Penciptaan Alam Semesta versi Islam

No comment 172 views

Penciptaan Alam Semesta
versi Islam

Pada awalnya, ada pandangan bahwa Allah (tuhan) menciptakan semuanya dengan menggunakan Frase kata "Jadilah...". Frase kata ini merupakan kata yang menurut kitab Al-Qur'an menunjukan ke-MahaKuasa-an. Kata "kun fayakoonu" atau "jadilah, maka jadilah ia" yang berkaitan dengan awal penciptaan tersurat dalam Al-Quran surat QS 2:117, QS 3:59, dan QS 36:82

Apakah frase kata "jadilah, maka jadilah ia" atau "kun fayakoonu" merupakan Big Bang?
ternyata tidak....
ini terlihat dalam QS 7:54 dan QS 51:47 yang menggambarkan adanya proses.

Detail penciptaan Langit dan Bumi menurut Al Qur’an terdapat di QS 7:54, QS 10:3, QS 11:7, QS 21:30, QS 25:59, QS 32:4, QS 57:4, QS 41:9-12, dan QS 79:27-33.

Surat Al Raaf 7:54,
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa...

Abu Huraira berkata bahwa Nabi berkata padaku Allah menciptakan Debu/Abu pada hari Sabtu, Gunung-gunung pada hari Minggu, Pepohonan pada hari Rabu, Menyebarkan makhluk hidup pada hari Kamis dan Menciptakan Adam pada hari Jum’at antara Asr dan Malam.

Allah menyatakan bahwa Ia menciptakan semesta, Langit dan Bumi dan semua yang ada didalamnya dalam 6 hari. Enam hari yang dimaksud adalah Minggu, Senin, Selasa, rabu, kamis dan Jumat. Di hari Jum’at semua ciptaan telah di susun, Adam diciptakan. Kata “As=Sabt’ artinya Stop.

Surat Al Anbiyaa’ 21:30,
menunjukan keadaan Bumi dan langit saat yang awal mula keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian dipisahkan.

Surat AR RA’D (GURUH) 13:2,
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan.

ada 3 poin dalam surat tersebut:

  1. Meninggikan langit tanpa tiang,
    menunjukan bahwa langit itu bergantung. dimana semua benda dilangit dapat terkena gaya grafitasi bumi. ini terlihat pada surat 82:1-2; bila langit terbelah, bila bintang (benda langit lainnya) akan jatuh berserakan. seperti halnya dalam surat 22:65; Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi
  2. Dia (allah) bersemayam diatas arasy
    tentang arasy sendiri tertuang dalam surat 7:45, 10:3, 13:2, 20:5, 25:59, 32:4, 57:4 yang dikatakan tempat bersemayamnya allah, yang digambarkan sebagai singasananya allah.
  3. menundukan matahari dan bulan, masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan
    berkenaan dengan kalimat diatas adalah seperti yang Allah maksudkan di surat 36:38 (dan matahari berjalan ditempat peredarannya),

Surat Fushshilat 41: 9-12,
menyajikan urutan pengerjaan Bagaimana penciptaan yang dilakukan Allah:

  1. QS 41:9; Bumi di ciptakan dalam 2 masa
  2. QS 41:10; Segala isi BUMI di ciptakan total dalam 4 masa
  3. QS 41:11; Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa.” Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati.”
    Surat diatas jelas menunjukan bahwa kedudukan BUMI dan LANGIT adalah SEDERAJAT, yaitu BUMI yang BUKAN merupakan anggota LANGIT. Bumi diciptakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian ALLAH menyelesaikan Langit dan itu dibuktikan di ayat selanjutnya
  4. QS 41:12; Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Penciptaan Bumi dan Penciptaan langit dibicarakan secara terpisah Allah berkata bahwa Ia menciptakan Bumi terlebih dahulu, karena itu adalah Fondasi, dan Fondasi harus dibangun terlebih dahulu baru kemudian atap.

Berkenaan dengan penciptaan Bintang-bintang di ayat Fushshilat 41:12 maka terdapat 3 (ayat) lain di Al Qur’an yang memberikan konfirmasi pasti bahwa bintang- bintang [dan meteor] diciptakan untuk menghiasi langit dan sebagai alat untuk melempar setan-setan ketika mereka mencuri dengar berita dari Allah/langit [QS 37:6, QS 67:5, QS 15:16-18, QS 34:22-23, ‘Al Buruj [bintang-bintang raksasa] di ayat QS 25:61 dan QS 67:5]

Bentuk BUMI
berdasarkan QS 18.47 dan QS 79:30, bentuk bumi terindikasi dengan kalimat bumi datar dan terhampar.

Bumi dahulu dibuat, setelah itu barulah langit
ini terindikasi dari QS 2:29, QS 41:11,

Sumber bahan ciptaan,
berdasarkan Asbabun Nuzul QS 112:1-4, Allah telah menciptakan malaikat dari nur (cahaya) al Hijab, Nabi Adam dari lumpur hitam yang diberi bentuk, iblis dari nyala api, langit dari asap dan bumi dari buih air

Surat 41, 51, 21 dan 79 termasuk golongan Almakiyah (sebelum Hijrah ke Medinah, 620 M) dan urutan turunnya surat adalah tertera demikian. Ayat 112, ada yang mengganggap sebagai Al Makiyyah, sementara As suyuti menganggap sebagai Al Madaniyya

Penegasan terakhir mengenai penciptaan Bumi dan Langit adalah melalui surat Al Baqarah yang diturunkan Allah di 2 H (624 M). Surat ini termasuk golongan surat Al madaniyya yang turun lebih belakangan dari surat Al Makiyya lainnya yaitu 41, 51, 21 dan surat 79.

Setelah semuanya siap, di dilanjutkan dengan penciptaan Adam di Al Baqarah 2:30-36, surat itu memperkuat surat-surat penciptaan manusia yang turun sebelumnya yaitu di 7:10-24, 15:26-33 dan 38:71-84. Disebutkan bahwa Adam diciptakan dari tanah kemudian Allah berkata, ‘Jadilah! ’ [3:59]

Pernyataan di surat Al Baqarah 2:29-36 sangat jelas, terstruktur dan ada urutannya! yaitu menciptakan Bumi, kemudian langit plus 7 langit dan terakhir Penciptakan Manusia. Jadi, saat manusia diciptakan maka penciptaan langit sudah final, tidak ada pengembangan langit lagi. Bukti itu ada di ayat 2:31

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!”

Surat Al Najm 53:14-16, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal..

 

Surat Al-Qur'an ang dijadikan rujukan tentang Penciptaan Alam Semesta

Sumber kutipan Al-Qur'an:

  • quran-terjemah.org
  • quran.bacalah.net
author