Manawa Dharmasastra 5

No comment 88 views

Manawa Dharmasastra 5

  1. Srutwaitanrisayo dharman snarakasya yathoditan, idamucurmahatmănam anala prabhawam bhrigum.
  2. Ewam yathoktam wipranam swadharmam anu tisthatam, katham mrityuh prabhawati Weda çastra widam prabho.
  3. Sa tanuwaca dharmatma maharsin manawo bhri guh srüyatām yena dosena mrityur wipran jighamsati.
  4. Anabhyāsena wedanām acarasya ca warjanat, alasyādan nadosācca mrityur wipränjighamsati.
  5. Laçunam grinjanam caiwa palandum kawakāni ca, abhaksyani dwijatinam amedhya prabhawani ca.
  6. Lohitan wriksaniryasan wriçcana prabhawamstatha, selum gawyam ca payusam prayatnena wiwarjayet.
  7. Writha krisarasamyāwam payasapupamewa ca, anu pakritamamsani dewannani hawimsi ca
  8. Anirdaşaya goh ksiram austramaikaçapham tatha, awikam samdhiniksiram wiwatsayāçca goh payah
  9. Aranyānam ca sarweşam mriganam mahisam winā, striksīram caiwa warjyāni sarwasuktäni caiwa hi.
  10. Dadhi bhaksyam ca çuktesu sarwam ca dadhisambhawam, yâni caiwabhişüyante puspa müla phalaih çubhaih.
  11. Krawyadánchakunansarwam stathã gramuniwasinih, anirdistamçcaikaçapham stittibham ca wiwarjayet.
  12. Kalawingkam plawam hamsam cakrahwam gramakukkutam, sarasam rajjuwalam ca datyuham çukasarike.
  13. Pratudānjala padamçca keyastinakhawiskaran, nimajjataçca matsyad ançaunam walluramewa ca.
  14. Bakam caiwa baläkam ca kākolam khanjaritakam, matsyadanwid warahamçca matsyanewa ca sarwaçah.
  15. Yo yasya mamsamaçnāti sa tanmāmsada ucyate, matsyādah sarwamamsādas tasman matsyanwiwarjayet.
  16. Pathinarohitawadyau niyuktau hawya kawyayoh, rajiwan simha tundamçca saçalkamçcaiwa sarwaçah
  17. Na bhaksayedeka caran ajnantamçca mriga dwijan, bhaksyeswapi samuddistan sarwan pancanakhamstatha.
  18. Atra prati prasawamad: çwāwidham çalyakam godham khadgakürma çaçamstatha, bhaksyán pancanakheşwa ahunaranustramccaikatodatah.
  19. Chatrakam widwaräham ca laçunam grama-kukkutam, paländum grinjanam caiwa matyã jagdhwa pated dwijah.
  20. Amatyaitani sat jagdhwakricchram santapanam caret, yati candrãyanam wapi çesesu pawasedahah
  21. Samwatsarasyaikamapi caret kricchram dwijottamah, ajnatabhuktaçuddhyartham jnatasya tu wiçesatah.
  22. Yajnartham brahmanairwadhyah praçasta mrigapaksinah,
    bhrityanam caiwa writtyartham agastyo hyácaratpura.

