti di Pulau Bali ini, terutama di wilayah Besakih, kemudian bergelar I Dewa Panataran.

Garis Generasi Babad Bali

KawitanSang Hyang Gnijaya
Gen 1Mpu Bradah (Panca Tirtha)
Gen 2Mpu Bahula
Gen 3Mpu Tantular
Gen 4Danghyang Sidimantra (Mpu Bekung)
Gen 5: Ida Bang Manik Angkeran
Gen 6: Ida Tulus Dewa
Gen 7
Gen 8: Ida Bang Tulus Dewa
Gen 91. Ida Bang Penataran
2. Ida Tohjiwa
3. Ida Singarsa

Babad Bali merupakan cerita kehidupan yang diyakini nyata adanya (itihasa), namun Babad ini belakangan sering terjadi kesimpang siuran akibat sedikitnya ada bukti otentik. Untuk membuktikan kebenaran dari cerita Babad ini agak sulit, seperti halnya cerita purana di India, setiap Babad secara umum tentu mengagungkan pemilik (judul) babad. Hal itulah sebabnya beberapa cerita babad agak tidak singkron/nyambung bila disanding dengan babad lain. Untuk itu, dalam Gama Bali hanya mengisahkan cerita-cerita umum saja.

author