Kenapa menggunakan Dupa?

No comment 360 views

Kenapa menggunakan Dupa?

Kenapa pada saat ritual menggunakan Dupa?

apa yang diniatkan-ucapkan (idepang) saat menggunakan dupa?

Walau banyak umat beragama membakar dupa ataupun kemenyan saat ritual, namun niat masing-masing orang akan berbeda-beda.

Beberapa hari yang lalu, seorang memberitahu saya bahwa dipura kawitannya, seorang wanita tua menghaturkan canang sari serta memegang dupa bermerek "Pasupati" di tangannya, berdoa kepada Bhatara Kawitan-nya, sambil berkata:

"Ratu Bhatara Kawitan, Betara Kamimitan, Bhatara Hyang Guru, menantu perempuan saya tidak baik bagiku. Biarkan dia dihukum lebih awal!"

Dimana mempelajari seperti itu? Jelas itu berbahaya, mengerikan! Hal semacam ini sangat jauh dari ajaran kita. Ada juga ucapan seperti ini:

"Tuhan, biarkan saya menghasilkan uang sebanyak, saya bisa untuk membakar dupa pasupati terbaik untuk itu ..."

Ini sama halnya dengan melampiaskan amarah mereka dan melakukan bisnis dalam kemitraan untuk kita. Semua akan merugikan kita serta orang lain. ini sudah menyempang dari kaidah Tri Kaya Parisudha.

Sembahyang dengan menggunakan dupa Pasupati atau dupa harum sangat bagus. Tentunya sebagai penghantar doa agar umur panjang dan sehat, bebas penyakit dan bebas bencana. Namun ingat, jangan tinggalkan masalah utama, jangan mohonkan masalah sekunder.

Apa masalah utama kita?

Saat membakar dupa, doanya adalah:

Semoga semua Bhatara Hyang-hyang memberkati saya, karma yang baik terus mengalir dan diberkahi keberuntungan. Artinya, semua kekhawatiran seperti keserakahan, kebencian, kebodohan, kelambatan, dan keraguan dilenyapkan!
Izinkan saya mengembangkan Pikiran-pikiran yang positif, selalu ingat melakukan perbuatan dan perkataan yang berdampak positif bagi saya, keluarga dan lingkungan saya. Sehingga dikemudian hari bisa lepas dari penderitaan samsara dan mencapai kebahagiaan abadi! Semoga semua Bhatara-Bhatari memberkati dan melindungi saya, menjadi orang tua dapat menyelamatkan dunia semua makhluk sesuai dharma.

author