Kanda Pat Butha

No comment 1111 views

Kanda Pat Butha

Ajaran Kanda Pat Bhuta

Kanda Pat Bhuta adalah ajaran pengiwa, Karena dia pengiwa (kawisesan - tantra), tentu saja bersifat wingit, tersembunyi, tenget, angker, misterius, aja wera dan rahasia.

Itu pula yang menyebabkan sangat sulit mencari lontar atau buku yang mengulas tentang Kanda Pat Bhuta ini. Ajaran Kanda Pat Bhuta bisa populer justru karena ada banyak mitos yang bercerita tentang itu. Dan oleh para budayawan, mitos-mitos tersebut diwujudkan dalam bentuk pagelaran seni tari, seperti tari Barong Ket, tari Barong Landung, tari Calonarang dan sebagainya. Dari mitologi-mitologi itu. Kalau seorang budayawan bisa mewujudkan ajaran Kanda Pat Bhuta, menjadi sebuah drama tari atau seni tari.

Yang pertama dipakai acuan adalah babad Rangda. Babad Rangda ini ceritanya nyaris sama dengan naskah lontar Tanting mas dan Tanting rat, atau Calonarang versi Bali.

Dari babad Rangda itulah kemudian muncul nama Kanda Pat Bhuta, yaitu:

  1. Anggapati tempatnya di timur. Anggapati berarti kala, atau nafsu di badan sendiri. (Raga di musuh maparo, ringati ya tonggwanya tan madoh ri awak).
  2. Mrajapati tempatnya di selatan. Mrajapati berarti penguasa kuburan (Setra ganda mayu), Durga.
  3. Banaspati tempatnya di barat. Banaspati diwujudkan berupa jin, setan, Tonya (Barong landung), penjaga sungai atau pangkung tempat keramat dan sebagainya.
  4. Banaspati raja tempatnya di utara. Banaspati raja diwujudkan Barong ket, merupakan penjaga kayu atau pohon besar dan hutan belantara.

Sumber lain menyebutkan ajaran Kanda Pat Bhuta muncul sesudah riwayat sudamala, yaitu sesudah Dewi Durga diruwat menjadi Bhetari Uma, dan kembali ke Siwa Loka. Maka tinggalah jasad beliau dengan segala sifat, tabiat, dan wataknya dahulu di Dunia ini. Oleh Sang Hyang Brahma, jasad itu kemudian dihidupkan kembali menjadi Catur Sanak, bernama Kanda Pat Bhuta.

Setelah itu, mereka kemudian masing-masing diberikan tempt serta caranya mempertahankan hidup:

  • Anggapati = Menghuni badan manusia dan makhluk lainnya, sebagai makanannya, dia boleh memakan, mengganggu manusia, bila keadaannya sedang lemah dan dipenuhi oleh nafsu-nafsu angkara murka.
  • Mrajapati = Menghuni kuburan dan perempatan agung. Sebagai makanannya ialah bangkai, mayat yang ditanam melanggar waktu, hari-hari yang terlarang oleh kala dan kecaping aksara, padewasan.
  • Banaspati = Menghuni sungai-sungai, batu-batu besar. Sebagai makanannya, ialah orang yang lewat atau berjalan atau pun tidur pada waktu-waktu yang terlarang oleh Kala, misalnya tengah hari (kalitepet) atau sadikala.
  • Banaspati raja = menghuni kayu-kayu besar, misalnya kepuh rangdu, dan terutama kayu-kayu yang dipandang angker. Sebagai makanannya, dia boleh memakan orang yang menebang kayu, atau naik pohon, padawaktu yang terlarang oleh kala atau kecaping aksara, padewasan.

Keempatnya ini dinamakan Catur Sanak menurut kitab Kanda Pat, dan diberi nama Kanda Pat Bhuta. Semua siluman, jin, setan, memedi, tonya, gumatat-gumitit, dan yang lainnya, dibawah kekuasaannya.

Demikian sekilas tentang Kanda Pat Butha, semoga bermanfaat.
author