Perbedaan Hare Krisna dengan Hindu Bali

No comment 437 views

Perbedaan Hare Krisna dengan Hindu Bali

Perbedaan Hare Krisna dengan Hindu Bali

Bagi yang belum tahu perbedaan Hare Krishna (HK) dengan Hindu di Bali bisa dibaca di bawah ini :

  1. Tentang Tuhan
    Menurut Hare Krishna Tuhan satu-satunya adalah krishna, brahma wisnu dan siwa adalah ciptaan krishna. Krisna adalah wujud asli Tuhan pada waktu Mahabarata Krisna dengan wujud aslinya katanya turun dari planetnya yang disebut Vaikunta.
    Menurut Hindu di Bali Tuhan itu satu orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama sesuai sloka dalam RgVeda yaitu “Sat Viprah Bahuda Vadanti”. Dalam Hindu tuhan itu bersifat “Vyapi Vyapaka” berada dimana-mana meresapi semua ciptaannya. Dalam Hindu di Bali tuhan yang tidak berwuju dan berwujud “Nirguna” dan “Saguna” diterima, sehingga beliau juga disebut Sang Hyang Widhi, Acintya, Paramasiwa. Sedangkan pada waktu saguna beliau disebut Sadasiwa, Brahma, Wisnu, Siwa, Maheswara, Rudra. Bila HK berkembang maka akan mengancam sanggah kamulan, kahyangan tiga dan padma tiga besakih karana Tri Purusa (Siwa, Sadasiwa, Paramasiwa) dan Tri Murthi (Brahma, Wisnu dan Siwa) bersthana disana. Pura kahyangan jagat, sad kahyangan, dang kahyangan akan jadi musium diganti kuil Krishna karana yang akan dipuja satu-satunya Tuhan adalah Krishna.
  2. Tujuan dari agama
    Hindu adalah moksa yaitu menyatu dengan Tuhan
    Hare Krishna adalah moksa yang menurut versi mereka adalah menjadi pelayan abadi di Vaikunta. Planet Vaikunta dikatakan tempat tinggal Krishna.
  3. Posisi Tokoh Krishna
    Menurut kitab Mahabarata Krishna adalah awatara wisnu dan sudah meninggal.
    Menurut HK Krishna adalah tuhan yang langsung turun ke dunia dan tidak meninggal.
  4. Posisi dengan Leluhur/Kawitan
    Hare Krishna juga tidak menyembah leluhur menurut mereka apa yang dipuja pada waktu meninggal akan menuju alam itu bila memuja leluhur akan sampai ke alam leluhur, sehingga mrajan, dadya, panti, paibon, kawitan juga bisa jadi musium karana satu-satunya yang dipuja adalah Krishna. Namun, dilain sisi bhakta Hare Krisna memuja Prabhupada juga, sehingga tidak konsisten dengan seruan mereka dengan sloka tersebut.
    Hindu di Bali sangat menghormati leluhurnya karana tanpa restu leluhur tidak akan bisa mencapai Tuhan.
  5. Berkenaan dengan Panca Yadnya
    Hare Krishna juga menentang pengorbanan binatang untuk caru karana menurut mereka yang memuja para bhuta setelah meninggal akan menuju alam Bhuta.
    Hindu di Bali selalu mengadakan caru untuk mengharmoniskan alam semesta, bhuta adalah kekuatan alam yang perlu diharmoniskan sehingga alam Bali bisa terhindar dari bencana alam.
  6. Pandangan Filsafat
    Menurut Hare Krishna Dewa Siwa dikatakan mengajarkan filsafat palsu untuk mengelabui manusia agar tidak memuja Krishna sehingga Siwa dan pengikutnya disebut Mayawadi.
    Di Bali ajarannya adalah Siwa Sidhanta sehingga itu bisa membuat tersinggung bila dikatakan mayawadi.
  7. Pariwisata di Bali adalah pariwisata Budaya. Bila HK berkembang di Bali maka semua ritual agama Hindu seperti piodalan, galungan, nyepi,pagerwesi akan diganti dengan ritual HK, maka budaya Balipun bisa lenyap, bila budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu lenyap maka wisatawan akan meninggalkan Bali yang terjadi nantinya adalah kemiskinan.
  8. Bila kita melihat sejarah Resi Markandeya datang ke Bali waktu datang pertama gagal karana tidak diadakan upacara yadnya, setelah datang kedua kalinya beliau melaksanakan yadnya dan menanam panca datu sehingga bisa menetap di Bali. Semua sekte juga sudah disatukan oleh Mpu Kuturan dengan adanya HK maka Bali akan kembali seperti jaman sebelum kedatangan Mpu Kuturan yang akan berpotensi menimbulkan perpecahan.
  9. Prabupada pendiri Hare Krishna mengatakan HK itu bukanlah agama Hindu, tetapi pengikutnya ngotot mengaku Hindu terkadang menyalahkan pelaksanaan Hindu di Bali dengan mengatakan menyimpang dari Weda.
  10. Kejaksaan Agung Tahun 1984 melarang HK tetapi hk masih eksis sampai sekarang.

perlu diperhatikan lagi:

1. Krishna adalah avatar Dewa Wisnu. Setiap teks suci Hindu menjelaskan fakta ini. Dewa Wisnu mengambil wujud manusia dan tinggal di bumi, memecahkan masalah sebagai manusia bersama dengan manusia.

2. Krishna lahir di Dwapara Yuga dan dia meninggal setelah memenuhi Karma-nya. Tidak ada satu contoh pun di mana Krishna muncul di mana pun sebelum kelahirannya. Dia bahkan tidak disebutkan dalam Ramayana. Dewa Wisnu itu abadi tapi bukan Krishna. Dia menjalani hidupnya seperti manusia dan meninggal setelah tertembak panah.

3. Krishna menyembah Dewa Siwa. Karena Dewa Wisnu adalah pemuja setia Dewa Siwa, semua avatarnya adalah pemuja Siwa juga. Parasurama lebih menonjol.

4. Krishna tidak disebutkan dalam Veda. Tidak ada satu pun referensi tentang dia. Kresna lahir setelah asal mula Veda, jadi jelas dia tidak disebutkan di dalamnya.

5.Krishna adalah salah satu dari 10 Avatar Wisnu. Tidak seorang pun sebelum kelahiran Krishna memujanya.

6. Radha tidak disebutkan dalam purana klasik manapun kecuali kitab suci yang dibuat oleh kultus gaudiya vaishnava. Bahkan Srimad Bhagavatam tidak mengandung referensi apapun tentang Radha. Dia adalah karakter sastra yang berasal dari Era Umum.

7. Tuan Kalki adalah avatar terakhir Wisnu. Bukan Chaitanya Mahaprabhu. Sementara Kalki disebutkan dalam Purana, tidak ada referensi tentang Chaitanya Mahaprabhu dalam Purana atau Weda manapun. Ajarannya anti-Veda.

author