Lontar Sundarigama

No comment 5111 views

Lontar Sundarigama

Lontar Sundarigama, merupakan lontar rujukan utama dalam kekgiatan ritual dibali. Kata Sundarigama berasal dari urat kata:

  • Sunar = cahaya terang, sesuluh,
  • ri = siddi atau kesempurnaan, kemampuan luar biasa, kekuatan supranatural
  • sundari = mata air, gadis cantik, pemandangan,
  • gama = agama, pegangan hidup

sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Lontar Sundarigama merupakan Kitab Agama yang memberikan cahaya (jalan terang), sesuluh, tuntunan pelaksanaan upacara/ritual agama untuk mencapai kemampuan, kekuatan dan kesempurnaan hidup yang umumnya dijalankan oleh umat dibali yang menganut ajaran siwabudha (gamabali).

Lontar Sundarigama mengatur tatacara upacara suci dan dibenarkan dalam melaksanakan ajaran agama sebagaimana disabdakan oleh bhatara Guru dan patut dilakukan oleh masyarakat. upacara-upacara tersebut tidak dilaksanakan dan diindahkan terutama oleh Wiku, maka sirna taksunya

"iti sundarigama ngaran, maka dresti pakreti gama, lingira sang hyang suksma licin ring sang watek ing purohita kabeh...... ... apan ya wwang tan pakreti rasa ngaran, tan pakrama, sama lawan sato, binaya amangan sega, yan sang wiku tan manut, dudu sira wiku ranakira sang hyang dharma....."

isi dari lontar ini adalah tatacara pelaksanaan upacara agama, yang merupakan sabda bhatara guru (tuhan) kepada para pendeta yang menjadi penasehat raja (pemimpin wilayah). karenanya Sundarigama dipandang sebagai tradsi suci yang patut diwariskan secara turun-temurun dan patu disampaikan kepada setuap umat dan krama bali, agar wilayah tempat dilaksanakan upacara menjadi tentram dan kehidupan warga/rakyat pun menjadi sejahtera.