Panca Sembah

No comment 1849 views

Panca Sembah

Bicara panca sembah, sudah tentu yang dibicarakan adalah sembahyang yang umumnya dilakukan sehari-hari. secara awam, panca sembah diartikan 5 (lima) kali melakukan sembah. Sembah yang artinya "sujud atau sungkem" yang dilakukan dengan cara - cara tertentu dengan tujuan untuk menyampaikan penghormatan, perasaan hati atau pikiran, baik dengan ucapan kata - kata maupun tanpa ucapan (pikiran atau perbuatan).

adapun rangkaian panca sembah yang dilakukan setiap hari di rumah, diantaranya:

  1. Sembah kehadapan Tuhan selaku tattwa atma
  2. sembah kepada saksi dunia, dewa surya
  3. sembah kepada ista dewata, atau yang dipuja
  4. sembah ke para dewa untuk memohon anugrahNya
  5. sembah penutup, sebagai ungkapan terima kasih

sebelum melaksanakan panca sembah, ada 3 (tiga) kelengkapan yang harus ada:

  1. Canang Sari, dihaturkan sebelum sembahyang di sanggah kemulan
  2. Toya/tirta, yang diletakkan di sanggah kemulan
  3. dupa, merupakan simbol dewa agni, saksi, purohito dan pelindung spiritual saat sembahyang

Tiga Jenis Panca Sembah, berdasarkan puja-mantranya:

  1. Panca sembah tanpa mantra
  2. Panca Sembah dengan Saa atau Mantra Sesontengan
  3. Panca Sembah dengan Puja Mantra

 

Panca Sembah dengan Tanpa Mantra

sembahyang ini yang paling sering dilakukan disaat umat melakukan persembahyangan dengan dienter oleh pemangku (pinandita) ataupun Sulinggih (wiku/pandita). Selain itu Panca Sembah Tanpa Mantra juga sering dijalankan oleh orang-orang tua yang melakukan pendekatan kepada Tuhan-Nya dengan kepolosan dan keluguannya. yang dilakukan hanya dengan mengheningkan pikiran dan/atau memusatkan pikirannya pada satu titik, baik simbol "Ong Kara" ataupun titik cahaya. terkadang, bagi yang suka melatih pernafasan, sembahyang metode inilah yang paling sering digunakan.

Caranya; dengan menarik nafas halus dan panjang kemudian mengarahkan nafas di dada, ditahan semampunya kemudian memusatkan pikiran pada simbol Ong kara ataupun cahaya. setelah dirasa cukup, nafas dihembuskan perlahan-lahan.
metode sembahyang inilah yang paling sulit dilakukan, karena tiada permohonan, hanya berserah kepada Ida Betara Kawitan - Hyang Guru, kekuatan spiritualnya bertumpu pada keheningan dan ketulusan.

 

Panca Sembah dengan Saa/Sesontengan

sembahyang ini dilakukan saatsembahyang sendiri, tanpa dienter oleh pemangku ataupun sulinggih atau sering disebut dengan sembahyang "Ngeraga". Didalam Panca Sembah ini ada doa-doa yang terucap, dimana pikiran dikonsentrasikan dengan mendengarkan ucapan "saa/sesontengan" (doa dengan bahasa sehari-hari yang dimengerti oleh pelantun saa).

 

Panca Sembah dengan Mantra

sembahyang ini dilakukan layaknya pemangku, dengan merafalkan mantra-mantra suci. syarat melakukan sembahyang ini;

  1. terlebih dahulu harus nunas penugran Ida Sang Hyang Aji Saraswati, dengan melaksanakan pawintenan, baik itu pawintenan saraswati maupun pawintenan sari. apabila melakukan mantra tanpa terlebih dahulu melaksanakan pawintenan, maka mantra tersebut akan "campah" tidak metaksu, tidak ada manfaatnya.
  2. harus paham dengan makna mantranya, karena mantra adalah alat komunikasi dengan Beliau, jadi kalau alat komunikasinya tidak dimengerti, bagaimana kita dapat mengkomunikasikan maksud dari matra yang dirafalkan tersebut.
  3. sebelum sembahyang, WAJIB melakukan Trisandya.

demikianlah sekilas tentang Panca Sembah, semoga bermanfaat.

silahkan simak artikel yang berkaitan dengan Panca Sembah:

author