Lingga Yoni

No comment 1271 views

Lingga Yoni

Simbol-simbol yang diwariskan peradaban masa lalu, kini dalam bahasa science disebut encryption. Maka untuk memahaminya perlu dilakukan Decryption, atau bahasa sederhana lainnya, file *.zip harus di unzip untuk bisa dibuka dan dibaca/diketahui isinya.

Namun kenyataannya, tidak semua data/file encryption itu berupa *.zip, namun ada juga yang dalam bentuk *.rar, *.mdf dsb. Tentunya setiap jenis file tersebut bisa dibuka dan di decrypt dengan program/software atau pengetahuan yang sesuai. Jika tidak, maka data tersebut tidak bisa dibuka/dibaca, apabila dipaksakan dibuka pun hasilnya belum tentu akan sesuai dengan data sebenarnya.

Lingga Yoni adalah sebuah simbol peninggalan peradaban masa lalu dengan kualitas pengetahuan yang pernah dicapai dimasanya. Jika di kepala kita terpasang/install program/pengetahuan yang menyatakan peradaban masa lalu adalah primitif, maka apa yang kita baca dari peninggalan-peninggalan yang ditemukan pun tidak akan jauh-jauh dari kesan primitif.

Namun apakah benar-benar seperti itu?

Jika data yang mendasari otak seseorang adalah masih berkutat pada cakra perut ke bawah, maka tidaklah salah jika ia membaca Lingga Yoni hanya sebatas tentang kelamin saja. Ya, hasil terjemahan akan sesuai dengan isi otaknya.

Lalu Lingga Yoni hanya dipahami sebagai simbol pornografi…

simbolnya yang porno apa otaknya si pembaca yang isinya dipenuhi porno-pornoan?

Dalam perspektif kami, Lingga Yoni adalah menyampaikan pesan pengetahuan tentang penciptaan. Bertemunya dua unsur yang berbeda akan selalu menciptakan hal yang baru. Secara science modern, sebelum terjadinya big bang ada yang disebut black hole. Big bang adalah ledakan yang keluar dari black hole. Dibalik black hole, sebelum terjadinya big bang, ada sekumpulan unsur2 yang terserap memasuki black hole, ilmuwan menyebut unsur-unsur yang terserap tersebut dengan istilah “Dark matters” atau materi yang tidak diketahui sebutan unsur-unsurnya, namun ada. Jauh sebelum adanya “Dark matters” tersebut, ada yang lebih halus lagi sebagai unsur yang paling mendasari sebelum terjadinya materi, ilmuwan menyebutnya dengan istilah “Dark energy”. Dark disini maksudnya adalah tidak diketahui definisinya, alias au ah gelap…

Jadi secara berurutan, mulai dari “Dark energy” kemudian berubah menjadi “Dark matters”, lalu terserap memasuki “Black hole” dan terjadilah big bang di sisi “Black hole” lainnya.

Ilmuwan masa kini mengilustrasikan sedemikian rupa seperti beberapa gambar yang saya sertakan ini, yang terserap menuju “Black hole” diilustrasikan sedemikian rupa menyerupai ilustrasi leluhur kita sebagai bentuk Lingga. Sedangkan “Black hole” sendiri diilustrasikan oleh leluhur kita sebagai Yoni, tempat kita semua berasal, lahir melalui big bang.

Kemudian, ada salah satu kisah yang diceritakan tentang Brahma dan Wisnu mencari ujung dari Lingga, Brahma mencari ke satu sisi, Wisnu mencari ke sisi lainnya. Keduanya menyerah karena tidak menemukan ujungnya. Ilustrasi tersebut juga sejalan dengn ilustrasi ilmuwan sekarang bahwa yang terserap menuju “Black hole” dan yang keluar dari “Black hole” tiada memiliki batas permulaan dan akhir.

Semoga menjadi masukan untuk kita berpikir dan membuka pikiran, agar tidak terlalu mudah terjebak dengan personifikasi ataupun penokohan.

Semoga juga dapat menambah pengetahuan kita bahwa peninggalan leluhur tidak sebatas pengetahuan agama, tapi sudah mencapai tataran pengetahuan semesta jagad raya atau istilahnya adalah Sundarigama

lingga-yoni

Tambahan:
Maha: terbesar, ter… , yang melebihi segalanya
Dewa: berasal dari Div yang artinya sinar.
Mahadewa = Sinar yang paling besar/terang = Big Bang = ledakan yang dahsyat?
Adi Parashakti = daya/energy utama yang tak terdefinisikan, permulaan dari segalanya = “Dark energy”?
Adi Shakti yang digambarkan sebagai perempuan, yang disebut sebagai Ibu Semesta, “Black hole”?
Wong Adi Parashakti ya namah swaha… Mang Ang Ung…

Parokshaghana Dirghantara… _/\_

author