Menjadi Pelayan Umat (Ngayah)

No comment 247 views

Menjadi Pelayan Umat
(Ngayah)

Pada-Sevanam, Melayani Tuhan, Bhagavan

Ada banyak cara mewujudkan hubungan kita dengan Tuhan, salah satunya adalah Melayani Tuhan (Pada-Sevanam). Secara Etimologi Pada artinya Kaki Tuhan, Sevanam adalah melayani

Apakah bisa Tuhan kita layani layaknya seorang Pelayan dengan Tuannya?.

Bukankah Tuhan itu Acintya (Tidak terpikirkan), Arupam (Tidak berwujud atau tergambarkan), lalu bagaimana bisa mewujudkan Tuhan dihadapan kita agar bisa melayaninya???.

Sebelum menjawab hal tersebut mungkin perlu diketahui asal-muasal penciptaan Tuhan terlebih dahulu agar dapat runut logika pemahamannya.

Disebutkan di dalam Sruti Taittiriya Upanisad 6.1 Bahwa Tuhan (Nirguna Brahman) memasuki ciptaannya baik terhadap mahluk hidup ataupun bukan. Svetasvatara Upanishad 4.10 selanjutnya menjelaskan Tubuh manusia (badan) dan badan mahluk hidup lainnya maupun bukan mahluk hidup serta seluruh Alam semesta ini adalah Maya (illusi). Maya (illusi) adalah Kekuatan Tuhan atau Sakti Tuhan. Tuhan di analogikan sebagai Seorang Pesulap (Jalavan) yang mengeluarkan illusi-illusinya diberbagai "Panggung Permainannya (illusinya)" dan kemudian masuk ke panggung illusi tersebut untuk memainkan peran-Nya, demikian penjelasan dari Svetasvatara Upanishad 3.1. Kemudian pada Sloka Sruti Svetasvatara Upanishad dibawah menjelaskan:

sarvānanaśirogrīvaḥsarvabhūtaguhāśayaḥ
sarvavyāpīsa bhagavāṃs tasmāt sarvagataḥ śivaḥ 3.11
atau " jñātvā śivaṃ sarvabhūteṣu gūḍhaṃ " 4.16

Semua wajah adalah wajah-Nya; Semua kepala, kepala-Nya, semua leher, leher-Nya. Dia tinggal di Hati semua makhluk, Dia adalah Bhagavan meliputi semuanya. Shiva, Tuhan Yang Mahakuasa.

Sampai sini anda akan memahami apa pengertian di dalam Taittiriya Upanisad 6.1 bahwa pada tataran Awal, Brahman Nirguna memanifestasi memasuki Maya-nya menjadi berbagai nama, yaitu Atman ketika memasuki badan sekaligus Paramatman sebagai Saksi dan Bhagavan karena memiliki Bentuk. Anda-anda adalah Bhagavan dalam kesadaran ilahi kecil dan ada Bhagavan dalam tataran illahi besar seperti Dewa Kreshna, Rama, Laksmi, Shiva dan seterusnya.

selanjutnya, sarvabhūtaguhāśayaḥ, jñātvā śivaṃ sarvabhūteṣu gūḍhaṃ, Dia tinggal disemua mahluk hidup (Maya-Nya), Tuhan hadir dan berdiam di dalam mahluk hidup. Semua Keberadaan dilingkupi oleh-Nya. Ajaran Kebenaran ini pada saat zaman Mahabarata Krishna meng-echo-kan ajaran Sruti Upanishad kembali ke dalam kitab suci Bhagavad Gita 10.20.

Dengan penjelasan di atas, Mungkin kita sudah dapat mengerti bahwa bentuk yang dimaksudkan di dalam “Melayani Tuhan” adalah ketika bentuk Dualitas demikianlah yang dapat kita rasakan.

Ada ungkapan “Manava Seva Madhava Seva”, “Melayani Manusia sama dengan Melayani Tuhan”.

Melayani Tuhan yang ada di dalam diri manusia (Manusa Yadnya). Bagi yang memiliki Orang Tua, lakukanlah pelayanan, sujud dan bhakti anda kepada orang tua, bagi yang sudah tiada orang tua, jadilah pelayan umat, hormati dan bantulah sesama.

Di dalam Taittiriya Upanishad 10.2 disebutkan

mātṛdevo bhava pitṛdevo bhava”,

hormati dan perlakukan Orang Tua sebagai Tuhan,

ācāryadevo bhava

Hormati dan Perlakukan Guru Sebagai Tuhan,

atithidevo bhava",

Perlakukan Tamu Sebagai Tuhan ….dan seterusnya.

Percuma saja anda Rajin Sembahyang, Upavasa (Puasa), Japam (Zikir), Vegetarian, dan segala bentuk ritual lainnya tetapi dengan orang tua, anak, guru, tetangga, teman dan orang lain sering ribut dan bertengkar.

śárīraṃ bráhma prā́viśac chárīré 'dhi prajā́patiḥ ~Atharva Veda 11.8.30

Tuhan memasuki tubuh manusia (Maya-Nya) dan disana Dia menjadi Raja tubuh itu (Mayin).

author