Makna Simbolik Trimurti dalam Kehidupan

No comment 1304 views

Makna Simbolik Trimurti dalam Kehidupan

kita semua sepakat, bahwa Tri Murti adalah pokok keyakinan orang bali terhadap TuhanNya dari sisi duniawi. membicarakan Trimurti selalu di kaitkan dengan ajaran spiritual magis dikarenakan keyakianan akan Dewa Tri Murti tersebut merupakan Dewa Pokok, Dewa Utama dalam jajaran para dewa di Bali.

sebenarnya, bila kita mengupas Tri Murti dari sisi filsafat kehidupan, Tri Murti dapat dipandang sebagai proses atau Tahapan Hidup manusia (Catur Asrama). Coba kita sedikit keluar dari zona nyaman, yang selalu memandang Tri Murti (Brahma, Wisnu Siwa) sebagai sesuatu yang spiritual tingkat tinggi, membicarakan dewa yang sulit dilihat dengan kasat mata. mari kita lihat dari segi pandangan nyata, simbol, menggali makna, belajar menganalisa, dengan wiweka dibalik perwujudan ketiga Dewata utama dalam ajaran Gamabali.

berikut ini memberikan gambaran kehidupan dari sisi urutan dewa Tri Murti tersebut, diantaranya:

Pertama,
Dewa Brahma, dengan saktinya Sarasvati sang dewi Ilmu Pengetahuan

Brahma itu berwajah 4 (betara catur muka), dengan sakti Sarasvati sbg simbol Ilmu Pengetahuan,

artinya ketika kita lahir ke dunia, kita masih tidak tahu nanti entah berjalaan kemana, kearah kemana kita akan melangkah, ini disimbolkan dgn keempat 'wajah' Brahma yang masing-masing menoleh ke 4 penjuru arah angin, barat, timur, selatan dan utara.

Sebenarnya ada 1 kepala lagi yang menghadap keatas tapi dalam purana, kepala yang kelima tersebut tepatnya kepala yang menoleh keatas (menengadah/nyengenget) di 'penggal' oleh betara Siwa

artinya apa?
Supaya ketika masih dalam tahap pencaharian, disaat masih belajar (brahmacari), kita tidak harus mempelajari hal-hal yang menuju 'keatas' (dalam artian spiritual tinggi, untuk mencapai moksha dll), karena memang belum saatnya. masih diperlukan tahapan-tahapan untuk melangkah ke tingkat selanjutnya dan itu wajib dilaksanakan.

Kemudian dengan apa kita menemukan dan menentukan arah kita dalam hidup ini?
Tak lain adalah dengan 'Sarasvati' atau Ilmu Pengetahuan.

 

Kedua,
Dewa Wisnu, sang Dewata pemelihara dengan Saktinya DewiLaksmi, sang Dewi keberuntungan

Wisnu dengan pakaian serba keemasan, berdiri dengan gagah, dengan berbagai atribut, di dampingi oleh seorang Dewi yang merupakan simbol dari Dewi keberuntungan

artinya:

ketika kita telah menemukan arah kita, saat beranjak dewasa, melewati umur peralihan dari masa brahmacari ke masa Grehasta, tentunya kita telah mendapat pekerjaan, kemudian beristri, punya anak, mendapat kemakmuran, sudah tentu saat ini seorang kepala keluarga melindungi, memelihara, semua keluarganya, menafkahi, menghidupi keluarganya, dengan penuh kasih sayang (Vishnu perlambang kasih sayang).

Ketiga, yang terakhir
Dewa Siwa, sang pelebur dengan sakti Dewi Durga

perwujudan Siwa adalah seseorang dalam.posisi meditasi, dengan pakaian yang serba sederhana, didampingi sakti 'Durga" yang kalau diartikan Durga itu sebenarnya berarti 'sulit dicapai' juga merupakan perlambang 'maut' dgn personifikasi dari Maha Kali

artinya

Saat sudah dalam masa tua, memasukin tahap wanaprastha, mulai juga belajar meningggalkan segalan zona nyaman, mulai melepaskan segala kemelekatan, untuk bisa mencapai akhir dari perjalanan samsara, yang tak bukan dan tak lain untuk mencapai yang namanya 'nervikalpha samadhi', mokshartam jagaddhita ya ca iti dharma.

ini bukan perkara mudah, sangat sulit,
diperlukan berkali-kali samsara untuk mencapai 'nervikalpa' samadhi, bukan perkara mudah 'melepas' zona nyaman kita, melepas kemelekatan kita, selama masih memiliki rasa kepemilikan, jangan harap bisa mencapai yg namanya 'moksha', Dewi Parwati saja sangan sulit dalam mencari Dewa Siwa, apalagi Kita manusia.

itulah sekilas gambaran hubungan Tri Murti dengan Catur Asrama dengan analisa berdasarkan wiweka, mungkin saja ada pendapat yang lain, analosa yang lain, itu dipersilahkan..

Ajaran Weda Gamabali  sangat indah, dibalik semua simbol-simbol ajarannya, tersirat makna yang luar biasa. Manaso brahmah, pikiran adalah Tuhan, artinya Weda menjunjung tinggi kebebasan dalam berfikir dlm menghayati brahman.

author