Pemabah Meditasi Gni Sakti

3 comments 1932 views

Pemabah Meditasi Gni Sakti

Pemabah Meditasi Gni Sakti

Pemabah (pendahuluan) dalam meditasi ngurip Gni Sakti yang merupakan pintu awal memasuki tahap kawisesan. Semeton yang tidak mampu menjalankan ritual Meditasi Gni Sakti ini memiliki potensi luka dalam akibat serangan gaib.

Serangan ini diakibatkan oleh serangan dari praktisi kawisesan lain, yang kemungkinan merasakan fibrasi pancaran gni yang sedang dipelajari tanpa disengaja.

Keadaan munculnya fibrasi Gni Rahsya ini sering diistilahkan oleh tetua bali sebagai "bau andih" yang memancing orang-orang yang mempelajari pangiwa dalam hal ini desti datang menyerang dalam rangka mencari tumbal untuk memenuhi syarat naik tingkat diperkumpulannya.

Bagi pemula, orang-orang yang baru belajar merupakan syarat pelengkap kenaikan tingkat keilmuan yang dipelajari di perkumpulannya, disamping syarat memakan mayat, membunuh pemangku, balian hingga brahmana/sulinggih.

Jadi, harap semeton berhati-hati dalam belajar spiritual, agar tidak dijadikan sasaran empuk pelengkap syarat tersebut. Disamping potensi menjadi tumbal, hal yang sering terjadi adalah praktisi yang terkena sindrom energi hingga terkena penyakit bebai dewa (alias kedewan-dewan).

Akibat yang sulit diobati adalah sakit Bebai Dewa itu, karena secara kasat mata, praktisi terlihat normal-normal saja, namun punya kebiasaan tambahan yang lebih spiritual, seperti mendadak suka tirthayatra kepura/tempat angker, suka berbusana selayaknya pemangku, bahkan ada yang sering kerasukan (kerawuhan) serta sering merasa mampu berkomunikasi dengan para dewa/leluhur. hal ini sulit diobati.

Untuk meghindarinya, terutama dari ancaman potensi dijadikan tumbal, praktisi pemula dapat meredamnya dengan melatih Pemabah Meditasi Gni Sakti. adapun latihannya sama seperti halnya "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali" diawal latihan, hanya saja ditambah meditasi dan dua mantra perlindungan.

mohon diingat!!!

latihan ini hanya boleh dilakukan apabila Anda semeton bali sudah melewati syarat latihan yang telah disampaikan dalam materi "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali hingga selesai di Tahap Belajar Dasar Kawisesan 3" dan sudah Mawinten, serta sudah menjalankan prasyarat ritual yang sudah dipaparkan dalam materi "Kanda Pat - Catur Sanak".

Apabila semeton bali belum menjalankannya, mohon untuk menyelesaikan dahulu guna mengurangi dampak negatif dari dunia persilatan kawisesan.

Tidak selesai menjalankan syarat tersebut juga dapat mengurangi power Anda, sehingga latihan tahap ini akan kurang maksimal sehingga potensi buruk akan semakin terbuka, semakin besar potensi negatif itu menimpa anda.

Jadi selesaikanlah dahulu "Belajar Tenaga Dalam Asli Bali dan Kanda Pat-nya".

adapun tahapan latihannya:

Latihan Pagi sesaat setelah matahari terbit.

