Menjawab Sindiran Hare Krisna “Nak mule keto”

No comment 72 views

Menjawab Sindiran Hare Krisna
"Nak mule keto"

Menjawab Sindiran Hare Krisna
"Nak mule keto"

TANGGAPAN NAK MULE KETO TERHADAP BHAKTA HARE KRISHNA !

edisi BINGUNG

Apakah anda bingung dengan kehadiran Hare Krishna ?


Hare Krishna menekankan pada aspek :

MEMULIAKAN dan MELAYANI
Memuliakan TUHAN dengan puja-puja

Melayani sesama manusia, makhluk lainnya. Jadi, bahasa sederhananya yakni lebih pada titik berat Tattwa (Filsafat) dan  Susila, maka ritual (sajen bebantenan ) budaya sangat minim .

Melayani, mengasihi sesama manusia dan makhluk lainnya adalah Yajna (gerak) dengan tindakan dan prilaku riil tanpa banten. Biaya atau hartanya bisa dinikmati langsung oleh saudara-saudara yang membutuhkan, bukanlah pada biaya banten. Memuliakan dan  Melayani bersumber pada Weda, sama juga dengan yang lainnya.




Diatas adalah "Status sosmed" dari seorang bhakta hare krishna atau mungkin simpatisan hare krishna dengan akun facebook Dr. Danar Reksa.

Apakah dia doktor ahli weda atau ahli agama atau filsafat agama saya tidak tau. Tetapi kalo benar seorang doktor weda akan membuat adrenalin saya meningkat untuk menggulung argumennya.

Menurut informasi dia katanya mantan penyiar radio di salah satu stasiun radio di Singaraja. Saya kira dia tinggal diluar Bali sebab kebanyakan orang Bali yang bermukim diluar Bali gencar menyalahkan ritual Hindu Bali yang ribet dan mahal. Mereka hanya bermodalkan baca Bhagawad Gita versi Prabhupada dan kitab lainnya melalui majalah iskcon atau internet sudah merasa diatas langit soal Weda.

Ok, saya akan tanggapi ts diatas yang sepintas dibaca orang akan sangat menarik dan masuk logika. Dan inilah memang sering dikumandangkan oleh bhakta krishna untuk menarik pengikut. Mereka tawarkan jalan lebih mudah dan seolah olah lebih manusiawi dan sesuai weda. Sesungguhnya mereka ini semua buta weda bahkan lebih masuk dalam kegelapan. Mereka sekumpulan orang orang yang tidak paham ajaran Hindu Bali.

  • Pertama, dia memberi judul "memuliakan dan  melayani". Pertanyaannya adalah siapa yang dimuliakan dan siapa yang dilayani oleh bhakta hare krishna ?
    Jawabannya adalah yang dimuliakan adalah guru guru spiritualnya sendiri bukan Tuhan. Bahkan mereka mengklaim Sri Caitanya Mahaprabhu adalah entitas Tuhan tertinggi dan bisa jadi dalam waktu panjang Srila Prabhupada adalah Tuhan.
    Kita bisa liat dari ritual Guru Puja kepada pendiri iskcon lalu hari raya yang mereka miliki sebagian besar tentang hari ulang tahun guru spiritualnya seperti Gaura Purnima adalah hari ulang tahun Sri Caitanya Mahaprabhu, Vyasa Puja untuk Srila Prabhupada, Nityananda Tradoyasi utk Prabhu Nityananda dan beberapa untuk awatara Wisnu dengan keluarga dan sahabatnya.
    Apakah ini sesuai weda? tentu tidak,
    ritual itu hanya kepada manusia dengan memajang foto foto atau lukisan di altar yang mereka buat sendiri dan di Bali mereka gunakan plangkiran hasil karya umat Hindu Bali. Sloka mana dalam weda yang bertentangan dengan ritual diatas? Dibawah ini adalah sloka sloka dalam weda yang sangat bertentangan dengan ajaran Hare Krishna.
    "Na tasya pratima asti" Tuhan tidak memiliki wujud gambar, patung, lukisan, photo dan hasil perwujudan menurut pikiran manusia (Yayur Weda 32.3)
    "Tuhan tidak berwujud dan suci" (Yajur Weda 40.3)
    "Tuhan tidak memiliki wujud gambar, patung, lukisan, photo dan tidak satupun dapat dibandingkan dengan-Nya" (Shvetasvatara Upanisad 4.19)
    "Tuhan tidak dapat dilihat tak ada orang yang mampu melihat dengan mata" (Shvetasvatara Upanisad 4.20)
    "Tuhan hanya satu, orang bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama" (Reg Weda 20.58.3)
    "Kami tidak menyembah seseorang kecuali Tuhan yang satu" (Reg Weda 8.1.1)
    "Tuhan adalah Brahman, Tuhan adalah Wisnu" (Reg Weda 2.1.3)
    "Sembahlah Dia saja Tuhan yang sesungguhnya" (Reg Weda 6.15.16)
    "Tuhan tidak dilahirkan tak ada permulaan dan akhir dan menyelimuti segala sesuatu" (Bhagawad Gita X.3)
    Dari sekian sloka saja sudah dapat dipastikan bahwa ajaran Hare Krishna sesat mengultuskan manusia dan sangat bertentangan dengan Weda. Bagaimana mungkin dia mengatakan sesuai Weda?
  • Kedua, siapa yang dilayani? lagi lagi mereka bhakta hare krishna hanya melayani guru guru spiritualnya dan pendiri pendiri iskcon. Mereka diatur dan diawasi dengan ketat oleh satu badan yang bernama Goverment Body Commision (GBC) yang dipimpin CEO atau Chief Executive Officer bak perusahaan dengan jaringan international. Melayani manusia yang dikatakannya hanya melayani kelompoknya saja ini adalah lelucon yang konyol dengan mengatakan yadnya gerak riil secara fisik untuk kemanusiaan.
    Mereka bhakta krishna dituntut mencari dana dengan menjual propaganda Bhagawad Gita versi Prabhupada sebanyak banyaknya dengan program Gita Maraton. Hasilnya nanti akan disetorkan ke organisasi iskcon sehingga iskcon dananya bertambah. Motto iskcon adalah "banyak penyembah, penyembah bahagia" artinya semakin banyak pengikut semakin banyak dana masuk. Disini jelas tujuan rohani mereka adalah materi dan kita bisa liat bagaimana ashram mereka terutama di Gianyar sangat sempit temboknya tanah bercampur kotoran sapi. Lebih konyol lagi kotoran sapi kering digunakan pasta gigi. Ada juga ashram 1 kamar mereka tidur berenam dan baju digantung sembarangan seakan mereka tidak punya waktu untuk mengurus dirinya karena waktu habis untuk mengurus arca dan guru spiritualnya. Sungguh sungguh doktrin yang hebat sampai sampai mentalitas para bhakta pada satu titik yaitu guru spiritualnya maha benar.
  • Ketiga, doktor Danar Reksa ini tidak paham sama sekali kerangka dasar ajaran Hindu Bali tentang Tattwa, Susila dan Upacara. Dia pikir dapat dipisah pisahkan padahal ketiganya adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Dari mantram turun aplikasinya ke kesenian dan adat lalu teraplikasi lagi melalui banten. Semuanya mengandung simbol simbol dan makna filosofis tentang tata cara pemujaan dan keberadaan Tuhan.

Jadi saya sarankan ke anda Doktor Danar Reksa belajar dulu ajaran leluhurmu melalui lontar lontar lalu resapi. Ingat sebelum itu mesugi dulu atau basuh mukamu biar sadar bahwa kamu seorang bodoh yang berkoar koar tentang Weda

author