Ida Wayabya

No comment 129 views

Ida Wayabya

Ida Wayabya merupakan salah satu putra Ida Bang Manik Angkeran dengan Ni Luh Murdani, putri dari Ki Pasek Wayabiya.

Diceriterakan di kawasan Besakih, ada pendamping Ida Sang Pendeta, sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta, Danghyang Bang Manik Angkeran, karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa, pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani, seorang wanita yang cantik jelita, sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya.

Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri, semuanya menjadi wikuni -pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi. Dari isterinya Ni Luh Murdani, Iahir seorang putera Iaki-Iaki, yang juga berprabawa agung, tampan, dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh.

Babad Pasek, Brahmana dan Ksatria

KawitanSang Hyang Gnijaya
Generasi 1Mpu Bradah (Panca Tirtha)
Generasi 2Mpu Bahula
Generasi 3Mpu Tantular
Generasi 4Danghyang Sidimantra (Mpu Bekung)
Generasi 5: Ida Bang Manik Angkeran
Generasi 6: Ida Wayabya

Babad Bali merupakan cerita kehidupan yang diyakini nyata adanya (itihasa), namun Babad ini belakangan sering terjadi kesimpang siuran akibat sedikitnya ada bukti otentik. Untuk membuktikan kebenaran dari cerita Babad ini agak sulit, seperti halnya cerita purana di India, setiap Babad secara umum tentu mengagungkan pemilik (judul) babad. Hal itulah sebabnya beberapa cerita babad agak tidak singkron/nyambung bila disanding dengan babad lain. Untuk itu, dalam Gama Bali hanya mengisahkan cerita-cerita umum saja.

author