  1. Meditasi dilakukan dimerajan, didepan Sanggah Kemulan.
  2. Menghaturkan Canang sari, dupa 3 batang, sesari 3 kepeng pis bolong. untuk memohon bimbingan.
  3. lakukan persembahyangan dahulu.
  4. canang sari dibawah, didepan kita, upayakan kaki kita saat bersila menyentuh canang sarinya, seperti sedang menduduki canangnya.  ini sebagai tanda linggih ongkara yang ada didalam diri kita.
  5. Duduk tenang, bersila, punggung tegak, tangan diaas lutut/paha dengan telapak tangan terbuka menghadap keatas. sangat tidak dianjurkan menggunakan mudra-mudra tertentu, karena akan berefek pada power yang akan diseimbangkan dalam proses pranayama dan meditasi di tahap ini.
  6. setelah itu ucapkan Doa pembuka seperti yang sudah diajarkan saat Belajar Tenaga Dalam Asli Bali:
    Ong Awighnamastu Namo Siddham
    Ong Siddhirastu Tat Astu
    Ong Namo Narayana
    Ong Saraswati Jaya
    Ong Namo Siwaya
    Ong Ang Resighana Byoh Namah
    Ong Hram Hrim Hrim Durga Dewi Ya Namah
    Om Sri Guru Pasupati Ya Namah
    Om Hrong Krong Siwa Astraraja Ya Namah
    Om Hrang-hring Sah Parama Siwa Aditya Ya Namah Swaha
  7. Melakukan pranayama, pengaturan nafas dan lakukan meditasi relaksasi.
  8. Ucapkan dengan pelan dan panjang kata "ONG" sebanyak 3x. suara ONG seperti dengungan suara kumbang (ngemu kumbang),  suara dalam disekitar tenggorokan dan dada, hingga terasa bergetar ditenggotokan dan sekitar mulut... setelah itu, tarik nafas pelan dan pangjang. arahkan nafas ke perus hingga terasa perut penuh (nafas perut). tahan kira-kira selama 2 detik, kemudian hembuskan dengan halus dan panjang. lakukan pernafasan ini sebanyak mungkin hingga anda lupa dengan keberadaan diri anda (memasuki sunia) - meditasi.
  9. setelah dirasa cukup, lanjutkan mantra berikut ini, yang dikutip dari "Kaputusan Penugran Dalem";
    Ih Ratu Wayan Tangkeb Langit,
    Ratu Made Jelawung,
    Ratu Nyoman Sakti Pengadangan,
    Ratu Ketut Petung
    Aja sira lali asanak ri hulun,
    Apan hulun tan lali astiti bhakti ring hulun,
    Wehanta Ngulun Sakti Sidhi Ngucap,
    Metu saking sunia adnyana hning,
    Ong Windusira angamet rahasya muka,
    sunia amerta kesuma ya namah swaha.
  10. Tarik cahaya kemilau dari atas (angkasa), masukan kedalam tubuh, perlahan-lahan bergerak turun sambil membersihkan dan menghilangkan kekotoran/gelap dalam setiap cakra tubuh, dari cakra mahkota turun hingga cakra dasar (muladara) kemudian bergerak naik kembali  ke atas sambil terus membersihkan hingga didiamkan di pangkal padma cakra mahkota, biarkan cahaya itu terus bersinar terang kemilau...
    lakukan tahap 1 diatas sekali lagi, namun sinar itu langsung diturunkan menembus cakra muladara menuju inti bumi terdalam, sehingga inti bumi juga bersinar terang kemilau..
    mohonkan kepaka Sang Hyang Bapa (akasa) agar menarik Sang Hyang Ibu (pertiwi) agar naik keatas.
    kemudian, niatkan sinar dari inti bumi terdalam tersebut naik keatas memasuki tubuh melalui jalur cakra mayor tubuh dan tempatkan juga di pangkal cakra mahkota, sehingga dua sinar terang kemilau tersebut menyatu menjadi satu di pangkal cakra mahkota.
  11. tutup dengan muspa puyung untuk mengucapkan terima kasih atas bimbingan betara hyang guru.

meditasi ini dilaksanakan kembali sejenak setelah matahari terbenam.

selama melatih pemabah Meditasi Gni Sakti ini, praktisi/semeton bali diwajibkan melakukan puasa.

Latihan ini akan maksimal bila dilakukan bersamaan dengan melakukan brata mutih (hanya memakan Air Putih ditambah Umbi-umbian seperti kacang-kacangan dan ketela yang direbus, dan sekepal nasi putih siang harinya).

makan dan minum hanya diperbolehkan 30 menit sebelum meditasi pagi, setelah itu puasa (tidak makan/minum) hingga meditasi sore sesaat setelah matahari tenggelam. setelah matahari tenggelam, barulah diperbolehkan makan seperti biasanya.

Meditasi sore dilakukan sesaat setelah matahari tenggelam, awali dengan persembahyangan. setelah meditasi ini, maka brata sudah dilebar, artinya sudah bole makan dan minum. Latihan dan puasa ini dilakukan selama 47 hari tanpa putus. bila terputus, diulangi kembali dari awal.

Setelah melatih meditasi ini tanpa putus selama 47 hari, barulah Anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni belajar menghidupkan Gni Sakti (Ngurip Gni Sakti). setelah Urip Gni Sakti-nya barulah dapat dikatakan fase aman tahap awal dalam mempelajari kawisesan. Jadi, bila sudah menjalankan meditasi dan brata Pemabah Meditasi Gni Sakti ini, silahkan melanjutkan ke materi selanjutnya yaitu Ngurip Gni Sakti yang merupakan akhir dari Ajaran Dasar Kawisesan Gamabali.

demikianlah secara singkat Pemabah Meditasi Gni Sakti, semoga dimengerti pengaruhnya bagi keberlangsungan diri dan keluarga anda. Semoga bermanfaat, suksma.

author