Panca (lima)

No comment 193 views

Panca (lima)

Panca artinya lima

merupakan implementasi ajaran Samkya (sankya) yang artinya kumpulan angka. Dalam ajaran Gama Bali atau agama Hindu Bali angka memiliki peranan yang sangat signifikan, baik dalam tetandingan atau sarana Upakara ataupun dalam konteks ajaran lainnya.

berikut ini beberapa hal yang berhubungan dengan panca diantaranya:

Panca Sradha : 5 (lima) pokok keimanan hindu, diantaranya percaya dengan adanya Brahman (Tuhan), Atman (Tuhan didalam tubuh), Karma Phala (sebab akibat), Punarbhawa (reinkarnasi) dan Moksa (bersatunya kembali Atma dengan Brahman).
Panca Yadnya : 5 (lima) jenis yadnya, diantaranya: Dewa Yadnya (korban suci yang ditujukan kehadapan para dewata), Pitra Yadnya (korman suci yang dtujukan kepada Leluhur), Bhuta Yadnya (korban suci yang ditujukan kepada kekuatan Alam), Manusa Yadnya (Korban suci yang ditujukan kepada sesama Manusia), dan Rsi Yadnya (korban suci kehadapan para Guru dan Pemuput Yadnya).
Panca Yama Bratha : 5 (lima) jenis pengekangan diri (brata) yang berhubungan dengan norma, diantaranya: Ahimsa (tidak menyakiti fisik /pikiran), Brahmacari (belajar, menuntut ilmu dan tidak berhubungan seks), Satya (tidak ingkar janji), Awyawaharika (tidak berdebat/berbicara yang kurang bermanfaat), dan Astenya (jujur serta tidak mencuri).
Panca Niyama Bratha : 5 (lima) jenis pengekangan diri (brata) dalam rangka aturan agama, diantaranya:  Akroda (tidak marah), Guru Susrusa (taat pada guru), Sauca (membersihkan diri jasmani rohani), Aharalagawa (makan secukupnya serta tidak boros), dan Apramada (tidak sombong).
Panca Nertha : 5 (lima) macam kebohongan yang diperbolehkan, diantaranya: Berbohong kepada orang sakit, berbohong dalam rangka bisnis, berbohong kepada musuh, berbohong kepada anak kecil, dan berbohong kepada wanita.
Panca Dewata : 5 (lima) dewata penjaga arah angin, diantaranya:  Dewa Iswara (timur), Dewa Brahma (selatan), Dewa Mahadewa (barat), Dewa Wisnu (utara) dan Dewa Siwa (tengah).
Panca Aksara : 5 (lima) jenis Akshara suci, diantaranya: Sang (timur/jantung), Bang (selatan/hati), Tang (barat/ginjal), Ang (utara/empedu), dan Ing (tengah/tumpuking hati)
Panca Wara : wara yang ke lima, diantaranya: Umanis (timur/putih), Pahing (selatan/merah), Pon (barat/kuning), Wage (utara/hitam), Kliwon (tengah/brumbun)
Panca Brahma : 5 (lima) jenis Akshara suci, diantaranya: Sang (timur/jantung), Bang (selatan/hati), Tang (barat/ginjal), Ang (utara/empedu), dan Ing (tengah/tumpuking hati)
Panca Datu :  5 (lima) jenis logam, diataranya Perak (putih/Dewa Iswara), Tembaga (merah/Dewa Brahma), Emas (kuning/Dewa Mahadewa), Perunggu (hitam/DewaWisnu), dan Kerawang (brumbun/Dewa Siwa).
Plawa Peselan :  5 (lima) jenis dedauanan, diantaranya:
Bija ratus :  5 (lima) jenis biji-bijian, umumnya beras, diantaranya: Ketan (putih), Beras merah (merah), beras (kuning), injin/ketan hitam (hitam),
 Panca Sembah  : sembahyang dengan 5 (lima) kali sembah, diantaranya: sembah puyung (untuk menyucikan sang Atma), sembah dengan bunga (kehadapan sang hyang surya), sembah dengan bunga/kwangen (kehadapan lelluhur/dewata), sembah dengan berbagai bunga (untuk memohon berkah), sembah puyung (untuk menutup sembahyang).

 

author