Mengenal Ilmu Leak dan Aplikasinya Saat Ini

No comment 45 views

Mengenal Ilmu Leak
dan Aplikasinya Saat Ini

Ilmu Leak yang merupakan salah satu warisan kuno leluhur Pulau Bali ternyata merupakan sebuah ilmu yang banyak didukung hasil penelitian modern dan sekaligus sangat relevan jika prinsip-prinsipnya diterapkan dalam kehidupan modern. Salah satu hasil belajar ilmu Pengiwa/ Leak (Penengen juga) adalah meningkatnya personal magnetism yang diakibatkan oleh meningkatkan getaran/ vibrasi energi anda, yang mana getaran energinya bagaimana tentu sangat dipengaruhi oleh pengleakan apa yang diinternalisasi (ngelekas).

Getaran energi personal yang sesuai jenis pengeleakan ini ini kemudian akan dirasakan sensasinya oleh orang lain sehingga mendatangkan dampak tertentu, misalkan Pengeleakan Canting Mas lebih condong untuk membuat orang terpesona, Pengeleakan Cambra Berag ada yang untuk menimbulkan efek mengerikan ada yang lain, demikian pula dengan jenis pengeleakan lain sehingga bahkan ada jenis pengeleakan tertentu yang konon wajib dijadikan pegangan para Ratu dan Pandita (para pemimpin dan pendeta; ini sekaligus menampik pendapat bahwa ilmu Leak adalah ilmu jahat, karena masak pendeta disuruh ngeleak).

Sensasi vibrasi yang dirasakan oleh orang lain ini menembus panca indera, secara fisik terasa merinding atau panas/ dingin, kemudian secara psikologis pun dampaknya akan terasa karena sudah menjadi nature alami pikiran untuk menjelaskan/ merasionalisasikan sebuah fenomena yang dialami.

Misalkan jika anda mendadak merinding atau ketakutan maka pikiran kemudian akan menjadi kalut dan berusaha mencari-cari penjelasannya yang bahkan akan memunculkan berbagai imajinasi dan fantasi tertentu yang malah membuatnya terpengaruh semakin dalam ke dalam pengaruh Pengeleakan tersebut. Dari sisi energi, proyeksi pikiran ini bahkan bisa membentuk energi sekitar menjadi sosok mengerikan tertentu (sebagaimana prinsip materialisasi energi jadi materi).

Kalau di dunia fiksi, efek ilusif yang dimunculkan, dalam tataran ini mirip dengan Ilmu Genjutsu ala Itachi Uchiha, atau efek pengendalian pikiran ala Scarlet Witch di Avenger Age of Ultron.

Jadi siklusnya bisa disimpulkan begini, anda terpengaruh getaran energi/ vibrasi magnetis orang yang ngeleak, kemudian vibrasi yang dirasakan di tataran fisik itu akan mempengaruhi emosi dan kinerja pikiran yang mana pengaruh yang muncul sesuai dengan jenis ilmu pengeleakannya.

Dengan bercermin pada prinsip ini bisa dikatakan bahwa Ilmu Pengleakan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan yang menguntungkan anda; wibawa kepemimpinan, daya pesona sampai ke seduction, penaman pengaruh atau influence dan membantu dalam banyak prosesi lain seperti untuk penyembuh (healer), guru, politisi, orang tua dll.

Hanya tinggal dikuasai struktur dasarnya dulu atau dalam bahasa tradisionalnya “ngelekasang sastra; ngurip sastra; menghidupkan api dalam tubuh dll” kemudian setelah itu ya mau dipakai apa tergantung tujuannya, mau baik atau buruk.

Nah pertanyaanya kemudian, apa yang dipergunakan praktisi Pengleakan untuk mengarahkan energinya sehingga bisa menimbulkan vibrasi yang berbeda-beda?

Prinsip yang sama juga digunakan untuk mengirimkan berbagai penyakit, ‘pepasangan’ dan desti, teluh, trangjana, yaitu dengan hal yang di dunia barat dikenal sebagai kekuatan pikiran (mind power); kekuatan niat (dalam Tantra dikenal sebagai Sankalpa), dengan visualisasi dan afirmasi (Di Tantra dikenal dengan Bhavana). Kekuatan pikiran bisa sangat besar dampaknya kalau anda sedang berada dalam kondisi mental tertentu, kondisi mental yang memang diperlukan dalam proses nge-leak agar hasilnya optimal.

