Larangan Pemilihan Hari Perkawinan

No comment 22301 views

Larangan Pemilihan Hari Perkawinan

Dewasa Ayu merupakan pemilihan hari baik yang direkomendasikan untuk dipilih dalam melakukan kegiatan, dan sebagai implementasi Rwabhineda tentu ada hari-hari yang patut dihindari. dalam hal ini, hari-hari yang diyakini berdampak negatif bila dipilih untuk melaksanakan yadnya terutama manusa yadnya pawiwahan atau nganten, ada beberapa hari yang wajib dihindari;

hari yang patut dihindari dalam rangka melakukan upacara perkawinan berdasarkan sapta wara, diantaranya:

  • Redite / Minggu = Buruk
  • Anggara / Selasa = Sengsara
  • Saniscara / Sabtu = Percekcokan, sengsara

hari yang patut dihindari dalam rangka melakukan upacara perkawinan berdasarkan Wuku, diantaranya:

  • Sinta (wong),
  • Tolu (Was Penganten)
  • Gumbreg (Tanpa Guru, Carik Walangati)
  • Wariga (wong, Rangda Tiga, Carik Walangati),
  • Warigadean (Rangda Tiga)
  • Sungsang (Carik Walangati
  • Dunggulan (Uncal Balung)
  • Kuningan (Uncal Balung, Tanpa Guru, Carik Walangati)
  • Langkir (wong, Uncal Balung),
  • Pujut (Rangda Tiga, Uncal Balung)
  • Pahang (Rangda Tiga, Uncal Balung)
  • Tambir (wong),
  • Medangkungan (Tanpa Guru)
  • Menail (Rangda Tiga)
  • Prangbakat (Rangda Tiga)
  • Bala (wong),
  • Kelawu (Tanpa Guru)

hari yang patut dihindari dalam rangka melakukan upacara perkawinan berdasarkan Penanggal;

  • Ping 4 = Suami lekas meninggal
  • Ping 6 = menemui kesengsaraan
  • Ping 8 = Sangat Buruk, menemukan kematian
  • Ping 9 = Sangat Buruk, sangat sengsara
  • Ping 11 = serba kekurangan
  • Ping 12 = menemukan kesusahan
  • Ping 14 = sering cekcok, penuh dengan pertengkaran, keributan
  • Ping 15 = sangat teramat buruk.
  • Semua Pangelong dihindari.

yang patut dihindari dalam rangka melakukan upacara perkawinan berdasarkan Sasih;

  • Juli / Kasa Shrawana, = Buruk, anak sakit – sakitan
  • Agustus / Karo, Bhadrapada = Buruk, Sengsara
  • Desember / Kanem, Pausya = Buruk, susah memiliki keturunan
  • Februari / Kaulu, Phalguna = Serba kekurangan
  • Maret / Kasanga, Caitra = Sangat Buruk, penuh penderitaan
  • Mei / Jyestha = Buruk, hidup susah
  • Juni / Sadha = Buruk, Serba kekurangan

 

selain diatas, hindari juga hal-hal berikut ini:

  • "Sasih tanpa Sirah" merupakan sasih/bulan yang tidak berisi tumpek (saniscara klion).
  • "Sasih Anglawean" merupakan sasih yang didalamnya terdapat perhitungan penanggal/pangelong 14 bertepatan dengan purnama/tilem, sehingga pada saat itu tercatat "penanggal atau pangelong 14/15".
  • Uncal Balung” dari Anggara Wage Galungan (Penampahan Galungan) sampai Budha Klion Pahang ( Pegat Uakan).
  • "Pati Paten" apapun yang dilaksanakan akan bermasalah, dinanya Sukra tilem dan Sukra Penanggal/Pangelong 10.
  • "Kala Jengking" akan sering berselisih paham, Kajeng wage Maulu.
  • "Sampar Wangke" berakibat kurang baik, Soma nuju: Sinta, Wariga, Langkir, Tambir, Bala
  • Mrta Papageran” Sangat buruk, yaitu; Saniscara / Sabtu nemu Purnama atau Yama.
  • Kalebu Rau” Sangat buruk, yaitu; Soma / Senin nemu Tilem atau Beteng.
  • Purwanin dina” tidak baik melakukan pekerjaan / membuat dewasa, yaitu ; Anggara Klion / anggarkasih, Budha Klion, Sukra Wage, Saniscara Klion / Tumpek.

 

Tanpa Guru ; dalam satu WUKU tidak terdapat GURU (Astha Wara), yang artinya tidak baik untuk memulai suatu usaha terutama mulai belajar.

Was Penganten ; dalam satu WUKU terdapat dua WAS (Sad Wara), baik untuk membuat benda tajam, tembok, pagar dan membuat pertemuan.

Semut Sadulur ; Urip Pancawara + Urip Sapthawara = 13 dan berturut – turut tiga kali, pantangan untuk atiwa – tiwa (menguburkan mayat). tetapai sangat baik untuk membentuk organisasi.

Kala Gotongan ; Urip Pancawara + Urip Sapthawara = 14 dan berturut – turut tiga kali, pantangan untuk atiwa – tiwa (menguburkan mayat). tetapai sangat baik untuk memulai suatu usaha.

author