Nyukat Tanah

No comment 1092 views

Nyukat Tanah untuk Membangun Rumah Tradisional Bali

setelah menemukan tanah pekarangan yang tepat dan dirasa cocok untuk Membangun Rumah Tradisional Bali, langkah berikutnya adalah mulai "Nyukat Palemahan Karang Paumahan". dimana titik awal sebagai sukat karang adalah di pojok timur laut (ersania) tanah pekarangan. berikut ini perhitungan nyukat karang:

makna bilangan per depa, dihitung dari timur ke arah barat:

  1. Teka Prih,
  2. Kwehing bakti
  3. Lwih guna
  4. Kwehing perak
  5. Kabrahman
  6. Lwihing dana
  7. Hayu
  8. Stri kalpa
  9. Raja Bhaya
  10. Kwehing satru
  11. Sugih mas
  12. Kwehing guna
  13. Dana ring wong lian
  14. Lwih Brana
  15. Kweh bakti
  16. Akeh iningun
  17. Teka prih tulung
  18. Makweh bakti

makna bilangan per depa, dihitung dari timur ke arah selatan:

  1. Teka Gering
  2. Tan adruwe putra
  3. Lwih suka
  4. Sugih mas
  5. Teka brahma
  6. Lwih dana
  7. Sugih nanging kageringan
  8. Tan adruwe suta
  9. Dahat kawikaran
  10. Tan rahayu
  11. Teka koos
  12. Kalebwing brahma
  13. Lwih suka
  14. Kakingkingan
  15. Sering magerengan
  16. Tan pegating gering
  17. Tan adruwe suta
  18. Lwih suka

setelah mengetahui makna dari setiap perhitungan tersebut diatas, berikut ini beberapa paket yang sangat direkomendasikan mengenai perhitungan luas pekarangan rumah:

  • Keutara 15 depa, kebarat 14 depa. ini disebut karang "gajah" (ayu).
  • Keutara 14 depa, kebarat 13 depa. ini disebut karang "gajah" (ayu).
  • Keutara 13 depa, kebarat 12 depa. ini disebut karang "singa" (ayu).
  • Keutara 12 depa, kebarat 11 depa. ini disebut karang "wreksa" (ayu).
  • Keutara 11 depa, kebarat 10 depa. ini disebut karang "gajah" (ayu).
  • Keutara 10 depa, kebarat 9 depa. ini disebut karang "dwaja" (ayu).
  • Keutara 9 depa, kebarat 8 depa. ini disebut karang "singa" (ayu).
  • Keutara 8 depa, kebarat 7 depa. ini disebut karang "wreksa" (ayu).

dari setiap sukat karang diatas, setiap ukuran pekarangan "harus" memberi kelebihan sikut minimal "se-asta musti", jadi bilangan sisa dihitung dengan perhitungan "se-asta musti". adapun makna dari bilangan kelebihan (sisa) sukat tersebut diantaranya:

  • sisa 1 = umahing Ratu (guru wisesa)
  • sisa 2,4,6,8 = umahing sang Amanca Negara
  • sisa 5 = umahing Pande
  • sisa 7 = umahing Sang Matani (pemacul/petani)
  • sisa 9 = umahing Brahmana Pandita
  • sisa 10 = umahing wong banci
author