Ilmu Nerang Hujan

No comment 146 views

Ilmu Nerang Hujan

Ilmu Nerang Hujan

Ilmu Nerang Hujan ini merupakan Ilmu Kawisesan yang paling sering digunakan Oleh Pawang Hujan Bali alias BALIAN NERANG. Kemampuan yang wajib dimiliki adalah sudah mampu Ngurip Gni Sakti.

Adapun Sarana Ilmu Nerang Hujan ini:

Sambe (lampu minyak)
contoh Sambe
  • Sambe (lampu minyak) dengan cawan sutra, yang ber-sigi empat.
  • Lengis tanusan (Minyak Kelapa murni), bila memungkinkan gunakan minyak kelapa nyuh surya atau nyuh brahma.
  • Asep (dupa) menyan madu atau Pasepan (perapian kecil) menyan yang di isi madu

cara kerjanya:

  • lakukan prosedur Ngurip Gni Sakti dahulu.
  • hidupkan API sambe (lampu minyak) dan API asep (dupa)nya dengan jnana, atau bila belum mampu, saat menghidupkan api dengan korek/pematik api, niatkan dan konsentrasikan Gni Sakti dalam tubuh disalurkan lewat tangan dan menghidupkan lampu minyak dan dupa tersebut. Api lampu niatkan (idepang) sebagai Dewa Rudra-Agni, dan asap dupa niatkan sebagai Sang Hyang Siwa yang nantinya naik keatas langit menciptakan dunia ini (pametuang ring buana agung).
  • setelah itu, niatkan dalam hati, bayangkan dan konsentrasikan Anoman monyet putih yang berdiam di jantung, dari jantung tenaga/bayunya disalurkan keluar lewat mulut, saat keluar ucapkan kata SANG dengan ririh dan suara NG-nya menggema ditelinga.. (Sang Anoman Bayu Sweta magenah ring papusuh metu ring Cangkem swarania Sang)"
  • setelah itu, niatkan lagi dalam hati, bayangkan dan konsentrasikan Anggada monyet merah yang berdiam di hati, dari hati tenaga/bayunya disalurkan keluar lewat lidah, saat keluar ucapkan kata BANG dengan ririh dan suara NG-nya menggema ditelinga.. (Sang Anggada Bayu Bang magenah ring hati metu ring lidah swarania Bang)"
  • setelah itu, niatkan lagi dalam hati, bayangkan dan konsentrasikan Sugriwa monyet kuning yang berdiam di ginjal, dari ginjal tenaga/bayunya disalurkan keluar lewat telinga, saat keluar ucapkan kata TANG dengan ririh dan suara NG-nya menggema ditelinga.. (Sang Sugriwa Bayu Kuning magenah ring ungsilan metu ring karna swarania Tang)"
  • setelah itu, niatkan lagi dalam hati, bayangkan dan konsentrasikan Anila monyet hitam yang berdiam di empedu, dari empedu tenaga/bayunya disalurkan keluar lewat mata, saat keluar ucapkan kata ANG dengan ririh dan suara NG-nya menggema ditelinga.. (Sang Anila Bayu Ireng magenah ring ampru metu ring netra swarania Ang)"
  • setelah itu, niatkan lagi dalam hati, bayangkan dan konsentrasikan, diri kita menjadi Hyang Siwa kombinasi empat warna yang berdiam di tengah, dari dalam tubuh tenaga/bayunya disalurkan keluar lewat jnana/pikiran, saat keluar ucapkan kata ING (Bhatara Siwa Bayu amancawarna magenah ring tengah metu ring tawang swarania Ing)"
  • kemudian bersamaan dengan 4 monyet tadi melesat keatas menyapu awan diangkasa dengan media asap dupanya dan memanaskan suasana dengan fibrasi api lampunya.

Ilmu Penerangan ini memeliki tenggang waktu hingga Api lampu (sambe) padam dan Dupanya habis. Apabila terjadi benturan, dengan ciri-ciri sambaran kilat biru, dada terasa sesak, maka ulangi pengucapan matra diatas. atau bisa juga dengan memercikan garam (uyah areng yang dicampur merica) ke dalam pasepan. Namun apabila apinya padam, cukupkan sampai disitu, karena ada 2 kemungkinan, yaitu: waktunya sudah habis (kehendak dewata) atau lawan tarung kita lebih hebat, jangan dipaksakan untuk dilanjutkan karena bisa berakibat luka dalam bahkan bisa mengancam jiwa.

sekian sekilas tentang kawisesan Ilmu Nerang Hujan, semoga bermanfaat.

author