Dan kalau dikaitkan dengan ajaran Tantra (Sebagaimana disampaikan dalam Kitab Tripura Rahasya), bahkan konon alam semesta ini lahir dari niatan dan hasil imajinasi Tuhan (science modern mengakomodir pendapat ini melalui Teori Holographic Universe) dan karena manusia pada dasarnya juga adalah Dia, maka imajinasi manusia bisa memiliki dampak yang sangat signifikan. Pembeda antara manusia (shiva) dengan Tuhan (Paramasiva) adalah tingkat kesadarannya; kita masih terjerat ahamkara (ego) sehingga menjadi terbatas tergantung dari batasan yang kita identifikasikan dengan diri sendiri, dan imajinasi tersebut bisa sangat berbeda dampaknya setelah kita olah kesadaran.

Tapi apakah ilmu peng-leakan hanya “sekedar” imajinasi?

Ilmu peng-leakan memang mendayagunakan imajinasi dan keberfungsian lain dari pikiran manusia, namun bukan “sekedar” karena untuk membuat imajinasi tersebut bisa mendatangkan dampak yang signifikan apa lagi sampai menimbulkan materialisasi (proses dari energi/ imajinasi sampai menjadi energi/ benda nyata) tentu diperlukan berbagai macam pengkondisian lain baik secara internal maupun eksternal. Sekarang pun, tanpa perlu menutup mata anda bisa mengimajinasikan anda berubah menjadi Rangda atau Celuluk, dan meski hal tersebut tetap akan memiliki vibrasi energi tertentu namun getaran energinya masih sangat kecil sehingga terkesan “sekedar imajinasi”. Beda halnya dengan saat prosesi nge-leak, seluruh komponen indera (visual, auditori, kinestetis, olfaktori dan gustatory) diberdayakan secara maksimal sehingga mengkondisikan kesadaran anda berada dalam level tertentu, level dimana imajinasi bukan “sekedar” imajinasi lagi.

Dalam literatur Tantra, ada banyak kata yang menunjukkan tentang imajinasi, yang mana semua dibedakan berdasar “tingkat keseriusannya”, yang pertama adalah vikalpa atau imajinasi harian yang sering anda alami dengan bayangan-bayangan mental yang bersifat random. Kalpana adalah bayangan mental yang memang secara sengaja diniatkan untuk muncul. Kemudian ada pratibha atau bayangan/ imajinasi yang muncul dengan sendirinya di pikiran, dan terakhir adalah bhavana atau kontemplasi dan visualisasi yang bersifat advanced. Jadi jauh sebelum Buku The Secret menjadi fenomenal dan jauh sebelum teknik-teknik visualisasi ala Silva Method dan banyak tokoh lain menjadi populer dalam literatur Tantra (termasuk Tantra dalam Tradisi Bali) sudah dikenal dan dipakai secara luas pemberdayaan pikiran dengan metodelogi serupa.

Imajinasi, karena memiliki fungsi dan tingkat kekuatan yang berbeda-beda, maka memiliki dampak yang berbeda-beda pula untuk mannusia; mulai dari pengaruhnya di tataran emosi sampai ke tataran energi. Di tataran emosi tentu kekuatan imajinasi bukan lagi hal yang perlu dipikirkan, misalkan saja anda bisa dengan mudah bisa marah-marah lagi hanya dengan membayangkan pengalaman buruk yang anda alami dulu, anda bisa dengan mudah bisa menjadi sangat bersemangat dengan membayangkan pencapaian apa yang bisa anda nikmati nanti dan lain sebagainya. Bahkan secara luas imajinasi sudah digunakan untuk metode terapi (misalkan dalam Hypnontherapy, NLP, dan berbagai teknik terapi kontemporer lain).  Sementara di tataran energi, diperlukan pengkondisian visualisasi atau imajinasi yang sedikit berbeda, yang mana dalam Tantra hal ini sudah dibahas secara mendetail, salah satunya untuk mempengaruhi getaran vibrasi personal anda, pencapaian tujuan-tujuan tertentu, materialisasi (sebagaimana dalam ilmu desti, pepasangan, santet dan sebagainya).

Bersyukurlah kita di Bali diwarisi metodelogi Tantra yang sangat luar biasa canggih ini, yang secara luas bisa diaplikasikan dalam kehidupan (meski sangat patut disayangkan, Ilmu ini menjadi ditakuti dan dideskreditkan karena berbagai mitos dan isu yang melingkupinya).

author