Ramalan CoViD-19 versi Wariga Bali

No comment 195 views

Ramalan CoViD-19 versi Wariga Bali

Ramalan Wariga Bali berkenaan dengan Pandemik CoViD-19

apa itu CoViD-19?

Covid telah menyebabkan dua pandemi skala besar dalam dua dekade terakhir yakni Sindrom pernafasan Akut Berat atau Severe acute respiratory syndrome (SARS-CoV) dan sindrom pernapasan Timur Tengah atau Middle East respiratory syndrome (MERS-CoV). Virus ini sangat menular dan patogen yang muncul pada manusia pada awal abad ke-21. Diprediksi virus ini berasal dari kelelawar. (Cui and Shi, 2019). Penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh covid generasi baru (SARS-CoV-2) telah menyebar ke seluruh Tiongkok dan mendapat perhatian dunia pada tahun 2019 dikenal dengan nama Corona virus disease 2019 (Covid-19).

Umumnya, orang yang infeksi Covid-19 akan menimbulkan penyakit ringan tanpa komplikasi termasuk gejala non-spesifik termasuk demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, sakit kepala, dan nyeri otot. Bagi Lansia dan orang yang memiliki sistem kekebalan kurang stabil dapat hadir dengan demam atau infeksi saluran pernapasan, gangguan pernafasan (pneumonia) ringan dan berat (Nicola, et all, 2020). Namun, Mereka yang memiliki kondisi medis yang sudah memiliki penyakit sebelumnya (seperti penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan kronis atau diabetes) dapat berisiko lebih parah lagi (WHOb, 2020).

Covid-19 ditularkan melalui tetesan uap pernapasan (droplet) dan jalur kontak. virus ini dapat bertahan pada permukaan benda mati seperti logam, kaca atau plastik hingga 9 hari. Transmisi antar manusia memiliki masa inkubasi antara 2-10 hari (Kampf et.al, 2020). Transmisi droplet terjadi ketika seseorang terinveksi covid berada dalam kontak dekat kurang dari 2 meter (Bahl et al, 2020; HOa, 2020) dan apabila dalam keadaan berjalan atupun berolahraga di luar rumah radius penularannya mencapai 20 meter (Thoelen and Budrina, 2020). Virus ini juga dapat bertahan diudara selama 3 jam setelah aerosolisasi (Bahl et al, 2020). Penularan ini terjadi dari seseorang yang memiliki gejala pernapasan (misalnya batuk atau bersin), dan orang disekitarnya beresiko terpapar Covid melalui mucosae mulut dan hidung atau conjunctiva mata (WHOa, 2020).

Cara penularan lainnya dapat terjadi melalui liur atau muntahan di lingkungan sekitar orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, penularan virus COVID-19 dapat terjadi melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan kontak tidak langsung dengan permukaan di lingkungan terdekat atau dengan benda yang digunakan pada orang yang terinfeksi misalnya stetoskop atau termometer (WHOa, 2020) ataupun lewat benda mati lainnya yang pernah disentuh oleh orang yang sudah terinveksi (Kampf et.al, 2020).

Berdasarkan cara penularannya tersebut, diupayakan untuk memutus rantai penularannya lewat tetap menjaga jarak aman berkomunikasi (social distancing) sejauh 1-2 meter, pembersihan dan disinfeksi lingkungan, serta pentingnya menjaga jarak fisik dan menghindari kontak yang dekat (physical distansing) dan berlindung/menghindari diri dari orang-orang dengan gejala demam atau masalah pernapasan (WHOa, 2020).

Sumber:

  • Bahl, P., Doolan, C., de Silva, C., Chughtai, A.A., Bourouiba, L., and MacIntyre, C.R. (2020). Airborne or droplet precautions for health workers treating COVID-19?. The Journal of infectious diseases.
  • Cui, J., Li, F., and Shi, Z. L. (2019). Origin and evolution of pathogenic coronaviruses. Nature Reviews Microbiology, 17(3), 181-192.
  • Kampf, G., Todt D., Pfaender S., and Steinmann E. (2020) . Persistence Of Coronaviruses On Inaminate And Their Inactivation With Biocidal Agent. Journal of Hospital Infection 104. p. 246-251
  • Nicola, M., O’Neill, N., Sohrabi, C., Khan, M., Agha, M., & Agha, R. (2020). Evidence based management guideline for the COVID-19 pandemic-review article. International Journal of Surgery.
  • Thoelen, J., and Budrina, E. (2020). What is a safe distance when running, biking and walking during COVID-19 times? It is further than the typical 1–2 meter as prescribed in different countries!. [http://gladiator-lab.ru/run-during-coronavirus]
  • World Health Organization a. (2020). Modes of transmission of virus causing COVID-19: implications for IPC precaution recommendations: scientific brief, 27 March 2020 (No. WHO/2019-nCoV/Sci_Brief/Transmission_modes/2020.1).
  • World Health Organization b. (2020). Coronavirus disease 2019 (COVID-19): situation report, 72.

Wariga GamaBali Meramalkan CoVid-19

Kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga saat ini (juni 2020) masih mengalami kenaikan, angka kematian pun terus bertambah setiap harinya. Melihat hal ini, Wariga GamaBali berupaya untuk memprediksi kondisi Indonesia kedepannya.

Lantas, bagaimanakah ramalan Covid-19 terbaru ini?

GamaBali tidak akan memprediksi sampai kapan Pandemi Covid-19 melanda negeri kita, namun Ramalan Covid-19 versi Wariga Bali ini akan memprediksi seseorang yang berpotensi terpapar Virus Corona sehingga mungkin saja dapat berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan.

bila tertarik mengetahui keadaan Diri Anda, Apakah memiliki Potensi menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG), ataukah Pasien Dalam Pengawasan (PDP)? atau sama sekali tidak berpotensi terkena Covid-19..

lebih lanjut, silahkan masukan Nama dan Tanggal Lahir Anda di Wariga.Gamabali.com perhatikan "POTENSI SAKIT/KELUHAN" anda.

Selamat mencoba Ramalan CoViD-19 versi Wariga Bali

author