Arti Manawa Dharmasastra 5

  1. Setelah mendengarkan ketentuan tentang kewajiban seorang Snataka yang diutarakan sedemikian rupa, para rsi bertanya kepada Rsi Brigu yang berjiwa besar yang lahir dari api.
  2. Bagaimana mungkin kematian dapat menguasai Brahmana yang menguasai ajaran suci Weda, dan yang memenuhi tugas mereka yang tełah tuan terangkan ya Maharesi?
  3. Maharesi Brigu, putra Manu menjawab pertanyaan para rsi besar itu Oh dengarkanlah dalam rangka mendapatkan hukuman dari kesalahan apa- pun. Kematian itu berhak memperpendek hidup Brahmana.
  4. Karena melupakan ajaran Weda yang menyeleweng dari peraturan tingkah laku. karena keteledoran dalam melakukan tugas2, karena kesalaharn yang dilakukan yaitu dengan memakan makanan terlarang, maka kematian itu berhak memperpendek hidup para Brahmana
  5. Bawang putih, bawang bakung, bawang merah, cendawan dan semua tumbuh2an yang berasal dari bahan2 busuk, tidak cocok dimakan oleh pendeta
  6. Hendaklah dihindari dengan hati2 menetesnya cairan merah dari kayu2 dan getah yang berasal dari takikan, buah celu, dan susu kental dari sapi yang merupakan sisa setelah sapi itu menyusui anaknya.
  7. Nasi2 yang dimasak dengan biji wijen gandum dicampur mentega, susu dan gula, nasi campur susu dan kueh tepung yang tidak dibuat untuk upacara, daging yang tidak diperciki air suci sewaktu puja mantra diuncarkan, makanan yang disajikan untuk para dewa dan mahluk jahat pemakan daging.
  8. Susu sapi atau binatang beting lainnya yang dalam sepuluh hari setelah binatang itu me- lahirkan, susu unta, susu dari ternak berkuku satu, susu biri2, susu dari sapi yang sedang berahi atau sapi yang mandul
  9. Susu dari semua binatang buas kecuali ketuunan sapi dengan kerbau, susu perempuan dan semua bahan yang sudalh menjadi masam haruslah semua ini dihindari.
  10. Diantara semua bahan yang telah menjadi masam, susu asam dan segala makanan yang dibuat darinya boleh dimakan demikian pula makanan yang terbuat dari bunga2 susu dari umbi2an dan buah2an.
  11. Hendaknya ia menghindari burung2 pemakan daging dan burung2 yang hidup dirumah rumah dan binatang2 berkuku satu yang tidak diijinkan acara khusus untuk dimakan dan Tittibha (Parra Jacana)
  12. Burung gereja, Plawa, angsa, itik Brahmana, ayam peliharaan, sebangsa bangau, burung rajjudala, burung belatuk, burung kakak tua dan burung beo.
  13. Burung2 yang waktu makarn mematuk2an parunya, burung berkaki jarang, koyasthi, binatang2 pengais, unggas penyelam yang hidup dari memakan ikan, daging yang datang dari rumah pembantaian dan daging kering.
  14. Burung bangau yang disebut Baka dan Balaka, bunung gagak, Khanjaritaku, binatang yang makan ikam, babi piaraan dan semua macam ikan.
  15. la yang memakan daging apa saja, dinamai pemakan daging dari binatang semacam itu saja tetapi ia yang memakan ikan adalah pemakan dari semua macam ikan. Oleh karena itu hendaknya jangan memakan ikan.
  16. Tetapi ikan yang bernama Pathina dan Rohita boleh dimakan, jika dipakai sebagai sajian untuk para dewa dan para roh leluhur, demikian pula seseorang boleh memakan ikan Rajiwa, Sinhatunda dan Sasalka pada setiap saat
  17. Janganlah hendaknya ia memakan hewan maupun burung yang tak dikenal, walaupun mereka itu masuk dalam golongan binatang yang boleh dimakan, jangan pulalah memakan hewan yang berjari kaki lima.
  18. Binatang landak, tenggiling biawak, badak, kura2 (penyu) dan kelinci adalah dinyatakan binatang yang boleh dimakan, demikian juga hewan2 peliharaan yang mempunyai gigi pada satu rahang saja, kecuali unta.
  19. Seorang pendeta (dwijati) yang sengaja memakan cendawan, babi peliharaan, burung putih, ayam peliharaan, bawang merah atau jenis bawang lain, akan menjadi orang yang tak berkasta,
  20. Ia yang sengaja memakan ke enam macam makanan ini hendaklah melakukan puasa santa pana (kricchara) atau puasa bulan (Candrayana) yang biasa dilakukan oleh para pertapa, jika ia juga tanpa sengaja mema kan makanan larangan lainnya, ia hendaknya berpuasa sehari semalam.
  21. Sekali setahun seorang Brahmana harus melakukan puasa kricchara untuk menebus dosa memakan makanan terlarang tanpa disengaja, tetapi jika ia memang dengan sengaja memakan makanan terlarang itu ia harus melakukan puasa yang telah ditentukan khusus untuk itu.
  22. Hewan2 dan burung2 yang dianjurkan untuk bisa dimakan, boleh dibunuh oleh Brahmana2 untuk upacara kurban dan juga untuk diberikan kepada mereka yang patut diberi makan, karena Rsi Agastyapun melakukan hal itu dijaman dulu.
author