Kepercayaan Kepada Tuhan

1 comment 661 views

Kepercayaan Kepada Tuhan

Agama bertitik tolak dari kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha kuasa. Banyak hal yang menyebabkan kita percaya kepada Tuhan.

Setiap malam bila langit tidak bermendung, bintang-bintang berkelap-kelip menghias angkasa. Alangkah banyaknya tidak sanggup kita menghitung. Setiap hari kita rnenyaksikan matahari terbit dan terbenam. Bulan-pun hadir di langit dengan teratur.

Siapakah yang mengatur badan-badan angkasa itu sehingga tidak berbenturan?

Bagaimana terjadinya angkasa raya yang tidak bertepi itu?

Apa yang tampak di dunia adalah penampilan yang tidak kekal. Hari kemarin berlalu, besokpun datang dengan tiada tertegun-tegun. Apa yang belum ada kemarin sekarang ada, pun pula apa yang ada kemarin sekarang mungkin sudah hilang dari kehadirannya.

Dari manakah datangnya yang ada ini dan kemanakah perginya yang meniada itu?

Pertanyaan-pertanyaan ini mengantarkan kita pada kepercayaan kepada Tuhan, Penyebab pertama segala yang ada. Walaupun kita tidak boleh cepat-cepat percaya pada sesuatu, namun percaya itu penting dalam hidup ini. Banyak yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari hanyalah berdasarkan kepercayaan saja. Kita duduk tenang bepergian dengan mobil hanya berdasarkan kepercayaan saja bahwa sopir mobil itu orang waras, orang baik-baik. Karena agama itu kepercayaan, maka dengan agama kita merasakan ketenangan dalam hidup ini dan karena memiliki rasa tenang itu kita akan memiliki ketetapan hati dalam menghadapi sesuatu. Dengan memeluk suatu agama orang merasa mempunyai suatu pegangan iman tertentu yang menambatkan ia pada suatu pegangan yang kokoh. Tempat itu tidak lain dari Tuhan, sumber dari segala ketentraman dan semangat hidup mengalir. Kepada-Nyalah kita memasrahkan kita karena tiada tempat lain dari pada-Nya tempat kita kembali.

Percaya kepada Tuhan ini merupakan dasar agama Hindu.

"yasicidapo mahina paryapasrad
moksam dadhena janayantir yajnam,
yo devisvadhi deva eka asit
kasmai devaya havisa videma" (Rg Veda X, 121. 8)

Terjemahan :
Siapakah Tuhan yang kami puja dengan persembahan kami?
Tuhan yang dengan keagungan-Nya mengamati luapan air, Tuhan yang menganugrahkani kekuatan batin dan yang membangkitkan pemujaan, Tuhan yang tunggal yang mengatasi semua dewa.

author